Wanita Solihah Pujaan Hati

Wanita Solihah Pujaan Hati
ep 43 Pindah Rumah


__ADS_3

Mobil mewah milik Morgan melaju dengan kecepatan maksimal. Terdengar alunan musik romantis yang menemani perjalanan Morgan. Morgan mengendarai mobil dengan raut wajah bahagia.


Sampai di depan rumah, Bu Angel mendapati Morgan sedang turun dari mobil dengan senyum-senyum sendiri. Bu Angel mendekati Morgan lalu menyodorkan tangannya, Morgan pun menerima sodoran tangan Bu Angel lalu mencium punggung tangannya.


"Kenapa anak Ibu senyum-senyum sendiri?" Ledek Bu Angel pada Morgan.


Morgan tidak menjawab perkataan Bu Angel, ia hanya langsung masuk sambil terus menampakan wajah tersenyum.


"Morgan! Morgan! Jawab Ibu!" Bu Angel berteriak sambil mengikuti Morgan dari belakang.


Cinta memang harus di perjuangkan dengan penuh semangat seperti dengan perjuangan Morgan padaku yang tiada henti.


Ibn Hazm bahkan melukiskan cinta dengan kata-katanya yang indah,


وعني أحبرك إني مارويت قط من ماء الوصال ولا زادني إلا ظمئا


"Ku ceritakan kepadamu tentang diriku, sesungguhnya aku tidak pernah puas dengan pertemuan. Sebab semakin bertemu, aku justru semakin larut dalam dahaga."


"Apa ini petunjuk dari Tuhan kalau Raisa akan menjadi jodohku?" batin Morgan.

__ADS_1


***


Jam tiga dini hari, Morgan terbangun dari tidurnya karena ia akan berangkat ke Bandung untuk menemuiku. Niatnya ia akan pindah ke cabang perusahaannya yang barada di Bandung agar tidak bulak-balik Cianjur-Bandung. Morgan segera bangkit dari tempat tidurnya, mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan yang akan di bawa nanti siang. Morgan sudah siapkan segala kebutuhan untuk tinggal di Bandung oleh sekertarisnya.


Setelah Morgan mempersiapkan semuanya ia langsung keluar dari kamarnya menuju meja makan, ia menemukan ibunya sedang mempersiapakan sarapan untuk Morgan.


"Pagi Bu..." Morgan menyapa Bu Angel sambil memeluknya dari belakang.


"Pagi sayang..." balas Bu Angel.


"Kok Ibu makin cantik aja," puji Morgan sambil duduk di kursi lalu mengambil roti di hadapannya.


"Kamu ini..." sambil tersenyum.


"Iya sayang! Kejar cinta kamu sampe dapet dan nanti kalau udah dapet bawa kesini!"


"Oke,"


Pemuda yang mempunyai paras tampan, kulit putih tapi manis, bibir tipis merah jambu, hidung mancung, mempunyai satu lesung pipi di sebelah kirinya dan mempunyai badan ideal membuat penampilannya begitu sempurna membuat para perempuan mengaguminya. Pantas saja Morgan waktu SMA banyak sekali perempuan yang pernah menyinggahi hatinya.

__ADS_1


Sesampainya di Bandung Morgan langsung memasuki tempat tinggal yang di siapkan oleh sekretarisnya. Ia merasa nyaman dengan suasana rumah barunya dengan nuansa minimalis.


Morgan duduk di tepi ranjang barunya sambil memainkan ponselnya, Morgan memutar otaknya apa yang harus ia lakukan? Untuk mendapatkanku jadi kekasihnya. Ia merasa tidak yakin kalau aku bisa menerimanya dengan suatu perbedaan.


Morgan menyalakan mobil mewah miliknya dan melaju ke sebuah pusat pembelajaan untuk membeli stok makanan karena di rumah barunya belum ada stok makanan. Tiba-tiba Morgan tak sengaja kembali bertemu dengan Astuti dan pacarnya.


"Ketemu kamu lagi..." kata Astuti pada Morgan.


"Eh Tut, kebetulan aku ketemu kamu di sini..." balas Morgan seraya tersenyum.


"Emang kenapa?" tanya Astuti penasaran.


"Aku minta alamat rumah Raisa sekarang!" seru Morgan semangat.


"Mau ngapain sih?"


"Udah minta aja!"


"Eh gak bisa! Aku gak mau Raisa jadi korban kamu, seperti cewek-cewek lain,"

__ADS_1


"Gak akan kok, aku udah gak kaya gitu lagi,"


"Yaudah Iya..."


__ADS_2