Wanita Solihah Pujaan Hati

Wanita Solihah Pujaan Hati
ep 14 - Kapan Nikah ?


__ADS_3

"Allahuakbar-Allahuakbar."


Suara Adzan berkumandang di angkasa. Aku membukakan mataku dan melihat jam dinding telah meununjukan pukul 15.35 itu artinya telah menunjukan waktu Ashar. Aku langsung bangkit dari tidurku dan bergegas mengambil handuk untuk mandi. Setelah mandi tentunya aku hendak seperti biasa aku mengambil Wudlu untuk melaksanakan Shalat. Setelah salesai mandi dan melaksanakan Shalat aku hendak keluar kamar untuk mengambil segelas air minum. Pas aku menuju kedapur aku melihat Ayah sedang duduk di Sopa ruang tamu sambil nonton Televisi.


"Caca...?" Ayah memanggilku.


"Ia, Ayah." aku menjawab panggilan Ayah.


"Duduk sini!" kata Ayah sambil melambaikan tangannya lalu menepuk sopa menyuruhku duduk.


"Iya Yah, ada apa Yah?" aku heran.


"Ayah mau bicara serius sama kamu!" kata Ayah.


"Bicara tentang apa, Yah?" aku semakin heran.


"Umur kamu sekarang kan sudah 23 tahun, dan kamu juga sudah lulus kuliah." Ayah terdiam sebentar. Membuat suasana jadi misterius.


"Ya terus !" Balasku.


"Ek... kamu... kamu... kapan nikah?" kata Ayah dengan kata-kata yang terbata-bata.


"Insya Allah bulan depan ada yang mau melamarku Yah." mataku mulai memberanikan diri menceritakan tentang Yusuf pada Ayah.


"Wah... Bagus dong. Siapa dia?, gimana orangnya?, kaya atau tidak?. Kamu harus menikah dengan orang kaya Raisa.

__ADS_1


"Namanya Yusuf Yah, dia santri di pesantren Cianjur. Dia baik, solih, religius dan orangnya sopan, Yah." kataku mencerikan kebaikan Yusuf pada Ayah.


"Dia kaya?" kata ayah kekeh dengan kemauannya.


"Dia kaya hati, Yah. Dia sekarang penulis terkenal." aku meyakinkan Ayah. Ayah hanya menggeleng-gelengkan kepala dan masuk kedalam kamarnya.


Setelah aku ngobrol dengan Ayah, aku langsung pergi kedapur. Di dapur tampaklah Ibu sedang memasak untuk makan malam nanti.


Aku langsung menghampiri Ibu dan memeluknya dari belakang sambil mataku berkaca-kaca.


"Ibu...?" Sambil memeluk Ibu dengan manja.


"Iya sayang." balas Ibu.


"Wah siapa Yusuf?" Ibu menanyakan tentang Yusuf sambil tersentum bahagia.


"Oh Iya... Caca belum pernah cerita tentang Yusuf ke Ibu. Yusuf teman Caca di masalalu, dia pernah menguasa hati Caca pas di waktu sekolah dulu. Nah sekarang Yusuf kembali mengajaku Ta'aruf bahkan bulan depan Yusuf mau melamar aku." aku menjelaskan semuanya pada Ibu.


"Bagus dong, Ca...?!" kata Ibu.


"Iya, tapi Ayah malah nanya tentang Yusuf kaya atau tidaknya. Yusuf itu sekarang sudah kaya Bu dia sekarang penulis yang terkenal, karyanya juga banyak. Sepertinya Ayah gak suka dengan penulis." tak sadar air mataku mengalir.


"Yasudah... nanti biar ibu yang bicara pada ayah. Sudah jangan nangis."


Malam itu aku dan keluargaku makan malam bersama-sama dengan menu seadanya.

__ADS_1


"Yah... Caca sudah ta'aruf dengan Yusuf, sepertinya Yusuf orangnya baik, Yusuf tinggalnya di pesantren loh..." kata ibu meyakinkan hati Ayah.


"Terus kenapa?" tanya Ayah.


"Izinkan Caca menentukan pilihannya sendiri, Yah."


"Ayah tidak melarang Caca denga siapa pun. Asal Ayah harus tahu dulu siapa yang akan menikah dengan Caca." balas Ayah dengan tersenyum misterius.


"Baik Yah, bulan depan Yusuf akan kesini untuk melamar Caca Yah. Ayah bisa nilai sendiri." kataku dengan mata berkaca-kaca.


"Oke... dan kalau Ayah gak suka kamu harus lupakan dia dan menikah dengan pilihan Ayah." balas Ayah dengan tegas.


Setelah selasai makan aku langsung masuk kedalam kamar dan naik keatas ranjang untuk merebahkan tubuh yang sangat lelah. Tak lama kemudian tak terasa air mataku mengalir deras membasahi pipiku kemudian aku tertidur.


"Raisa kamu tega..."


"Yusuf...?" aku berteriak dan terbangun dari tidurku.


"Hoh... hoh... hohh." aku menghembuskan napas secara kasar.


"Duh cuman mimpi." batinku.


Kulihat jam menunjukan pukuk 00.00 tengah malam. Aku langsung bergegas kekamar mandi mengambil Wudlu untuk melaksanakan Shalat Tahazud agar hati lebih tenang.


Setelah melaksanakan Shalat Shalat aku kembali naik keatas ranjang dan merebahkan tububku kembali.

__ADS_1


__ADS_2