
Kini waktu telah menunjukan pukul 15.30. Sudah hampir dua jam aku bersama Yusuf ketemuan. Berjalan kesana kemari, bercerita masalalu dan kuliner. Hingga akhirnya aku pamit untuk pulang.
"Aku mau pulang dulu ya." kataku pada Yusuf.
"Mau aku anterin?" balas Yusuf malu.
"Ah gak usah, malu sama tetangga." kataku belum siap mempertemukan Yusuf dengan orang tua.
"Oh ya sudah... hati-hati di jalannya!" kata Yusuf perhatian. aku pun mengangguk tanda mengerti.
Setelah pulang kerumah, tampak lah dua orang perempuan duduk di kursi teras. Dia adalah Astuti dan Delia.
" Astuti... Delia...?" aku menyapanya dengan kaget.
" Caca...?" mereka memeluku dan aku membalas pelukannya.
" Aku kangen sama kamu, Ca?" kata Astuti dalam pelukanku. Kalau dengan Delia aku sudah sering ketemu karena satu pekerjaan.
" Loh... kenapa kamu bisa sama Delia, Tut?" kataku heran.
" Aku mendapatkan nomor Delia dari Facebook," balas Delia.
" Oh ya... aku sampai lupa tidak mempersilahkan kaliam masuk, ayo masuk!" kataku sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal dan mempersilahkan Delia dan Astuti masuk.
"Yuk...!" Balas Astuti dan mereka pun masuk.
"Oh ya Del, Tut? aku udah ta'arufan sama Yusuf," To the point aku langsung menceritakan tentang hubunganku dengan Yusuf.
"Oh... yah... ah yang bener?!" kata Astuti.
__ADS_1
"Kapan?" kata Delia penasaran karena Delia biasanya orang yang pertama yang tahu.
" Barusan. Barusan dia ngajak ta'aruf dan dua bulan lagi dia akan melamarku.
"Hah melamar....?!" Balas Delia dan Astuti serentak.
"Kok kamu bisa ketemu sama Yusuf, Ca?" tanya Delia penasaran sambil garuk-garuk kepala.
"Ya... bisa lah namanya juga jodoh... hihihi" aku tertawa cekikikan.
"Yah jadi nikah donk, Ca?" kata Delia iri.
"Do'ain ya, teman-tema?!" kataku meminta do'a mereka.
Setelah Delia dan Astuti pulang. Aku langsung ke kamar mandi hendak mengambil Wudlu untuk menunaikan Shalat Ashar.
Setelah Shalat Ashar aku hendak berdo'a kepada Allah SWT dengan rasa syukur karena telah di persatukan lagi dengan Yusuf dengan setelah penantian yang sangat panjang.
Setelah melaksanakan Shalat aku hendak kedapur untuk membuat kue.
"La... lala... Asyik..." aku memasukan adoanan kue sambil nyanyi-nyanyi dan menari-nari karena saking bahagianya.
"Caca...?" Ibu menghampiri aku kedapur karena penasaran kenapa aku nyanyi-nyanyi.
"Iya bu?" sambil tersenyum.
"Kenapa Ca, senyum-senyum sendiri?" tanya ibu sambil nyubit bahuku.
"Gapapa..." aku sambil tersenyum malu-malu.
__ADS_1
" Jangan bohong sama Ibu pasti kamu sedang jatuh cinta kaaannnn?" kata Ibu meledek ku.
"Ih Ibu apaan sih?" aku sambil garuk-garuk kepala.
"Emm gak ngaku....huhhh..." kata Ibu mulai memperseru suasana. Akhirnya aku dengan Ibu lempar-lempar terigu.
Waktu sudah menunjukan waktu Isya. Seperti biasa aku hendak ke kamar mengambil Wudlu dan menunaikan Shalat.
setelah Shalat aku hendak ke kamar dan naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhku yang sangat lelah.
Tak lama kemudian kemudian ada chat dari Yusuf.
Yusuf : " Assalamuallaikum. Calon Istriku?"
Raisa : " Waalaikumsalam. Calon Imamku," aku membaca chat dari Yusuf sambil tersenyum-senyum sendiri.
Yusuf : "Sedang apa? apa sudah makan?"
Raisa : " Sudah, kamu?" tanya balik.
Yusuf : "Sudah Alhamdulillah. Oh yah... do'kan aku besok yah supaya seminarku lancar dan dapat uang yang banyak untuk modal melamar kamu!" Yusuf meminta do'a.
Raisa : " Iya aku do'akan Yusuf," kataku.
Setelah aku mengakhir chat dengan Yusuf aku langsung jingkrak-jingkrakan, gulang-guling dan tidak bisa tidur. Yusuf pun sama dia di hotelnya senyum-senyum sendiri dan menggeleng-gelengkan kepala.
"Raisa... Raisa... kamu tuh lucu." batin Yusuf sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Kini hari sudah menunujukan pukul 04.30 pagi.
__ADS_1
Suara Adzan berkumandang di angkasa itu artinta sudah memasuki waktu Subuh. Seperti biasa aku bangun dan hendak masuk ke kamar mandi untuk memgambil wudlu dan langsung menunaikan Shalat.