Wanita Solihah Pujaan Hati

Wanita Solihah Pujaan Hati
ep 19 - Menyusul Perkataan Abah.


__ADS_3

Di kediaman Yusuf


Pagi ini seharusnya Yusuf pergi ke Bandung, Membawa cincin berlian cantik dan indah yang telah di persiapkannya jauh hari. Seharusnya hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi Yusuf, karena Yusuf akan melamarku.


Yusuf duduk diam dibawah pohon mangga di belakang rumahnya. Seharian ini Yusuf tidak melakukan aktifitas apapun. Yusuf tak menyangka semua ini akan terjadi padanya.


Yusuf tidak tahu kalau aku tidak jadi menikah dengan Satria, Yusuf pun tidak tahu kalau aku masuk rumah sakit.


Di belakang rumah, Yusuf tidak berbuat apa-apa, namun air matanya mengalir di pipinya dengan deras. Bu Rita sebagai Ibu nya Yusuf merasa heran dengan sikaf Yusuf hari ini, Lalu Bu Rita menghampiri Yusuf.


"Yusuf kamu kenapa Nak?" tanya Bu Rita sambil mengusapi punggung Yusuf.


"Raisa Bu,Raisa..." kata Yusuf sambil memagang punggung tangan Bu Rita.


"Siapa Raisa?" kata Bu Rita belum tahu tentangku.


"Oh ia Bu, maaf aku belum sempat cerita tentang Raisa. Raisa adalah perempuan yang selama ini Yusuf cari. Sekarang Yusuf sudah bertemu dia lagi, rencananya hari ini aku mau mengajak Ibu dan Ayah ke Bandung untuk melamar Raisa,"


"Ya terus kenapa kamu sedih?" tanya Bu Rita heran.


"Tapi kemarin Raisa sudah menikah dengan orang lain," kata Yusuf sambil terisak lalu memeluk Bu Rita.


Yusuf adalah sosok orang yang kuat, cerdas dan bijak. Namun ketika patah hati oleh perempuan yang di cintainya Yusuf sangat lemah melebihi lemahnya perempuan yang sedang patah hati.


"Kamu itu anak yang kuat. Jangan hanya karena perempuan kamu jadi patah semangat seperti ini. Kamu harus bangkit dan semangat lagi mengejar cita-cita mu," kata Bu Rita menasehati Yusuf sambil mengusapi rambut Yusuf.


"Allahualbar...Allahuakbar..."


Suara Adzan berkumandang di angkasa dengan lantunan yang sangat merdu membuat hati menjadi tenang.


"Nah... sekarang sudah masuk waktu Ashar. Sekarang kamu ambil Wudlu dan Shalat! setelah Shalat kamu berdo'a kepada Allah meminta jalan yang terbaik untukmu!" nasehat Bu Rita terhadap Yusuf.


"Iya Bu, emmmmmuuuuaaaahhh..." Yusuf mencium kening Bu Rita lalu pergi.


Ketika memasuki kamar mandi Yusuf menatap cermin yang terpajang di kamar mandi. Ia melihat matanya yang bengkak karena terlalu banyak menagis.


"Astagfirullahaladzim, tak seharusnya aku seperti ini, aku ini laki-laki harus kuat!" batin Yusuf.


Setelah menatap cermin Yusuf langsung mengambil wudlu kemudian pergi ke masjid untuk menunaikan Shalat Ashar. Sesampainya di masjid Yusuf langsung melaksanakan Shalat dan kebetulan Yusuf adalah imam di masjid itu. Setelah melaksanakan Shalat Yusuf langsung berdo'a kepada Allah SWT.


"Ya Allah apa yang harus aku lakukan dalam menghadapi segala cobaan ini Ya Allah, berikanlah petunjuk untuk hamba apa yang harus hamba lakukan Ya Allah... Aamiin.


***

__ADS_1


Kini waktu telah menunjukan pukul 09.00 malam. Yusuf naik ke atas ranjang untuk merebahkan tubuhnya yang sangat lelah.


"Bismillahirrohmaanirrohim, aku gak boleh terpuruk seperti ini terus, aku harus kuat dalam menjalankan segala kenyataan ini," batin Yusuf.


Yusuf tak mau memikirkanku lagi. Yusuf memejamkan mata lalu tertidur.


Perempuan itu menghampiri Yusuf!


Dalam samar dengan menggunakan kerudung merah, tetapi hanya terlihat matanya saja, gamisnya yang panjang menyentuh lantai. Kali ini dia duduk di tepi ranjang, pada bibirnya ia tersenyum dengan iklas. Dan lama-lama tampaklah sosok Hafidzah terlihat dengan jelas.


Yusuf membuka mata. Lalu mengusap wajahnya dengan telapak tangannya. Ternyata yang Yusuf lihat hanyalah mimpi.


Kedatangan Hafidzah dalam mimpi membuat Yusuf Sadar bahwa Hafidzah adalah jawaban dari do'a tadi.


Gadis bernama Hafidzah Nurani adalah sosok wanita yang sangat Solihah, Hafidzah sudah lama mengagumi Yusuf sejak Yusuf mondok di pesantren milik Ayahnya.


***


Keesokan harinya Yusuf langsung datang ke pesantren tempat ia menimba ilmu. Yusuf masih ingat dengan perkataan Abah yang mengharapkan Yusuf menikah.


"Yusuf, karna kamu anak baik. Abah berharap kamu bisa jodoh dengan Hafidzah!" kata Abah dalam bayangan Yusuf. ( Bisa dilihat di Episode 10).


Sesampainya didepan pesantren seperti biasa Yusuf bertemu dengan Hafidzah yang sedang menyapu halaman, Hafidzah adalah sosok yang rajin. Setiap hari Hafidzah membersihkan semua halaman di pesantren milik Ayah nya.


"Waalaikumsalam," Hafidzah menjawab salam Hafidzah lalu menoleh kepadanya.


Hafidzah yang tiba-tiba melihat sosok Yusuf tentu saja kaget dan seluruh tubuhnya mendadak panas dingin.


"Hai... Bersinar sekali wajahmu hari ini..." kata Yusuf memuji Hafidzah.


Hafidzah kaget mengapa tiba-tiba Yusuf memujinya tidak seperti biasanya. Hafidzah yang di puji oleh Yusuf tentu saja bahagia, wajahnya mendadak berubah warna menjadi merah jambu.


"Terimakasih," sambil tersenyum malu dan menunduk.


"Oh ya, Abah ada?" tanya Yusuf.


"Ada A, Abah ada di taman belakang," balas Hafidzah.


"Terimakasih, nanti Aa mau ngomong sesusatu sama kamu."


"Baik," Hafidzah mengangguk tanda mengerti.


Setelah Yusuf berbicara dengan Hafidzah, Yusuf langsung bergegas ke halaman belakang untuk menemui Abah.

__ADS_1


"Assalamuallaikum, Bah?" Yusuf menghampiri Abah yang sedang duduk di kursi taman belakang sambil mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam." Abah menjawab salam Yusuf.


"Sehat, Bah?" tanya Yusuf.


"Alhamdulillah, gimana seminar kamu di Bandung, Lancar?" tanya abah dengan menepuk punggung Yusuf.


"Alhamdulillah Bah lancar." kata Yusuf sambil duduk di kursi depan Abah sambil berhadap-hadapan.


"Syukur kalau begitu, Abah bangga sama kamu."


"Oh ya Bah, Yusuf kesini mau menyusuli perkataan Abah tentang Hafdzah." Yusuf mulai berbicara ke inti tujuan.


"perkataan Yang mana?" tanya Abah sedikit lupa.


"Yang waktu Yusuf sebelum pergi kebandung."


'Yusuf, karna kamu anak baik. Abah berharap kamu bisa jodoh dengan Hafidzah!' kata Abah dalam cerita Yusuf. ( Bisa dilihat di Episode 10).


"Oh yang itu, memang kenapa?" tanya Abah penasaran.


"Yusuf setuju dengan perkataan Abah, Yusuf bersedia menikah dengan Hafidzah."


"Oh ya, Alhamdulillah kalau begitu, Abah senang mendengarnya. Lalu kapan kamu mau melamar Hafidzah?" Abah langsung menanyakan kesiapan Yusuf.


"Insya Allah Bah, besok Yusuf dengan keluarga Yusuf akan datang kesini untuk melamar Hafidzah,"


"Bagus kalau bagitu, Abah tunggu besok!" kata Abah.


"Ta... Ta... Tapi Bah, apakah Hafidzah mau menikah dengan Yusuf?" tanya Yusuf tidak mau kecewa.


"Hafidzah pasti mau menikah dengan mu Yusuf, karena Hafidzah sudah lama mengagumimu, hanya saja kamunya tidak pernah menyadari perasaan Hafidzah," begitu penjelasan Abah. Yusuf tidak berkata apa-apa lagi hanya mengangguk tanda mengerti.


Setelah Yusuf berbicara dengan Abah, Yusuf langsung pamit pulang untuk mempersiapkan lamaran besok. Sebenarnya Yusuf tidak mencintai Hafidzah tapi Yusuf akan berusaha keras untuk belajar mencintai Hafidzah setelah menikah nanti.


***Assalamuallaikum pembaca setia Wanita Solihah pujaan hati.


Jangan lupa Vote, Like, Comen dan beri reting bintang 5 ya!


Jangan lupa setelah membaca tinggalkan jejak! agar Author bisa membaca karya teman-teman. Terimakasih


Wassalamuallaukum Wr.Wb***.

__ADS_1


__ADS_2