Wanita Solihah Pujaan Hati

Wanita Solihah Pujaan Hati
ep 34 - Car Free Day


__ADS_3

Pemuda tampan berumur dua puluh empat tahun itu duduk di kursi teras rumahnya sambil memandangi jam tangan mungil yang melingkar di tangannya. Raut wajahnya terlihat begitu bersinar dengan pesona lesung pipit di wajahnya. Entah mengapa jantungnya berdegup kencang ketika ia mengingat sosok diriku. Morgan merasa ada yang tidak beres di dalam otaknya yang terus menerus memikirkanku dari sejak bertemu kemarin.


"Raisa..." batinnya sambil tersenyum.


"Ih apaan sih, kenapa aku jadi mikirin si Raisa cewek songong itu..." Morgan senyum-senyum sindiri sambil geleng-geleng kepala.


Tak lama kemudiam Bu Angel selaku Ibu dari Morgan menghampiri Morgan yang sedang senyum-senyum sendiri.


"Duh! kamu ini ngapain sih senyum-senyum sendiri?" tanya Bu Angel.


"Nggak," jawab Morgan malu.


"Jangan bohong! Kamu pasti sedang jatuh cinta, kan?" sambil tersenyum.


"..." Morgan hanya tersenyum dengan muka memerah.


Morgan berpamitan pada Ibunya untuk kembali ke kamar untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Sesampainya di kamar Morgan kembali memikirkanku.


"Ini pasti ada yang tidak beres dengan otakku nih..." kata Morgan.


***


Keesokan harinya Morgan keluar kamar dengan pakaian yang begitu rapi serta minyak wangi yang membuat Ibu nya merasa heran melihat Morgan yang tak biasanya.


"Wangi banget..." kata Bu Angel.


"..." Morgan hanya tersenyum.


"Bener ini mah kamu pasti lagi jatuh cinta," ujar Bu Angel sambil geleng-geleng kepala.


"Ibu bisa aja,"


"Emang siapa sih cewek yang membuat kamu jadi seperti ini?" tanya Bu Angel penasaran.


"Dia teman sekolahku dulu waktu SMA, dia cantik banget Bu namanya Raisa,"


"Raisa?"


"..." Aku menganggukan kepala.


"Cantik juga namanya,"


"Udah ya Bu! Aku harus berangkat ke kantor sekarang."


Morgan adalah seorang pengusaha muda sukses di bidang properti. Morgan adalah atasan perusahaan yang di kagumi semua karyawannya, karena sifatnya yang ramah dan baik hati Morgan juga sosok orang yang sangat di incar banyak kalangan kaum wanita, tetapi Morgan tidak seperti waktu sekolah yang memacari semua wanita yang mengincarnya. Sekarang Morgan ingin mencari sosok wanita yang serius untuknya.


Setelah kepregian Ayahnya, Morgan harus jadi tulang punggung keluarga, ia harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan Ibunya karena Morgan adalah seorang anak tunggal.

__ADS_1


Hari ini adalah hari Minggu, ia tak mau melewatkan waktu Weekend nya untuk berlari di car free day.


"Bu aku pamit mau lari!"


"Iya Say!" balas Bu Angel dari belakang rumah.


Di Kediaman Yusuf


"Suf kita ke car free day!" ajak ku pada Yusuf.


"Duh! maaf aku ada pekerjaan hari ini, harus berangkat ke kantor," balas Yusuf sambil memberes-bereskan buku kedalam tas.


"Yah...!" aku merasa sedikit kecewa.


"Kamu sama Hafidzah aja gimana?!"


"Bukannya Hafidzah sedang pulang ke pesantren?" tanyaku sambil garuk-garuk kepala.


"Oh Iya! gimana donk?" tanya Yusuf merasa kasihan padakum


"Gapapa Suf, aku sendiri aja..." balasku.


"Maaf ya!" Yusuf langsung menciumku.


Setelah Yusuf pergi ke kantor aku langsung bergegas pergi ke car free day untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari l. Sesampainya di car free day kembali bertabrakan dengan pemuda tampan lagi.


"Awh!" aku terjatuh ke tanah.


"Maaf!" balas Morgan sambil menyodorkan tangan kanannya untuk membantu aku bangun.


"Kamu lagi..." kataku.


"Raisa..." Morgan menatapku dengan tidak mengedipkan matanya.


"Morgan..."


"Duh Maaf!" Morgan gugup.


"Iya gapapa,"


"Kamu suka kesini juga?" tanya Morgan


"Enggak aku baru pertama kali, kamu suka kesini?" tanyaku balik.


"Aku tiap hari kesini, jangan-jangan kita jodoh..." Morgan percaya diri.


"Bisa aja..."

__ADS_1


"Ya udah kita jalan bareng aja!" ajak Morgan semangat.


"Ya udah Ayo!" ajakku balik.


Sinar mentari yang menyinari alam semesta denga langit yang begit indah, di angkasa banyak burung-burung berkicau seakan-akan menggambarkan hati Morgan yang sedang bahagia.


Deg... Deg... Deg...


Jantung Morgan berdetak kencang ketika Morgan berada di dekatku, ia terlihat gugup dan seperti salah tingkah.


"Kenapa sih kamu kaya gugup gitu?" tanyaku.


"Nggak," jawab Morgan.


"Wah lucu sekali baju itu..." kataku menunjuk ke arah baju gamis navy yang sangat cantik.


"Kamu suka?" tanya Morgan dengan mengarah ke stand baju gamis.


"..." aku menganggukan kepalaku.


"Kalau gitu ambil aja! Biar aku yang bayar,"


"Ah gak usah, aku ada uang kok," balasku.


"Gapapa anggap aja itu kenang-kenangan dari aku," ujar Morgan semangat.


"Ah yang bener?"


"Iya,"


Aku sangat bahagia mendapat baju gratis dari Morgan dan aku tidak tahu maksud Morgan memberikan baju itu ada maksud tertentu.


Tak lama kemudian setelah aku membeli baju gamis dan keperluan lainnya aku langsung melihat jam yang melingkar di tanganku telah menunjukan pulul 09.00 pagi. Aku harus segera pulang untuk mempersiapkan makan siang nanti karena Hafidzah sedang tidak ada di rumah.


"Gan pulang yuk! Udah siang..." ajakku pada Morgan.


"Mau aku anterin?" tawar Morgan.


"Ah nggak usah! Aku bisa pulang sendiri..."


"Yakin?"


"Iya makasih gamisnya ya..."


"Iya sama-sama, bye!"


"Bye!" aku langsung meninggalkan Morgan sendirian di car free day.

__ADS_1


Morgan Menatap tajam ke arahku, Morgan memperhatikanku sampai naik ke taksi, Morgan tak menyangka bisa jatuh cinta kepadaku.


__ADS_2