Wanita Solihah Pujaan Hati

Wanita Solihah Pujaan Hati
ep 22 - Malam Pertama


__ADS_3

Hafidzah menatap cermin besar yang ada di kamarnya, Ia melihat bayang-bayang dirinya dalam cermin yang tak berhenti tersenyum. Hafidzah menatap wajahnya yang tampak berminyak karena keringat hasil pernikahan tadi.


Kemudian Hafidzah bergegas masuk kekamar untuk membersihkan tubuhnya yang lengket, tak lupa ia mengguyur rambutnya dengan siraman sower di atas kepalanya. Setelah mandi Hafidzah hendak mengambil wudhu untuk melaksanakan Shalat Isya.


Ketika Hafidzah setelah mandi dan mengambil wudhu ternyata Hafidzah lupa tidak mengambil handuknya, lalu Hafidzah terpaksa keluar kamar dengan tidak memakai handuk.


Ketika hafidzah membukakan pintu kamar mandinya...


"Aaaaaaa!" Hafidzah berteriak karena kaget Yusuf ada di kamar sedang merebahkan tubuhnya di ranjang.


Yusuf tersenyum nakal, karena ia telah melihat gunung kembar Hafidzah lengkap dengan sarang burungnya. Ia jadi tak sabar ingin memasukan burung beonya ke dalam sarangnya.


"Aa keluar dulu!"


"kenapa teriak-teriak, sih?" tanya Yusuf pura-pura tak melihatnya.


"Aku lupa bawa handuk,"


"Ya terus kenapa?"


"Aku malu,"


"Kenapa harus malu coba, kita kan udah halal, "balas Yusuf sambil tersenyum dan geleng-geleng kepala.


"Ih aku belum terbiasa, Aa keluar dulu!" Yusuf pun menuruti ke inginan Hafidzah dan keluar.


Setelah Hafidzah keluar dari kamar mandi, Hafidzah langsung melaksanakan Shalat Isya dan melaksanakan Shalat pengantin, kemudian setelah melaksanakan Shalat Hafidzah memilih baju yang ia beli kemarin khusus untuk malam pengangantin.


"Aku harus terlihat cantik di hadapan suamiku," gumam Hafidzah.


Kemudian Hafidzah mengolesi make up di wajahnya dengan balutan bedak natural dan lipstik tipis di bibirnya memberi kesan manis dan segar. Hafidzah mengenakan kimono seksi berwarna merah menunjang penampilannya.


Tanpa sadar sambil menatap cermin air mata Hafidzah mengalir deras di pipinya. Ia bahagia sekaligus sedih karena akan menyerahkan mahkotanya pada Yusuf.


Dengan masih menatap cermin, Hafidzah melihat pantulan dirinya yang telah di olesi make up, Hafidzah puas dengan penampilannya, dan Hafidzah berharap Yusuf juga puas dengan penampilannya.


Semetara itu Yusuf duduk di belakang taman pesantren sambil menatap bintang di langit yang sangat indah, Terlintas di pikiran Yusuf ada seorang gadis cantik di depannya yang sedang tersenyum padanya, ternyata perempuan yang Ia lihat adalah aku, lalu ia terbangun dari lamunannya dan mengusap kedua matanya dengan kedua tangannya. Ia ingin sekali terbang kelangint dan memetik satu bintang itu lalu memberikannya padaku.


Tak lama kemudian Hafidzah menghampiri Yusuf yang sedang duduk memeluk lutut di atas kursi taman sambil menghadap ke atas langit. Hafizah heran dengan sikaf Yusuf yang terliaht sedang memikirkan sesuatu.


"Aa..." Sapa Hafidzah dengan lembut, tapi Yusuf tak mendengarnya.


"Aa..." Yusuf terkejud kemudian bangun dari lamunannya.


"Eh, Hafidzah," kata Yusuf sembil tersenyum.

__ADS_1


"Aa kenapa? Sepertinya melamun," tanya Hafidzah penasaran.


"Gapapa sayang, aku hanya memikirkan apakah aku bisa membahagiakan mu nanti?"


kata Yusuf terpaksa berbohong.


"Tentu saja bisa, dengan memiliki Aa aja Hafizah udah bahagia," balas Hafidzah sambil membalikan tubuh Yusif menghadap Hafidzah.


"Makasih sayang, Yuk kita tidur...!" ajak Yusuf lalu menggandeng tangannya.


Yusuf dan Hafidzah masuk kedalam kamar mengunci pintunya, Tubuh Hafidzah semakin bergetar melihat Yusuf mengunci pintunya. Yusuf mendekati Hafidzah dan memeluknya.


Dengan Hafidzah mengenakan Kimono seksi, lengan pendek berwarana merah, belahan dadanya yang sedikit terlihat membuat Yusuf semakin bergairah.


Jantung Hafidzah berdebar-debar. Yusuf tersenyum nakal saat meraba tubuh Hafidzah yang berkeringat dan dingin. Yusuf melepaskan baju dan sarungnya, dia hanya mengenakan celana dalam, Hafidzah yang melihat Yusuf tidak mengenakan baju ia langsung menutup mata dengan kedua tangannya.


"Kenapa?"


"Enggak A, aku malu," jawab Hafizah masih menutup matanya.


Yusuf yang melihat tingkah Hafidzah seperti itu, Yusuf hanya tersenyum dan kembali memeluk Hafidzah kemudian perlahan membuka sedikit demi sedikit bajunya.


Dan terjadilah percintaan di malam itu.


***


Allahuakbar... Allahuakbr...


Suara genta Adzan berkumandang di angkasa, Yusuf langsung membangunkan istrinya yang sedang tertidur lelap.


"Istriku..." Yusuf membisikan suaranya pada telinga Hafizah. Tak lama kemudian membukakan matanya.


"Ia Aa," jawab Hafizah sambil bangkit dari tidurnya.


Karena Hafidzah bangun ketika Adzan Subuh Ia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya tetapi ia tidak mandi bersama dengan Yusuf karena Yusuf sudah mandi sebelumnya dan sudah pergi ke masjid.


Setelah mandi Hafidzah langsung melaksnaka


Shalat subuh dan muroja'ah untuk menyempurnakan Hafalannya.


Setelah melakdanakan Shalat dan Muroja'ah Hafidzah langsung bergegas masuk ke dapur untuk mempersiapkan sarapan nantu. Ketika masak bibir tipis Hafidzah tidak berhenti tersenyum.


"Aku tak menyangka aku bisa nikah sama Aa Yusuf," batin Hafidzah sambil senyum-senyum sendiri.


Yusuf yang baru pulang dari masjid tak sengaja melihat Hafidzah yang memasak sambil senyum-senyum sendiri, lalu ia menghampiri Hafidzah dan memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Kenapa Caca... kok senyum-senyum sendiri?" Yusuf tak sengaja manggil Hafidzah dengan sebutan Caca. Hafidzah yang mendengar Yusuf memanggil Caca sangat lah kaget, ia langsung menoleh kehadapan Yusuf dengan raut wajah memerah.


"Caca...?" kata Hafidzah.


"Eu... Mak... Maksud... Maksud aku Hafidzah..." sambil tersenyum dan salah tingkah.


"Caca siapa, A?" tanya Hafidzah dengan tegas.


"Bukan siapa-siapa sayang! Aku jadi ke ingat Ibu ku di rumah, kadang-kadang aku kalo lagi manja-manjanya sama Ibu, aku suka manggil Caca," Yusuf terpaksa bohong pada Hafidzah.


"Bener?" tanya Hafidzah.


"Iya sayang, maafkan Aa udah bikin kamu cemburu!" sambil memeluk Hafidzah.


Hafidzah berusaha mempercai Yusuf yang kini tengah menjadi suaminya.


"Kenapa aku bisa keceplosan sih?" gumam Yusuf.


"Ya sudah sayang sekarang kamu masuk kamar dan kemas semua barang-barang kamu! Karena siang ini Aa mau ngajak kamu pindah ke rumah Aa,"


"Tapi A! Aku kan lagi mempersiapkan untuk sarapan," kata Hafidzah


"Iya maksud Aa nanti pas udah selesai makan," kata Yusuf.


"Iya, A" kata hafidzah menuruti perintah Yusuf.


***


Di rumah sakit.


Ini adalah hari ke lima aku di rumah sakit, aku mulai tidak betah jika terlalu lama menginap di ruang perawatan, rasanya aku ingin cepat pulang kerumahku dan tidur di kamarku.


Tak lama kemudian dokter masuk kedalam kamarku lalu memeriksa keadaanku.


"Sepertinya Raisa sudah boleh pulang..." kata dokter.


"Alhamdulillah," balas Ayah.


"Tapi ingat! Setelah Raisa sampai di rumah nanti, harus banyak istirahat dan jangan stres," dokter menasehatiku di hadapan Ibu dan Ayah.


"Iya, Dok..." kataku.


"Kalau begitu saya permisi dulu..." kata dokter lalu pergi.


"Nah sekarang kita pulang, Ibu akan bereskan barang-barang kamu," kata Ibu.

__ADS_1


"Iya setelah pulang nanti, kamu jangan lagi memikirkan yang tidak seharusnya kamu pikirkan!" sambung Ayah.


"Iya..."


__ADS_2