Yang Ku Damba

Yang Ku Damba
Awal


__ADS_3

Hari ini matahari bersinar dengan indah, tak terik namun terasa sangat hangat, daun daun berayun tertiup angin yang berhembus. Seorang gadis tengah terduduk di depan cermin yang memantulkan gambar dirinya yang telah didandani dengan sangat cantik. Hari ini adalah hari pernikahan gadis cantik yang bernama Jingga Maharani itu, gadis itu akan menikah dengan seorang laki laki yang tak ia kenal sama sekali.


Hatinya sebenarnya sangat gundah gulana, senang tak senang ia harus menerima pernikahan ini meski laki laki yang menikahinya sama sekali tak ia kenal, semua karena sesuatu yang sedang ia kejar untuk dipenuhi sesegera mungkin.


Seorang perempuan yang terlihat cantik dengan menggunakan kebaya menghampiri Jingga yang masih saja menatap lurus ke arah cermin, perempuan itu nampak kagum melihat Jingga yang seakan secantik putri dari negri dongeng.


"kau sudah siap...?" tanya perempuan yang menghampiri Jingga itu.


Jingga hanya mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan dari perempuan yang menghampirinya itu.


Akhirnya kedua perempuan itu meninggalkan ruangan yang ternyata ruangan hotel itu, keduanya berjalan menuju tempat diadakannya acara pernikahan antara Jingga dengan laki laki misterius itu.


Jingga dituntun hingga sampai di altar pernikahan, disana sudah berdiri seseorang dengan menggunakan jas khas pernikahan, ia membelangi kedatangan Jingga.


Jantung Jingga semakin berdekat dengan cepat apalagi dihadapannya telah berdiri seorang laki laki yang akan menjadi suaminya.


Jingga sampai di altar dan itulah saat pertama ia menatap wajah laki laki yang sebentar lagi akan berjanji di hadapan Tuhan untuk hidup bersamanya selamanya.


Deg...!


Nafas Jingga tiba tiba sesak, jantungnya seakan berhenti memompa darah keseluruh tubuhnya, bagaimana tidak laki laki di hadapannya kini adalah Andra, Andra Rahardian.


Siapa yang tak mengenal Andra Rahardian, ia adalah seorang pemimpin perusahaan besar yang berbasis di ibu kota dan memiliki banyak cabang di kota lainnya juga beberapa cabang di luar negara. Wanita yang tadi menghampiri Jingga adalah ibunda dari Andra Rahardian yang tak lain adalah nyonya Cantika Rahardian.

__ADS_1


Andra Rahardian di kenal dingin pada semua orang, termasuk pada ibunya sendiri, ia jarang dan irit erbicara namun sepak terjangnya didunia bisnis sudah tak di ragukan lagi meski usianya masih dibawah tiga puluh tahun. Diamnya Andra bagi lawan bisnisnya adalah hal yang sangat menakutkan tapi diamnya yang misterius justru membuat banyak gadis tergila gila, rasanya Andra tinggal menunjuk saja wanita mana yang ia inginkan dan bisa dipastikan wanita itu akan bertekuk lutut padanya.


Pernikahan antara Andra dan Jingga memang sangat mendadak, terlebih Andra dan Jingga memang belum saling mengenal satu sama lainnya.


Saat ini Jingga menatap Andra dengan tatapan yang bisa di bilang sedikit tak nyaman, alis tebal alaminya nyaris bertemu satu sama lain, bola mata coklat terangnya itu membulat sempurna seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Andra sendiri tak menunjukan ekspresi apapun selain datar, tak ada sedikitpun senyum dari bibirnya yang tipis itu hanya bola mata yang hitam kelam bagai malam yang seolah menggambarkan kehidupan Jingga kedepannya.


Para tamu undangan telah duduk di kursi yang telah di sediakan, memang hanya orang orang yang terpilih lagi yang menghadiri pernikahan putra dari pengusaha sukses itu, rasanya semua orang yang hadir di tempat itu merasa iri pada Jingga yang bisa menjadi istri pengusaha sukses itu.


Acara di mulai, semua mengikutinya dengan hikmat, Andra mengucap janji di hadapan Tuhan untuk bersama dengan Jingga sampai maut yang memisahkan juga akan menyayanginya dikala sakit dan sehat dan mencintainya dikala sedih dan senang, itu yang diucapkan Andra di hadapan Tuhan.


Semua orang nampak terharu atas apa yang di ucapkan oleh Andra, tak peduli kehidupan apa yang akan di hadapi pasangan pengantin itu nantinya. Jingga sampai sampai menitikan air mata, tak percaya jika Andra akan terdengar tulus berjanji akan menyayangi, pengharapannya begitu besar pada Andra untuk menyudahi semua penderitaan yang ia rasakan selama ini.


Kemudian acara selanjutnya adalah penyematan cincin, seorang perempuan muda dengan dandan cantik menghampiri pengantin di altar, tersenyum merekah dan memberikan kotak kecil berwarna merah yang tak lain adalah cincin pernikahan sang pengantin. Andra mengambil salah satunya menyematkan di jari manis Jingga pun dengan Jingga, ia mengambil satu cincin yang tersisa dan menyematkannya di jari manis Andra, sungguh indah pemandangan apa lagi pemandangan kebahagiaan saat itu, semua undangan bertepuk tangan seolah memberi semangat pada kedua mempelai yang berbahagia.


"saat ini kalian telah menjadi pasangan suami istri, semua Tuhan akan selalu melimpahkan bahagia untuk kalian berdua, banyak anak dan berkat Tuhan menyertai..." ucap laki laki yang memimpin acara pemberkatan itu.


Acara di lanjutkan dengan sebuah resepsi sederhana, semua tamu undangan dipersilahkan untuk menyalami pengantin yang berbahagia, lalu mereka menyantap makanan juga hidangan yang disediakan, acara itu terbilang sederhana namun terlihat sangat mewah dengan dekorasi yang sangat eksklusif.


Tak terasa malam sudah menjelang, acara berjalan dengan menelan waktu, hingga akhirnya tamu undangan sudah membubarkan diri dan hanya meninggalkan pengantin dan ibu Cantika yang juga akan pergi meninggalkan tempat itu.


"ikutlah pulang bersama ibu..." ucap ibu Cantika pada Jingga yang kini telah menjadi ibu mertuanya. Sepanjang acara ibu Cantika nampak bahagia, ia seolah tak mau jauh jauh dari Jingga.


"ini malam pengantin kami ibu, biarkan kami menikmatinya..." ucap Andra enteng.

__ADS_1


"oh ya ibu lupa, baiklah kalau begitu ibu pulang sendiri saja..." ucap ibu Cantika dengan senyum yang sangat indah di bibirnya kala sang anak berkata demikian.


"menantu jaga diri baik baik, berikan cucu yang banyak untuk ibu..." ucap ibu Cantika pada Jingga dengan nada bicara yang terdengar menggodai menantunya itu.


"baik ibu, aku akan menjaga diri dengan baik..." Jingga menimpali guyonan ibu mertuanya itu hanya dengan senyuman karena ia melihat ke lain arah gurat wajah Andra sudah menunjukan mimik yang tidak nyaman. Padahal sepanjang acara memang mimik wajah Andra seperti tidak nyaman tapi laki laki itu berusaha menyembunyikannya untuk menghargai sang ibu bukan Jingga.


"kalau begitu ibu pergi dulu..." ucap ibu Cantika seraya melambaikan tangan dan mulai melangkah meninggalkan anak anaknya itu.


"ibu, tunggu..." ucap Jingga menahan kepergian ibu Cantika.


Ibu Cantika yang baru melangkah beberapa langkah pun berhenti, membalikan badan ke arah asal suara.


"ibu terima kasih untuk semuanya, aku berjanji tidak akan mengecewakan ibu, aku akan berusaha untuk memberikan apa yang ibu inginkan..." ucap Jingga seraya memeluk tubuh wanita yang kini telah menjadi ibunya itu walau sebenarnya hanya ibu mertua saja.


"anak baik, ya ibu sama sama sayang, ibu harap kau tak lari menghadapi sikap Andra padamu, ibu yakin ibu tak salah pilih perempuan untuk anak itu, jaga dia dan cintai dia meski kalian belum saling mengenal, akan ada cinta bila kalian terus saling bersama..." ucap ibu Cantika sambil mempererat pelukannya di tubuh mungil gadis cantik itu, ia mengelus punggung rata gadis itu memberikan sentuhan kasih sayang pada anak gadis itu.


"baiklah, aku akan kuat untuk ibu..." ucapan Jingga dengan senyum merekah di bibirnya itu.


"hai tuan Rahardian, jaga istri mu ini jangan di apa apa kan..." ucap ibu Cantika pada Andra memberi ultimatum agar menantu cantiknya itu dijaga baik baik.


"aku tak akan melakukan apapun padanya bu, sudah cepat ini sudah malam aku lelah sekali..." selalu begitu cara Andra untuk menghindari ocehan ibunya itu. Andra akhirnya melangkah meninggalkan dua perempuan itu.


"ikutilah suamimu, ibu pulang dulu..." ucap ibu Cantika.

__ADS_1


.


โ™ก โค๐Ÿงก๐Ÿ’›๐Ÿ’š


__ADS_2