Yang Ku Damba

Yang Ku Damba
hukuman berujung rindu untuk Raga


__ADS_3

"Terima kasih telah berkata jujur padaku, meski sebenarnya ini sedikit menyakitkan untuk hatiku tapi aku bangga padamu. Dulu aku dengan terang terangan menyakiti hati, perasaan juga fisik mu tapi kau masih saja mau dengan ku meski aku tau semua ini karena ibu ku, karena ibuku yang telah menolong adik mu. Sekarang kau milikku, telah menjadi punya ku untuk selamanya tak peduli siapapun yang berusaha memisahkan aku akan berusaha untuk tetap bersama mu, Terima kasih Jingga...." begitu ungkapan hati Andra saat memeluk Jingga setelah perempuan itu berkata jujur tentang masa lalunya bersama dengan Yudha.


Ya Yudha, ia adalah adik ipar Jingga yang memiliki masa lalu bersama istri dari Andra sekarang, namun saat Jingga berkata tak memiliki perasaan apapun dulu hingga sekarang membuat Andra lega karena dengan kata lain Andra tak memaksa Jingga untuk bersamanya meski tak di pungkiri pasti Yudha merasa jika Andra merebut Jingga darinya.


*


Saat itu dua orang laki laki tengah berdiri berhadapan, yang satu begitu tegap dengan wibawanya yang satu lagi tengah meredam rasa gelisah dengan mengulum senyum dengan tangan yang mengepal kuat.


"kenapa kau tak katakan semuanya..." ucap salah satu dari laki laki itu yang masih terlihat kalem dengan wajahnya yang tampan.


Situasi terasa begitu tegang, terasa seperti terbongkarnya sebuah kebohongan namun ini bukan kebohongan tapi sebuah fakta yang belum sempat terucapkan saja.


"maaf tuan, bukan maksud saya untuk menutupi semua ini..." jawab si dia.


"lalu apa maksud mu dengan semua ini Raga, bukan kah aku ingin tau semua tentang Jingga, kenapa sebagian tak kau ucapkan pada ku..." timpal si Andra.


Pandangan mereka bertemu, ada aura marah yang mulai terpancar dari pandangan yang Andra sorotkan.


"maaf tuan, aku..."


"aku apa Raga, kenapa kau tak memberi tau ku tentang hal ini, Yudha itu adik ku dan sekarang Jingga telah menjadi kakak iparnya..." ucap Andra.


Raga sebenarnya sudah tau arah pembicaraan Andra saat itu, ia tak merasa kaget pula jika saat ini Andra sudah tau jika istrinya itu sudah kenal dengan Yudha sebelum dengan dirinya dan nampaknya Andra juga sudah tau jika Yudha memiliki perasaan pada Jingga.


Mencoba untuk menjelaskan dengan pelan pelan, berharap Andra akan mengerti apa maksud dirinya menyembunyikan hal yang memang terdengar penting itu, meski berkali-kali Andra menyangkal dan menyalahkan Raga.


"kau tau, kemarin Yudha menyakiti Jingga, aku tak tau apa yang Yudha lakukan pada Jingga hingga membuat perempuan itu menangis hebat..." bentak Andra dan Raga terbelalak.


Raga tak berpikiran sampai ke sana, ia tak pernah mengira jika Yudha akan melakukan hal yang ekstrem hingga menyakiti Jingga tapi setelah Raga tau ternyata Yudha telah bersikap kasar membuat dirinya mengutuki diri sendiri karena tak menceritakan semua di awal, sungguh keadaan yang sulit.


Andra menghelas nafas, ia melihat raut wajah yang tak biasa dari Raga, pria itu menyesal.


"sekarang, coba katakan apa yang tak aku tau tentang Yudha dan Jingga, apa mereka memiliki hubungan khusus waktu itu...?" tanya Andra serius.


Laki laki itu menaikkan sebelah alisnya, menunggu penjelasan dari Raga yang nampaknya masih menimbang tentang apa yang akan dikatakan.


"katakan Raga..."

__ADS_1


"tidak tuan, nona Jingga tak memiliki hubungan khusus dengan tuan Yudha, mereka hanya berteman biasa..."


Raga menjelaskan atas apa yang ia tau meskipun ia tau pun dari orang yang ia suruh untuk mencari informasi tentang Jingga.


"apa lagi...?"


"tidak ada lagi tuan..."


Andra menarik nafas panjang lalu menghembuskannya, matanya yang tajam menatap Raga yang masih setia berdiri di hadapannya saat itu.


"Raga, kau tau aku tak suka di bohongi..."


Raga diam saat telinganya menerima omongan Andra yang sedikit membuat hatinya terasa sakit, ia merasa tak pernah sedikitpun bermaksud untuk membohongi Andra tentang Jingga juga Yudha namun dirinya hanya ingin menyampaikan di waktu yang tepat agar tidak terjadi kesalah pahaman antara mereka bertiga, cinta pertama yang menjadi istri kakakku bukan sebuah judul ftv yang menarik.


"Raga, katakan jika kau memang masih mengetahui apa yang tak aku tau, aku masih belum marah saat ini tapi aku tak tau jika nanti. Hal ini aku tau dari Jingga, ia yang jujur dan mengatakan sendiri padaku..."


Andra diam sejenak.


"untuk itu aku harap kau tak akan membuat aku kecewa lagi tentang ini, kau sudah ku anggap kakakku sendiri, padamu aku percayakan semuanya..." ucapan Andra membuat Andra terharu. Selama ini ia menganggap dirinya hanya karyawan biasa yang ikut bekerja pada perusahaan besar milik mendiang ayah Andra namun Andra mengucap sebuah kalimat yang membuatnya mengharu.


Ternyata Tuhan begitu baik dibalik semua ujian hidup yang diberikannya, ditinggalkan kedua orang tua sekaligus, melihat adik perempuan kesayangan harus menderita bahkan harus melihatnya mengakhiri hidup sungguh membuat Raga menjadi orang yang keras hati.


Saat ini ia berdiri dihadapan dengan Andra, yang saat pertama kali bertemu sudah membuat kesan di hati Raga jika ia hanya seorang anak dari keluarga kaya yang manja, namun pikirannya lain setelah ayah yang dicintainya itu meninggalkan dirinya selamanya, ia berubah menjadi sosok ayah bagi keluarganya dan kakak bagi kedua adiknya, membuat Raga jadi kagum pada sosok Andra meski masih sering Andra bersikap kekanankan apalagi saat ini tuannya itu sedang jatuh cinta.


Ditatapnya Raga oleh Andra, terlihat tampan meski wajahnya tak pernah tersenyum pada siapapun termasuk wanita, bila diajak ke klub malam pun Raga hanya memesan minuman bersoda tanpa mau didekati oleh wanita mana pun.


"kau sudah terlalu keras bekerja..." ucap Andra.


"maksud tuan..." tanya Raga, hatinya tak enak, ia takut di pecat. Apa jadinya nanti jika ia harus di pecat dari perusahaan sebesar ini.


"kenapa kau tegang, aku tidak akan memecatmu Raga..." ucap Andra lagi yang membuat hati Raga sedikit lemas.


"pergilah bercuti dan liburan, ku rasa kau harus menikmati hidup mu sendiri jangan bekerja terus terusan nanti kau jadi bujang tua..." sambung lagi Andra berbicara.


Raga diam, lagi lagi ia dibuat terkejut oleh Andra, laki laki ini bagai orang yang memiliki kepribadian ganda saja, sebelumnya Andra terlihat marah karena Raga yang tak mengatakan apa yang diinginkannya sedetik kemudian Andra berubah jadi laki laki berhati malaikat yang menitahnya untuk pergi berlibur.


"Raga, kenapa kau diam, cepat pergi..." perintah Andra.

__ADS_1


"tapi tuan, bagaimana dengan pekerjaan saya..."


"pekerjaan lagi, Raga aku tau aku akan sesusahan sekali bila kau berlibur tapi aku tak mau jadi bos yang kejam. Tenanglah semua pekerjaan mu telah di serahkan pada beberapa orang untuk mengerjakannya..." jelas Andra mencoba menenangkan Raga yang terlihat terkejut saat mendengar kata bercuti dan liburan.


"tapi tuan, bagaimana bisa, saya mau pergi kemana saya tidak tau..." Raga terlihat bingung, ia tak pernah liburan, hari liburnya pun ia gunakan hanya untuk beristirahat di unit apartemennya dan di siang menuju sore ia berangkat ketempat biasa ia berolahraga, pergi keluar kota bersama Andra meski urusan pekerjaan itu sudah liburan untuk Raga.


"banyak tempat wisata di negara ini, pilih beberapa lalu pergilah..." titah Andra lagi yang semakin membuat Raga bingung, pergi ketempat wisata sendirian sangat tidak menyenangkan.


"tapi tuan..."


"kau mau melawanku, tidak bisa Raga. Begini saja, anggap ini sebuah hukuman dariku karena kau telah berani membohongi aku jadi kau harus menerimanya..."


"tapi tuan..."


"apa uang mu kurang untuk pergi berlibur...? baiklah akan aku berikan..."


"tidak tuan bukan itu..."


"lalu apa lagi, pergilah..."


"tapi tuan..."


"ah Raga, aku bosan mendengar perkataan mu, pergilah mengunjungi ayah ibu serta adik mu, pasti mereka merindukan mu yang sudah lama tak mengunjungi mereka..." ucap Andra.


Raga lagi lagi diam, Andra benar juga sudah lama dirinya tak pergi mengunjungi kedua orang tuanya juga adik perempuannya. Tanpa berkata lagi Raga langsung undur diri meninggalkan Andra, perkataan Andra membuat rindu di hati Raga mencuat kepermukaan hatinya.


Rasa cinta telah menyentuh Andra, yang membuat laki laki itu memiliki dan bahkan memperlihatkan pribadi manis yang selama ini tak pernah ternampakkan.


.


.


.


.


●●●●■■■■●●●●

__ADS_1


__ADS_2