
Malam pertama pasangan pengantin biasanya sangat menyenangkan tapi tidak untuk Jingga, ia melewatinya dengan sakit dan luka sayat di hati yang membekas yang dilakukan oleh suaminya sendiri. Seperti saat ini, Jingga sedang menangis di sofa depan tivi menatap nasib begitu yang ia lakukan saat itu hingga akhirnya ia tertidur sambil memeluk bantal kursi yang ada disana.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"brukkk...."
"aw....." Jingga terkejut bukan main saat ia di bangunkan secara paksa oleh suaminya terlebih saat ia bangun keningnya membentur meja yang tepat ada di hadapannya.
"jam berapa ini, kenapa belum bangun hah..." ucap Andra sambil kembali mencengkram rahang Jingga, ia tak peduli dengan rembesan darah yang mulai terlihat di kening Jingga bekas benturan barusan.
"maafkan aku, aku lelah sekali..." jawab Jingga berharap Andra akan merasa iba terhadapnya.
"aku tak peduli dengan keadaan mu gadis murahan..." ucap Andra, tangannya semakin keras mencengkram rahang Jingga yang membuat wajah mulus itu memerah seketika.
Entah apa kesalahan Jingga hingga membuat Andra begitu marah saat itu, padahal Jingga hanya berbaring di sofa melepas rasa lelah yang menggerogoti tubuhnya sisa acara pernikahannya kemarin. Kini Andra menarik pergelangan tangan Jingga, nyari menyeret tubuh gadis itu karena Jingga tak mampu menyeimbangi langkah kaki Andra terlebih kesadarannya belum sepenuhnya terkumpul.
Andra membanting tubuh Jingga di kasur besar di dalam kamarnya, wajahnya yang tampan berubah jadi menakutkan untuk Jingga, saat itu meski Jingga belum sepenuhnya sadar tapi yang ada di otaknya saat ini hanyalah kabur dari serangan Andra yang begitu menakutkan bak singa yang akan memangsa seekor kancil yang tak punya otak.
"Andra, maafkan aku jika aku bersalah, tolong maafkan aku..." tubuh Jingga menjauh dari Andra yang juga mulai naik keatas kasur besar itu, sungguh adegan ini sangat tak diinginkan oleh Jingga.
"bukankah kau istriku, harusnya kau bahagia bisa melayani aku, aku ini suamimu..." tak ada satu kata pun yang terdengar indah dari mulut Andra saat itu, justru semua kalimat yang terdengar nyaris sangat mengerikan.
__ADS_1
"ku mohon jangan lakukan apa pun padaku, ku mohon..." air mata lagi lagi membasahi pipi Jingga, ia begitu takut saat itu, terlebih melihat Andra yang begitu menyeramkan.
"begitu caramu memohon, memohonlah yang benar agar aku bisa merasa iba pada gadis murahan seperti mu..." ucap Andra, benar benar Andra membuat Jingga takut setengah mati, saat ini Jingga menangis memohon pun Andra tak menggubrisnya sama sekali.
Andra semakin menjadi, ia mengambil dasi yang berada di dekat jangkauannya dan mengikat tangan kanan Jingga. Rasa takut gadis itu semakin memuncak, ia tak tau apa yang akan di lakukan Andra padanya terlebih kini kondisinya diikat sebelah tangan oleh suaminya itu.
"Andra ku mohon, maafkan aku jangan lakukan ini padaku..." Jingga meronta, memohon agar laki laki itu tak melakukan hal yang menakutkan padanya.
"bukankah wanita murahan seperti mu harusnya senang di perlakukan seperti ini..." rasanya kata kata yang keluar dari mulut Andra sangat membuat Jingga sakit hati, di mata Andra Jingga hanyalah wanita murahan yang mau menjual dirinya demi uang.
"ku mohon Andra jangan lakukan itu..." tangis Jingga pecah, ia tak tau lagi harus berbuat apa untuk menghentikan perbuatannya Andra yang semakin brutal.
Andra semakin tak terkendali, ia melepas pakaian yang ia kenakan, melempar ke sembarang arah lalu kembali menyerang Jingga. Jingga yang sudah sangat takut itu tak bisa berkata lain selain air mata yang semakin deras berurai dari kedua matanya.
Dada Jingga naik turun tak beraturan, ia berusaha sekuat tenaga untuk bisa menahan serangan yang di lakukan oleh Andra, ia tak mau terpancing oleh semua yang di perbuat oleh Andra.
Melihat lawannya mengatur nafas kasar justru membuat Andra senang, ia kembali berulah telunjuknya kembali senyisir tubuh Jingga yang sudah mulai bergetar. Kedua mata gadis itu terpejam ia takut benar benar takut dengan apa yang dilakukan oleh Andra, ia tau jika Andra ada maksud tertentu melakukan ini padanya.
Kini tak hanya telunjuk tapi jemari Andra mulai menjelajah tubuh Jingga yang membuat gadis itu semakin meronta akibat perbuatan laki laki itu. air mata, rasa sakit di kening juga pergelangan tangannya yang terikat tak lagi Jingga hiraukan, yang ingin Jingga lakukan saat ini adalah lari dari hadapan Andra.
"nikmatilah..." bisik Andra di telinga Jingga yang semakin membakar gelora yang muncul tiba tiba dari diri Jingga, kini gadis itu tak bisa lagi mengendalikan dirinya atas apa yang di perbuat oleh Andra.
__ADS_1
Tubuh gadis itu semakin menegang, terlihat dari otot di lehernya yang semakin tergambar dengan jelas, bagaimana pun ini adalah kali pertama bagi Jingga di jamah jauh oleh seorang laki laki, Andra adalah laki laki pertama dan satu satunya bagi Jingga, meski tiap kali Andra berkata wanita murahan pada Jingga wanita itu selalu dengan sabar menerimanya karena ia sudah tak memperdulikan lagi hati dan perasaannya.
Tubuh Jingga semakin menggeliat, suhu tubuhnya makin naik, panas yang mulai terasa di dalam sana. Suara isak tangis yang tadi terdengar kini berubah menjadi sesengalan nafas yang Jingga cari hingga menghasilkan suara seperti mendesah.
Melihat Jingga yang telah larut karena ulahnya juga membuat Andra ikut terbawa suasana, ia mulai tak bisa menahan dirinya sendiri saat suara serak Jingga saat membuang nafas seolah memanggilnya untuk ikut terlena dalam permainan adegan dewasa itu.
Kedua tangan Andra semakin tak terkontrol, juga Jingga yang semakin terbang akibat perbuatan suaminya, suara serak habis menangis dari Jingga semakin membuat Andra tak kuasa menahan lagi apa lagi ini pun pertama untuk Andra.
Andra memang dikenal sebagai orang yang irit bicara tapi ia sering di temukan sedang duduk bersantai di dalam bar bersama wanita wanita cantik nan seksi juga botol botol minuman beralkohol namun ia tak pernah sekali pun tergoda oleh mereka, baginya wanita wanita itu hanya penghiburnya dari penatnya dunia bisnis yang ia jalani juga Andra tak pernah barang setetes meminum minuman haram tersebut, ia lebih suka melihat wanita wanita malam yang duduk di sampingnya menghabiskan itu semua. Namun banyak media yang menuliskan jika Andra adalah laki laki yang suka berganti wanita hingga membuat lawan bisnisnya sering menawarkan wanita wanita untuk menemani Andra bahkan rela untuk Andra tiduri.
Nafsu sudah di ubun ubun, Andra terbakar oleh api yang ia hidupkan sendiri, ia tak menyangka jika dirinya akan semudah itu tersulut nafsu padahal tadi malam ia bersama dengan sepuluh wanita sekaligus menghabiskan malam seolah ingin melupakan jika kini ia telah memiliki istri yang ia kurung di papiliun jauh dari hiruk pikuk kota agar tak ada yang menemukannya.
Hingga tangan nakal Andra sampai pada gundukan daging kenyal milik Jingga, di rasa daging itu dilindungi oleh bulu bulu yang lembut, sungguh lembut bahkan tangan Andra belum pernah menyentuhnya sama sekali. Tubuh Jingga menggeliat atas sentuhan yang di berikan Andra, wajahnya mendongak keatas dengan kedua matanya yang terpejam, sensasi dingin dari tangan Andra memberi efek lain di dalam sana yang terasa sangat hangat di tangan Andra.
Akal Andra sudah tak bisa di bendung lagi, laki laki itu secara halus memberikan gerakan kecil yang semakin membuat Jingga tak berdaya, gadis itu mengerang, menjerit kecil bahkan berusaha menghentikan perlakuan Andra tapi ia tak mampu, Andra semakin mempercepat permainannya hingga membuat Jingga tak bisa menahan diri lagi.
Tubuh Jingga semakin menegang, rasanya ada sengatan listrik yang menjalari tubuhnya, sedangkan Andra semakin merasa menang, ia bisa merasakan tubuh gadis itu semakin menegang membuat Andra semakin bersemangat mempermainkan sesuatu yang baru pertama kali ia masukin itu.
Deg...!
Tiba tiba permainan yang Andra lakukan berhenti, ia menyentuh sesuatu di dalam sana yang membuat kesadarannya kembali seribu persen.
__ADS_1
.
♤♡