Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 11 Laila mengungkapkan perasaannya pada Fajri


__ADS_3

dukungan kalian sangat membantu author.😉😉😉😉


melalui tulisan ini author berharap silaturahmi tetap terjaga. 🙏🙏🙏🙏


lanjut kisah Laila dan Fajri.


yuk.......simak kegilaan Laila.


_____***************************_______


Pelan-pelan perubahan terjadi pada Laila. Jika kemarin pakaian yang dikenakan kurang bahan, laila sekarang tampak sedikit anggun dengan menggunakan dress selutut yang sudah tertutup bagian dada.


Ternyata perkataan Fajri ketika itu bisa sedikit merubah Laila. padahal Fajri berkata ketika itu apa adanya dan tidak ada maksud lain.


Sementara Fajri sedari tadi menunggu diruang tamu, Laila turun ke lantai bawah dan melihat sedari Fajri sedari tadi bolak balik menunggu dirinya. Laila menusuk pinggang Fajri hingga fajri tersentak.


Fajri berbalik dan sedikit berfikir seperti ada yang berubah dalam diri Laila. namun Fajri yang memang begitu cuek tidak terlalu menghiraukan hal itu.


"Lain kali jangan membuatku menunggu terlalu lama. Apa kamu tidak sadar, ini sudah jam berapa?


"Iya, bawel. Laila mengikuti fajri di belakang. Fajri berhenti karena mendapat telepon hingga membuat laila hampir terjatuh.


A.......


Dengan cepat fajri menarik tangan Laila hingga akhirnya mata keduanya bertemu.


deg....Jantung Laila semakin berdenyut.


" Kalau jalan lihat ke depan." Fajri berujar dan Laila hanya diam dan memasang senyum manisnya. Membuat Fajri geleng kepala.


melangkah sambil berbicara lewat telpon. Laila hanya mengekor dan terus melihat punggung Fajri, senyum-senyum sendiri seperti wanita tidak waras. ya....Laila tidak waras karena diperbudak oleh daya tarik Fajri. Seakan Laila ingin memeluk punggung itu dan menyandarkan kepalanya di sana. Di belakang Fajri, Laila memiliki ide mengerjai kembali seorang Fajri.


A..... w.... Laila seakan kesandung batu yang sengaja diambilnya tadi dan menyimpan batu tersebut didekat kakinya. "Kaki aku..... "keluh nya.


Fajri berbalik melihat Laila sudah berjongkok memegang kakinya. Fajri kembali menghembuskan napas panjangnya melihat Laila.


" Kalau jalan .......


"Lihat ke depan. potong Laila. Karena aku melihat ke depan, jadinya kaki aku kesandung batu nih. " Ayo ulurkan tanganmu." batin Laila penuh harap pada Fajri.


"Bisa berdiri kan? Fajri melihat Laila curiga.

__ADS_1


" Kamu tidak lihat.... " Laila menunjuk kakinya dan melihat Fajri yang masih berdiri di dekatnya.


Fajri dengan curiga mengulurkan tangannya begitu Laila hendak meraih tangan Fajri. Fajri kembali memasukkan tangannya ke saku celananya.


"Kaki kamu baik-baik saja, tidak ada yang luka. Fajri yang masih setia berdiri. "mau jalan sendiri atau aku tinggal? Fajri mulai mengangkat kakinya.


" Dasar tidak peka." Laila berdiri dan kembali mengekor dibelakang Fajri.


Fajri hanya gelang kepala melihat tingkah anak majikannya itu hingga akhirnya mereka berangkat menuju kampus. Fajri kembali melajukan mobilnya dan pandangannya tertuju ke depan. Laila semakin terhipnotis dengan Fajri, matanya terus menatap Fajri dengan lekat. Sesekali Laila memperhatikan penampilannya.


"Fajri..


" M......


"Fajri...


" M.....


"Apa kamu pernah.....


" Pernah apa?


"Kamu pernah mencintai seseorang?


mendengar pengakuan Fajri Laila begitu girang tak terkira hingga akhirnya dengan cukup keberanian Laila mengungkapkan perasaannya walah tidak yakin tadi Laila tidak bisa lagi membendung perasaan itu yang selalu menghantuinya. Laila tidak peduli apa anggapan Fajri terhadapnya.


Berharap Fajri bakan menerimanya. Laila kembali menatap Fajri yang hanya diam tak ada jawaban. hingga Laila kembali mengulang perkataannya jika drinya mencintai Fajri.


ini adalah pertama kalinya Fajri menemukan sosok wanita yang begitu berani mengungkapkan perasaannya. karena dasarnya Fajri memang pria yang begitu cuek dengan keadaan menganggap bahwa itu hanya angin lewat. Mobil berhenti tepat parkiran kampus. Mesin mobil dimatikan.


"Turunlah! sudah sampai."


" Fajri, kau belum menjawab ku.. "


" Aku masih ada urusan, turunlah! "Fajri seakan Menghindari Laila.


" Fajri.......Laila kembali mengulang perkataannya. "Aku mencintaimu...Apa aku salah jika aku jujur dengan perasaanku?


" Tidak ada yang salah, Itu hak kamu. Aku harus pergi, turunlah! " Fajri bingung, bagaimana menghadapi Laila. Fajri membiarkan Laila mengungkap kan perasaannya.


Dengan terpaksa Laila turun. dia memberikan kesempatan pada Fajri untuk menjawab perasaannya. Laila begitu percaya diri jika Fajri hanya malu mengakui perasaannya.

__ADS_1


Fajri menaikkan kaca mobilnya. Dan duduk terdiam sejenak memikirkan perkataan Laila. Bingung. Itulah yang dirasakan Fajri sekarang. Kau yang membolak-balikkan hati, kau pemilik hati, jaga terus hatiku, pandanganku.


Mobil Fajri berlalu. Laila berjalan dan tersenyum. ya...bahagia karena sudah mengungkapkan perasaannya, walau Fajri belum memberikan jawaban. Semua teman kampus Laila heran melihat Laila dari segi penampilan sedikit ada perubahan dan juga heran melihat Laila tersenyum pada semua semua orang.


Mala dan Rani melihat Laila berjalan kearahnya tampak senyum merekah di wajahnya. Mala beranggapan jika ada yang tidak beres pada sahabatnya itu. Mala dan Rani penasaran ada apa dengan Laila? tidak seperti biasanya.


Jika bisa digambarkan saat ini hati Laila bagai akan bunga yang mulai bermekaran.


" aku jatuh cinta.


"hah? .... dengan siapa? ayo cerita.


" ada deh."


"Rani dan Mala mengejar Laila Sampai masuk dalam kelas." ayo cerita! siapa yang melelehkan hatimu yang beku? bukankah kau benci laki-laki semenjak kau diputuskan sepihak oleh Andre Hermawan. Mala berujar mengingatkan masa lalu Laila.


"Jangan mengingatkan aku pada laki-laki itu. dia memilih pergi dan melanjutkan kuliahnya diluar negri untuk meraih impiannya. dan memutuskan hubungan kami tanpa alasan yang jelas." Laila geram.


Laila begitu marah saat mala mengingatkannya pada sosok Andre Hermawan. Laki-laki yang sudah Laila kubur sedalam mungkin.


" Ok. kami tidak akan mengingatkan kamu dengan masa lalu mu. Lalu siapa laki-laki yang membuat duniamu terjungkir balik? Mala penasaran menunggu jawaban Laila.


"Fajri.


" apa? Fajri? cowok cuek itu dan datar itu? tidak salah? lalu....


"dia tidak menjawab ku. kesal Laila.


Mala dan Rani tertawa terpingkal. membuat Laila semakin kesal.


"Jangan katakan dia juga yang merubah penampilan mu seperti ini?


" Bukan dia. tapi aku sendiri. Laila menceritakan semuanya mengapa dirinya merubah penampilannya.


"Apa? dia tidak mau menatapmu dengan pakaian yang terbuka? lucu.


" Iya, katanya menghindari dosa. jawab Laila apa adanya.


"What? zaman sekarang masih ada cowok langka seperti dia? Rani kembali tertawa.


"Hah.... Fajri memang planet bumi yang langkah. di era zaman sekarang masih ada laki-laki seperti dia? kalau laki-laki lain udah pasti lho udah bakal ditelan hidup-hidup dikamar. secara lho godain, lho rayu dia, bahkan tiap hari lho pepet dia tapi, masi bisa menahan diri. Jempol banget. Mala tidak percaya.

__ADS_1


"Benar, kalau cowok lain lho gak akan perawan lagi. Rani membenarkan perkataan Mala.


" Dan kalau bukan Fajri mana juga aku mau seperti itu. Aku hanya berusaha merebut hatinya, namun aku salah. Ternyata tidak semudah itu menaklukkan seorang Fajri." sesal Laila


__ADS_2