Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 60 Menjemput Syakira


__ADS_3

author kembali up....


berikan terus dukungannya dan jangan lupa tinggalkan like yaπŸ‘


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Kini Laila tampak begitu mesra berjalan memasuki kantor perusahaan ayahnya yang sekarang beralih di bawah pimpinan Fajri suaminya. Senyum diwajahnya menggambarkan kebahagiaan yang kini dirasakan. Tampak jelas Fajri menggenggam erat jari jemari milik Laila.


"Pagi pak, ibu Laila." Sapa beberapa karyawan.


"Pagi juga." Sapa Fajri dan Laila hanya tersenyum.


"Aduh pak bos bucin akut ya... Sama istri sendiri. Bisik salah satu karyawan di sana.


Mala dan Rani yang tengah sibuk dengan pekerjaan kantor yang menumpuk melihat Laila datang yang begitu tampak mesra bersama Fajri. Mala dan Rani menghentikan aktivitasnya dan langsung menghampiri Sahabatnya itu.


" Assalamu'alaikum pak bos, ibu Laila." Mala sedikit membungkukkan badannya.


"Mala, apaan sih hormat seperti itu. Biasa saja kali....., aku itu masih Laila yang dulu." Ucapnya


"Iya. Tapi ini kantor dan masih jam kerja. Biar bagaimana pun kamu itu istri dari atasan kami. Iya kan, Rani?"


" Iya." Ucap Rani.


Sekertaris Haris yang baru keluar dari ruangannya melihat Fajri dan segera menghampiri dan memberi salam.


"Tuan. Rapat akan segera kita mulai dan hari ini Tuan David tidak bisa hadir. Ada urusan mendadak." Lapor Sekertaris Haris dan juga memberi kode pada Rani untuk masuk diruang rapat.


"Sayang, kamu masuk di ruangan aku. Aku sudah memesankan untukmu makanan. Ingat jangan kemana-kemana."


Laila mengangguk mengerti dan Fajri ikut masuk ke ruang rapat. belum Fajri masuk sepenuhnya keruangan itu kembali lagi menghampiri Laila dan Mala yang tampak serius berbincang.


"Mala, temani istriku. Jika sesuatu terjadi padanya kau akan tahu konsekuensinya. Mengerti?


"Baik Pak bos." Ucapnya sambil menelan saliva-nya.


Fajri kembali mengusap kepala istrinya sebagai tanda pamit kembali. Mala dan Laila hendak masuk keruangan direktur tiba-tiba Ramli yang datang dengan jalan tergesa sambil membawa beberapa dokumen untuk masuk di ruang rapat tidak sengaja menabrak Mala.


Mala yang hilang keseimbangan tidak sengaja tangannya menarik dasi Ramli hingga Ramli ikut terjatuh tepat di atas Mala


Cup...... Bibir Ramli tepat mendarat di atas bibir Mala istrinya. Semua mata karyawan di sana terperangah melihat adegan siaran langsung itu.


"Ramli bangun, semua orang melihat kita.Ramli berbalik dan tersenyum.


" Ramli, sampai kapan kau berada di atas ku. Cepat turun! "


Ramli bukannya turun tapi langsung mengecup bibir Mala sekilas. Setelahnya membantu mala untuk berdiri dan meminta maaf. Laila tidak percaya dengan apa yang disaksikannya langsung didepan matanya. Mala yang merasa malu langsung menarik tangan Laila masuk diruang direktur dan menutup pintu.


"Gila itu orang."


"Bukan gila, tapi suamimu sepertinya sangat bucin.

__ADS_1


" Iya. Tapi ini kantor. Awas saja pulang sebentar." Geram Mala.


"Laila memperhatikan Mala dari ujung kaki sampai rambut. " Kenapa kau gemetar seperti itu?


Mala memperhatikan dirinya dan benar seluruh tubuhnya gemetar.


"hahaha..... Laila tertawa melihat raut wajah sahabatnya. " Jangan katakan kalian belum..........


Mala langsung menutup mulut Laila untuk tidak melanjutkan ucapannya. mendengarnya saja Mala ingin rasanya pingsan.


"Ini Mala kan? Hei...... lihat aku.... aku bisa tebak apa yang membuatmu gemetar.


"u.....jangan ucapkan! iya aku merasakan anu suamiku tadi." batin Mala menutup matanya sambil geleng kepala agar melupakan kejadian sebelumnya.


Sementara Fajri di ruangannya tampak gusar memikirkan Laila apakah Laila sudah makan atau belum. Fajri menelpon Laila berulang kali tapi tidak ada jawaban.


Semua orang d dalam ruangan tertawa secara tiba-tiba karena salah pencet sehingga di layar menampilkan sebuah adegan romantis suami istri. Fajri mengangkat kepalanya melihat presentasi klien itu dan langsung membulatkan matanya dan tersenyum.


"Maafkan saya, tuan Fajri." ucapnya dan segera mungkin menggantinya.


Sementara Rani dan Sekertaris Haris saling tukar pandangan. Sekertaris mengko kan matanya sebelah pada Rani istrinya. Entah apa maksudnya????


Beberapa menit meeting itu berjalan entah mengapa adegan itu terlintas terus dibenak Fajri dan teringat kembali dengan istrinya Laila. seakan ada yang tertahan olehnya. Fajri berusaha kerasa untuk fokus sampai beberapa kali mengusap keringatnya di ruang yang cukup dingin karena suhu AC.


Sementara Laila di ruangan sebelah tampak asyik berbincang dengan Mala sambil menikmati makanan yang di pesankan oleh suaminya. Rani masuk setelah mengetuk pintu.


"Ibu bos itu ponsel disimpan di mana? tolong dilihat. Apa anda tahu aku kemari diminta oleh tuan bos untuk memastikan apakah anda sudah makan atau tidak. kesal Rani dengan wajah bercandanya pada sahabatnya Laila. Laila melihat ponsel miliknya sepuluh panggilan todak terjawab.


"Tunggu tuan bos menghukum dirimu stelah ini.ha-ha-ha Rani tertawa. dada....!


Rani kembali ke ruang rapat


" Gimana nih." kata Laila pada Mala.


melihat pintu terbuka Mala dengan segera pamit pada Laila.


"Tuan bos." Mala menundukkan kepalanya dan langsung keluar dari ruangan.


Fajri berjalan dengan wajahnya raut wajahnya yang tidak bisa Laila tebak. Berjalan seperti pria angkuh.


"Sayang, maaf ponselku........


" Sayang lepaskan ini kantor. kamu tahu nanti ada orang melihat kita. Aku sudah minta maaf.


Fajri mengambil remote pintu dan kemudian meg gendong tubuh istrinya masuk di sebuah ruangan yang ada di sana.


"Aku tersiksa karena mu, jadi kamu harus tanggung jawab.


Entah beberapa kali keduanya menghabiskan waktu di sana. waktu makan siang tiba keduanya masih betah di dalam ruangan itu.


"Jahat deh, ini kantor. lain kali aku tidak mau lagi ikut denganmu, yang."

__ADS_1


"Tapi sayang, kamu juga ikut menikmatinya." Goda Fajri


" Sudah jangan lagi dibahas!" Laila bangkit dan membersihkan diri.


Kini Fajri kembali berkutik dengan pekerjaannya stelah menyantap makan siang bersama dengan istrinya. sementara Laila tampak bosan menunggu Fajri sampai jam pulang.


Sudah dua kali tidur tapi waktu seakan begitu lama berlalu. Buah didepannya yang di siapkan sudah habis dilahap olehnya. Laila benar-benar merasa bosan.


waktu yang ditunggu Laila akhirnya datang juga. Fajri memasang kembali jasnya yang dibantu oleh istrinya. Fajri melihat notifikasi sang ayah untuk menjemput Syakira, namun karena terlanjur janji dengan Laila, Fajri meminta izin pada ayahnya agar Syakira dijemput oleh kepercayaannya yaitu Rama.


Karena Pak ikhsan kebetulan juga kurang sehat akhirnya mengiyakan saja saran Fajri setelah memastikan jika Sahabat Fajri itu bisa di percaya. Fajri menelpon Rama.


di tempat Lain Rama begitu sibuk mengurus perusahaan sahabatnya itu. dengan alasan Fajri tidak masuk karena harus menghadiri rapat penting di beberapa kantor perusahaan sangat ayah mertua.


"Ini nih.... jadi orang kaya banyak urusannya. kantor sudah sukses begini di tambah kantor perusahaan mertua juga banyak.Nah... pada akhirnya begini kan, sudah tidak tahu yang mana mau didahulukan. Omel Rama seorang diri


der....... panggilan masuk dari Fajri


" Panjang umur nih anak, baru dibilangin sudah nongol.


*assalamualaikum pak bos.


*wa alaikum salam. Aku mau minta tolong jemput adikku Syakira. Ini perintah dari atasan! gue gak bisa terlanjur janji ajakin Laila pergi jalan.


*Apa? ini nih enak betul hidupmu bos. bisa berduaan dengan istri. hingga aku lagi yang yang jadi sasaran empuk.


*Tolonglah." Fajri memohon dibalik percakapan


*Baiklah aku akan ke sana tapi, ini sudah jelas kan? jangan lagi pertengahan jalan tiba-tiba batal seperti kemarin bikin buang waktu istirahatku saja.


*iya. Jangan marah terus dong, nanti bujang lapuk gak laku-laku." Canda Fajri lagi meledek Rama dibalik telpon.


*Hei! gue bukan bujang lapuk ya..awas saja ngatain orang. tertawa lah di sana sepuas mu man.


*Kartunya masih sama kamu kan?


*iya. Kartu itu masih dengan saya. ucap Rama di balik telpon. halo... halo......


" gila nih orang gak E gak O main putus saja sambungan telpon. untung kamu bos ku. nasib emang ya..... jomblo."


Setelah Rama merapikan ruangannya segera mengambil kunci mobilnya dan memakai kacamatanya dan star menuju sebuah pondok tempat adik sahabatnya menuntut Ilmu.....


-


-


-


-


cuzzzzzzzzz kita lanjut ke cerita Syakira dan Rama......... ☺☺☺☺☺☺☺😍😍berikan terus dukungan ya.... love buat pembaca setiaku yang selalu menemaniku..... u... u......

__ADS_1


BERSAMBUNG..........


__ADS_2