
Pulang dari restoran, Rani diantar oleh sekertaris haris, sebagai ucapan terimakasih karena Rani sudah bekerja dengan baik hari itu.
"Ah... ini manusia atau robot sih.... ah.....kenapa juga aku mau pulang dengannya, ini karena Mala. Jangan-jangan modus Mala nih, mau ngerjain aku hari ini. Pasti alasan kalau ban mobilnya kempes. Mala!"........... Mala.!".... ....... Rani menjerit dalam hati.
"Sekertaris Haris melirik Rani seperti tidak tenang. " Apa sebelum kamu pernah memiliki kekasih?
"Tidak ada kata pacaran dalam catatan ku! "sahut Rani sambil melihat keluar .
" Hoya...... saya tidak percaya. "Sekertaris haris melirik Rani.
"Terserah bapak, mau percaya atau tidak. Lama terdiam. "bolehkah bapak memarkir mobilnya di sana? sebentar saja." sahut Rani memohon melihat pasar sore itu masih ramai.
"Apa, pasar? kaget Sekertaris haris.
" Iya, kalau bapak mau pulang, nanti aku naik ojek." ucap Rani lagi.
"tidak, siapa yang menyuruhmu naik ojek, aku akan menunggumu disini." ucap Sekertaris haris memarkirkan mobilnya.
Suara berisik mulai terdengar begitu Rani membuka pintu mobil dan turun dari mobil dan terus masuk ke bagian penjual ikan.
Saat akan membayar ikan, Sebuah tangan dengan uang merah satu lembar mendahului tangan Rani untuk membayar ikan tersebut.
"Pak haris? bapak kenapa turun?
" Sudahlah tidak usah banyak tanya, aku bosan menunggu dalam mobil dan kenapa juga beli ikan di pasar?" heran sekertaris haris karena biasanya perempuan seperti Rani jarang ke pasar dengan alasan kotor dan bau.
"Memang salah ya? harga ikan di pasar itu jauh lebih murah dan juga masih baru dibanding beli di supermarket, pak." jelas Rani dan berjalan mendahului sekertaris haris.
Sekertaris haris begitu kagum dan tersenyum mengikuti Rani dari belakang. semua mata menatap keduanya.
" Pasangan romantis ya......jarang-jarang lo.... suami kerja kantoran mau temani istrinya belanja di pasar." ucap beberapa pedagang di sana.
Sekertaris haris dan Rani mendengar itu tidak menggubrisnya. Setelah sekertaris Haris menyimpan belanjaan Rani di bagasi belakang, sekertaris Haris pun membukakan pintu mobil untuk Rani.
"Apa sudah tidak ada keperluan lain? tanya sekertaris pada Rani sebelum Rani masuk mobil.
" Tidak ada. kita pulang, maaf sudah merepotkan bapak dan ikut masuk ke pasar sehingga orang-orang menganggap bapak adalah suami saya. Maaf sekali lagi."
"Tidak jadi masalah." ucap sekertaris Haris dan ikut masuk dalam mobil "Aku tidak keberatan jika memang aku akan menjadi suamimu."
Deng..... Rani mengerutkan keningnya kurang paham maksud sekertaris Haris. Sekertaris Haris tertawa
"Hah.... kirain dia marah. " batin Rani. sambil memasang sabut pengamannya.
"Kenapa? bahkan ucapan mereka aku berharap akan jadi doa. "
__ADS_1
"Maksud bapak? Rani melihat laki-laki itu disampingnya.
Sekertaris Haris mulai menyalakan mesin mobilnya dan keluar dari pasar sambil tersenyum mengingat kekonyolan nya menyelidiki latar belakang Rani secara diam-diam.
" Maaf sebelumnya jika aku lancang. Aku sebenarnya pernah menyelidiki latar belakangmu." jujur sekertaris haris sedikit takut jika Rani akan marah padanya dan sekertaris sudah siap hal itu.
mendengar penjelasan sekertaris Haris Rani bukannya marah, malah tertawa.
"Apa? bapak menyelidiki aku? tidak salah pak? bapak kurang kerjaan saja. Sudah deh pak jangan humoris." tawa Rani yang mulai reda. "Astaghfirullah maaf pak aku hanya merasa lucu.
Tiba-tiba mobil berhenti ditengah jalan membuat Rani sedikit kaget.
" Apa dia marah? batin Rani. "maaf Pak jika bapak tersinggung saya hanya tidak percaya jika..... ucapan Rani terhenti ketika sekretaris haris menatapnya lebih dekat.
" Maaf Pak, bolehkah bapak mundur sedikit, kita bukan muhrim." bukannya sekretaris Haris menjauh bahkan lebih mendekatkan wajahnya.
"Aku tidak pernah bermain dengan apa yang aku lakukan dan yang aku ucapkan. Apakah kau mau bersanding denganku?
Deg.....jantung Rani berdenyut cepat.......
" Apa ini? apa maksudnya? apa dia nembak aku? oh..... Mala...... mimpi kah aku? seorang sekertaris haris menembak Rani perempuan seperti aku? tidak mungkin." batin Rani.
"Jangan bercanda deh pak, bapak belum tahu seperti apa keadaan saya."
Sekretaris Haris kemudian kembali melajukan mobilnya
Tidak lama kemudian mobil Rani berhenti pas di depan rumah yang terlihat sederhana itu.
mereka pun turun dari mobil. sekertaris haris mengambil belanjaan Rani dan memberikannya.
" Apa aku tidak boleh masuk berkunjung dengan ibu mertuaku?
Deg....lagi-lagi Rani menoleh melihat sekretaris haris.
"Aku serius dengan ucapan ku. Tapi, jika kamu belum bisa memberikan jawaban aku akan menunggunya, aku tahu semua tentang dirimu, di rumah ini hanya kau dan ibumu yang tinggal, iya kan? dan ibumu sekarang sedang sakit, benar? dan ayahmu meninggal sejak umurmu di usia lima tahun, iya kan? sudahlah lah tidak usah di jawab aku pamit, masuklah! "
Rani pun masuk dalam rumahnya, namun tiba-tiba terdengar dari luar jeritan Rani memanggil ibunya.
"ibu..... ibu.... tolong.......!!! "
Sekretaris Haris yang hendak menyalakan mesin mobilnya, mendengar teriakan Rani dengan segera berlari dalam rumah Rani tanpa permisi dan mengucap salam. Alangkah kagetnya sekertaris haris melihat ibu Rani mengeluarkan darah lewat mulutnya.
"Ayo kita bawa ke rumah sakit. cepat! teriak sekertaris haris dan segera mengangkat tubuh orang tua paruh baya itu yang sudah tak berdaya.
satu jam kemudian sampailah mereka di rumah sakit dan dokter dengan segera menangani ibu Rani. Rani hanya bisa menangis diruang tunggu.
__ADS_1
Sekertaris hanya bisa menatap dari jarak jauh Rani yang sedang menangis terisak. ingin rasanya meminjamkan bahunya untuk wanita yang sudah mencuri hatinya, namun dirinya tidak berdaya.
"Menangis lah jika, itu membuatmu lega tapi jangan larut dalam kesedihan, berdoalah semoga ibumu tidak apa-apa."
" Terimakasih pak, jika bapak tidak ada saya tidak tahu lagi harus bagaimana, ibu sebenarnya terkena tumor nasofaring.
"Apa? kaget sekertaris haris.
Rani kembali terisak, rasa penyesalan karena tidak mampu memberikan perawatan maksimal pada ibunya.
Ya....Nasofaring merupakan salah satu bagian dari tenggorokan. Posisinya terletak di belakang rongga hidung dan di balik langit-langit mulut. Ketika terkena kanker nasofaring, seseorang dapat mengalami gejala berupa gangguan dalam berbicara, mendengar, atau bernapas.
Saat dokter keluar Rani berlari dan menghampiri dokter tersebut.
"bagaimana keadaan ibu saya, dok? apa dia baik-baik saja?"
" maaf sebelumnya sepertinya, kami harus melakukan tindakan pembedahan. Karena nasofaring berdekatan dengan banyak pembuluh darah dan saraf, prosedur pembedahan dalam mengatasi kanker nasofaring jarang digunakan. Akan tetapi, melihat kondisi pasien hanya ini cara yang bisa kami lakukan. Metode ini lebih sering dilakukan untuk mengangkat kanker pada kelenjar getah bening di leher. jika anda siapa kami akan segera melakukan tindakan.
***
Sementara Fajri Begitu sibuk dan bergelut dengan laptopnya diruang kerja. Laila yang melihat suaminya begitu sibuk membawakan minuman panas. dan tentu pakaian yang dikenakan Laila selalu terlihat begitu menarik perhatian suaminya.
Kini Laila menaruh minuman panas itu di atas meja kemudian dia duduk di sofa pas didepan suaminya lalu, Laila bersandar di sofa itu sambil membaca buku. Tanpa sengaja bajunya terangkat sedikit sehingga terlihat tubuhnya bagian atas lutut.
"Sayang, kau sengaja menggodaku?
" Ih siapa juga yang menggoda mu, sayang. Orang lagi baca buku kok. Sure deh!! gak ada niat menggoda iman suamiku." Laila berdiri dan tersenyum, bahagia telah menganggu suaminya. namun segera tangan Fajri menariknya hingga Laila jatuh duduk dipangkuan suaminya.
A...... Laila kaget.
"Mau kemana? setelah apa yang kau lakukan, kau mau pergi? tidak ku biarkan. kau harus tanggung jawab."
Laila mengalungkan tangannya dileher suaminya.
" Aku mencintaimu." ucap Fajri sambil mengelus lembut wajah halus itu, menatap istrinya dan mendekatkan wajahnya. Saat Fajri hendak menggapai bi***r istrinya....
der....
der...
ponsel milik Laila berdering.
Laila pun menutup bi***ir suaminya dengan jari telunjuk nya dan melihat sebuah chat lewat WA.
"Apa? Laila membulatkan matanya tidak percaya.
__ADS_1
****
TERUS berikan dukungannya...... 🙏🙏🙏🙏