Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 70 Pasca Melahirkan


__ADS_3

Hai..!!! author balik nih menyapa.


Berikan dukungannya.... agar author bisa menyelesaikan dengan baik cerita ini.....


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


Kini Laila sedang menunggu suaminya pulang dari kantor dan rencananya akan kembali ke rumah utama David Tamin. Perut yang semakin hari semakin membuncit membuat Laila sulit untuk duduk.


Laila sudah bersiap tinggal menunggu Fajri menjemputnya. namun detik terakhir Fajri belum juga kunjung tiba. Laila merasa sedikit kesakitan bagian punggung belakangnya.


a... w.... keluh nya.


Ibu Fatima melihat Laila sedikit meringis segera menghampirinya.


"Laila, kau kenapa sayang?


"Punggung bagian belakangku sedikit sakit bu.


"Perkiraan dokter tanggal berapa kau akan melahirkan, sayang?


"ini masuk sembilan ibu. dokter perkirakan tanggal lima belas bulan ini.


Laila kembali meringis. bahkan makin sering merasa kesakitan. Ibu Laila yang. melihat Laila sering kesakitan merasa Was-was.


keringat mulai bercucuran diwajahnya. ibu Fatima segera mengambil tasnya. kemudian memesan taksi online untuk membawa Laila menuju rumah sakit.


"Tidak sayang lebih baik kita ke rumah sakit. Ibu takut jika ini pertanda kamu sudah mau melahirkan.


Sepanjang perjalanan Laila terus merasa sakit yang tiba-tiba. Ibu Fatima semakin yakin jika Laila sudah pertanda akan melahirkan. kecemasan ibu Fatima bertambah ketika melihat keringat bercucuran memenuhi wajah menantunya.


"Cepat sedikit pak!" perintahnya.


Ibu Fatimah menelpon semua keluarga untuk datang ke rumah sakit. ibu Fatima menjelaskan keadaan dan kondisi Laila sekarang.


Sementara itu ibu lucia yang sekarang menghadiri rapat segera mengakhiri ketika mendengar kabar jika Laila sekarang sudah berada di rumah sakit.


Begitu juga David Tamin ayah Laila segera meminta supirnya melajukan mobilnya menjemput Ibu Lucia menuju rumah sakit.


Dua sahabat Laila yaitu Rani dan Mala yang mendengar kabar jika Laila akan melahirkan segera bersiap. masing-masing menunggu suaminya yang belum menyelesaikan pekerjaannya.


***


Kini Laila berada diruang bersalin. Laila melihat suaminya sesekali wajahnya terlihat meringis kesakitan. Rasa sakit yang dirasakan Laila ingin rasanya Fajri yang berjuang disitu. kecemasan Fajri semakin meningkat ketika melihat Laila semakin merasa kesakitan.


dokter memeriksa keadaan Laila. Dokter mulai memasangkan alat monitor pada perut buncit Laila untuk memantau kondisi bayi-bayinya dalam kandungan.


Saat ketuban pecah, dokter kembali memasangkan fetal scalp clip pada kepala bayi pertama untuk memantau aktivitas jantungnya.


kini Laila sudah berjuang dalam jihad itu mempertaruhkan hidup dan matinya melahirkan buah hatinya. awalnya Fajri meminta untuk Laila melakukan Cesar namun Laila menolak dan tetap pada pembicaraannya pada awal selama bisa melahirkan normal Laila tetap ingin melahirkan normal.


"Ayo ibu. Tarik napas kemudian lepaskan dengan pelan.

__ADS_1


Laila mulai melakukan apa yang dikatakan dokter di sana sementara Fajri begitu terlihat panik dan keringatnya ikut bercucuran di dalam ruang yang cukup dingin itu. menyematkan jari-jarinya di jari istrinya sambil mengelus dan mencium kening istrinya dan memberikan semangat pada Laila. Fajri melihat Laila dan mengangguk pertanda dirinya masih kuat.


"Ayo ibu Laila! kepala bayi sudah mulai kelihatan. ayo ibu! semakin kuat...


a........... sekuat tenaga Laila berjuang.


" Ayo ibu lebih kuat lagi!


Laila kembali mengumpulkan napas dan kembali berjuang hingga terdengar tangis bayi pecah


oeeeeeee........


Oeeeeee........


Kembali lagi Laila berjuang untuk bayi berikutnya. Sementara ibu Laila dan David Tamin serta yang lainnya sudah berkumpul diluar menunggu dengan perasaan masing-masing yang tidak bisa ditebak. dokter tampak masuk keluar entah apa yang terjadi didalam.


mendengar suara tangis bayi Ibu Laila dan ibu Fatima serta yang lainnya ikut tersenyum.


Melihat Laila dipindahkan keruang ICU semuanya ikut panik.


"Dokter selamatkan istri saya!!!


Pak ikhsan panik mendengar teriakan Fajri dari dalam. David Tamin berlari kearah Pak ikhsan yang kebetulan berada di depan ruang bersalin.


" Apa yang terjadi? tanya ibu lucia.


"Entahlah." sahut David Tamin.


"Kita berdoa saja semoga baik-baik saja." jawab Pak ikhsan.


"Dokter apa yang terjadi jelaskan pada kami?


Dokter itu tidak menyahut dan langsung masuk ruang bersalin.


" Dokter katakan padaku kenapa istriku menutup matanya. Dokter jawab!!!


"Laila sayang, anak kita sudah lahir dan kamu sudah berjuang sayang. Sayang ayo bangun lihat aku!! lihat anak-anak kita sayang. Sayang ayo bangun!!! Laila!!!


Fajri terus berusaha membangunkan Laila. namun tidak ada respon. Fajri terus berteriak.


" Laila jangan mengerjai aku, sayang. Aku yakin kau pura-pura kan?


Fajri teringat ketika dia pulang kantor melihat Laila terbaring tak bergerak. ketika itu Fajri panik dan seketika Laila membuka matanya dan memeluk Fajri.


"Dokter katakan padaku apa yang terjadi kenapa kalian diam. kenapa kalian tidak menjawab!!!


Beberapa dokter di sana terus berusaha sekuat tenaga memompa jantung laila dan memberikan pertolongan pada Laila namun tidak ada hasil. Fajri berdiri mematung melihat, menyaksikan sendiri dokter berusaha sebisanya. Sesekali terlihat kepala bergerak karena tekanan alat yang terus digunakan oleh dokter agar Laila bisa kembali.


"Denyut nadi masih bagus dok." ucapnya.


dokter yang lain memeriksa darah Laila. dan dokter yang lain bergantian menangani Laila. Fajri hanya geleng kepala tidak percaya dengan kondisi Laila.

__ADS_1


Fajri teringat dengan semua kenangannya bersama Laila. Fajri teringat pertama bertemu Laila. bahkan Fajri mengingat dimana Laila ketika itu mengungkapkan perasaanya pada Fajri juga teringat ketika Laila mengajaknya berdiskusi tentang nama calon bayinya.


["Mas saat bayi kita lahir kamu mau beri nama siapa?" tanya Laila.]


["Bagaimana kalau kita beri nama Dafa dan Dafi Ahsan Fajri."jawab Fajri.]


Ketika itu Laila dan Fajri setuju memberi nama anaknya Dafa dan Dafi.


Laila masih terus ditangani oleh dokter. berbagai macam alat dipasang di tubuh Laila. Fajri mundur bersandar ditembok tampak seperti orang yang tak memiliki arah tujuan hidup melihat ibu dari anaknya terdiam tak bergerak di sana.


"Sayang sadarlah. aku tak bisa hidup tanpamu. Bagaimana anak- anak kita. Apa yang harus aku lakukan tanpamu? sadarlah." lirihnya.


Dokter masih terus melakukan apa yang perlu dilakukan.


sementara diluar Ibu lucia dan ibu Fatima mendengar kabar jika Laila dalam keadaan kritis selepas melahirkan bayi-bayinya. Syakira yang baru sampai menghampiri ibunya dan menanyakan kabar Laila.


"Ibu kakak Laila bagaimana?


" Alhamdulillah bayinya sudah selamat, namun kakak kamu dalam keadaan kritis.


"Apa? lalu dimana kak Fajri."


"Kakakmu masih didalam. entah apa yang terjadi didalam."


Mala dan Rani yang juga baru sampai tiba-tiba mendengar jika Laila dalam keadaan kritis.


"Apa, Laila kritis?


"iya." Sahut ibu Lucia sambil menangis.


"Dokter mengatakan Laila infeksi Darah.


"Apa? Mala dan Rani kembali tercengang mendengar kabar itu.


Sementara Fajri di ruangan itu terlihat begitu menyedihkan.


"Laila bangun sayang. Jangan seperti ini. Laila bangun sayang!!


Fajri semakin histeris ketika melihat monitor di sana berhenti


tit..... tit.... tiiiiiiiiiii.........t........


"Laila.....!!!!! bangun sayang. Laila jangan tinggalkan aku.


Dokter membuka pintu, semua berbalik. dokter itu terdiam.


" Dokter apa yang terjadi?


Ibu Lucia langsung menerobos masuk kedalam dan mendapati Fajri berteriak menggoyang tubuh istrinya yang tak bergerak sama sekali.


Fajri semakin marah ketika seseorang suster hendak menutup tubuh wanita cantik itu.

__ADS_1


"Sayang.... jangan tinggalkan aku. sayang bangunlah kita akan membesarkan Dafa dan Dafi bersama-sama.


" Laila sadar!!"teriak Fajri.


__ADS_2