
Rama masih tidak terjaga dari tempat tidurnya. malas untuk bangun, seakan mimpi itu benar nyata. Seorang menertawakannya karena bibirnya di monyongin.
"Dasar anak pemalas. pantas saja selama ini tidak pernah pulang ke rumah. nih cium itu es batu.
Rama yang matanya masih terpejam sedikit heran mengapa bibirnya dingin seperti dinginnya es batu. Dengan pelan Rama mulai membuka matanya dan langsung meloncat turun dari ranjangnya.
" Astaghfirullah.... Ibu! ibu kok tega sekali dengan anak sendiri. kalau bibir Rama membeku bagaimana?
"Makanya jadi anak cowok itu cepat bangun. la... ini habis shalat subuh bukannya bangun mala kembali tidur. ibu heran deh, Rama. dan juga ini nih suka tinggal sendiri biar tidak diomelin sama mama. Iya kan?
"Rama kamu itu sudah tua. Bahkan seumuran kamu sudah ada yang memiliki anak dan kamu kapan kawinnya, Rama? Lanjut Ibu Rama.
Rama hanya terus merapikan tempat tidurnya tidak menggubris perkataan ibu paruh baya itu. Ya keluarga Ramli tinggal Ibunya. Ramli sebenarnya dari keluarga yang cukup mapan namun untuk menghindari keluarganya dari perjodohan itu Ramli memilih tidak pulang kerumahnya.
"Rama dengar ibu gak sih? Ramli bahkan nenekmu sudah mendesak ibu. makanya ibu sekarang menemui mu.
"Iya, Ibu. Bawel banget sih."
"Sekarang ibu keluar dulu. Aku mau mandi.
Ibu Rama pun keluar dari kamar anaknya dan melihat isi apartemen putranya itu. Ibu Rama tidak tahu jika putranya itu bekerja di perusahaan temannya. Ibu Rama ya dia tau Rana bekerja di perusahaannya sendiri.
Sebuah pemandangan menarik perhatiannya. Ibu Rama sangat bahagia melihat di atas sofa ada sebuah tas cewek. Rama keluar dan melihat ibunya membongkar tas milik Syakira.
"Astaga. Apa yang ibu lakukan. jangan dibongkar dan jangan dibuka buku diary itu, ibu."
"Memang kenapa sih. ibu cuma mau lihat. siapa tahu didalam tas cewek kamu itu ada fotonya."
"Ibu jangan sampai karena tas ini aku tidak kawin-kawin." Rama teringat dengan perkataan Syakira yang menyumpahinya.
Hei anda tidak sopan. Jangan coba-coba lanjut membacanya jika tidak aku akan mendoakan kamu tidak kawin-kawin seumur hidup. Mau?
Rama ngeri sendiri mengingat sumpah itu.
"Apa? jadi kamu ada filing untuk kawin!
" Ibu saya ini anak cowok. ya adalah ibu. masa sih tidak mau kawin.
Ibu Rama mendengar itu sedikit bahagia namun kembali murung setelah Rama melanjutkan perkataannya.
"Tapi belum waktunya, ibu."
"Lalu ini tas siapa? jangan katakan bukan lagi tas pacar kamu."
Waduh.... gimana ini. Jika aku katakan bukan, yang ada urusannya tambah rumit nih. Maaf ya Syakira saya harus berbohong. batin Rama.
__ADS_1
"Iya. ini tas cewek aku."
"Lalu, kapan kamu bawa dia ke rumah. semua Keluarga kita harus tau."
Aduh.... parah nih emak-emak. rumit juga urusannya. Rama kembali membatin mencari jawaban yang pas.
"Rama?
belum sempat Rama menjawab sebuah panggilan dari Syakira masuk di ponsel miliknya yang kebetulan ponsel milik Rama berada tepat didekat ibunya. Ibu Rama melihat nama Syakira memanggil
"Oh... namanya Syakira? biar ibu yang angkat."
"Ibu jangan!"
"Sudah, biar ibu yang angkat! kamu, dia. disitu!
Mampus aku! batin Rama sambil menepuk jidatnya.
*Halo... Nak Syakira ya? ini ibunya Ramli. Kamu pacar Ramli kan?
*What? emang itu orang ya... ngaku lagi sama ibunya aku pacarnya? batin Syakira. kemudian kembali berucap. " Maaf tante tapi saya.....
* Sudah jangan malu-malu. Ramli sudah kasi tau saya. Jadi kapan kalian ke rumah.
*e..... maaf tante tapi saya bu.......
Ramli mengambil ponselnya itu dan menjauh dari ibunya. Begitu ponsel itu pas di telinganya Suara Syakira sudah menggoroknya.
*Apa maksud anda berkata seperti itu, hah??? Jawab!
*Ya... Maaf aku terpaksa.
*Apa, terpaksa? gila ya.... Astagfirullah. Itu namanya kamu menjual harga diriku. Kenal juga enggak. enak saja! asal Anda tau aku menelpon mu untuk mengantarkan tasku. ucap Syakira dan memutuskan telponnya dengan salam.
Fajri dan Laila saling menatap melihat adiknya pagi-pagi sudah dengan muka cemberutnya setelah menelpon seseorang. Laila menghampiri Syakira dan mengajak Syakira dudu diluar.
"Kenapa muka cantik adiknya kakak cemberut seperti itu?
Syakira melihat Fajri dari jauh dan kemudian menjelaskan apa yang terjadi. Laila tertawa merasa lucu.
" Jangan kencang tawanya dong kak. Janji ya. Jangan bilang pada kak Fajri.
" Baiklah kakak janji.
Setelah Fajri berlalu menuju kantor Rama datang mengantarkan tas Syakira. Syakira keluar dengan perasaan yang masih kesal pada Rama.
__ADS_1
Rama turun dari mobil seperti layaknya suami istri menunggu suaminya Syakira berdiri di teras rumah melihat Rama menteng tasnya.
"Nih tasmu... . "
Dan Syakira langsung menyambar tasnya tidak lupa juga memeriksa barangnya satu persatu.
"Tidak ada yang hilang kan? dan mengenai tadi pagi aku minta maaf. Tapi aku sangat berterima kasih jika kamu mau membantuku. Dan aku janji aku juga akan membantumu masuk di Universitas itu.
" Dari mana Anda tau hal itu?
"Sekali lagi aku minta maaf. Tidak sengaja melihat buku diary milikmu dan di sana aku sempat membaca keinginanmu itu.
" O... jadi kamu melanjutkan membaca buku diary aku semalam? Aku akan me....
"Jangan ucapkan itu. sumpah aku tidak membukanya kok. Sudah aku katakan tidak sengaja itu buku jatuh dan terbuka dihalaman itu.
Syakira ingin rasanya tertawa melihat Rama begitu takut dengan ucapannya itu.
" eh ada nak Rama? Fajri barusan pergi nak. Sukira kenal nak Rama kau tidak suruh masuk,nak.
"Gak usah bu. dia sudah mau pulang kok.
" Tega benar sih sama aku. masa diajak masuk minum teh tidak boleh.
"Tidak usah, mau masuk kerja kan? uda sana pulang gak. urusan aku dan denganmu sudah selesai.
Syakira yang hendak masuk tiba-tiba Rama langsung kedepannya memohon agar Syakira mau membantunya. Dan Laila yang kebetulan dari memetik sayur di taman belakang melihat Syakira dan Rama tampak berbicara serius.
Rama tanpa terlihat bahagia setelah Syakira akhirnya mau membantunya. Rama pamit undur tuk ke kantor. Namun kakinya berhenti setelah Syakira memanggilnya.
"Jam berapa besok saya harus menunggumu. ingat ya saya tidak mau jika harus pergi malam dan juga pula g dari sana jangan sampai malam.
" Baiklah. aku akan menjemput besok jam sembilan. aku pastikan kita pulang sebelum malam.
"Baiklah.
Rama pun berlalu dan Syakira masuk dalam rumah dan menemukan Laila kakak iparnya melihat dirinya sambil tersenyum.
" Kakak kenapa?
Namun Laila hanya berdeham
"Kakak jangan salah paham. Aku lakukan itu karena terpaksa.
" Ok. tidak jadi masalah. lalu apakah ibu tahu hal ini?
__ADS_1
"Itu sudah yang aku pikirkan kak. Apa yang harus aku lakukan. Apa aku jujur saja agar ibu tidak salah paham. Lalu kak Fajri bagaimana kak?
Laila dan Syakira sama-sama terdiam memikirkan jalan keluarnya. mereka sama-sama bingung. akhirnya Syakira memutuskan untuk jujur saja.