Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 67 Kamu Selalu Bisa


__ADS_3

Hai!!! author kembali menyapa.


terus berikan dukungannya......


Author usahakan akan selalu up tiap harinya.janga lupa ya... tinggalkan like dan komentarnya..... sebagai pemanis up buat authorπŸ˜‰πŸ˜‰


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


sepanjang perjalanan menuju kantornya Fajri selalu teringat dengan Laila. Fajri cukup penasaran apa yang dilakukan istrinya terhadap Alya. Fajri percaya jika Laila bukan perempuan yang mudah mudah percaya tanpa adanya bukti.


karena Laila dalam keadaan hamil Fajri takut jika keadaan sebelumnya dapat memicu stres bagi Laila sehingga menghambat pertumbuhan janin dalam perutnya.


karena tidak fokus Fajri hampir menabrak tukang sayur yang hendak menyeberang. untungnya Fajri bisa menguasai kemudi nya. Fajri memarkirkan mobilnya dan menghampiri kakek penjual sayur.


"Kakek tidak apa-apa? apa ada yang lecet, rusak atau apa?


kakek itu melihat Fajri dan tersenyum.


"Justru kakek yang minta maaf. anak muda. karena tidak melihat sekitar sebelum menyebrang."


"Tidak kek, aku yang harusnya minta maaf, kerena tidak fokus menyetir. maafkan saya, kek."


"Mari kek saya bantu menyeberang tawar. saya ikhlas membantu kakek." ucapnya."


Kakek itu akhirnya menyeberang jalan yang dibantu oleh Fajri. sebelum Fajri meninggalkan sang kakek penjual sayur. Fajri menitipkan sedikit Rezeki buat si- kakek.Fajri tersenyum dan pamit.


Belum sempat Kakek berterimakasih, Fajri sudah berada di seberang jalan sambil melambaikan tangan pada kakek dan melanjutkan perjalanannya.


Kakek melihat uang dalam genggamannya dan kaget ada begitu banyak lembaran uang seratus yang diberikan Oleh hamba Allah untuknya.


"Alhamdulillah......... Ucap kakek dan mendoakan keselamatan dunia akhirat buat anak muda yang belum dia tau namanya.


Senyum di wajah Fajri merekah setelah kejadian tadi. Entah mengapa hatinya berubah menjadi sangat bahagia perasan cemas yang dirasakan sebelumnya hilang dalam hitungan sekejap.


"Maha suci Engkau yang membolak-balikkan hati." batin Fajri tak luput selalu mengucap rasa syukur.


Sebelum menuju kantornya Fajri menyempatkan dulu menyelesaikan masalah yang terjadi di kantor milik ayah mertuanya. Sekertaris haris melihat kedatangannya dan langsung menghampirinya di ruang direktur.


"Hari ini kita ada tender besar. ucap Sekretaris haris. memperlihatkan laporan yang masuk.


"baiklah selesaikan hari ini pengiklanannya. dan pastikan pengemasan yang rapi. pilih botol kecil dan unik.

__ADS_1


"kami sudah menyiapkannya jauh hari sebelumnya.


" Siapa yang memesannya.


Rani datang dan berkata.


"Ibu Laila yang merancangnya yang kemudian memesannya secara langsung.


" Apa, Laila?


"Benar, tuan." ucap Sekertaris haris sambil tersenyum melihat Rani istrinya.


"Baiklah aku percayakan ini pada kalian. aku harus pergi. ada urusan yang sangat penting harus aku urus.


Fajri kembali berbalik pada sekretaris haris.


"Terimakasih sebelumnya, berkat anda perusahaan ini tidak akan maju. anda Sekretaris ayah yang patut di jempol."


"Tuan, anda berlebihan menilai." Sekretaris Haris merasa tersanjung.


"Tidak berlebihan, memang benar adanya. minggu depan kita rayakan ini.


Fajri pamit. Sekertaris haris kembali melanjutkan pekerjaannya. Tiba-tiba Rani merasa pusing.


"Aku merasa sedikit pusing. mungkin sedikit lelah.


sebenarnya Rani sudah lama diminta oleh sekertaris haris berhenti bekerja. namun Rani tatap kekeh. Sekertaris haris tidak bisa berbuat apa-apa kecuali mengikuti kemauan istrinya.


***


Fajri menuju kantornya sesuatu hal yang harus diselesaikan. beberapa waktu ini Fajri harus bekerja tanpa didampingi oleh Rama. Fajri menyadari jika pekerjaannya selama ini sangat terbantu karena Rama.


Fajri mencoba menelpon Rama ingin menanyakan kabarnya juga ingin menanyakan bagaimana kabar neneknya. namun yang telpon tidak ada jawaban. Fajri ingin memastikan apa sebenarnya yang terjadi mengapa Rama tidak masuk kerja sampai sekarang.


Fajri tidak yakin jika sahabatnya tidak masuk hanya karena beralasan nenek sakit. Karena Sulit dihubungi Fajri meminta seseorang mencari kabar mengenai Rama.


Fajri berdiri dan melihat pemandangan kota dari batas Kantornya. Fajri masih terus memikirkan sahabatnya Rama. apa yang terjadi?


Sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Fajri melihat tangan itu dan tersenyum. Fajri menoleh


"Sayang, kalau masuk kantor orang itu harus permisi. bukan langsung main peluk seperti ini."

__ADS_1


"Aku rindu......pada suamiku jadi aku menyusul kemari."


"Siapa yang mengantarmu kemari? ayo kita duduk."


"Syakira. aku ikut dengan Syakira."


"Syakira? lalu kemana dia?"


"Ke kampus menyelesaikan urusan pendaftarannya."


Fajri berbalik dan memposisikan Laila yang ke depan dan Fajri yang memeluk Laila dari belakang. Fajri mengelus lembut perut buncit istrinya kemudian memintanya duduk di kursi kebesarannya.


Laila duduk di kursi itu dengan nyaman dan melihat suaminya yang kini sudah berjongkok didepannya. keduanya salin bertukar pandangan.


"Terimakasih." ucap Fajri tiba-tiba.


"Terimakasih karena selalu mengerti akan diriku. membantu setiap pekerjaaan-ku dalam diam-mu. juga selalu memberku solusi disaat aku tidak bisa berfikir. Maafkan aku jika pernah mengecewakanmu.


"Sayang, itulah gunanya istri. mendampingi suami dalam mengatasi berbagai bidak biduk permasalahan suka duka kita jalani bersama.


"Istri juga harus berperan sebagai sahabat untuk suami. sahabat dalam suka dan duka, sahabat dalam tawa dan air mata, sahabat dalam masa lapang dan sulit. Sahabat dalam berbagai mengatasi masalah suami seperti menemani suami ketika dalam keadaan rumit atau melelahkan.


"Bahkan istri itu juga sebagai pemberi motivator agar suamiku selalu melangkah dan membimbing aku kejalan yang di Ridha-Nya. aku cukup sebagai motivator dalam memberi semangat agar jangan menyerah. aku kan memberinya pembangkit semangat dengan caraku seperti ini.


Laila mendekatkan wajahnya ke wajah suaminya lalu mengecup kening suaminya turun mengecup bibir Fajri dengan singkat. Fajri termangu dan menatap intens Laila.


"Aku melihatmu kau membutuhkan sebuah inspirasi. aku bisa menebak sekarang dan membawakan solusinya. Laila memberikan sebuah desain bajunya yang begitu rapi dan sangat elegan.


" Darimana kamu tau aku memikirkan ini?


"Dan ini." Laila memberikan agenda harian untuk suaminya. dimana dibuku itu Laila sudah menulis semua kegiatan suaminya dalam satu bulan.


"Sayang bagaimana bisa kamu melakukan semua ini. hah? aku tidak percaya.


" Sayang sudah aku katakan bahwa istri itu sebagai pendamping suami, sebagai sahabat, sebagai pemberi motivator juga sebagai inspirator untuk suamiku tercinta kekasih halal-ku.


Fajri benar-benar bersyukur. Laila benar-benar tidak bisa dia tebak. selalu bisa membuatnya terkagum-kagum. Fajri memeluk istrinya. Fajri masih penasaran apakah Laila pernah bertemu dengan Rama.


"Katakan padaku dimana kamu bertemu dengan Rama?


"Tadi pagi dia datang ke rumah. sudahlah nanti aku ceritakan. Lihatlah dokumen yang mau ditandatangani. Laila mengangkat kepalanya dari sandaran suaminya.

__ADS_1


"Baiklah aku selesaikan dulu pekerjaan ini . setelahnya kita makan siang. Aku penasaran mengapa Rama tidak menemui-ku langsung.


Fajri terlihat begitu serius menyelesaikan pekerjaannya. Sesekali Fahri melirik istrinya apa yang dilakukannya. Tapak terlihat Laila tertawa melihat layar ponselnya. Ya. Laila sedang chat ria dengan dua sahabatnya Mala dan Rani.


__ADS_2