Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 72 Hari Tak Terduga


__ADS_3

up


up


Haiiii.... author kembali lagi nih


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. author sangat bersyukur dengan dukungan yang kalian berikan bisa meningkatkan semangat author😍 author usahakan up setiap hari jadi ikuti terus ceritanya..


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™βœβœ


Seiring berjalannya waktu Laila sudah dipindahkan di ruang VIP. Pengobatan yang masih berlanjut. Setiap hari dokter memeriksa keadaannya. Sementara Fajri hanya pulang berganti sebentar dan kembali lagi menemani sang istri.


Setiap hari Fajri mengajak Laila berbicara. bahkan Fajri tertawa sendiri. seakan Laila di sana mengajaknya bercanda.Bahkan setiap hari fajri membawakan Laila bunga.


Para suster melihatnya ikut kagum. bagaimana tidak walau dalam keadaan tidak sadar Laila diperlakukan begitu romantis oleh Fajri.


Dafa dan Dafi terpaksa mengkonsumsi susu Formula. karena kondisi Laila yang belum memungkinkan. Bahkan dengan telaten Fajri merawat Laila menggantikan pakaiannya dan segalanya Fajri yang mengambil alih. Fajri tidak membiarkan orang lain yang merawat istrinya.


ketika Fajri membawa Dafa dan Dafi di dekat Laila entah mengapa Laila seakan ingin bangun namun seluruh tubuhnya terasa kaku. bahkan beberapa dokter ahli sudah didatangkan namun Kondisi Laila masih sama.


Fajri tidak putus asa merawat Laila ia merawat istrinya dengan penuh kelembutan. Siapa pun melihat penampilannya sekarang yang sedikit berantakan pasti ikut bersedih. Ibu Fatima yang melihat putranya begitu iba.


"Sayang, tidakkah kau ke beristirahat sedikit? Biarkan kami yang menggantikan-mu. kamu pasti lelah. pergilah mengistirahatkan tubuhmu biar sebentar saja. lihatlah dirimu jika Laila melihatmu seperti ini, dia akan sangat kecewa.


Fajri terdiam sebentar dan pada akhirnya mendengarkan perkataan ibunya untuk beristirahat sebentar di sofa yang ada di ruangan itu. Sofa yang bisa di steel sebagai tempat tidur. Ibu Fatima tidak lagi menegur putranya baginya dia sangat bersyukur Fajri akhirnya mau juga beristirahat.


Ibu Fatima berbalik dan melihat anak mantunya.


"Sayang, lihatlah suamimu begitu dia mengharapkan-mu untuk cepat kembali sehat. dan lihatlah Dafa dan Dafi sekarang bersamamu. putra-putramu sangat lucu dan menggemaskan. Sudah tiga bulan kau terbaring seperti ini.


Cek-lek.......


Pintu terbuka ibu Lucia dan Tuan David tamin datang dan langsung mencium pucuk kepala putrinya yang tidak bergerak sama sekali dengan mata yang tertutup rapat. Laila meneteskan air mata.


"Laila sayang, sampai kapan kau akan begini. Tidaklah kau kasihan melihat putra-putramu? lihatlah betapa lucunya mereka.


David tamin menenangkan istrinya agar bersabar.


"Mas, bagaimana aku mau bersabar jika melihat dia seperti ini! apa tidak ada cara lain yang bisa kita tempuh?

__ADS_1


"Apakah kau mau terdiam terus seperti ini? Ayo jawab, Laila!" ibu lucia kembali menangis.


Ibu lucia hanya menangis seakan kehilangan harapan. sedikitpun Laila kembali tidak bergerak hanya air mata yang bermain. Setiap hari teman, sahabat dan kerabat bergantian datang menjenguknya.


Ketika semua orang kembali Fajri menatap wajah itu dan kembali menciumnya dan berkata.


"Sayang, ayolah tunjukkan dirimu jika kamu bisa melewati semua ini. tidakkah kau merindukanku? tidakkah kau kasihan melihatku?


Fajri meneteskan air mata tepat mengenai tangan Laila. Laila ikut menangis. ingin rasanya Laila menghapus air mata itu namun tak berdaya.


"Sayang, aku sangat merindukanmu. kembali Fajri mencium lembut tangan istrinya.


Syakira memarkirkan mobilnya. tidak sengaja bertemu dengan Rama yang kebetulan akan mengantar akan sebuah berkas pada Fajri untuk ditandatangani.


" Syakira kau disini?


"Kak Rama sendiri mau apa disini?


"Aku hendak mengantarkan berkas ini pada Fajri untuk ditandatangani.


Ketika Syakira hendak pergi Rama menarik lengannya. lalu melepaskannya.


"Kak, tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. bukankah hari itu aku sudah jelaskan jika aku belum siap."


"Syakira. Apakah di hatimu ada orang lain? kenapa kau diam Syakira?" lanjut Rama


"Karena aku tidak ada jawaban untuk semua pertanyaan-mu." ucap Syakira.


"Syakira tatap mataku. dengarkan aku. tiga hari lagi aku diberi kesempatan untuk menaklukkan hatimu. jika dalam tiga hari ini aku gagal denganmu maka mau tidak mau perjodohan itu akan terjadi dan kau tau itu aku tidak mencintai wanita itu. aku hanya ingin kau yang mendampingi hidupku." ucap Rama meyakinkan Syakira.


"Tapi mengapa mesti aku kak, Rama. kenapa bukan orang Lain!"


"Ini masalah hati Syakira. kau tahu jika hati ini hanya memilihmu. Jika harus memilih, antara napas dan cinta. Maka aku memilih napas terakhir untuk mengatakan, Aku cinta padamu, Aku mencintaimu bukan karena siapa kamu, tetapi karena siapa aku ketika aku bersamamu."


Syakira terdiam di tempat tidak menjawab satu kata pun dari bibirnya. Rama mendahuluinya untuk menemui Fajri dimana Laila dirawat dan Syakira menyusul. tepat di depan pintu kamar rawat Laila, Rama dan Syakira berhenti melihat siapa wanita berhijab di dalam bersama Fajri


"Fajri bagaimana keadaan Laila? Aku mendengar kabarnya dari ibu Fatimah ketika kemarin aku datang ke rumah ibu Fatimah bertamu. Tanya Alya sambil melihat Laila terbaring dan terdiam. Aku doakan semoga dia cepat sembuh."


" Seperti yang kamu lihat Alya. dia tidak bergerak sama sekali."

__ADS_1


Alya memegang bahu Fajri dan berkata.


"Fajri kau yang sabar. aku akan selalu disisi-mu ketika kamu terpuruk. Aku tau Fajri, kau tidak mencintaiku. Tapi, jangan marah ketika hati ini belum bisa melupakan-mu sepenuhnya.


Laila yang mendengar kata-kata yang keluar dari bibir Alya seakan memiliki kekuatan untuk bangkit. Sementara diluar Syakira dan dan Rama saling menatap.


"Fajri biarkan aku mengatakan semua ini jika hati ini masih sangat mencintaimu. tapi aku tidak memaksamu untuk mencintaiku jika memang hati itu bukan milikku. biarkan cintaku ini akan aku kubur dalam seiring berjalannya waktu. Tapi untuk saat ini hati ini masih sama.


Seketika tangan Laila bergerak dan bibirnya sedikit terbuka. Fajri melihat itu seketika berdiri dari tempat duduknya mendekati Laila.


"Laila, sayang. kau sadar? sayang aku tidak percaya ini." Wajah Fajri berseri.


Alya berbalik dan kaget ketika menyaksikan dengan pelan Mata Laila terbuka dan tangannya sedikit bergerak. Alya hanya bisa menutup mulutnya dengan matanya yang membulat besar. Syakira dan Rama masuk.


"Sayang, aku merindukanmu.Fajri mengecup bibir Laila dan melihat Rama.


"Kak Laila? kau sadar? Alhamdulillah.


" Rama cepat panggilkan dokter!" perintah Fajri dengan mata berbinar.


Rama dengan segera memencet tombol yang ada di sana. selang beberapa menit dokter datang dan memeriksa keadaan Laila.


Alya dengan pelan mundur sambil melihat orang di sana tampak begitu bahagia menyambut kesembuhan Laila dari komanya. Alya berbalik dan berlari keluar dari ruangan itu dengan perasaan yang kembali kecewa.


Semua kerabat datang setelah mendengar kabar Laila sadar dari komanya. ada yang bawa bunga, buah dan sebagainya.


Laila memeluk suaminya sambil terisak. Fajri menyerbu wajah istrinya dengan kecupan. tidak peduli dengan orang-orang yang ada di sekitar mereka.Fajri melepaskan pelukannya dan memberi kesempatan pada keluarga yang lainnya.


"Sayang maafkan ibu. ucap Ibu lucia dan memeluk putrinya itu. ibu janji padamu ibu tidak lagi menyibukkan diri pekerjaan ibu. Maafkan ibu sayang.


Begitu lama anak dan ibu saling memeluk dan sama-sama meneteskan air mata. Mala dan Rani maju bersama dan memeluk sahabatnya itu.


"Apakah kamu tau Laila kami sangat merindukanmu. Jangan lagi kau menakuti kami." kata Mala.


Kini Dafa dan Dafi berada di dekat Laila. Laila kaget siapa bayi-bayi itu. Laila tidak percaya jika Dafa dan Dafi adalah putranya. seakan Laila lupa jika dirinya pernah melahirkan.


"me.... re.... mereka anak kita, mas? dua ini anak aku? kenapa mereka sudah sebesar ini?


semua orang-orang yang ada di sana menertawakan Laila. dan menjelaskan kronologi yang menimpa Laila selama tiga bulan.

__ADS_1


" Maafkan aku mas, telah membuatmu khawatir."


"Tidak sayang. Fajri memulai Laila dan Laila membalas pelukan itu.


__ADS_2