Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 41 Kebucinan Fajri pada Laila istrinya


__ADS_3

Sampai di rumah kedua orang tuanya, Fajri pun memberi salam dan mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


Begitu juga dengan Laila.


"Sayang aku pamit ya... pulang kantor aku akan langsung kemari. Fajri mencium kening istrinya. Seakan berat meninggalkan Laila. Entah mengapa Fajri begitu bucin dengan istrinya


" Ayo nak kita masuk!" Laila memberikan buah tangan yang dibelinya tadi.


Laila membantu ibu mertuanya memasak untuk makan siang. Ibu Fatimah tidak menyangka jika, Laila begitu mahir di dapur. Ibu Fatimah beranggapan jika menantunya itu tidak tahu tentang dapur karena Laila selalu di layani oleh pembantu dirumahnya.


"Ibu biar aku yang cuci piring. Ibu istirahat saja.


Ibu Fatimah pun mengambil sapu, dan lagi-lagi dicegah oleh Laila.


" Ibu, ibu istirahat saja. biarkan aku yang kerja ibu ya... " aku ini kan juga anak ibu, jadi ibu jangan sungkan dengan aku.


"Tapi nak, ibu tidak biasa tidak kerja. Ucap Ibu Fatimah.


"Laila pun tersenyum, kalau begitu ibu duduk dan temani aku disini gimana?


Ibu Fatimah pun mengalah, dan terus melihat Laila bekerja. sangat telaten Laila bekerja. Ibu Fatimah sungguh tidak percaya. karena rasa penasaran ibu Fatimah pun memberanikan diri untuk bertanya.


" Nak ibu minta maaf, apakah di rumah kau sering bekerja seperti ini?


"Terkadang bu... saat aku bekerja di dapur dayan melarang aku, tapi aku tidak menghiraukan biar bagaimana aku seorang perempuan bu. senyum Laila. " jika tengah malam aku Lapar, aku yang masuk dapur memasak sendiri. tidak enak membebankan pekerjaan pada para pekerja di rumah, selagi hal itu masih bisa dikerjakan sendiri. mereka juga punya hak untuk istirahat.


"o... iya ibu, kalau boleh tahu kak Fajri suka makan apa? lanjut Laila bertanya.


" Fajri tidak suka pilih makan sayang. apa yang ada itu yang dimakan.


"Benarkah bu. Sungguh aku beruntung memiliki suaminya sepertinya.


"Harusnya Fajri yang beruntung memilikimu, kau wanita yang begitu tulus.


" ah... ibu, aku jadi tersanjung. Laila memeluk ibu mertuanya. Ibu Fatimah pun mengelus lembut pundak menantunya.


Laila pun menanyakan perihal suaminya dengan banyak hal. mulai dari waktu masa kecil hingga Fajri tumbuh menjadi seorang pengusaha sukses


"Walau Fajri seorang pengusaha sukses, dia tidak terbiasa hidup


bermegah-megahan, baginya memiliki rumah seperti ini dan keluarga menyayanginya itu sudah cukup.


" Lalu kenapa ayah ikhsan mau bekerja dengan ayah di kantor?


"Itu karena ayah ikhsan sangat mencintai sahabatnya. dia tidak ingin ayahmu bekerja seorang diri. itu janji mereka saat masih muda akan selalu bersama. di samping ayah ikhsan mendampingi ayahmu dia juga berusaha membimbing Fajri untuk menjadi yang sekarang. Ayahmu David tamin orang pekerja keras dan pantang menyerah. sikap itulah yang selalu ayah Fajri jadikan motivasi untuk suamimu.


Setelah Laila banyak bercerita dengan ibu mertua dan makan siang sudah siap, Laila pun masuk kamar suaminya beristirahat.


***


Di kantor, Fajri begitu disibukkan dengan banyaknya pekerjaan. Mala masuk dan memberikan dokumen.


"Pak bos boleh kah kami menemui Laila hari minggu?


" Ada hal apa? Fajri terus menandatangani dokumen yang ada dihadapannya.


"Pak bos, kok nanya ada apa? pak bos kan tahu kami sahabat Laila."


"Terus? tanya Fajri tanpa melihat Mala dan terus sibuk dengan pekerjaannya.

__ADS_1


" u....Laila....gimana kamu bisa setiap hari menghadapi orang dingin seperti ini, tidak aku bayangkan hari-harimu.Mala bergumam dalam hati dan beranggapan. Padahal jika di depan isterinya Fajri sangat romantis.


"hem... Fajri membuyarkan lamunan Mala. Kenapa kamu bertemu dengan istriku? tanya kembali Fajri


" anu pak bos, kami rindu pak bos untuk kumpul. Kami janji tidak akan mengajak Laila keluar tanpa seizin dari pak bos. sure deh! Mala menaikan jarinya✌✌


"Baiklah! "sudah kan?


" Iya Pak bos! saya.... per.. misi. Mala pun keluar dari ruang direktur itu.


saat Fajri akan bersiap pulang Rani masuk dan mengonfirmasikan klien sedang menunggu diruang rapat.


"Kamu atasi bersama sekertaris Haris, aku yakin kalian bisa karena saya Rapat di tempat Lain.


" Maksudnya bos? Rani heran karena dalam catatannya tidak ada lagi pertemuan untuk hari itu.


"Suatu hari nanti kalian akan Tahu. dan untuk meluncurkan Parfum terbaru kalian dinegosiasikan dengan perusahaan cabang. Sampaikan pada sekertaris Haris.


Setelah Fajri Keluar sekertaris Haris masuk keruang direktur dan melihat Rani merapikan ruang direktur.


"Apa tuan bos sudah pulang?


" Ya... Seperti yang Anda lihat. sahut Ranj


"Terus bagaimana dengan klien yang sudah menunggu. Sekertaris Haris terlihat bingung.


" Kita yang diminta untuk mempresentasikan. ucap Rani lagi.


"Tapi, aku belum mempelajarinya. Sekertaris Haris berkata jujur.


" Apa? bukankah kemarin aku sudah kirim lewat email Anda? maaf maksud saya pak.


" Ha... aku? pak jangan bercanda deh, mana bisa? bapak kan tahu aku tidak pede pak! "


"jika aku bilang kamu ya. kamu. yang bos siapa?


" situ. maaf maksud saya bapak.


"Terus.


" tapi pak, bapak jangan salahkan aku ya jika misalkan nanti aku buat kesalahan.


"tenang saja, aku akan bantu dengan. ... Doa. Sekertaris Haris tertawa dan itu pertama kalinya Rani melihat pak Haris tertawa. " sudah lah ayo! "


Mereka pun masuk ruang rapat. dengan BISMILLAH Rani memberanikan diri maju. Sekertaris Haris menahan tawa melihat mulut Rani komat kamit.


"lucu juga gumam sekertaris Haris.


Ramli dan Mala yang juga ikut rapat kali itu melihat sekertaris Haris terus memperhatikan Rani menjelaskan dan sesekali terlihat tersenyum.


semua bertepuk tangan setelah Rani selsai mempresentasikan dan Rapat lun selsai.


" Bagus ternyata kamu cukup berani.


karena hari ini kita dapat tender aku traktir kalian ucap sekertaris. pulang dari kantor mereka pun yaitu Mala, Ramli dan tiga karyawan lainnya menuju sebuah restoran.


Maka memasang status di WA pribadinya. tidak menyangka jika sekertaris meleleh karena Rani wkwkwkwk.... cieeee


****

__ADS_1


Laila yang asyik melantai membaca buku diruang kerja suaminya melihat status Mala dengan serius.


Fajri sampai di rumah orang tuanya dan mencari istrinya.


"assalamu'alaikum ibu. Laila dimana?


" Putra ibu, dulu kalau pulang pasti yang ditanya ibu. sekarang, karena sudah punya pendamping Ibu sepertinya sudah tidak dicari nih.


"Ibu, ibu kan sudah didepan Fajri . lucu deh. Fajri tersenyum dan mencium tangan ibu dan ayahnya.


cek lek...


suara pintu terbuka dan Fajri tidak menemukan istrinya, Fajri melihat jilbab Laila di atas kasur.


" Kemana dia? pikir Fajri dan melihat ruang kerjanya terbuka. dengan pelan Fajri melihat istrinya melantai dengan buku ditangannya sebelah dan tangan satunya memegang ponselnya.


dengan pelan Fajri berjongkok dibelakang istrinya dan melihat layar ponsel istrinya.


Laila tampak senyum sendiri tidak menyadari suaminya sudah di belakangnya


Fajri mengecup pipi istrinya membuat Laila kaget


"Astaghfirullah sayang, bikin kaget aja si.... salam kek. ih.... Laila memegang dadanya sambil melihat Fajri dibelakangnya sedang berjongkok.


" Lagi ngapain sayang m...? Fajri melihat buku miliknya yang berkaitan wanita bertumpuk di depan istrinya.


"Nih coba lihat deh sayang. Sekertaris mu sepertinya pendekatan nih dengan sahabat aku. Laila memperlihatkan Foto sahabatnya makan di restoran dimana sekertaris haris menatap Rani yang duduk disampingnya sambil tersenyum.


" Ya gak apa-apa sayang. itu urusan mereka. dan urusan kamu sekarang adalah melayani suamimu. Fajri mengangkat tubuh istrinya menuju kasurnya.


"Sayang turunin aku, ini udah sore sayang. bentar lagi magrib.


" s.... Ayah ibu bisa dengar lho Kalau kau berisik sayang. kamarku tidak memiliki peredam suara.


Fajri meletakkan istrinya dengannya pelan di atas tempat tidur. dan menciumnya.


Mereka pun larut dalam permainan itu yang membuat jiwa seakan melayang. hingga akhirnya keduanya pun berada di tingkat puncak gunung yang tinggi.


"Terimakasih. ucap Fajri dan mengecup kening istrinya. sebelum mereka beranjak ke kamar mandi.


selepas shalat magrib Laila membantu ibu mertua menyiapkan makan mereka. Laila mendapat sebuah pelajaran makan di rumah mertuanya tidak satu pun keluar suara.


" pantas saja Kak Fajri kalau di rumah makan tidak pernah bersuara. batin Laila sambil menikmati hasil masakannya sendiri berlangsung bantuan ibu mertua mengajarinya.


Diruang kerja Fajri membuka laptop dan beberapa email masuk dan memeriksanya. saat keluar Fajri mendapati istrinya sedang berganti baju yang cukup menggodanya.


Fajri memeluknya dari belakang dan mencium leher jenjang istrinya sambil mencium aroma tubuh istrinya itu.


"Kamu bahagia, sayang? Fajri me noel hidung mancung Laila dengan jari telunjuknya.


Laila mengangguk dan mengangguk dan mencium pipi suaminya dengan mesra.


Fajri memeluk erat pinggang Laila dan merapatkan dengan tubuhnya sambil melihat pantulan mereka di cermin. Fajri mencium Laila.


"Kamu tidak bosan memeluk dan mencium aku seperti ini? Tanya Laila mengecup bibir suaminya.


"Selama aku masih bernapas aku tidak akan pernah bosan. dan akan selalu seperti ini. bahkan aku berdoa agar hatiku dan hatimu Allah selalu menjaganya dan selalu menyatukannya. " Aku mencintaimu sayang aku, Laila David tamin. Fajri menatap istrinya itu.


"I love you to....

__ADS_1


__ADS_2