Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 15 Hati Laila mulai terketuk


__ADS_3

Sudah satu jam Fajri menunggu di mobil tapi, Laila tidak kunjung tiba. Saat Fajri masuk ke kampus bertha memanggilnya.


"Bertha? sapa Fajri dan melihat sekeliling kampus. Kenapa kampus seperti sunyi?" Fajri heran.


" Sebagian putra putrinya mengikuti kajian islami di aula mereka berkumpul di sana." tunjuk bertha


"Kajian islami? ulang Fajri meyakinkan.


" Ya..... jawab Bertha."


" Baiklah aku akan ke sana." Fajri


"Kau tidak memberiku ucapan selamat? Hari ini aku menyelesaikan ujian skripsi ku." Bertha menghentikan Fajri.


" Fajri berbalik. "Selamat untukmu." Fajri tersenyum dan Bertha mengucapkan terimakasih.


Bertha tersenyum dan menunggu kalimat berikutnya, namun Fajri hanya mengucapkan kata itu membuat Bertha sedikit kecewa. Fajri pamit.


"Bertha melihat Fajri terus berlenggang menuju aula. "suatu hari nanti aku berharap bisa bersamamu." Bertha penuh harap.


Fajri melihat Laila duduk begitu serius mendengar kajian islami tentang


AKU MILIKMU


Dalam surah .Al-Baqarah : 155 telah Allah jelaskan bagiamana Allah datangkan sebuah ujian.


Kami pasti akan menguji mu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar,


Bagiamana pun bentuk ujian yang menimpa kita kuncinya yaitu sabar. Sabar bukan berarti kita diam saja Tapi menerima dengan lapang dada dengan cara menjalani semua peran kita tanpa ada beban. Selalu bersyukur menjalankan semua perintah Allah dengan penuh ikhlas.


Dalam menjalani hidup tentu saja bukan hanya kebahagiaan yang dirasakan manusia, namun juga merasakan gundah dan galau dikarenakan berbagai masalah yang dihadapi. Jika kamu seorang muslim, ketika ditempa berbagai persoalan hidup, tentunya akan tenang jika berdoa dan memohon kepada Allah. bukan hanya seorang muslim. bahkan agama lain pun ketika ditimpa sebuah bu jian mereka memohon kepada tuhannya.


"Laila sesekali terlihat menghembuskan napas dan tidak terasa air mata menetes di pipi kanannya.


" Laila kau kenapa? Kenapa menangis? Rani dan mala kaget melihat Laila tiba-tiba menangis.


"Aku hanya terharu dengan kajian ini. Ucap Laila


" Iya. Benar, aku juga merasa ada yang kurang dalam diriku. Mala.


Ketiga sahabat itu kembali mendengar kajian itu.


Kita milik Allah dan suatu saat akan kembali pada nya. Saat kita mendapatkan sebuah ujian maka ucapkanlah innalilahi wainnailaihi raji'un

__ADS_1


Allah Subhana Wa Taala berfirman


"(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyala kami kembali)."


(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 156)


Selesai kajian itu semua bubar dan bersiap untuk pulang. Kini Laila dan dua sahabatnya sudah menuju tempat parkir.


Pi......p


Pi... ..p


Suara klakson mobil mengagetkan Laila.


"Astagfirullah..... Laila spontan mengucapkan kalimat istighfar.


Mala dan Rani kaget mendengar ucapan yang keluar dari bibir Laila. Laila sendiri kaget dengan apa yang dia ucapkan.


" Ayo masuk! " Fajri sudah di depannya.


Laila meminta Rani ikut dengannya. Entah mengapa semenjak Laila ditolak secara halus oleh fajri dia merasa malu dengan dirinya sendiri.


"Aku ikut dengan Mala saja ya.... Rani menolak untuk ikut.


Fajri cukup heran melihat tingkah Laila. Seperti menghindari dirinya. Sepanjang perjalanan Laila menyibukkan dirinya membaca buku sesekali Rani mengajak Laila bercerita. Entah mengapa Laila benar-benar merasa malu dan merasa tidak pantas untuk Fajri.


Laila melihat ponselnya. Mala menelpon.


"Assalamu'alaikum." Laila mengucapkan salam."


"Mala tercengang mendengar ucapan Laila dibalik telpon. "anak itu gak disambar petir siang bolong kan? batinnya.


" halo.... Mala, kau masih di sana kan?


"Yap.. gue masih disini. Rani ikut denganmu?


"Ya.... dia bersamaku. " Laila melirik Rani yang sedang sibuk dengan Ponselnya.


" baiklah hanya itu yang aku mau tanyakan bay.....


Sambungan telpon terputus. Fajri sedikit menyunggingkan senyum diwajahnya. mendengar awal kata Laila menelpon.


Laila terdiam dan akhirnya Laila menelpon kedua orang tuanya namun tidak ada jawaban.

__ADS_1


Setelah mengantar Rani, Laila meminta Fajri mengantarkannya ke toko buku. Beberapa menit kemudian tibalah mereka di toko buku.


"Tunggu saja di mobil tidak usah mengawal aku, aku bisa jaga diri sendiri.


Fajri hanya bisa menuruti kemauan Laila dan menutup kembali pintu mobilnya.


Laila turun dan masuk ke toko buku. memilih beberapa buku. terlihat di sana judul buku yang dipilihnya, Tawakal, perempuan sholeha , Yang Membolak-balikkan Hati.


Laila kembali masuk mobil setelah membeli buku yang di inginkan. kembali Laila menyibukkan diri dengan membuka lembar demi lembaran buku yang dibelinya untuk menghilangkan rasa kecanggungan antara dirinya dengan Fajri.


"Pinggirkan sebentar mobilnya di restoran depan sana." Tunjuk laila


Fajri kembali menuruti kemauan Laila. Sampai di sebuah restoran Laila turun. Fajri bingung harus bagaimana akhirnya Fajri pun menyusul Laila masih di restoran itu.


Laila memesan hanya untuk dirinya. sementara Fajri ingin rasanya menertawakan dirinya sendiri seakan Laila seperti mengerjai dirinya.


"Makanannya bisa di percepat tidak sedikit.


" Gak bisa. Aku mau menikmati makananku kalau kau pulang, pulanglah! aku bisa naik ojek online."


Fajri mendengar seketika memilih untuk diam. jika tidak yang ada akan keluar lagi nantinya kata mutiara dari bibir putri tuannya itu.


Karena bosan menunggu Fajri pun memesan minuman panas satu gelas untuknya. Laila yang mendengar itu hanya tertawa dalam hatinya.


Sambil menikmati makanannya Laila kembali membaca bukunya. Cuek dengan keadaan sekitarnya, Laila hanya mengikuti kata hatinya saat ini. Tampak sesekali Fajri melihat Laila begitu serius membaca buku yang dibelinya tadi yang judul sampulnya Yang Membolak-balikan Hati.


Selesai acara makan Laila beranjak dari tempatnya yang di susul oleh Fajri di belakang. Permintaan Laila selanjutnya meminta Fajri membawanya ke sebuah panti asuhan. Kini Fajri paham mengapa Laila tadi memesan makanan begitu banyak di restoran.


"Maaf jika terlalu merepotkan mu hari ini."


Diam-diam Fajri mengagumi sisi lain Laila yang kini baru ia ketahui jika jiwa sosial Laila begitu tinggi.


****


Sampai di rumah Laila langsung turun. Fajri melihat buku Laila. "Tunggu. Kau tidak melupakan buku mu?


Laila berbalik melihat bukunya di dalam mobil dan segera mengambil bukunya


"Terimakasih. Laila berlalu. Fajri benar-benar bungkam dibuat oleh sikap Laila yang berubah lima puluh persen. sebulan ini dia bekerja dan mengenal Laila. Fajri seakan tidak percaya jika Laila bersikap seakan acuh padanya dan sikapnya secepat itu berubah.


"Tuan putri ada telpon dari tuan dan nyonya. Sahut seorang dayan yang menerima telpon rumah. Laila berhenti saat dia sudah menginjakkan kakinya di tangga ke enam dan kembali turun dan menerima telpon dari kedua orang tuanya.


Fajri yang melihat Laila tersenyum sekilas hati Fajri seakan terhipnotis. Fajri dengan segera beristighfar. Dayan Siti yang melihat Fajri ikut tersenyum penuh dengan makna.

__ADS_1


__ADS_2