Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 68 Hati Dalam Dilema


__ADS_3

Hai! author kembali menyapa..... 🤗🤗


Terus berikan dukungannya....


Author selalu usahakan up tiap hari....


buat kamu yang suka cerita ini berikan komentarnya....


jangan lupa berikan LIKE ya😍😍 terus support author agar cerita ini bisa sampai selesai....


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


Saat makan siang Laila menceriakan kedatangan Rama pagi harinya. Rama menemui Laila agar menyampaikan permohonan maaf pada Fajri tidak masuk karena urusan yang harus di selesaikan dengan keluarganya. urusan itu mengenai perjodohannya dengan Rama sekaligus menemui Syakira untuk membantunya masuk Di Universitas yang diinginkan Syakira sesuai dengan perjanjian Syakira dan Rama sebelumnya.


Kini Rama dan Syakira sudah berada di sebuah universitas sedang menunggu temannya. Sambil menunggu Syakira menyelesaikan semua urusannya hari itu. Tepat jam 09.05 mirna teman Syakira datang dan ikut bergabung. Masalah kampus selesai hati itu.


Syakira menghampiri Rama yang masih setia menunggu di mobilnya. Syakira mengetuk pintu kaca mobil Rama dan membungkukkan sedikit punggungnya.


"Terimakasih karena kau sudah memenuhi janjimu." ucap Syakira


"Bagaimana kabar nenek? apa dia sudah sehat? tanya Syakira pada Rama yang sibuk dengan ponselnya.


Rama memasukkan ponselnya ke saku celananya kemudian berbalik kearah Syakira.


"Nenek sudah baik."


"Tapi kau tampak tidak seperti baik-baik saja?


" Benarkah? kamu bisa meramal-ku?


"Sudahlah aku malas berdebat denganmu. Sekali lagi terimakasih. ucap Syakira dan mengajak mirna temannya untuk pergi.


Rama keluar dari mobilnya dan mengejar Syakira.


"Syakira tunggu!"


"Apa lagi. Bukankah urusan kita sudah selesai.


"Sebenarnya aku tidak bisa memaksamu. tapi jika kau bersedia aku sangat bersyukur.


"Apa maksudmu?


"Apakah kamu bersedia menjadi istriku?


"Apa? kamu sudah gila ya.Rama. Setelah kemarin kau mengaku menjadi pacarku sekarang mudahnya kamu mengajak orang kawin. Dasar gila!


" Syakira. tunggu! dengarkan dulu penjelasan-ku. Syakira...... "


Rama terus mengikuti Syakira dan temannya Mirna menuju parkiran kampus.

__ADS_1


"Ra... lihat dibelakang kasihan dia. dari tadi mengejar kita. Apa kamu tidak memiliki perasaan sedikit saja untuknya?


"Dia itu orang gila. awal pertama aku bertemu dengannya aku sudah dibuat kesal sampai hari ini.


Syakira sampai diparkiran kampus. Membuka pintu mobilnya. Rama datang dan menahan pintu mobil itu.


"Syakira aku benar-benar serius. aku tidak mau dijodohkan dengannya aku tidak mencintainya. Aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai dan itu adalah kamu.


Deg......


Syakira tidak tau harus menjawab apa. Syakira melihat Rama dengan tajam. Lalu memaksa Rama melepaskan tangannya dari pintu mobilnya.


"Lepaskan tanganmu, Rama! "


"Baiklah Syakira aku berikan waktu selama satu minggu untuk memberiku jawaban.


"Serah......!"


Rama menurunkan tangannya. Seketika Syakira menutup pintu mobilnya. Mirna melihat Syakira cukup frustasi.


"Ra... apa sih sebenarnya yang terjadi?


Syakira pun menceritakan awal pertemuannya dengan Rama hingga sampai sekarang. Mirna membulatkan matanya dan sedikit merasa lucu.


"Gak kenal maka tidak sayang, Syakira. mungkin kamu perlu mengenalnya dulu. jaman sekarang sangat jarang laki-laki yang langsung jujur seperti dia.


Syakira masih terngiang dengan ucapan Rama. "Syakira aku benar-benar serius. aku tidak mau dijodohkan dengannya aku tidak mencintainya. Aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai dan itu adalah kamu."


Syakira mengantar mirna sampai di rumahnya. Mirna mengajak Syakira untuk singgah namun Syakira menolak.


"Lain kali aja ya, mir. Aku pamit."


Syakira dalam dilema dengan perkataan Rama. Syakira merasa Rama orang yang memaksa. Syakira tidak suka itu. Syakira terus berfikir bagaimana bisa Rama mencintai dirinya sedangkan baru beberapa hari ini mengenalnya.


"Tidak masuk akal." Syakira bermonolog.


Sampai di rumah Syakira langsung masuk kamar dan mengunci diri. Syakira merasa Frustasi dan merasa tidak tenang dengan semua ini.


Tepat jam 3 sore menjelang magrib Fajri baru pulang dari kantor. sebelumnya dari rumah sakit memeriksa kandungan Laila dan dinyatakan bayi dalam kandungannya sehat.


"Sayang, kamu harus banyak istirahat dengar kata dokter. juga, jangan lupa minum obatnya.


Laila duduk dengan hati-hati. Syakira keluar dari kamarnya setelah mendengar suara Laila dan Fahri.


" Ayah dan ibu dimana?"


"Aku juga tidak tau kak. pulang dari kampus ibu dan ayah memang sudah tidak di rumah.


***

__ADS_1


Ibu Fatima dan pak Ikhsan ternyata berada di rumah sakit menjenguk nenek Rama. Murni sifat kemanusiaan setelah mendengar kabar jika nenek Rama mogok makan.


ibu Fatima datang sekaligus juga minta maaf atas tidak kenyamanan itu. lama berbincang dan ternyata nenek Rama mengenal baik ayah dan ibu Dari Fatimah.


Ibu Rama datang nenek Rama menjelaskan siapa ibu Fatima dan pak ikhsan.


"Senang berkenalan dengan anda nyonya. Harusnya kami yang meminta maaf karena Rama putri anda ikut terlibat. Anak itu memang tidak tau maunya apa. Diminta kawin saja sangat sulit.


Pak ikhsan dan ibu Fatima tersenyum lucu mendengar ucapan Ibu Rama.


"Nenek malam itu, sangat bahagia ketika Rama membawa calon mantu untuknya. Nenek sudah terlanjur jatuh hati pada putri anda. Maaf, bukan maksud kami-." ucapan itu terpotong karena merasa malu pada pak ikhsan dan ibu Fatima. Ibu Rama diam.


Setelah lama berbincang ibu Fatima dan pak ikhsan pamit. suara nenek Rama memanggil Fatima.


"Nak Fatimah. Jika kamu tidak keberatan maukah aku jadikan putrimu sebagai menantuku?


Ibu Fatima berbalik. Pak iksan sedikit kaget mendengar permintaan nenek Rama.


"Bagaimana nenek bisa berkata seperti itu. maksud kami mengapa nenek begitu yakin, Syakira pantas menjadi bagian keluarga anda.


"Aku melihat bahwa dia wanita yang pantas untuk Rama." ucap nenek Rama.


"Maaf nek, bukan maksud kami menolak hal baik ini. Tapi ini tentang hati dan dua jiwa yang berbeda."


"Nenek mengerti. maafkan aku sudah tua ini." ucap nenek Rama dan tersenyum.


Ibu Fatima dan pak ikhsan kembali pamit. sepanjang perjalanan pulang ibu Fatima terus memikirkan perkataan nenek Rama.


"Jangan dipikirkan. jangan merasa tidak enak hati. sahut pak Ikhsan.


Beberapa menit kemudian pak Ikhsan dan ibu Fatima sampai di rumah. Syakira membuka pintu melihat ayah dan ibunya tiba. Ibu Fatima melihat Syakira dan tersenyum.


"Ibu dan ayah dari mana? dan muka ibu kenapa seperti itu?


" Ibu dan ayah dari silaturahmi di rumah. teman.


"Teman? lalu kenapa ayah dan ibu larut bru pulang. apa ada sesuatu?


"Tidak nak. ibu cuma kelelahan. ucap ibu Fatima pada putrinya.


Syakira tidak menyahut lagi. sebuah pesan masuk di ponsel miliknya dan itu dari Rama.


["Aku berharap kamu mau menerima itikad baikku. jika cinta itu belum tumbuh di hatimu setidaknya buka lah ruang hati itu untukku. aku yakin seiring berjalannya waktu setelah halal dengan pelan kamu bisa menerimaku."]


belem selsai pesan itu terbaca pesan berikutnya masuk.


["Syakira, ini tentang perasaan. kamu pasti berfikir bagaimana bisa aku mencintai dirimu sedangkan baru beberapa hari ini kita saling mengenal. Bukankah cinta itu datang tak terduga?"]


Syakira Dilema, hatinya mendua......

__ADS_1


__ADS_2