Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 40 Laila dan Fajri saling mengungkapkan perasaan.


__ADS_3

Kini Fajri tengah menatap Makhluk Allah yang kini sudah halal baginya. Tersenyum, rasa bahagia menyelimuti ruang hatinya. Tidak menyangka Wanita yang dulu mengejarnya bahkan pernah pernah digilai dirinya, sedikit Fajri kehilangan sosok wanita itu.


"Sungguh kau maha sempurna Ya Allah. batin Fajri sambil menatap terus wajah istrinya.


Laila dengan pelan membuka matanya dan melihat suaminya menatapnya.


" Assalamu'alaikum sayang. Fajri tersenyum.


Cup.... satu kecupan mendarat di *** Laila.


"Mereka saling menatap. Wa alaikum salam. Laila mengingat kejadian semalam dimana dirinya begitu liar. jangan menatapku seperti itu! " stop mau ngapain? "


"Kenapa sayang, apa tidak boleh mengecup istriku. kamu kira aku mau ngapain? atau, kamu masih ketagihan sayang? kalau aku sih, Sip aja. Fajri mengedipkan matanya." Jangan malu-malu minta sayang, kalau masih menginginkan. aku siap selalu. goda Fajri


"Apaan sih yang...!" siapa juga yang mau? itu juga masih sangat sakit kok." Laila merona karena Fajri menggodanya.


" Benar nih tidak ketagihan? gak sakit lagi sayang kalau keseringan. Padahal kamu lho sayang yang sangat.... Ucapan Fajri terpotong karena tangan Laila menutup mulut suaminya.


"Tidak usah diingatkan, malu tahu yang. Udah ah... geser, aku mau mandi. Laila menggeser badan suaminya namun Fajri tidak bergerak bahkan Fajri mendekatkan wajahnya semakin dekat.


Cup....


satu kecupan mendarat di ***r istrinya yang membuat Laila merona. Dengan kekuatannya Laila berusaha menghindar dari suaminya.


" Baiklah aku akan melepaskan dirimu sayang.Tapi, kecup dulu disini. Fajri menunjuk bibirnya.


"Kan tadi sudah yang, Oga deh."


"Kan tadi aku yang duluan sayang. sekarang giliran mu, Seperti tadi malam sayang! bisik Fajri.


" Jangan meledekku! "


"Aku tidak meledek mu sayang, itu fakta.


" Iya tapi, tidak usah dibahas. aku....malu." lirih Laila yang membuat Fajri ingin rasanya menjamah kembali istrinya namun waktu subuh sudah tiba.


selesai shalat berjamaah Laila meraih tangan suaminya dan menciumnya sementara Fajri mengecup kening istrinya dan saling meminta maaf.


setelah Laila membuka mukena miliknya Fajri langsung menggendong istrinya menuju kasur mereka. keduanya saling menatap begitu dalam. Laila membiarkan suaminya terus mencumbunya karena memang sama-sama menginginkan.


Fajri terus memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat Laila melayang. Sentuhan itu membuat Laila tidak sadar mengeluarkan ***n.


hal itu membuat Fajri semakin menggila. Hal semalam kembali terulang dan terulang entah beberapa kali keduanya melakukan penyatuan. hingga akhirnya keduanya tak berdaya.


Fajri mengecup kening istrinya dan kembali berdoa. hingga akhirnya keduanya harus kembali membersihkan diri.


***

__ADS_1


Ibu lucia yang melihat ruang makan sepi heran, karena biasanya jam begini Laila dan suaminya sudah di depan meja makan.


"Apakah suami Laila sudah pulang? tanya ibu Lucia pada salah satu dayanya.


"Sudah ma..... kenapa? biarkan mereka menghabiskan hari bahagia mereka. jawab David Tamin dari belakang yang baru keluar dari kamar.


"Ayah? tahu dari mana kalau Fajri sudah pulang bukankah ayah tadi malam juga sudah tidur.


" Mama tidak usah kepok. berdoa saja rumah ini akan segera hadir seorang cucu." senyum David tamin.


"Ibu lucia mengerutkan keningnya.


" Mama seperti tidak pernah mudah saja. Ayo kita makan ayah lapar nih! "


"Ayah yakin kita akan punya cucu?


" InsyaAllah."


"Amin. semoga saja ya.... ucap Ibu lucia dan kemudian, ibu lucia memanggil dayanya.


***


sementara dikamar, Laila dan Fajri masih betah bermesraan. Laila sedikit mengurai pelukan dan membingkai wajah Fajri. Perlahan, Laila mengecup bibir itu.


"Apakah kau bahagia menjadi istriku?


" Kenapa kau menanyakan hal itu padaku? Laila membelai rambut suaminya itu.


"Siapa tidak bahagia memiliki suami yang bisa mengimani istrinya. Bahkan sebelum aku menikah denganmu, aku sudah salut. kau begitu menghargai aku sebagai seorang wanita. Laila mengingat kembali dimana Fajri menutup tubuhnya saat itu. saat dirinya belum hijrah.


Fajri meraih tubuh istrinya dan memeluknya.


"Dulu kau sempat menutup tubuh ini dengan jas mu. "


"Iya. aku ingat. " ucap Fajri mengingatnya.


"Jadi, saat itu kau benar-benar tergoda? Laila berbalik melihat wajah suaminya.


" Sayang siapa tidak tergoda kalau kau berpakaian seperti itu. sebagain ini, Fajri menunjuk dada istrinya. hampir terlihat. menurutmu?


"Jangan bahas lagi. aku malu dengan diriku yang dulu, pasti aku sudah banyak mengumbar dosa. Laila cemberut.


" Untuk itu perbanyak istighfar dan teruslah berhijrah. Hijrah itu memang tidak mudah sayang, karena hadiahnya adalah surga. Tapi, berpakaian telanjang di depan suami itu dapat pahala lho, sayang.


"Ih... apaan sih...... mulai deh." Laila membuang mukanya karena malu.


" Itu benar, sayang. tahu kenapa? karena menyenangkan suami pahalanya juga surga lho." Fajri mengedipkan sebelah matanya menggoda istrinya.

__ADS_1


Laila berdiri dan membuka gorden kamarnya hingga sinar matahari masuk melalui cela-cela jendela.


"Fajri kembali memeluk istrinya dari belakang. "Jantung rumah adalah seorang istri. Jika hati istrimu tidak bahagia maka seisi rumah akan tampak seperti neraka, aku ingin kau selalu tersenyum, aku juga manusia biasa yang tidak menutup kemungkinan akan khilaf. Ada empat persyaratan dalam setiap pernikahan yang membahagiakan. Yang pertama adalah iman, dan sisanya adalah kepercayaan, aku harap kau selalu percaya padaku."


"Laila berbalik. "dan aku harap suamiku ini selalu menjaga kepercayaan aku.


"Untuk membangun hubungan yang baik gunakan kepercayaan sebagai 'bata' Artinya jangan mudah terprovokasi dengan apa yang kita lihat yang belum tahu kebenarannya. dan kesabaran sebagai 'semen' artinya sabar karena memang karena Allah. karena terkadang perasaan cinta tidak cukup untuk mewakili. Lanjut Fajri


Terdengar suara pintu kamarnya diketuk. Laila melepaskan pelukan dari suaminya, sementara Fajri bersiap untuk ke kantor.


"Tuan putri nyonya besar memanggil untuk ikut sarapan.


" Baiklah kami akan menyusul.


***


Kini Laila dan Fajri terlihat menuruni tangga. Ibu lucia dan David Tamin melihat ke duanya. Laila berbalik melihat suaminya.


"Ayah dan ibu kenapa melihat kita seperti itu ya? lirih Laila pada suaminya.


" Entahlah, mungkin kamu terlihat bercahaya sayang. kan ...... ucapan Fajri terpotong karena mendapat cubitan kecil dari istrinya.


"Assalamu'alaikum Ayah, Ibu. Sapa Laila dan akhirnya mereka pun sarapan bersama. " tahu gak ayah, ibu momen ini sudah lama aku dambakan dan Alhamdulilah semua itu terwujud.


"Maafkan kami sayang." ucap Ibu lucia.


hingga akhirnya sarapan mereka pun selesai.


" Nak kamu tidak berkunjung ke rumah ibu mertuamu? tanya ibu lucia pada putrinya.


"Kau mau pergi sayang? Tanya Fajri pada Laila


" Baiklah aku akan ke sana, aku juga rindu dengan ibu, aku berganti pakaian dulu.


Sambil menunggu istrinya, Fajri berbincang dengan ayah mertua mengenai perusahaan. dan menceritakan semua tentang Rambo. Bahkan fajri menceritakan siapa putra Rambo. Tapi Fajri menyembunyikan Apa hubungan Laila dulu dengan Andre.


Tidak lama kemudian Laila turun dan menghampiri suaminya. mereka pun pamit. Di tengah perjalanan Laila minta di ngga di toko kue untuk membelikan mertuanya buah tangan.


"Tidak usah sayang, kamu datang Ibu sudah cukup bahagia kok."


" Gak, pokoknya aku mau singgah yang, gak enak kita datang dengan tangan kosong. Ibu dan ayah kamu juga orang tua aku, anak macam apa datang gak bawah apa-apa, malu dong, sayang. "


"Baiklah Ratu. Raja ikut saja apa maunya ratu karena kalau dibantah takutnya ga dapat jatah malam nanti.


" Mesum deh. mulai lagi kan. "Laila sedikit kesal.


Fajri pun tertawa melihat istrinya merajuk. dan sampailah mereka di toko kue.

__ADS_1


****


Terus berikan dukungannya, author sadar masih banyak menyimpan kekurangan.... maaf ya..... baru update.... 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2