Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 46 Gara-gara kain pel manual


__ADS_3

Up


Up


berikan terus dukungan kalian. author sadar karya ini masih jauh dari titik kesempurnaan..... jangan lupa beri like nya ya... 🙏🙏😉😉😉😉😉


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini Fajri sudah sampai di kediaman David. Masuk dalam rumah dan hendak naik tangga tiba-tiba David Tamin alias ayah mertua Fajri memanggilnya. Fajri pun mengikuti ayah mertua masuk ke ruang kerja milik tuan David Tamin


"Fajri, aku percayakan perusahaan padamu dan juga ayah sudah tahu siapa dirimu?


" Ayah tahu? Ayah tahu dari mana?


"Aku menemui ayahmu, dan ayahmu menceritakan semuanya tetang jati dirimu. Aku tidak menyangka saat perusahaan hampir bangkrut ternyata diam-diam kamu menyelamatkan perusahaan ayah, Terimakasih. ucap David tamin


" Dan juga ayah tidak menyangka jika kamu adalah CEO Fashion Group itu. Sungguh diluar dugaan saya. Seorang CEO Fashion Group yang dikenal banyak kalangan hidupnya begitu sederhana, dan kesederhanaan itulah yang membuatku kagum denganmu. sungguh luar biasa dan kau juga menerima putriku dan memberikannya cinta dan kasih sayang. Kau menerima dia apa adanya, kau merubahnya. Seiring berjalannya waktu Ayah harap rumah tanggamu selalu di penuhi keberkahan. Ayah betul-betul tidak tahu harus mengucapkan apa." Ucap David tamin pada menantunya dan begitu terharu


"Ayah, semua sudah menjadi takdir, aku hanya perantara. Semua terjadi atas izin-Nya. Dan aku juga bangga pada anda, ayah. Semangat tidak pernah pudar dalam diri anda.


David Tamin berbalik dan memeluk menantunya itu dan mengucapkan terimakasih.


" Ajarkan lah akhlak yang mulia untuk istrimu. Aku titip sepenuhnya putriku padamu, teruslah tanamkan hidup sederhana kelak nanti keturunanmu.


"Tentu ayah. Dia istriku, dia tangung jawabku dunia akhirat."


" Ayah menunggu cucu darimu. David menepuk menantunya dan keluar dari ruang kerja menyisakan Fajri berdiri terdiam di sana mendengar kata CUCU.


"Fajri tersenyum, dia melupakan hal itu. Cucu? Ayah meminta Cucu? Kenapa aku tidak berfikir ke sana? Fajri keluar dari ruang kerja dengan dipenuhi Kupu-kupu di kepalanya.


Dayan Atung yang sedang mengepel diluar. Fajri tidak menyadari jika di depannya ada ember berisi air.


" Tuan awas! " Ucapan atung belum sampai Fajri sudah menabrak ember itu.


Buk... Trak...... air ember tumpah seketika bersamaan tubuh Fajri terduduk dilantai. Celana yang dikenakannya, basah.


"Atung.................... !! " Fajri berteriak membuat semua penghuni rumah keluar melihat apa yang terjadi?


"Laila yang melihat keadaan suaminya dari lantai atas segera berlari turun menghampiri Fajri yang kini dalam keadaan basah. Astaghfirullah, sayang. Kok bisa? Atung, kenapa bisa seperti ini?"


Atung yang mendengar namanya dipanggil oleh tuan putrinya tanpa embel kata Dayan. Atung heran.


"Atung kenapa melamun? Apa yang terjadi?


Seorang dayan datang dan memberikan handuk pada tuannya dan dayan lainnya membersihkan air yang tertumpah.


" Begini tuan putri, tuan muda keluar dari ruang kerja dan tersenyum sendiri. Terus berjalan seperti sedang menghayal, aku sudah berusaha menghentikan tapi, tuan muda tidak menghiraukan dan akhirnya menabrak ember itu dan terjatuh." Atung menundukkan kepalanya sambil melirik tuan putri dan tuan mudanya. Atung berharap tuan putrinya tidak memarahinya.


"Apa? Hahahaha...... Sayang, kamu tuh... Lucu tahu gak? Apa sih yang dipikirkan? Hah?


" Atung nya aja yang salah sayang. Kenapa juga pakai pel manual. Seperti itu!" Fajri menyalahkan kain pel manual yang dipakai Atung.


"Iya tuan, saya lagi yang salah. Tadi saya tidak menemukan pel lainnya dan hanya menemukan ini. Maaf tuan."


"Atung mengalah saja walau tuan mu salah. Repot nantinya." Batin atung.


" Nah...dengar kan sayang." Ujar Fajri setelah mendengar penjelasan atung. Udah lah ayo kita ke kamar. Fajri melangkah dan dibantu oleh istrinya.


"Sangat sakit ya? U.....kasihan..... Laila pun membantu suaminya berjalan. Sementara Fajri memegang pinggangnya.


Sementara ibu lucia yang melihat dari jarak jauh terkekeh, membuat semua pelayanan di sana heran.

__ADS_1


" Kalian tahu? Tuan muda dan tuan putri kalian sedang kasmaran. Ibu lucia kembali terkekeh dan menuju taman belakang sambil ditemani oleh Dayan siti. "Siti kamu tahu, Aku tidak sabar lagi akan hadirnya seorang anak kecil di rumah ini.


" Iya nyonya, semoga saja gusti Allah secepatnya memberikan amanahnya.Amin.


"Iya semoga saja. Amin.


Sementara dikamar Laila mengoleskan salep anti nyeri di bokong suaminya.


" Sayang pelan-pelan dong! "


"ini sudah sangat pelan sayang. Kamu nya aja yang berlebihan yang. Emang apa sih yang ada dalam pikiranmu sayang, sampai hilang kesadaran dan terjatuh.


" Fajri pun berbalik dan langsung membaringkan tubuh istrinya. "Mau tahu apa yang saya pikirkan? Fajri menatap sendu istrinya itu. dan Laila pun mengangguk. Yang pertama tadi siang apa yang kamu lakukan dikamar, m..... Mau menggodaku? Fajri mendekatkan wajahnya ke wajahnya istrinya.


" Tidak kok. Tadi kebetulan pas habis mandi, suamiku ini kirim pesan, nanya lagi apa?


yasudah malas jawab dengan mengetik aku kirim foto aja. Simpel kan?


"Iya, tapi perbuatan kamu itu, membuatku tidak tenang sayang. Apa lagi foto kedua yang kamu kirim. membuat aku benar-benar hilang akal. Tangan Fajri mulai nakal.dan menyibak baju yang dikenakan istrinya itu.


" Apa hubungannya sayang. Itu kan cuma foto. Lagian tadi aku itu sedang bongkar-bongkar pakaian di lemari dan menemukan baju itu. Ucapan Laila terhenti karena Fajri sudah termakan oleh keinginannya untuk melakukan lebih pada istrinya. "sayang, ini gak sakit lagu nih? tunjuk Laila pada bokong suaminya


"Diam lah sayang dan nikmati saja. Kita harus berusaha keras agar bisa menghadirkan seorang cucu.


" Apa? Laila mulai ikut larut dalam permainan suaminya.


Tak ada lagi suara percakapan terdengar di dalam kamar itu. Yang tersisa sesekali suara **"** yang memenuhi ruangan itu.


Sesuatu yang diharamkan dengan melalui sebuah pernikahan semua menjadi halal dan bahkan berubah menjadi sebuh ibadah dan pahala saat keduanya saling ikhlas dan ridho. Sebagai seorang istri memiliki kewajiban dan hak terhadap suaminya dan begitu juga seorang suami. Bukan hanya nafkah lahir yang harus dipenuhi tapi nafkah batin juga harus terpenuhi dan ikatan hubungan suami istri.


Berapa jam pertempuran itu dan Fajri berhasil menanam benih di sana, berharap benih yang ditanam dapat tumbuh dengan baik hingga menghasilkan sesuai pengharapan.


"aku mencintaimu. Fajri mengecup kening istrinya.


I love you to.


***


Di sebuah restoran seseorang Laki-laki dengan kumis cukup tebal dan memakai kacamata sedang menunggu seseorang. Mala terus mencari dimana orang yang akan ditemuinya , dari jarak jauh tampak terlihat Mala sedang berdiri dan mencari meja No 10.


"Maaf meja no 10 dimana ya? Tanya Mala pada pegawai restoran itu.


Mala pun berjalan sesuai petunjuk oleh pegawai restoran itu. Mala melihat seorang Laki-laki sedang menunggu dirinya.


" Hai.... Assalamu'alaikum, ucap Mala dan masih berdiri. Karena Laki itu tertunduk sedang bermain dengan ponsel miliknya.


"Laki-laki itu pun mengangkat wajahnya, Kaget siapa wanita di depannya. Mala? Gumamnya.


"Apa? Jadi Laki-laki ini adalah calonku? Kumis begitu tebal. .... Ya Allah inikah jodohku. Ingin rasanya aku segera menghilang. Apa yang harus aku lakukan? Gumam Mala dalam hatinya dan memaksa dirinya tersenyum ramah.


" Sepertinya dia tidak mengenaliku, baguslah akan aku lihat setulus apa cintamu. Mala? Gumamnya. "Maaf saya lupa, duduklah. Kenalkan namaku Ghifari.


" Mala. Mala memperkenalkan namanya, duduk dan kikuk karena laki- kaki depannya itu terus menatapnya. Tidak lama kemudian jamuan makan malam mereka datang.


"Kita lihat, apakah kamu mengenaliku? Mala... Mala.... Enak juga ya.... Dijodohkan seperti ini dan momennya pas wanita yang kita kenal. Gumam Ramli


Flashback Ramli


Pulang dari kantor kedua orang tua Ramli memintanya untuk menemui wanita pilihannya. Awalnya Ramli menolak bukan karena tidak mau tapi, karena lelah. Namun ibunya memiliki banyak ide, yaitu berpura-pura merajuk untuk mendapatkan hati putranya itu. Hingga akhirnya Ramli pun menuruti keinginan ibunya.


"Ingat ya.. Nak perjodohan ini harus terlaksana, ibu yakin kamu akan menerima wanita pilihan kami. Anaknya cantik dan juga tampak sholeh.

__ADS_1


" Ibu yakin wanita pilihan ibu wanita yang bisa menerima saya? Ibu mana ada wanita zaman sekarang langsung mau.


"Sayang putra ibu kan tampan, sudah punya pekerjaan apa lagi. "


"Baiklah ibu tapi, saya punya ide untuk memastikan apakah wanita ini bisa menerima saya apa adanya atau tidak.


Ramli pun bersiap dan memakai kumis palsu yang begitu tebal dan memakai kacamata. hingga wajahnya Ramli tampak seperti Laki-laki cupu dan kumisnya membuat ibunya tertawa.


"Nak apaan ini sayang. Kamu mau menakuti calon mantu ibu.


" Ibu, aku ingin lihat wanita pilihan ibu, apakah benar wanita pilihan ibu bisa menerima saya atau tidak.


"Terserah deh. Ini nomor meja yang sudah ibu pesan.


Ramli pun berangkat dengan sedikit menggunjing senyum diwajahnya.


'Seperti apa wanita pilihan ibu?


Flashback Ramli pun berakhir


" Maaf apa ada yang salah dengan saya? Tanya Mala melihat Laki-laki di depannya menatapnya seperti menahan senyum.


"Apa kamu menerima perjodohan ini? apa kamu tidak memiliki Laki-laki spesial?


" saat ini aku tidak memiliki kekasih . dalam kamus ku tidak ada kata pacaran. Dulu aku pernah menjalin hubungan dengan seseorang, tapi seiring berjalannya waktu aku memutus kontak dengannya.


"Kenapa? Tanya Ramli ingin tahu alasan Mala.


" Karena aku sadar pacaran tidak ada artinya bagiku. Yang ada hanya bisa menimbulkan rasa sakit hati. Pacaran satu tahun, dua tahun belum tentu jodoh. Ujung-ujungnya yang ada mengundang dosa. Ucap Mala


"Tapi bagaimana jika Laki-laki itu masih mencintaimu? Ucap Ramli lagi ingin tahu apa jawaban Mala.


"Jika memang Laki-laki itu mencintai ku Karena Allah dia pasti mendatangi kedua orang tuaku. Tapi kami hanya saling diam. Tidak ada kejelasan di antara kami. Kami tidak tahu mau dibawah kemana hubungan ini. Ucap Mala terdiam.


Begitu juga dengan Ramli yang masih setia dengan penyamarannya. Entah mengapa dia kehilangan kata-kata.


"Maaf aku masih mencari waktu tepat. Ucap Ramli keceplosan


" Apa? Apa yang anda ucapkan? Mala yang mendengar samar-samar ucapan Ramli.


"Maksud saya mungkin Laki-laki itu masih menunggu waktu yang tepat. Ya mungkin. Ucap Ramli salah tingkah. " Oh ya.. Ayo kita makan! "


Selesai makan malam, Ramli pun kembali bertanya.


"Lalu apa keputusanmu tentang perjodohan ini. Ucap Ramli lagi ingin memastikan apakah dengan penampilan Ramli yang sekarang, Mala akan menerimanya. " Aku mau lihat seperti apa sebenarnya dirimu. Mala?


"Tergantung. dan anda sendiri? Ucap Mala. Sepertinya orangnya asyik. Gak peduli seperti apa penampilannya yang aku cari bisa menjadi imanku. Batin Mala


" pada pandangan pertama aku jatuh cinta denganmu. Maukah kau menjadi makmum ku?


Mala terdiam sejenak dan kembali Ramli mengulang pertanyaannya.


"Maukah kau menikah denganku?


" Mala menatap Ramli dan mengangguk membuat Ramli tidak percaya jika Mala menerimanya dalam keadaan penyamarannya yang tidak bisa habis pikir.


"Kau menerimaku dengan seperti ini?


" Kenapa? Saya pikir tidak ada yang aneh.


"Tidak. Terimakasih mau menerimaku. Ucap Ramli. Kamu datang kemari seorang diri?

__ADS_1


" Tidak, tadi diantar oleh supir ayah.


"Kalau begitu kita pulang, aku akan mengantarmu.


__ADS_2