Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 49 Menghadiri acara pelamaran Mala


__ADS_3

Kebingungan menghampiri Fajri sebagai suami Laila yang semakin hari semakin semakin aneh. seperti sekarang, tiba-tiba menangis berharap Fajri menemaninya ke rumah Mala untuk menghadiri acara pelamaran sahabatnya itu. Padahal hal kecil seperti itu bisa mereka diskusikan tanpa harus drama menangis.


"Sayang jangan nangis dong, iya... saya akan menemani mu ke rumah Mala ok.Tapi, stop dong nangisnya gak enak dengar mama nantinya sayang.


" Peluk. "Laila begitu terlihat manja


Fajri betul-betul tidak habis pikir apa yang membuat Laila semakin hari semakin terlihat begitu aneh. hal itulah yang belum fajri temukan alasannya. akhirnya Fajri mengikuti keinginan istrinya.


"Cium. disini! " Laila memonyongkan bibirnya.


"sayang kenapa manja begini sih sayang. "gumam Fajri dan menuruti keinginan istrinya itu, namun Laila tidak melepaskannya membuat Fajri terpancing hingga bagian bawah sudah meronta.


"mau ngapain!? stop! "kalau tidak aku nangis nih."ancam Laila yang mulai mengekspresikan wajahnya


"Astaga sayang.....kan kamu mancing aku sayang, jangan gitu dong sayang aku bisa tersiksa kalau begini. ayo dong sayang entar aja ya. "


"Pokoknya gak boleh, ayo kita berangkat! " dengan lemas Fahri mengalah.


Fajri pun mengikuti istrinya dan terus berfikir dengan keanehan yang terjadi hampir satu minggu ini pada istrinya. Fajri dan Laila pamit pada kedua mertuanya. ibu lucia semakin heran melihat perubahan dalam diri Laila.


" Ayah apa sebaiknya Laila kita periksa ke dokter ya?


"Maksud ibu? David heran.


"untuk memastikan putri kita baik-baik saja tentunya.


" Biar Fajri saja yang bawa istrinya ke dokter. Mama sampaikan saja tapi, jangan sampai menyinggung perasaan mereka. ucap David tamin.


***


Sampai di rumah Mala, Laila langsung menemui Mala. sedangkan Fajri kaget kaget, bagaimana tidak hari pelamaran Mala, Ramli juga ada di sana duduk dengan santai.


"Ramli kau disini? bukanlah hari ini kau punya acara sendiri?


Ramli pun menceritakan faktanya sampai Fajri memukul kepala sahabatnya itu, bukan hanya Mala yang tertipu bahkan semua orang tertipu akan ulahnya Ramli.


"Aku hampir mencekik lehernya bagaimana tidak saat aku mengantarnya sampai di sini dan mengatakan jika Mala adalah gadis yang dijodohkan nya itu. aku pun tidak tahan memberikannya satu kali pukulan. Dasar bikin onar.!" Rama yang masih kesal akibat ulah sahabatnya.


Ramli, Rama dan Fajri masuk dan duduk mengikuti acara pelamaran itu. Dan Laila sendiri kini sudah dikamar melihat Mala terdiam.


"Kamu yang ikhlas dong. jangan melihat dari penampilannya tapi bagaimana dia bisa menjadi iman yang baik buat kamu. " Ucap Rani dan Laila hanya mengusap punggung sahabatnya itu.


"Bukan itu yang aku pikirkan, tapi Ramli hari ini juga akan pelamaran dengan wanitanya. dan dialah yang memberikan gaun yang aku pakai ini. katanya agar aku terlihat cantik. apa maksudnya coba? Mala menghapus air matanya berusaha untuk ikhlas.


" Apa? kok bisa? Rani berfikir keras.

__ADS_1


Ibu Mala datang dan memintanya untuk keluar karena acara tukaran cincin akan segera dimulai. sekaligus keluarga pihak laki-laki mau melihat dan berkenalan dengan Mala.


Namun saat Mala keluar dia tidak menemukan sosok laki-laki yang akan di jodohkan nya.


"Bukankah yang duduk di sana adalah Ramli? gumam Laila dan Rani heran. sementara Mala mengikuti langkah ibunya.


" Baiklah karena mempelai perempuan sudah di tengah-tengah kita acara selanjutnya kita tukaran cincin kepada mempelai laki-laki sekiranya mengambil tempat. MC mempersilahkan


Mala terlihat bingung dan melihat seakan mencari seseorang. Mala tidak menyadari Ramli sudah dibelakangnya berdiri mengambil tempat.


"Siapa yang kamu cari? Ramli berbisik di belakang Mala.


sementara Rani dan Laila juga bingung.


" Kau kenapa disini? bisik Mala dan melihat sekitarnya.


"ya... mau pasangkan cincin untuk calon istriku lah. "bisik balik Ramli


"Apa? gila lho. bukannya kamu hari ini juga bertunangan? bisik Mala lagi.


sementara semua orang yang ada di sana menunggu dan tampak heran melihat kedua mempelai di sana tampak serius membicarakan sesuatu.


" Iya, betul dan itu adalah kamu. "


"Jangan gila. aku sudah memiliki calon sendiri. Mala pun hendak pergi dan Ramli menariknya hingga Maka sedikit jatuh dan segera tangan Ramli meraih pinggang ramping Mala mata keduanya pun bertemu.


"apa maksud semua ini? jelaskan padaku.


Mala pun memperbaiki posisinya sementara tangan Ramli masih menggenggam tangan kanannya.


" Baiklah, aku akan menjelaskan semuanya. Ramli pun menceritakan semuanya membuat Mala menutup mulutnya. "ya... aku sengaja karena Aku ingin melihat wanita itu menerima aku atau tidak jika seandainya itu bukan dirimu aku berharap perempuan itu menolak ku agar aku bisa melamar mu. dan ternyata perempuan itu adalah kamu.


karena terlanjur aku malu membuka jati diriku di depanmu malam itu, seandainya malam itu kau juga menolak ku mungkin aku tidak Terima. Karena akau masih sangat mencintai dirimu. siang malam aku berfikir agar bagaimana cinta ini menyatu. dalam doa aku menitip sebuah doa kiranya kau adalah jodohku. "


keduanya terdiam, tepuk tangan pun membuyarkan keduanya karena mereka pikir itu adalah bagian dari acara. Ramli kembali memegang kedua tangan Laila.


"Maukah kau mengabulkan keinginan ku? bersediakah kau menikah denganku?


Mala tidak ingin munafik bahwa dia juga mencintai Ramli. Mala akhirnya mengangguk


" Aku bersedia.


Raut wajah Ramli berubah bahagia. dan hampir memeluk Mala. membuat ayah Ramli berbicara.


"Ramli jaga sikapmu. belum waktunya. "

__ADS_1


Ramli pun menggaruk kepalanya dan kemudian menyematkan cincin itu dijari manis Mala. tepuk tangan kembali terdengar. satu persatu maju memberikan ucapan selamat.


semetara Laila tampak gelisah.


oek...


oek...


Laila terlihat pucat dan rasa mual membuat Fajri dan ibu Mala yang melihat itu kaget.


Laila masuk ke toilet mengeluarkan semua isi perutnya. Fakri yang melihat istrinya itu dengan segera memikat punggung milik Laila.


"Selamat ya nak, sepertinya ini kabar baik. Ucap Ibu Mala dan memberikan menyakiti kayu putih pada Fajri agar mengoleskan perut istrinya. Namun Laila menepisnya dan memilih memeluk suaminya dan mencium aroma Farfum milik suaminya itu.


Fajri bingung maksud ibu Mala. dan ibu Mala keluar menemui tamu lainnya.


" sayang buka kancing bajumu. aku sudah tidak tahan. Laila memaksa suaminya membuka kancing bajunya


"sayang ini rumah orang . diluar banyak yang melihat kita.


Laila tiba-tiba hampir mual dan segera membuka paksa kancing baju suaminya dan membenamkan wajahnya di dada bidan kekar itu.


" biarkan dulu seperti ini ya..." ujar Laila.


"Tapi sayang lihatlah mata mereka melihat kita." Fajri berusaha menghindari tatapan orang di sana


"Aku tidak peduli. yang penting aku merasakan nyaman sayang. kita pulang ya..... ucap Laila tiba-tiba


" Baiklah kita pulang tapi, tidak mungkin seperti ini kan? Lepas dulu dong sayang. Laila pun melepaskan suaminya dan Fajri memperbaiki bajunya dan merangkul istrinya untuk pulang setelah pamit pada pemilik acara.


"Bawa ke dokter istrimu nak. semoga hasil sesuai pengharapan. senyum Ibu Mala.


Fajri pun mengangguk. sementara Laila hanya diam karena perasaannya yang kurang Fit. Mala dan Rani melihat Laila pucat hanya bisa mengantar Laila sampai di depan.


" gue pulang ya... Maaf gue gak bisa temani kalian. ucap Laila dan kemudian menutup pintu mobilnya.


Sampai di rumah Laila kembali menuju toilet dekat dapur dan memuntahkan seluruh isi perutnya membuat semua penghuni rumah kaget.


"Fajri kenapa istrimu nak?


" entahlah ibu. dari tadi seperti itu mulai di rumah Mala pas acara selsai dan berlanjut sepanjang perjalanan pulang. aku juga bingung. "


Laila pun langsung memeluk suaminya dan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan waktu di rumah Mala. Fajri tidak peduli lagi dengan semua pelayanan rumah melihat keanehan mereka. Ibu lucia sendiri heran dan tersenyum.


"Apakah mungkin istrimu hamil? untuk memastikan bawalah istrimu ke dokter nak. "

__ADS_1


Fajri dan Laila saling menatap.


__ADS_2