Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 61 Rama Menjemput Syakira


__ADS_3

Up.


Up.


terus berikan dukungan kalian jangan lupa tinggalkan jejaknya ...... jangan lupa beri like ya..... juga jika ada saran dan masukan silahkan tinggalkan di kolom komentar. 😉😉


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


Dengan memutar musik kesukaannya Rama tampak serius mengemudikan mobil itu. sore menjelang Rama melewati jalan yang berkelok-kelok dengan udara yang cukup sejuk. Begitu damai hatinya menikmati jalan yang yang penuh tumbuhan hijau. Terdengar suara ombak bersahut-sahutan sepanjang perjalanan.


"Boleh juga pemandangan disini." Gumam Rama sambil mengemudi dengan santainya. Tiba-tiba tepat sebuah perkampungan mobilnya oleng.


Pers........ suara ban mobil milik Rama bocor


Rama turun dari mobil lengkap dengan kacamata hitamnya membuat penampilannya cukup menarik perhatian sekitar. Tertulis di belakangnya Salon KASMARAN tepat tempatnya berdiri


"Ya.... ban bocor..... apes betul nasibku hari ini." keluh Rama Sambil berkacak pinggang dan hendak berjongkok.


Seorang tampak begitu cantik menghampiri Rama. Rama berbalik cukup terpesona namun begitu suara itu keluar Rama menahan tawa.


"Sit! taunya setengah perempuan. Gila....aku tertipu olehnya." Rama membatin sambil menahan tawa.


"Hei cowok ganteng mau Eike bantuin gak? tapi ada syarat nek.....


" Jangan pegang-pegang, mau bantu bantu saja.


"o ala la...... galak banget nek..... jadi cowok." ucap setengah perempuan itu.


"Ah....dari pada kelamaan gak apa Terima bantuannya. gumam Rama. ok cepat kerja.


Terlihat perempuan anggun namun Rama kembali menahan tawanya seketika itu. Desi mengangkat ban mobil otot-otot terlihat jelas. Rama merasa terhibur dengan hal itu. beberapa menit akhirnya kelar.


"nek... sudah selesai ya..... nek, jangan lupa syaratnya. ayo!


"Tersenyum dong nek....eike mau ambil gambar nih..... "


merasa beruntung karena syaratnya hanya foto bersama. namun Rama tidak menyangka mba Desi mencium pipinya


cek... lek..... Selvi bersama selesai.


" oh.. astaga.... perawan pipiku hilang sore ini. gumam Rama sambil mengusap pipinya pakai tissue selepas masuk mobilnya.


"Bay..... nek....... jangan lupa mampir di salon KASMARAN ye..........


" Hei.... tunggu eike boleh minta satu kali ciuman gak....


"Gak boleh.... cukup lho rebut perawan pipi gue. Dasar minta hati mau minta ini..... !" Rama mengepalkan tangannya


"O.. la.. la... ih ngeri deh... "


Rama hanya hanya geleng kepala. tidak menyangka ketemu orang aneh. Rama kembali melanjutkan perjalanannya hingga beberapa jam Rama memasuki lingkungan pondok yang begitu ramai. tampak sebagian wali santri sudah ada yang bertemu dan membawa pulang putra putrinya. dan sebagiannya masih sedang menunggu.


Rama mecoba bertanya tempat melapor untuk wali santri. Setelahnya Rama melangkahkan kaki jenjangnya menuju arah petunjuk dari penjaga di sana.


Rama duduk di sebuah ruangan. Dibalik sekat kaca seorang wanita berhijab nampak begitu cantik dengan beberapa barang dan satu koper di sampingnya terlihat sedang menunggu. Rama sesekali melirik wanita itu terlihat serius membaca sebuah buku.


Tidak sengaja mata keduanya bertemu. Rama cukup terkesima melihat wajah malu-malu itu namun sedikit terlihat wajah ketegasan dari wanita tersebut.


"Maaf tuan anda wali santri atas nama siapa?

__ADS_1


Rama buyar dari diamnya.


"kok aku lupa namanya ya? batin Rama menggaruk kepalanya tidak gatal.


terlihat perempuan dibalik kaca itu terkekeh melihat kelucuan Rama. Rama menarik napas.


" Maaf tuan apakah anda membawa kartu seperti ini?


"Oh astaga aku lupa. Ada, sebentar saya ambil di mobil.


Perempuan dibalik kaca itu sudah tampak kesal menunggu penjemputnya belum tiba.


"Syakira belum dijemput? tanya ibu ustadzah


"Iya. padahal ayah mengatakan penjemputnya sudah kemari bahkan kak Fajri juga mengatakan seperti itu.


" Baiklah Syakira ibu tinggal dulu."


Seperti apa sih asisten kakak. gumam Syakira. semakin kesal menunggu.


"Sabar ya Syakira. gue duluan. aku tunggu kabar lho tempat kita kuliah nanti. ingat ya...... ucap temannya yang baru lewat si depannya.


" Iya. InsyaAllah gue kabari." janji Syakira


Kembali Syakira duduk sudah hampir putus asa.Sedari tadi dirinya menunggu di ruangan itu. Selang beberapa waktu namanya dipanggil. Rama cukup terkejut melihat Wanita yang dilihatnya tadi ternyata sudah didepan mata.


"Syakira ini penjemputnya. Tuan silahkan tanda tangan.


" Jadi humaira ikut denganmu, Syakira?


"Iya ustadzah. Apakah ummi nya sudah WA ibu ustadz?


Selesai tanda tangan Syakira memberikan pulpen itu pada Rama dengan menggunakan bahasa Arab yang mengartikan silahkan anda tanda tangan


Rama tidak paham. ingin rasanya berkata tidak usah pakai bahasa asing.


"Ambil nih. pulpennya." ulang Syakira. lain kali jangan buat orang menunggu kelamaan." lanjutnya


Parah nih cewek galak cuy..... batin Rama.


" Ayo dek Humaira....Humaira ikut kaka ya."


"Kak. kok ayah bundaku tidak jemput aku?


" Ayah sama bundanya Humaira sakit. oma sama opa gak bisa jemput.


"O... gitu ya.., ya sudah deh." Humaira mengalah


" Jika gak ada Humaira oga juga sih kaka dijemput orang lain. Lirih Syakira melihat Rama yang berjala di depannya.


Rama mendengar itu menoleh. dan seketika langkahnya berhenti.


"Hei nona, asalkan anda tahu jika bukan bos sekaligus sahabat aku yang meminta menjemputmu, aku juga oga! ini jam istirahatku dan karena kamu, jam istirahatku terbuang. juga kalau bukan karena perintah dari bos ku yaitu kakak anda gue juga tidak mau disini."


"kalau tidak mau ikut ya sudah aku tinggal. beres kan? lanjut Rama lagi


"Nyebelin banget jadi orang. Astagfirullah." Lirih Syakira.


Rama, Syakira serta Humaira yang masih kelas satu tsanawiyah itu berjalan menuju parkiran mobil. Sementara Syakira masih dengan perasaan kesal yang masih tertahan. Rama membukakan pintu bagian depan namun Syakira justru membuka pintu belakang.

__ADS_1


"Aku duduk di belakang, anda bukan muhrim saya. Maaf."


"Hei nona jika marah ya marah saja tidak usah ditahan. Ayo marah biar puas! ledek Rama melihat Syakira dibalik kaca spion.


" Kenapa lihat kemari. Bagaimana aku tidak marah, kenapa sih terlambat datang?


"Hei nona asalkan anda tahu perjalanan menunjukkan kemari butuh waktu." jelas Rama dan kembali menceritakan peristiwa sebelumnya saat perjalanan.


Syakira menutup mulutnya tertawa mendengar cerita Rama. dan sangat jelas wajahnya Rama menceritakan perihal itu sangat kesal.


"Ya. Teruslah anda tertawa, merasa lucu kan? tapi aku yang korban." ucapnya


Rama kembali mengintip Syakira lewat kaca Spion dan Humaira melihat itu. Humaira tersenyum.


" Ih kakak supir gak boleh ngintip. matanya nanti Allah tusuk. kalau lihat yang indah-indah ucapkanlah SUBHANALLAH.


Rama hanya tersenyum dan terus melajukan mobilnya hingga beberapa jam sampailah dikediaman Pak Ikhsan. ibu dan Ayah Syakira menyambut mereka.


Setelah menurunkan semua barang Syakira. Rama pamit dan bersalaman dengan pak Ikhsan dan Ibu Fatima. Ibu Fatima meminta maaf karena merepotkan. Saat Rama hendak masuk mobil, Syakira menghampirinya


"Terimakasih dan maaf. "


Rama hanya mengangguk dan tersenyum kemudian pamit. Rama yang sudah hampir sampai di apartemen miliknya tidak sengaja melihat tas milik Syakira.


Sementara Syakira yang baru ingat tasnya ketinggalan, hanya bisa menghembuskan napas panjang.


"Kenapa Syakira? tanya Ibu Fatima yang melihat Syakira baru pulang dari mengantar Humaira.


" Tas aku bu."


"Lalu?


" Entahlah bu. Tapi ponselku ada kok. hanya di tas itu ada barang penting, bu."


"Ya sudah. besok hari minggu nanti kita telpon Fajri mengambil tasmu. kasihan kalau sekarang kita meminta mengantarkannya pasti dia juga lelah dari menjemputmu.


Setelah makan malam Syakira masuk kamarnya dan melihat sebuah panggilan dari nomor baru.


"Assalamu'alaikum. ini siapa?


"Tasmu disini. Maaf aku tidak bisa mengantarkannya."


" Lalu kenapa anda tahu nomorku."


"Nomormu aku dapat dari buku warna pink ini. Rama tersenyum sambil terus membaca buku diary milik Syakira .


" Hei anda tidak sopan. Jangan coba-coba lanjut membacanya jika tidak aku akan mendoakan kamu tidak kawin-kawin seumur hidup. Mau?


Terdengar suara dibalik telpon seperti suara barang jatuh. Syakira menutup mulutnya tertawa. Membayangkan Rama terperanjat. Dan benar saja diujung sana Rama tidak sengaja menjatuhkan buku itu dan segera mengambilnya.


"Jahat banget sih jadi cewek. kalau aku tidak kawin-kawin karena sumpah itu, tunggu saja aku akan datang melamar mu.


" Ih oga. Satu lagi jangan bongkar tas aku. simpan sekarang! kalau tidak.....


"Iya bawel, ini aku sudah simpan. Tadi tidak sengaja terjatuh, jadi sebagian barangnya keluar melihat dunia.


Laila memutuskan sambungan telponnya dan Rama hanya geleng kepala.


"Tidak adik, tidak kakak sama saja. seenaknya matikan telpon.

__ADS_1


__ADS_2