
Assalamu'alaikum.......... Author up lagi satu bab nih....... author sedih gak bisa up banyak soalnya author kurang sehat nih🥲
...----------------...
Rasa bahagia menyelimuti dua keluarga atas kehamilan Laila. Terutama David Tamin dan Lucia Grahita sebagai orang tua Laila. Bagaimana tidak kehamilan Laila dinyatakan kembar. David tamin tidak hentinya mengucap syukur atas karunia yang diberikan untuknya.
Kabar bahagia itu pun terdengar oleh seorang pria yang kini duduk bersantai sambil mengisap rokoknya ya... dia adalah Rambo yang sampai sekarang masih menyimpan dendam pada David Tamin.
"Silahkan kau nikmati kebahagiaanmu David. Ha-ha-ha..... " Rambo tertawa dan dikelilingi oleh beberapa pengawalnya sambil terus membaca koran itu.
Tawa Rambo terhenti seketika saat pengawalnya tiba-tiba datang dan melapor jika Andre kabur.
Plak...plak...plak...Rambo mendaratkan tamparan pada pengawalnya satu persatu
"Bodoh! " bagaimana bisa dia kabur hah?kalian sungguh tidak becus! Jaga satu orang saja kalian tidak bisa! "
pengawal itupun menceritakan kejadian saat Andre kabur yang membuat Rambo begitu murka.
Flashback
Di dalam kamar Andre berjalan mondar mandir mencari cara untuk kabur dari tempat laknat itu. Andre tidak terima ayahnya memperlakukan dirinya tidak adil. Sudah tiga bulan dia disekap di kamar itu bahkan ponsel miliknya disita yang membuat dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Masih untungnya sebelum ponsel miliknya disita dia sempat memberi kabar pada sekretarisnya tentang kondisinya saat itu dan meminta mengurus semuanya. Namun belum sempat saat itu dia mengabari alamat dimana dirinya disekap oleh ayahnya, ponsel miliknya sudah disita
Cek lek..... suara pintu terbuka, terlihat pengawal masuk untuk mengambil sesuatu dan timbul ide bagaimana cara kabur dari tempat itu
"A.... w.... perutku...... Andre memegang perutnya dan wajahnya sengaja dibuat seperti orang yang benar-benar kesakitan agar lebih meyakinkan******.
" ******Bos muda, anda kenapa******?
"******Perutku sangat sakit tolong ambilkan obat di sana." Andre menunjuk sebuah laci didepannya begitu pengawal membungkuk untuk mengambil obat tiba-tiba Andre memukul tengkuk leher belakang pengawal itu dan pingsan******.
******Andre dengan cepat keluar dari tempat itu. Tidak habis akal saat melihat pengawal di pintu utama Andre memecahkan sebuah guci untuk mengalihkan perhatian pengawal tersebut******.
******Saat pengawal itu mendekat dengan segera Andre kembali memukul tengkuk leher belakang pengawal itu sampai pingsan dan begitu terus selanjutnya
"Akhirnya aku lolos
Flashback berakhir
Kini Andre sudah kabur dengan Tergesa-gesa, sebuah mobil melaju kencang dan hampir menabraknya.
c iiii iiii i tttttt....... mobil tersebut langsung berhenti dan tanpa permisi Andre membuka pintu mobil tersebut.
__ADS_1
"Ayo nona cepat jalankan mobilmu!" perintah Andre melihat pengawal ayahnya sudah menuju kearahnya. " Nona tolonglah cepat! " teriak Andre membuat perempuan itu tersentak dan segera melajukan mobilnya.
Andre terus memejamkan matanya membayangkan bagaimana jika tadi pengawal ayahnya berhasil menangkapnya kembali.
"Tuan mau saya antara kemana? ujar perempuan itu yang belum menyadari siapa laki-laki yang diselamatkannya.
Andre membuka matanya tersadar jika dirinya sekarang sedang menumpang tanpa permisi. Saat melihat siapa perempuan di sampingnya, mata keduanya bertemu.
mobil yang dikendarainya tiba-tiba berhenti.
"Tunggu dulu, bukankah kamu yang laki-laki saat itu?
" Kau wanita itu?
Dua insan itu saling tunjuk menunjuk. Bertha merasa kesal karena mengingat pertemuannya dengan Andre saat itu yang kurang bersahabat.
*Bisa baca di episode 39 ya...saat pertemuan Andre dan Bertha*
"Aku tidak menyangka akan bertemu lagi denganmu wanita..... " Andre tertawa membuat bertha kesal.
Bertha keluar dari mobilnya dan membuka pintu mobil untuk Andre. Andre heran apa maksud wanita ini.
"Turun!" Bertha melipat kedua tangannya di dada
"Ambil ini!" Bertha memberikan uang merah satu lembar pada Andre membuat Andre membulatkan matanya tidak percaya seketika Andre kembali tertawa karena merasa lucu. " Ambil itu dan cari taksi sendiri."
Bertha menarik paksa Andre agar turun dari mobilnya, setelah Andre turun Bertha berbalik
"Semoga kita tidak pernah bertemu lagi." Bertha masuk dalam mobilnya dan Andre hanya berkacak pinggang berdiri dibawa panas matahari yang begitu menyengat.
Baru berapa jarak, tiba-tiba mobil milik Bertha mogok.
"Sial!" Geram Bertha.
Andre datang menghampiri mobil Bertha dan kembali tertawa.
"Ha-ha-ha........... ha-ha-ha......... Bagaimana nona, butuh bantuan? baiklah kalau begitu aku akan pergi.
Ketika Andre hendak akan pergi Bertha memanggilnya.
" Bantu aku, aku mohon aku akan terlambat mengikuti rapat penting jika kamu tidak membantu aku, aku akan mengantarmu sampai tujuan."
Andre pun akhirnya memeriksa mesin Mobil Bertha hingga akhirnya mobil Bertha kembali normal.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Andre terlihat gelisah memikirkan apa yang akan diperbuat ayahnya selanjutnya. Andre meminjam ponsel milik Bertha menghubungi seseorang. Sampai di sebuah rumah yang cukup besar Andre turun.
"Terimakasih nona, semoga suatu hari nanti kita bertemu lagi."
Bertha yang masih kesal pada Andre hanya memasang wajah datarnya.
" Apakah kau tahu nona kamu sebenarnya cantik, tapi galak." goda Andre dan tersenyum meninggalkan Bertha dengan wajah yang semakin kesal. "Nona sering-sering lah latihan tersenyum di depan cermin. Ok..... agar wajahmu tidak mudah berkerut."
Bertha yang mendengar teriakan Andre ingin rasanya dia mencincang hidup-hidup wajah laki-laki itu.
******
beberapa jam kemudian sampailah Bertha disebuah perusahaan yang cukup besar, Bertha langsung menuju di mana rapat akan dimulai.
Namun hal yang kembali Bertha tidak percaya adalah Rapat harus ditunda karena direktur utama perusahaan belum tiba ditempat. Semua klien menunggu sudah hampir satu jam.
Tidak lama kemudian terdengar suara sangat familiar ditelinga Bertha dan alangkah bahagianya jika direktur utama perusahaan tersebut adalah Fajri.
Fajri cukup heran mengapa Bertha ada di sana dan Rama pun menyampaikan jika Bernardus tidak hadir dan digantikan oleh putrinya yang bernama Bertha.
Selama meeting berlangsung, Bertha terus melihat Fajri dan tidak pernah lepas pandangannya pada Fajri. Fajri yang menyadari akan hal itu tidak menghiraukan.
Selesai meeting, Bertha sengaja memperlambat gerakannya untuk keluar dari tempat itu. Setelah merasa tidak ada orang Lain selain dirinya dan Fajri serta Rama di sana, Bertha mendekati Fajri.
"Fajri..... aku masih dengan perasaan yang sama, tolong Fajri dengarkan aku."
" Bertha, stop! ini kantor saya, jadi tolong jaga sikap dan aku sudah beristri, hargai itu."
"Fajri..... aku tahu kau sudah beristri... tapi aku tidak bisa melupakan dirimu, tidak semudah itu, Fajri." Bertha menahan Fajri
"Rama.... batalkan kerja sama kita dengan perusahaan Bernadus group. untuk kerugiannya, kamu urus!" ucap Fajri dan hendak pergi. Bertha mendengar itu tidak terima
" Fajri apa yang kamu ucapkan, tidak Fajri. Jangan seperti itu, Fajri. Fajri....kau tidak boleh semena seperti itu, itu artinya kau tidak adil, Fajri!" Bertha geram
"Aku bisa melakukan hal lebih dari ini, bahkan menghancurkan perusahaan ayahmu aku bisa, sama seperti saat dimana kau hampir menghancurkan rumah tanggaku yang baru aku bangun, kau masih ingat dimana kau memfitnah istriku dengan mengirimkan sebuah foto?
Bertha terdiam dan mengingat saat itu, dimana dirinya mengirim foto Laila bersama Andre, seakan di dalam foto itu hanya ada Andre dan Laila di sana.
"Maafkan aku, Fajri."
"Memaafkan kamu? harusnya sebelum bertindak kamu pikirkan dulu, aku kecewa padamu, Bertha! Kau sama sekali bukan seorang teman!" tunjuk Fajri dengan geramnya.
Fajri meninggalkan ruangan itu dan diikuti oleh Rama. Bertha mundur dan duduk di kursi sambil menangis mengingat perkataan Fajri jika Fajri kecewa padanya.
__ADS_1