
"Hai!!! Author kembali up nih... !"πππ
"Author usahakan up tiap hari. author sangat bersyukur atas dukungan kalian. berikan terus dukungannya agar author bisa melanjutkan dan menyelesaikan cerita dengan baik. tentunya." INSYAALLAH..... βΊβΊβΊπ
jangan lupa tinggalkan jejaknya..... wahai pembaca setia
...*Yang Membolak-balikan Hati*...
ππππππππππππππ
Andre dan ibunya datang melihat Laila terbaring tak berdaya. Andre melihat mantan kekasih pergi untuk selamanya. tak dapat membendung air matanya Andre menangis. Andre tidak berani mendekat demi menghargai Fajri suami Laila. Cukup dirinya melihat dari jauh.
Ibu lucia menangis histeris melihat putri semata wayangnya tidak bergerak sama sekali. Sebagai seorang ibu Yang pernah melahirkan sangat merasa kehilangan. Rasa penyesalan kembali merenggut nya mengingat Ketika disaat dimana Laila membutuhkan cinta dan kasihnya.
["Apa ibu dan ayah tahu, setiap hari bahkan sejak kecil aku harus duduk disini seorang diri. Dengan begitu banyaknya pelayan kalian sediakan, untuk melayani ku. Tapi, apa hati kecil ibu dan ayah pernah berfikir, apakah aku bahagia dengan semua ini? aku tidak yakin kalian pernah memikirkan hal itu."]
Ibu Lucia kembali menangis sejadinya mengingat perkataan Laila ketika itu. Ibu Lucia mengecup kening putrinya yang terlihat pucat. air matanya menetes tepat dias kelopak mata Laila yang tertutup rapat. Kembali lagi kata Laila kala itu terngiang dibenaknya.
["Ayah, ibu. Setiap hari aku merindukan kalian. Bahkan sentuhan kalian. Tapi, apa!saat kalian pulang, yang terucap di bibir kalian "aku lelah. Bahkan kalian meminta dayan siti mengurus ku."]
mengingat kata itu tangis ibu lucia kembali pecah. penyesalan itu kembali lagi tumbuh di benaknya.
"Laila sayang bangun nak!! bangun sayang maafkan ibu selama ini. Ibu janji ibu tidak akan lagi bekerja, ibu tidak akan menyibukkan diri. Sayang jangan pergi, nak. lihat anakmu dia menunggumu!
"Mas David, lihat anakmu! dia sudah pergi untuk selamanya. Apa lagi arti semua ini, tidak ada lagi. bukankah kau bekerja mati-matian demi kami? Lihatlah dia sudah pergi."
Tuan David memeluk istrinya sekuat mungkin dan kembali terucap kata MAAF. kemudian tuan David melepaskan pelukan itu lalu mendekat kearah putrinya yang kini terdiam tak bergerak lagi. David Tamin hanya bisa meneteskan air mata melihat putrinya tak berdaya. Tangan kokohnya gemetar mengelus lembut kepala itu yang masih terbungkus dengan hijabnya. Laila seakan tersenyum terlihat begitu damai wajah itu. David mencium pucuk kepala buah hati semata wayangnya.
David lalu berdiri tegak lalu berbalik melihat Ikhsan ayah mertua Laila.
"Harta tak berguna Ikhsan, harta tak bisa mengembalikan putriku Ikhsan, harta juga tak bisa membeli nyawa anakku Ikhsan. Lalu apa gunanya hartaku yang melimpah. Apa gunanya!!
"Katakan padaku Ikhsan! jangan cuma diam! teriak David Tamin.
Pak ikhsan serta ibu Fatima hanya bisa meneteskan air mata melihat sahabatnya kehilangan. kembali melihat Fajri tertunduk di depan tubuh istrinya yang tak bergerak sama sekali. Terlihat begitu terpukul dan kehilangan orang yang dicintainya.
Syakira ikut merasakan kesedihan kakaknya. Selama hidupnya, ini hal pertama kalinya Syakira melihat Fajri mengeluarkan air mata. Air mata cinta, air mata kehilangan orang terkasih. Sungguh memilukan.
Syakira dengan pelan mendekati Fajri dan memegang bahunya. Bahu Fajri bergerak seperti gemetar menahan tangisnya. Sekuat bagaimana pun dia menahannya tetap tidak bisa.
"Jangan kamu tahan kesedihan itu, kak.
Fajri berbalik melihat adiknya. kemudian menatap istrinya yang kini terlihat kaku tak bergerak sama sekali.
"Terima kasih untuk bahagia yang kau ciptakan. Kini aku merindukan semua yang kau berikan. Aku kehilangan, benar-benar kehilanganmu. lirih Fajri menggenggam tangan Laila yang sudah mulai dingin.
__ADS_1
" Sayang, kembalilah jangan biarkan aku terpuruk tanpamu. Laila bangun!! Laila!"
"Kau pergi tanpa pesan, apakah begini caramu menyakitiku? menyakitiku tanpa luka tapi sangat berbekas. Laila sayang kembalilah demi putra-putra kita!! teriaknya lagi
Fajri berdiri dan berjalan keluar entah akan pergi kemana. semua orang panik melihatnya. sementara Rani dan Mala sahabat Laila bergantian maju menggoyang tubuh Laila.
"Laila kau bilang kita akan berkumpul kembali bersama anak- anak kita. Lalu dimana janjimu? ucap Rani.
Sekertaris Haris hanya bisa terdiam melihat istrinya kehilangan seorang sahabat.
" Laila, apa kau tahu aku juga sudah memiliki calon buah hati, Laila. bangunlah! Mala berbalik dan menyandarkan kepalanya di dada suaminya Ramli.
Fajri datang dengan membawa kedua anaknya dan meletakkannya di dekat Laila. Satu disisi kanan Laila dan satunya disisi kiri Laila.
"Laila lihat bayi kita. Lihat! apa kau tega pergi meninggalkannya disaat dia sangat membutuhkanmu! lihatlah! apa kau tidak mau kembali dan merawat anak kita?
Seakan mengerti, bayi-bayi itu menangis bergantian. ibu lucia semakin teriris melihat bayi-bayi mungil itu menangis bergantian. Ibu Fatima semakin terisak. Tumbuh jiwa keibuan Syakira. Segera mengelus lembut kepala Dafa sementara disebelah kan Laila adalah Dafi yang kepalanya dielus lembut oleh Fajri
Oeeeeeeee.....
Oeeeeeeee....
Oeeeeeeee...
mendengar tangis memilukan itu semua ikut menangis. Seketika jari telunjuk Laila bergerak dan monitor kembali berfungsi.
Semua orang di sana tercengang. Tercengang tidak percaya atas apa yang mereka saksikan. Fajri merasakan jari itu bergerak
"Sayang, kau kembali, Subhanallah. Sayang aku mencintaimu." Fajri kembali lagi mencium kening istrinya tubuh yang tadi seperti es kini kembali hangat.
David Tamin langsung memencet tombol yang ada di sana. Seketika itu juga dokter datang dan tidak percaya atas keajaiban yang datang.
"Cepat ambil tindakan dan periksa kondisinya!" teriak dokter satunya dan meminta keluarga keluar dulu. semua sibuk mengambil tugas masing-masing.
"Lakukan yang terbaik untuk istriku dokter." kata Fajri.
Ibu lucia dan ibu Fatima saling memeluk satu sama lain. sementara tuan David Tamin dan pak Ikhsan tak hentinya mengucap rasa syukur.
Kembali dokter meminta semua keluarga untuk keluar. agar pasien bisa beristirahat dengan baik. kondisi Laila belum sadar total namun denyut nadi dan lainnya sudah kembali. Laila masih dalam keadaan koma. Setelah beberapa saat dokter tersebut keluar dan mengatakan jika Laila masih dalam keadaan koma.
"Bagaimana keadaannya dok?" Tanya Fajri.
"Seperti yang kami katakan sebelumnya pasien masih dalam keadaan koma. Tapi semuanya sudah baik. Jadi teruslah berdoa semoga ini bisa terlewati sesuai pengharapan. jika dalam tiga hari pasien belum sadar dari komanya itu artinya pasien akan ada kemungkinan akan -. "
"Stop! jangan dilanjutkan. Aku yakin istriku akan kembali."
__ADS_1
Pak Ikhsan memegang bahu putranya. seakan meminta Fajri beristighfar dan mencoba menerima atas segala apa yang menjadi penilik jiwa.
"Kembalikan semua ini pada pemilik Jiwa yang sesungguhnya. kita hanya manusia biasa yang meminjam segala perkakas ini. Jika Dia ingin mencabut salah satu Nikmat-Nya maka tidak ada kata JANGAN."
Fajri berbalik dan memeluk sang ayah. ini pertama kalinya melihat putranya begitu lemah. Semua orang di sana tidak percaya. Dibalik ketegasan Fajri dalam memimpin begitu lemah ketika sang PUJANGGA tak lagi berdaya.
Bagi Fajri Laila dan putra-putranya adalah tujuan hidupnya. Sebelumnya tidak pernah jatuh cinta. Ketika Laila hadir mengisi hatinya yang beku seakan lelehan itu menjalar ke seluruh tubuhnya. Laila adalah cinta pertamanya dan berharap Laila yang terakhirnya.
"Andai bisa aku menggantikan posisinya biarkan aku yang menggantikan istriku di sana.
"Fajri istighfar. sahut David yang mulai menemukan kesadarannya.
" Mengapa aku selemah ini?" lirih Fajri.
"Kakak yang kuat. Syakira yakin kak Laila akan kembali." ucap Syakira yang memegang bahu kakaknya.
"Istrimu akan kembali ketika kamu mencintai, menerima dan ikhlas. Ucap Rama yang baru datang. langsung memeluk Fajri yang kini terpuruk. Ramli juga maju memeluk kedua sahabatnya itu.
" Hai man. mana Fajri yang aku kenal. laki-laki datar, pemimpin yang tegas. kuatkan dirimu man. Jika kau lemah seperti ini bagaimana dengan jagoan kembar mu. bagaimana dengan bidadari surgamu? kata Rama menguatkan Fajri.
"Benar Bro kuatkan dirimu. kami akan selalu datang mendukungmu." timpal Ramli.
Fajri kembali bersemangat. melihat kedua sahabatnya dan mengangguk pertanda jika dia akan kuat. Semua orang di sana kembali menenangkan diri masing-masing.
Semua kembali ke susana yang tenang. Rama dan Syakira tidak sengaja bertemu pandang. tatapan Syakira seakan mengatakan terimakasih pada Rama. Rama sedikit tersenyum dan Syakira menundukkan pandangannya.
Andre dan ibunya pamit. dan menepuk bahu Fajri dan mengatakan
"Semua akan baik-baik saja." ucap Andre
"Terimakasih." ucap Fajri
Ibu Fatima memeluk Alta sahabatnya. Ibu Alta pamit.berlanjut Sekretaris haris dan Ramli juga pamit serta keluarga lainnya juga pamit untuk pulang beristirahat. kecuali Rama yang baru datang masih menemani Fajri.
ibu lucia dan ibu Fatima serta Syakira. masuk kembali keruangan ICU melihat Laila masih dalam keadaan memejamkan mata. sementara David mengurus segala hal untuk putrinya. Fajri mengatakan pada ayah mertua akan mendatangkan dokter ahli untuk Laila.
kini Laila sudah berpindah ruangan. diruang perawatan elit.semua di sana lengkap dan khusus dokter menanganinya semua tempatnya steril. bahkan ruangannya sangat luas dan nyaman.
"Pulanglah kalian. Biarkan aku yang menjaga istriku. aku akan memberi kabar. ucap Fajri.
ketika Rama akan pergi Syakira menahannya.
"Terimakasih." Ucapnya.
"Sudah tugasku sebagai sahabatnya. kamu juga pulanglah untuk beristirahat. Jangan bawa mobil sendiri lebih baik kau pulang bersama om Ikhsan. Ini sudah larut." Ucap Rama melihat Syakira.
__ADS_1
Syakira kembali menundukkan pandangannya membuat Rama tersenyum berharap satu hari Syakira menerima pinangannya.