
Selepas mengantar Syakira Fajri membawa Laila di sebuah restoran.
"Aku lapar kita makan dulu? kamu tidak keberatan kan?
" Baiklah aku ikut saja." Laila terus mengikuti Fajri di belakang hingga akhirnya mereka memilih tempat duduk
Kini mereka sudah mengambil tempat duduk dan tidak berapa lama pesanan keduanya datang.
"aku ke toilet dulu." pamit Laila pada Fajri.
Kini Fajri menikmati makanannya namun tiba-tiba seseorang mengangetkan dirinya. Saat Fajri berbalik dia melihat Bertha tersenyum padanya.
" Kenapa kau sepertinya berubah Fajri. Apakah kamu tidak menganggap aku temanmu lagi? Bertha langsung duduk ditempat Laila tadi tanpa dipersilahkan oleh Fajri. Bertha tidak tahu jika itu tempat duduk Laila karena Laila tadi membawa tasnya menuju toilet.
"Maaf bertha, aku tidak bisa mengajarimu, bukankah kamu sudah menemukan guru yang pas?
" Iya, tapi aku lebih suka jika kamu yang mengajariku, apa lagi kita kan sudah saling kenal, kau tahu Fajri aku sangat kagum denganmu, aku mengagumimu Fajri. Bertha yang tiba-tiba memegang tangan Fajri.
Bersamaan Laila datang dari toilet dan melihat pemandangan yang tidak lazim baginya, Laila pun mengeluarkan suara
"Kak Fajri. kalian........"
Bertha dan Fajri berbalik. mendengar Laila memanggilnya. Dengan segera Fajri melepaskan tangan Bertha dan mengejar Laila yang sudah keluar dari restoran itu.
" Laila tunggu! "aku bisa jelaskan semuanya, tolong Laila dengarkan aku.
__ADS_1
"Apa lagi yang harus kamu jelaskan semua sudah jelas. toh juga hatimu memang bukan untukku. Laila berhenti. "Aku mau pulang. silahkan kamu lanjutkan jika masih ada urusan. tidak perlu mengantarku aku bisa pulang sendiri."
"Baiklah kita pulang. Fajri membukakan pintu mobil untuk Laila, belum sempat Laila masuk dalam mobil seseorang memanggil nama Fajri.
" Fajri tunggu! "
Fajri berbalik dan melihat Bertha
"Lepaskan tanganmu. kita bukan muhrim. tolong bertha jaga sikapmu. aku harus pulang.
" Fajri aku mencintaimu! aku mencintaimu Fajri, aku sudah lama mengagumi dirimu, sudah lama aku menyimpan rasa ini,Fajri. Aku mencintaimu." bertha tidak bisa lagi membendung perasaannya. Bertha memegang lengan Fajri seakan memohon pada Fajri agar perasaannya di balas.
Laila yang mendengar itu hatinya bergemuruh. Tapi, Laila tetap memilih diam dan melihat tingkah Bertha pada suaminya itu.
"Ada saatnya kamu memperjuangkan dan diperjuangkan oleh seseorang. Bersabarlah dan fokuslah untuk memantapkan dirimu. Yakinlah Allah akan hadirkan dan tunjukkan penyempurna agamamu di saat yang tepat. Kau hanya perlu menggunakan waktu menunggumu dengan hal baik. Karena Tuhan itu tahu, kapan waktu yang tepat untuk dia menyentuh hatimu.” Fajri dengan pelan melepaskan tangan Bertha yang memegang lengannya.
" Jawab Fajri! Jangan kau diam. Bertha semakin mengeraskan suaranya.
deg.....
Hati Laila sekarang tidak menentu juga menunggu apa jawaban Fajri.
"Dia istriku Bertha. jawab Fajri sambil menatap dalam Laila.
Jawaban Fajri membuat Laila sedikit kecewa. karena jawaban itu bagi Laila tidak mewakili perasaan Fajri padanya.
__ADS_1
" Apa di... dia istrimu? tidak mungkin Fajri, kau pasti membohongiku." Iya kan? kau berbohong Fajri! "
"Apa untungnya aku membohongimu. itu Faktanya dia istriku. Semalam kami menggelar acara resepsi, maaf aku tidak mengundangmu. "
Laila berusaha menahan air matanya. entah mengapa dirinya merasa sesak.
"Kau sudah menikah? baiklah tapi aku tidak yakin kau mencintainya. Secara aku tidak pernah melihatmu dekat dengannya atau dia yang merayu mu?
mendengar kata itu Laila geram karena merasa terhina dan mendekati bertha
"Jaga ucapan mu nona. sebelum kata itu keluar dari bibirmu tolong anda pikirkan baik-baik. Jika ada seseorang yang menghinamu bersabarlah, kasihanilah dia karena dia tidak tahu bagaimana memuji. Maafkanlah karena itulah dendam yang paling baik untuknya.Wanita bodoh adalah wanita yang lebih memilih suami orang ketika dia sebenarnya tahu bisa mendapatkan pria bebas yang lebih memberi ketenangan."
"Jaga mulutmu! " bentak bertha hendak menampar Laila namun tangan kokoh Fajri menahannya.
" Jaga sikapmu, bertha! " jangan sekali kau menyentuhnya jika kau tidak mau menyesal. Fajri menghempaskan dengan kasar tangan Bertha dan merangkul Laila masuk dalam mobil.
"Fajri.... aku tidak akan menyerah mendapatkan dirimu! "teriak bertha
" Aku mencintaimu Fajri, sampai kapan pun aku akan mengejar cintamu, Fajri! "
Sepanjang perjalanan tidak ada suara. Laila memilih diam. Laila tidak menghiraukan Fajri walau berulang kali Fajri memintanya berbicara.
"Tolong, Laila jangan diam seperti ini. Aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa. Dia teman satu kelasku kami memang saling mengenal.
" Tidak perlu dijelaskan, aku tahu harusnya pernikahan ini tidak terjadi. toh diantara kita tidak ada rasa cinta, pernikahan ini terjadi karena terpaksa, iya kan?
__ADS_1
"Stop, Laila." Fajri tiba-tiba menghentikan mobilnya, berbalik kearah Laila. "Asal kau tahu pernikahan ini terjadi tidak ada paksaan bagiku dan apa kamu pikir pernikahan ini main-main? tidak, Laila. Camkan itu. " Fajri pun melajukan mobilnya tidak ada suara diantara mereka.
Laila hanya terdiam sepanjang perjalanan. hingga akhirnya mereka sampai di kediaman David Tamin.