Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 7 Kekecewaan David Tamin


__ADS_3

Laila sampai di rumah, sedikit ragu untuk masuk ke dalam rumah. Sampai di pintu masuk, Laila mendengar ayahnya memarahi semua dayanya juga supir pribadi serta beberapa bodyguard yang mengawasi Laila selama ini.


Langkah kaki Laila tampak begitu berhati-hati dan bersembunyi dibalik tembok mendengar semua ucapan ayahnya. Terdengar jelas di indra pendengaran Laila ayahnya membentak semua pekerjaan di sana.


Rasa bersalah Laila karena dirinya, semua pekerja di rumahnya mendapat amarah dari ayahnya. Laila terus mendengar kata demi kata yang dilontarkan ayahnya pada pekerja di sana. Hati Laila ikut perih mendengar perkataan ayahnya. Seakan ayahnya berbicara sudah melewati batas dan ini pertama kalinya Laila menyaksikan kemarahan sang ayah.


David tidak habis pikir bagaimana bisa Laila pergi tanpa pengawasan mereka. David begitu geram sambil berkacak pinggang dengan emosi yang memuncak.


Bodyguard itu hanya tertunduk mendengar kata demi kata keluar dari bibir tuannya. Tidak ada yang berani membantah tuannya.


" Dan kau!


tunjuk David Tamin pada supir pribadi Laila yang sudah berumur.


"Bagaimana bisa kau menuruti ucapannya. Lihatlah jam begini dia masih keluyuran diluar sana. Bagaimana jika sesuatu terjadi padanya. Aku benar-benar kecewa dengan kalian!. Mulai hari ini aku pecat kalian! geram David Tamin.


Supir pribadi Laila terus memohon agar tidak dipecat dan begitu juga yang lainnya. Mereka memberi alasan jika mereka hanya bergantung hidup dengan pekerjaan itu. David Tamin yang me dengar pengajuan mereka ada rasa tidak tega namun karena amarahnya David terus meluapkan emosinya.


"Apa? Dengan kelalaian kalian hari ini kalian berharap aku memberikan kalian kesempatan? Tidak akan. David Tamin begitu geram.


Para pekerja David terus memohon padanya agar tidak dipecat, bahkan mereka berjanji untuk tidak mengulangi hal yang sama dan lebih berhati-hati dalam bekerja agar kelalaian itu tidak terjadi.


David yang mendengar hal itu, emosinya semakin meluap sampai kata PECAT berulang kali keluar dari bibirnya membuat para pegawainya terdiam seperti patung. Pengharapan seakan sirna dalam sekejap.


" Kalian tidak akan dipecat karena perbuatan yang aku lakukan." Laila tiba-tiba datang.


Semua mata berbalik melihat kedatangan Laila yang sedari tadi mendengar dan melihat ayahnya memarahi seluruh penghuni rumah.

__ADS_1


"Bagaimana ayah mau memecat mereka tanpa ayah bertanya alasan mereka. Aku yang meminta mereka untuk tidak menungguku di kampus.


David melihat putrinya dengan amarah yang masih tersisa dan mengatakan pada putrinya untuk berfikir sebelum mengambil tindakan dan David menjelaskan jika dirinya dan ibu Laila begitu menghawatirkan Laila.


"Sejak kapan ayah dan ibu khawatir denganku? o.....atau Ayah sudah sadar dari mimpi?


David menoleh mendengar ucapan putrinya yang menurutnya tidak sopan dan David membentak putrinya yang membuat Laila semakin menjadi.


"Kenapa Ayah? Ayah mau menampar aku lagi? silahkan Ayah!! biar anda puas!" Aku tidak yakin jika Ayah memang menginginkan aku ke dunia ini. o... atau jangan-jangan ibu mengandung aku karena terpaksa!


David kembali membentak putrinya dan hendak melayangkan lagi tangannya ke wajah putrinya dan Laila sudah siap siaga menghadapi kemarahan ayahnya.


"Kenapa Ayah? lanjutkan! Ayah tidak pernah perduli. Jika tidak ada mereka aku bagaikan anak yatim piatu di rumah bak istana ini. Selama ini ayah dan ibu selalu merasa benar. Mengirimkan bodyguard menjaga aku, aku risih ayah! teriak Laila. "Aku benci semua ini! Apa ayah pikir semua bisa dibeli uang? tidak! "


Laila berlari dan menangis menuju kamarnya. Dayan siti menyusul. Sementaranya ibu Laila yang baru datang dan mendengar semua ucapan Laila kembali bersedih dan memilih diam.


Semuanya terdiam.......


Ibu laila duduk di sofa seluruh tubuhnya seakan remuk hanya dalam hati terus bergumam dengan kata MAAF karena merasa gagal menjadi ibu yang baik buat Laila. ibu Laila menangis sesenggukan.


David menyalahkan istrinya dan ibu Lucia membela diri dan kembali menyalahkan suaminya.


"Kau menyalahkan aku? aku sibukkan berkerja karena kau penyebabnya. sebelum kita menikah kau berjanji akan selalu ada di sisiku. tapi apa? kau terlalu gila dengan pekerjaanmu. sejak hamil kan Laila sampai aku melahirkan dia, apa kau ada di sampingku? tidak David.


David tidak terima atas tuduhan istrinya dan memberikan alasan jika dia bekerja untuk keluarga namun Ibu Lucia kembali mengingatkan masa lalunya.


"Apa? aku egois? apa kamu sadar justru kamu yang egois ayah! " aku capek ayah kau selalu menyalahkan aku! " ibu Laila memilih masuk kamar dan menangis.

__ADS_1


Sementara Laila yang menyaksikan ayah dan ibunya bertengkar memilih kembali masuk kamar dan kembali menitikkan air mata. Laila menatap dayan Siti dan bertanya apakah dia salah lahir di dunia ini? Dayan Siti terus memilih diam dan membiarkan tuan putrinya mengeluarkan semua keluhannya. Dayan Siti mendekap Laila dalam pelukannya dan meminta tuan putrinya untuk bersabar.


Laila pun terus mengungkapkan perasaannya jika dirinya sudah LELAH dan dayan Siti hanya bisa memeluknya agar tuan putrinya merasa tenang.


Laila duduk di kasurnya dan meringkuk kedua lututnya dan menangis sejadinya. Dayan Siti membiarkan tuan putrinya mengeluarkan semua yang dirasakannya. sampai akhirnya Laila tertidur dengan penuh air mata.


"OH.... Gusti..... berikan kedamaian dalam rumah ini, balikkan hati mereka, tenangkan jiwa mereka." Dia Dayan Siti yang melihat Laila tertidur sambil terisak. Dayan Siti memastikan jika tuan putrinya sudah tertidur dengan pelan Dayan Siti keluar dari kamar Laila dan menutup pintu kamar itu.


cek... lek....


pintu kamar pun tertutup.


Laila kembali membuka matanya dan kembali menumpahkan segala perasaan yang memuncak.


****


Sementara di tempat lain keluarga pak ikhsan menyantap makan bersama. Sesekali Fajri terlihat memikirkan sesuatu. Setelah makan Fajri menuju ruang keluarga bergabung dengan ayahnya.


Ibu Fatimah membersihkan meja makan setelah putra suaminya beranjak dari tempat. tampak sesekali ibu Fatima melihat putranya dalam kegalauan.


"Fajri, ayah rencananya akan mengundurkan diri bekerja, ayah harap kamu bisa menggantikan posisi ayah di sana. Setelah kuliahmu selesai ayah akan serahkan sepenuhnya tanggung Jawab ayah padamu. David Tamin adalah sosok yang baik ayah mengenal beliau sejak dulu. Beliau adalah orang yang pekerja keras. Ayah harap kamu bisa bekerja dengan baik bersama beliau. Jaga kepercayaannya. Beliau begitu banyak membantu kita selama ini.


Fajri sempat menentang keinginan ayahnya namun karena ayahnya memberinya pengertian akhirnya Fajri setuju atas keputusan ayahnya.


"Jika keputusan ayah sudah seperti itu aku akan Terima, ayah jangan khawatir aku akan berusaha semampu yang aku miliki.


Pak ikhsan pun hanya bisa berterimakasih pada putranya itu yang memang selalu bisa dibanggakan. Pak ikhsan merangkul anaknya. Fajri tersenyum. ibu Fajri ikut bahagia melihat ayah dan putra itu saling mengasihi.

__ADS_1


Karena merasa lelah Fajri masuk kamarnya dan kembali berkutik dengan pemikirannya sendiri. Kini Fajri berkutik dengan laptopnya, membuka email melihat ada begitu banyak pesan masuk.


Fajri memeriksa satu persatu pesan yang masuk di email nya di tengah seriusnya memeriksa pesan itu, Fajri kembali teringat pesan ayahnya. Fajri masih bimbang dengan keputusan ayahnya.


__ADS_2