Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 37 Malam pertama yang menegangkan


__ADS_3

Kini Laila sudah mandi sore. Rasa emosi yang memuncak tadi setelah mandi membuatnya cukup rileks. Tidak menyangka jika di kafe tadi dirinya bertemu dengan Andre, Laki-laki yang sudah Laila kubur sedalam mungkin.


Sementara dalam perjalanan menuju pulang ke rumah istrinya, Fajri semakin dikuasai nafsu amarahnya, teringat kembali foto laki-laki yang memegang tangan Laila.


"Apakah laki-laki itu mantan Laila dulu? kalau iya apakah mereka dulu begitu dekat? tidak menutup kemungkinan mereka melakukan batas sekedar Berciuman. Fajri mulai berfikir salah tentang istrinya.


Fajri ingat bagaimana dulu pakaian istrinya yang begitu terbuka. Ya... karena emosi menguasai diri Fajri sampai dia tidak sadar menuduh istrinya dan beranggapan diluar faktanya.


Sampai di rumah, dayan atung kembali melihat raut wajah tuan mudanya berbalik saat tadi pergi ke kantor.


"Tuan muda! " sapa dayan atung dan begitupun dayan lainnya.


" Apa tuan putri sudah pulang? " nada suara Fajri sedikit meninggi.


"Iya tuan, tuan putri sudah ada di kamarnya."


Fajri pun dengan langkah begitu cepat menuju kamar istrinya. Di luar, Fajri berusaha menenangkan emosinya namun bisikan iblis lebih tinggi dari pada tingkat kesadarannya.


Fajri pun membuka pintu tanpa memberi salam. Sontak Laila yang masih mengenakan handuk memegang ponsel nya karena membalas chat via WA sahabatnya masalah tadi sore di Kafe.


"WA.... Alaikum salam." Lirih Laila dan menyimpan kembali ponselnya seketika Laila menutup dadanya karena merasa malu terekspos sempurna dihadapan suaminya.


Fajri yang melihat itu, semakin menyimpan curiga dan emosi, Fajri semakin dikuasai emosi tatkala mengingat kembali foto itu, dan kembali Fajri beranggapan salah pada istrinya.


"Katakan padaku kau bertemu dengan siapa di kafe?" suara Fajri yang melemah tapi, nada bicaranya cukup sedikit menekan


"Apa maksudnya, bukankah tadi dia tahu aku pergi bersama Mala dan Rani? dan kenapa nada bicaranya berubah? batin Laila yang terus mundur.


" Katakan padaku, Laila! " suara Fajri mulai meninggi. Laila mulai ketakutan


"Kenapa dia? batin Laila lagi. " aku.... tadi bukankah tadi sudah memberitahumu? " suara Laila terbata karena takut melihat raut wajah dan nada bicara suaminya.


"kau yakin? tanya Fajri dan Laila mengangguk. Kau bohong, Laila! " apa kau pikir aku suami bodoh! " tidak, yang mana saja dia sentuh, katakan!" Fajri berteriak untungnya kamar laila memiliki peredam suara.


"Sayang..... apa maksud mu? Laila semakin ketakutan


" Fajri semakin geram karena Laila masih tidak jujur. Kau menutupi semua dariku Laila, kau berbohong padaku!" Fajri semakin meninggikan suaranya. "katakan padaku yang mana dia sentuh. ini? Fajri menunjuk bagian dada istrinya. aku tidak menyangka Laila kau serendah itu! "

__ADS_1


"Fajri Stop! " jaga ucapan mu!"


"Lalu apa ini? Fajri memperlihatkan foto saat di kafe tadi.


" Sayang aku bisa jelaskan, tolong jangan seperti ini. Laila memohon


Fajri tidak menghiraukan dia terus memegang tengkuk dan men****m leher istrinya, bukan hanya sampai disitu dia pun ******* kasar ***r istrinya. membuat Laila tentu merasa kesakitan.


"Fajri, tolong jangan seperti ini. Fajri sadar dirimu dikuasai emosi kita bisa bicarakan ini dengan baik.


" Apa lagi yang kamu mau jelaskan hah? aku tidak yakin jika kau masih Virgin.


plak.....


"Jaga ucapan mu, Fajri aku tidak serendah itu, kau menyakiti hatiku. Laila masih menahan air matanya dan tubuhnya mulai gemetar karena amarah memuncak mendengar perkataan Fajri.


" Harusnya kau tidak marah jika memang tidak."


"Stop! teriak Laila tidak Terima atas apa yang dituduhkan dirinya.


Dengan buas seperti predator Fajri mengukuh tubuh istrinya dibawahnya tanpa ampun dan dengan kasar Fajri membuka seluruh pakaiannya tanpa menyisakan sehelai benang pun. Handuk Laila yang dikenakan tadi pun sudah terbang entah dimana.


"Fajri kau boleh melakukannya tapi, jangan menyentuhku dalam keadaan emosi. istighfar Fajri! "Laila semakin gemetar. Seakan dua telinga Fajri tertutup karena emosi yang begitu menguasai dirinya. Tidak peduli Laila yang kini meronta dan memohon padanya sambil menangis


" Aku akan membuktikannya. buka! " paksa Fajri tapi, Laila masih bertahan . Fajri terus menyerang istrinya dengan buas tanpa ampun, Laila yang sudah kehabisan tenaga memilih pasrah. sentuhan demi sentuhan yang diberikan suaminya membuatnya tidak sengaja mengeluarkan suara ****n.


"Fajri sakit, kau menyiksaku, kau menyakitiku!" Laila berteriak dan meneteskan air mata. Lakukanlah sesukamu biar kamu puas! " teriak Laila yang sudah kehabisan cara menyadarkan suaminya.


"Saat Fajri sudah tengah perjalanan menuju ke sana dan sadar jika istrinya masih virgin. "Astaghfirullah, Apa yang aku lakukan padanya." Fajri pun berhenti menjamah paksa istrinya. Fajri mengusap air mata Laila


"Maafkan aku." Fajri bangkit dan menutup tubuh istrinya yang kini sudah terisak. Fajri masuk kamar mandi, menyesali apa yang sudah dia perbuat. Fajri sadar dia sudah menyakiti istrinya tanpa mendengar penjelasannya.


Namun tak bisa dipungkiri ada rasa kecewa dalam diri Laila saat Fajri tidak melanjutkan permainannya disisi lain, Laila merasa geram mengingat suaminya menyerangnya seperti binatang.


Fajri keluar dari kamar mandi dan bersiap pergi ke mesjid untuk menunaikan shalat magrib. Tidak ada sapaan di atara keduanya begitu Fajri berlalu Laila masuk kamar mandi dan membersihkan seluruh tubuhnya.


"Fajri kau jahat!" Laila terisak

__ADS_1


Laila melihat seluruh tubuhnya akibat ulah suaminya yang menyisakan begitu banyak tanda merah dalam dirinya. Air mata Laila kembali menetes.


Dalam doa nya Laila kembali menitikkan air mata. Mencoba berdamai dengan hatinya. Laila beristighfar mengingat semua masa lalunya, mengingat kejadian sore di kafe yang tidak sengaja membuat suaminya cemburu buta.


"Ya Allah Aku khilaf, ampuni aku. harusnya aku tidak mengikuti keinginanku tadi sore. Ya Allah ampuni dosaku dimasa lalu. Jika aku pernah menyakiti seseorang tanpa aku sengaja maafkan hamba mungkinkah karena dosaku yang dulu, inikah akibat yang aku dapatkan?


Laila terus beristighfar sampai masuk waktu isya. Laila kemudian melanjutkan shalat isya dengan begitu dipaksakan untuk khusuk.


Masih menggunakan mukena nya, Laila menunggu suaminya sampai di kamar cukup lama untuk minta maaf, namun orang yang ditunggu tidak kunjung tiba.


Seorang mengetuk pintu, dengan semangat Laila membuka pintu kamarnya namun ternyata yang datang adalah dayan Siti dengan membawa makan malam untuknya.


"Tuan muda memintaku membawakan makanan untuk tuan putri, Karena tuan muda mengatakan jika, tuan putri sedikit kelelahan dan tuan muda menyampaikan jika tuan tidak pulang malam ini, karena ada urusan kantor mendadak harus diselesaikan.


" Apakah ayah tahu jika, tuan muda keluar?


"Iya tuan putri.


" Maksudnya, di kantor ayah ada masalah?


"Iya, tuan putri.


" Terus apa ayah baik-baik saja? tanya Laila lagi.


"Awalnya tidak tuan putri, namun tuan muda menenangkan tuan besar, dan sekarang tuan besar sudah diperiksa oleh dokter pribadi dan sekarang tuan besar sudah beristirahat. Ada lagi tuan putri? "


Laila geleng kepala dan meminta dayan siti kembali. Laila pun duduk menangis. merasa terharu sikap tanggung jawab Fajri yang rela mengorbankan istirahatnya demi keluarganya ada rasa bersalah dalam diri Laila sebagai seorang istri.


"Harusnya tadi aku tidak keluar, harusnya aku menunggu suamiku sesuai pesannya. Harusnya aku menuruti perintahnya. Maafkan aku. " Laila terus terisak dalam kesendirian.


Suamiku, semoga seluruh peluh dan tetesan keringat yang engkau keluarkan dalam perjuanganmu mencari nafkah untuk kami, senantiasa berkah dan dibalas surga


******


Dibalik ujian ada hikmah bisa dipetik.....


berikan terus dukungannya untuk author, author sadar dalam penulisan dan penyusunan kalimat serta penempatan tanda baca masih menyimpan banyak kekurangan 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2