
Laila keluar dari kamar turun ke lantai bawah untuk menyiapkan makan siang untuk suaminya. kaget melihat ibunya cepat pulang dari tempat kerja.
"Sejak kapan ibu pulang? wajah Laila begitu tampak bahagia.
" Mulai hari ini ibu tidak kerja sayang, ibu hanya sesekali akan memantau kinerja karyawan ibu di sana. Ibu ingin istirahat. Ibu juga niat akan berhijrah.
"Alhamdulillah, subhanallah.... Laila memeluk ibunya itu yang kini duduk di depan meja makan. " ibu mau hijrah dari mana?
"Dari shalat dulu, dengan pelan tentu dari pakaian dan seterusnya. " senyum ibu lucia grahita
Para pekerja rumah itu turut bahagia. seiring berjalannya waktu penghuni rumah itu terlihat menikmati kehidupan sesungguhnya. Fajri yang baru turun melihat anak ibu itu saling berpelukan
"Alhamdulillah gumam Fajri.
" e... Tuan Fajri silahkan tuan, hidangannya sudah siap. Dayan siti mempersilahkan dan diangguki oleh Fajri
mendengar nama Fajri disebut, Laila dan ibunya menghapus air matanya.
"Sayang... aku dan ibu....perkataan Laila terpotong. walau sedikit malu memanggil kata SAYANG namun tetap dilakukannya dia tidak mau Fajri memberi nya hukuman
" Tidak apa-apa. Fajri mengusap kepala istrinya yang tertutupi Khimar dan mengambil tempat duduk di depan Laila. "Ada orang takut dihukum ya bisik Fajri tersenyum meledek. "
Membuat Laila membulatkan matanya dan melihat Fajri mengambil tempat duduk di depannya
"Apaan sih" lirih Laila menahan kesal karena diledek.
"Ayolah nak kita makan siang bersama. ibu Lucia menimpali. Laila layani suamimu! " perintah Lucia lagi pada putrinya itu
Laila pun berdiri dan mulai mengambilkan makanan untuk suaminya. Fajri terus menatap Laila sementara para pekerja di sana merasa iri melihat ke bucinan Fajri pada Laila. Bagaimana tidak Fajri begitu sempatnya merangkul pinggang Laila hingga sontak Laila memukul pelan lengan suaminya itu. Lucia yang melihat anak dan mantu itu hanya tersenyum.
"Ibu kok sudah selesai makan? Laila yang baru mau makan kaget melihat ibunya sudah selesai makan siangnya.
" Tadi, sebenarnya Ibu sudah makan bersama klien. lanjutkan makan mu bersama suamimu, Ibu mau istirahat.
Laila mengangguk dan melihat suaminya menikmati makanannya tanpa satu kata pun. selesai makan, Fajri tetap duduk dan menunggu Laila menyelesaikan makanannya.
Laila yang menyadari dirinya diperhatikan oleh Fajri, melirik kearah suaminya itu sambil menyuap nasi ke mulutnya. Fajri yang melihat ada sisa nasi dipinggir bibir milik istrinya dengan segera mengusap dengan menggunakan ibu jarinya.
oh no.........
Para dayan yang melihat itu merasa iri dengan hal yang mereka saksikan di depan mata secara langsung.
"Jangan menatapku seperti itu. Aku tidak bisa makan dengan baik. lirih Laila salah tingkah.
" Sayang asal kamu tahu Ketika suami istri saling memandang satu sama lain dengan penuh cinta dan kasih sayang, maka Allah memandang keduanya dengan tatapan kasih sayang. "
"Iya, tapi jangan juga saat makan dilihat seperti itu. kan malu jadinya."
Fajri tersenyum hingga akhirnya Laila pun mengakhiri makan siangnya dan Fajri pun memberikan air minum.
" Terimakasih.Tapi, aku bisa ambil sendiri.
__ADS_1
Fajri lagi-lagi hanya tersenyum menanggapi perkataan istrinya itu. selesai makan Fajri menarik tangan Laila menuju kamar mereka.
sampai dikamar mereka, Fajri tiba-tiba menyerang **** milik istrinya itu dan ****t lebih dalam, Laila hanya pasrah. setelah beberapa saat Fajri melepaskan.
"Rasa ikan. tapi, enak bahkan masih mau nambah." ledek Fajri dan mendapat pukulan ringan Dari Laila seketika.
" Apaan coba, nyosor aja. permisi kek. "
"Sayang jika aku permisi belum tentu dikasi. jadi ya... nyosor aja. tapi enak kan?" ledek Fajri lagi
" serah.... " kesal Laila selau mendapat ledekan dari suaminya.
"Aku harus balik kekantor, hari ini aku ada pertemuan di sebuah restoran bersama klien dan mungkin sedikit larut malam aku pulang."
Fajri pun bersiap dan dibantu boleh istrinya itu. Laila membantu memasangkan dasi Fajri, karena Fajri sedikit tinggi dari Laila Fajri pun sedikit membungkukkan badannya.
Cup.
kecupan tiba-tiba mendarat lagi dibibir ranum Laila.
"sayang kamu harus terbiasa mendapat serangan tiba-tiba dari suamimu dan persiapkan dirimu sebentar malam,bisik Fajri dengan lembut membuat bulu roma Laila berdiri. "terus pakai ini, aku tidak mau ada penolakan." Fajri memberikan paper bag warna pink pada istrinya itu sebelum pergi.
Laila memegang dadanya yang berdenyut atas sikap suaminya yang begitu romantis baginya. Laila yang sudah mengetahui jika Fajri ternyata memiliki perusahaan sendiri hanya mengangguk saat Fajri pamit untuk balik kantor tanpa banyak bicara.
"Apa ini batin Laila dan membuka paper bag pemberian suaminya itu. Seketika mata Laila terbuka lebar melihat isi paper bag tersebut. " Gila, dia menyuruhku memakai pakaian yang kurang bahan ini?aku tidak habis pikir ide gila suamiku. Laila mengangkat lebih tinggi lingerie pemberian suaminya itu. "benar gila.....gila......
Fajri yang masih berada dibalik pintu yang belum tertutup rapat terkekeh mendengar ocehan istrinya.
Fajri melangkah meninggalkan tempat dan terus tersenyum. Dayan atung yang melihat tuannya itu senyum sendiri sedikit heran.
" Tuan muda, apakah tuan muda baik-baik saja?
"Apakah aku terlihat tidak baik-baik? dingin Fajri.
" A.... iya tuan, anda Baik-baik saja. atung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
sepeninggal Fajri Dayan atung masih berdiri melihat Tuan mudanya terus tersenyum. "cinta memang bikin orang lupa diri ya. "na... na...... Dayan atung bernyanyi melanjutkan pekerjaan nya.
" Hei.... kenapa lo..... satpam Mamat sebagai satpam kedua melihat atung begitu ceria.
"Eh... satpam Mamat kirain siapa? bikin kaget atung aja.
" Ditanya malah nyengir. kenapa lo?
"Satpam Mamat gak lihat tadi tuan muda keluar senyum-senyum gitu.....?
" Iya lihat, aku juga heran. emang kenapa?
"Mau tahu gak kenapa? Dayan atung melihat reaksi penasaran satpam Mamat.
" Kenapa emangnya? penasaran satpam mamat menunggu jawaban Dayan atung. Ayo katakan kenapa?
__ADS_1
"Menurut pengalaman aku ya... pasti habis chem... chem.... chem.. deh. lanjut Dayan Atung membayangkan.
" chem... chem... apa itu? Satpam Mamat yang tidak mengerti bahasa anak muda kebingungan berfikir.
"Ah.... bang Mamat, tidak mengerti sih bahasa gaul. tapi kepok' tidak habis pikir orang tua zaman sekarang gaul katanya, tapi kurang mengerti.... uda ah...... cari di om Google ya... bang Mamat.
Dayan atung pun meninggalkan Satpam mamat yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri.
****
sementara di kantor Fajri sudah sampai, semua karyawan bingung melihat Bosnya kembali. bagaimana tidak heran sepengetahuan mereka dari sekertaris Rama jika bosnya sudah duluan pulang saat akan meminta tanda tangan.
Saat Rama datang dari toilet dan menuju ruangannya tidak sengaja melihat dibalik kaca, bos sekaligus sahabatnya sudah duduk manis dan senyum sendiri di ruangannya.
"Apa aku tidak salah lihat. bukankah itu Fajri? Rama pun mengucek berkali-kali matanya untuk memastikan jika dirinya tidak salah lihat. " Ah ini bukan halusinasi.
Karena rasa penasaran Rama pun meninggalkan ruangannya menuju ke ruang direktur itu.
Tok...
Tok...
Karena tidak ada suara Rama langsung saja masuk serta mengucap salam. Ternyata Fajri sedang melamun entah apa yang dilihat pada ponselnya sampai tidak menyadari Rama di depannya.
Hem......
Rama mengeluarkan suara dehem sampai berapa kali sontak Fajri kaget dan menertawakan
"Sit. Fajri melemparkan kertas yang sudah diremas kearah Rama. "Bisa gak masuk ketuk pintu dulu. Ganggu aja. "
"Ha... Ya..... Sulit ya kalau orang lagi jatuh cinta, parah. Gue pikir man lho gak kembali lagi. E.... Ternyata.... Lho disini. Fajri terus melihat ponselnya. " Hei man apa sih disitu bikin betah tuh mata.
"Gue lagi menatap bidadari surgaku".Jawab Fajri
" Ternyata betul dugaan ku sekali jatuh hati sulit dilupakan. Tapi, aku turut bahagia man akhirnya lho menemukan tulang rusukmu.
"Ya, gue juga tidak menyangka cara Allah mempertemukan aku dengan jodohku. Dan bagaimana Allah membalikkan hatiku. Tapi, jujur, sangat sulit rasanya menjangkau hati Laila. Dan lho tahu setelah menikah aku melihat dalam dirinya banyak sesuatu yang dimilikinya. Dia begitu cepat belajar. Mengingat nya saja sekarang aku seperti merindukannya.
"Nah ini nih.... Bucin tingkat dewa sama istri. Parah lho man. Tapi, bukannya awal pernikahan lho sama dia karena dijodohkan ya?
" Fajri mengingat kembali perkataan ayah mertuanya saat diminta dirinya menikahi Laila karena David Tamin takut terjadi sesuatu pada putrinya. " Ya... Tapi aku menikahinya memang karena Allah. Jauh sebelum ayahnya memintaku dan dalam diam aku sudah menaruh perasaan padanya. Bahkan aku sudah merencanakan mengajaknya Ta'aruf. Apa lagi saat aku melihat perubahan dalam dirinya aku benar-benar kagum dengannya.
"Gue salut man denganmu.
" Terimakasih. aku juga doakan dirimu mendapat tukang rusukmu secepatnya.
"Lalu bagaimana dengan Rambo apa yang akan kamu lakukan. bukankah dia selalu meneror ayah mertuamu.
" Sejauh ini aku masih memantau. jika saja dia berani aku pastikan perusahaannya akan hancur di tanganku.
"untuk saat ini aku meminta kau selidiki putranya. siapa sebenarnya putranya itu. jika kau dapat informasinya beritahu aku secepatnya.
__ADS_1
" Baiklah akan aku laksanakan. InsyaAllah.