Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 54 Penculikan Laila


__ADS_3

hari yang penuh kebahagian bagi Laila akhirnya kedua sahabatnya menemukan jodohnya masing-masing. kini usia kehamilannya masuk tepat dua bulan.


Karena bosan di rumah terkurung Laila berinisiatif mengunjungi suaminya di kantornya. Sebelum pergi Laila meminta dayanya memasak makan kesukaan suaminya. Dayan di sana cukup heran dan mencoba memberi pengertian pada Laila agar tidak keluar rumah. namun Laila tetap meminta para pekerja di sana untuk tidak melarangnya.


Laila berdandan secantik mungkin agar dirinya terlihat menarik di depan Fajri. Cukup lama Laila melihat dirinya lewat pantulan cermin. Sebelum pergi Laila mencoba menghubungi Fajri untuk mengabari jika dirinya akan berkunjung ke kantor pribadi suaminya.


Fajri yang dihubungi tidak menjawab telepon dan akhirnya Laila memutuskan untuk pergi saja sebagai suprise untuk suami tercinta. setelah siap Laila meminta supir untuk mengantarkannya.


***


Sementara Fajri sendiri yang sedari tadi tidak mengangkat telponnya ternyata sedang Rapat sementara ponsel miliknya dalam mode diam.


Entah mengapa perasaan Fajri tidak enak. Jantungnya berdenyut cepat dan telinga bagian kanannya terus berdenging. Fajri menoleh pada Rama


Rama yang paham kode Fajri mendekat dan menggantikan pertemuan itu dan Fahri masuk ruangannya. Fajri melihat ponsel miliknya terdapat beberapa panggilan tak terjawab dari istrinya.


"tidak biasanya Laila menelpon sebanyak ini? pikirnya.


Fajri menelpon Laila, namun nomor Laila tidak aktif. Kembali Fajri sedikit gelisah. Fajri menghubungi orang di rumah dan menanyakan keberadaan Laila.


* Apa? bagaimana bisa kalian membiarkan tuan putri keluar hah? jam berapa dia keluar?


*...........


Fajri kaget mendengar penjelasan dibalik telpon jika Laila keluar satu jam yang lalu.


Fajri memutuskan secara sepihak panggilan telepon itu. Fajri kembali menghubungi istrinya namun nomornya tidak aktif.


"Harus dari tadi Kamu sudah sampai disini, sayang. dimana dirimu?


Kegelisahan semakin membuat Fajri ketakutan. Fajri mencoba menelpon supir yang mengantarkan Laila namun nihil. nomor tersebut juga tidak aktif. Fajri Benar-benar gelisah dibuatnya.


Sebuah panggilan telepon dari ayah mertua dan mendengar suara David terdengar serak. Dibalik telpon Fajri sangat jelas mendengar isak tangis ibu lucia menyebut nama Laila.


*Ayah tunggu dulu. maksud ayah Laila diculik?


Fajri begitu geram mendengar kabar buruk dari David Tamin jika kemungkinan penculikan Laila itu ulah Rambo. Fajri pun dengan segera keluar dari ruangannya untuk kembali.


Rama yang baru keluar dari tempat ramat rapat melihat Fajri agak terburu-terburu. Rama menghentikan Fajri dan bertanya dan Fajri menjelaskan.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan." Ucap Rama.


" Tunggu perintah dariku." Ucapnya dan Rama pun menghubungi seseorang.


karena syakira hari ini akan pulang dan Fajri sudah berjanji pada ayahnya untuk menjemput adiknya itu dengan terpaksa Fajri meminta Rama menjemput adiknya.


dan memberikan kartu perwaliannya.


Kartu perwalian itu berfungsi untuk diperlihatkan nantinya di pondok saat Rama menjemput Syakira adiknya.


Rama menerima kartu perwalian itu dan terus melihat Fajri berlalu. Kembali Rama tidak percaya jika Fajri memiliki adik perempuan. selama ini Fajri memang tidak pernah membahas tentang adiknya itu.


***


Kini Laila sudah berada di sebuah kamar yang cukup besar dalam keadaan pingsan. Rambo menatap lekat wajah putri David Tamin. Tampak Rambo tersenyum kemenangan.


"Andre kamu bodoh meninggalkan perempuan ini." Senyum menyeringai di wajah Rambo.


Rambo keluar dari kamar itu dan meminta pengawalnya melakukan penjagaan ketat. Bagi Rambo putri David adalah merupakan keuntungan besar baginya.


Dilain tempat Andre begitu serius bekerja. sebuah panggilan telpon masuk dan melihat siapa yang menelpon dirinya. Andre cukup kesal melihat jika panggilan itu dari ayahnya.


*Kamu yakin? ayah tidak akan percaya. bagaimana jika perempuan ini aku habisi di depanmu."


Andre langsung berdiri dari tempatnya.


"Apa maksud ayah? ayah... halo ayah....! "


Ting.... sebuah pesan masuk di ponsel milik Andre. Membaca pesan singkat itu dan andre benar-benar geram. Andre benar-benat tidak percaya jika ayahnya senekat itu menculik putri David Tamin yang jelasnya sudah menikah.


Andre memanggil Sekretarisnya dan meminta Sekretarisnya menunggu perintah darinya. Andre pun bergegas pergi menuju alamat ayahnya.


Setengah jam kemudian. Andre turun dari mobilnya dan masuk kedalam rumah menemui ayahnya yaitu Rambo dengan wajah tidak bisa digambarkan.


"Apa maksud ayah menculik putri om David! Bahkan ayah tahu dia sudah menikah dan sedang mengandung, Ayah diaman akal sehat mu!"


" Hei bocah duduklah, ayah hanya memintamu untuk membantuku menggapai keinginanku. dan ayah yakin kali ini kau akan menurut."


"Andre tersenyum sinis "Sampai kapan pun, ayah tidak bisa memaksaku!"

__ADS_1


" kau yakin, tidak mau? Rambo tertawa dan kembali menatap Andre dan kemudian meminta Pengawal membuka pintu kamar.


Mata Andre seketika membulat. ada begitu banyak pertanyaan di benaknya. melihat Laila dalam keadaan pingsan dengan tangan terikat. Emosi Andre langsung memuncak.


"Ayah apa maksud mu dan kenapa Laila ada disini? lepaskan dia!" geram Andre. Rambo tertawa puas melihat putranya berteriak histeris.


Andre mendekati Laila dan meminta Laila untuk sadar. Rambo terus tertawa dan tertawa puas.


"Aku tahu kau sangat mencintainya bukan? ayolah Andre. "


" Ayah stop! " aku tidak akan pernah menurutimu. Aku memang mencintainya tapi, aku bukan laki-laki pengecut, ayah. Aku bukan ayah, yang mudah merusak kebahagiaan orang lain.


"Andre!" bentak Rambo


karena pertengkaran ayah dan putra itu membuat Laila tersadar dari pingsannya. Dengan pelan mata Laila terbuka, mencoba untuk bangun sambil memegang kepalanya yang masih terasa berat.


Saat matanya sudah melihat sempurna, Laila begitu kaget, ada begitu banyak laki-laki di ruangan itu. Laila mencoba mengingat kejadian dimana dirinya saat diperjalanan menuju kantor suaminya tiba-tiba sebuah mobil menghadangnya dan beberapa laki-laki bertubuh besar menghadiri mobilnya dan setelahnya itu Laila tidak tahu lagi. Laila Begitu kaget saat melihat Andre di depannya.


"Andre kau?........


"Laila jangan salah paham.


"Bagaimana bisa kau melakukan semua ini padaku Andre hah? apa belum cukup setelah dulu kau pergi dan menyiksa perasaanku?


Rambo yang melihat keduanya bersitegang meminta pengawalnya keluar dan mengunci pintu.


" Ayah buka pintunya! "Ayah kau tidak bisa seperti ini! Abdee terus mendobrak pintu itu bahkan sampai menendangnya.


Palak.... palak..... Dua tamparan tiba-tiba mendarat di wajah Andre.


" Apa kamu pikir aku wanita bodoh! "hah? kau menculik aku dan mengurungku disini kemudian kamu berpura-pura seakan menjadi pahlawan? tidak, Andre. aku tidak percaya denganmu. aku benci padamu, aku muak denganmu!, Andre.


" Laila, stop! " teriak Andre


seketika Laila terdiam dan mundur sambil menangis dan menyandarkan dirinya ditembok. Andre mendekat berusaha untuk menjelaskan, tapi Laila menolak dan meminta Andre untuk tidak mendekat. Andre terus membujuk Laila untuk percaya padanya namun Laila sangat sulit untuk diberi pengertian.


Laila memegang perutnya karena merasa kesakitan dan juga disertai rasa lapar. Andre pun mencoba untuk membantu Laila dan lagi-lagi Laila seakan hilang kepercayaan pada Andre.


"Kamu puas kan menyiksa aku dan calon bayiku, Andre. Apa kamu pernah berfikir, andre. Bagaimana keluargaku dan suamiku memikirkan aku? jawab Andre! Aku mohon Andre biarkan aku pulang." Ucap Laila sambil memegang perutnya.

__ADS_1


Andre pun duduk terdiam ditembok kini posisi mereka sedang berhadapan dengan jarak cukup jauh karena kamar tersebut cukup besar dan kamar itu adalah merupakan kamar bekas pribadi andre dulu saat ayah, dan ibunya masih bersama.


__ADS_2