
Tepat setelah shalat Ashar Laila mengirim pesan pada suaminya untuk keluar ke sebuah kafe bertemu dengan dua sahabatnya.
Fajri yang kebetulan sibuk dimeja kerjanya melihat pesan masuk pada ponselnya.
*Assalamu'alaikum, m... aku izin keluar nongkrong dengan sahabat aku boleh kan?
*Panggil Aku sayang😉Sekarang! "
*Sayang boleh kan? 🙏😉
Fajri tersenyum dan kemudian penasaran kemana istrinya akan pergi
*kemana? 🤨tanya balik Fajri lewat pesan
ditempat lain, Laila yang membaca pesan suaminya dengan pesan simpel dan emoticon seperti itu sedikit kesal.
*Kafe sayang... sayang... sayang.... sayang aku..... tempat biasa.
Naira berharap dapat keluar surat izin dari suaminya karena merasa sudah mengeluarkan kata SAYANG berulang kali
*Baiklah.... tapi, pulang sebelum aku pulang. jika, melanggar.... tunggu hukuman dariku.
*Ok. mmmmmuaaaaaaa😘😘 ........
"Saat pesan terakhir terkirim, Laila baru menyadari . "Bisanya aku memberikan kecupan lewat tulisan. oh no.... akan ada orang besar kepala..... ah.... bodoh amat yang penting aku keluar.
Sementara Fajri yang menemui kliennya di sebuah restoran, terdengar pesan masuk. Fajri membuka pesan itu dan terdiam. Hatinya seakan berbunga-bunga bagaikan bunga yang bermekaran dan senyum-senyum sendiri.
Kliennya heran melihat Fajri yang dingin di depan kliennya tiba-tiba terlihat berubah.
"Tuan Fajri bagaimana, apakah tuan setuju akan kerja sama dengan perusahaan kami?
Namun Fajri tidak menggubris perkataan kliennya itu, Rama yang melihat tingkah aneh sahabat sekaligus bosnya, segera berbisik.
" Jatuh cinta memanggang aneh. tuh kliennya sudah menunggu jawaban. bisik Rama membuat Fajri salah tingkah
Hem...
Fajri pura-pura batuk menghilangkan rasa groginya.
"Akan kami pertimbangkan setelah kami pelajari. Sekertaris saya akan menginformasikan secepatnya. tenang saja tuan. InsyaAllah.
__ADS_1
Klien itu pun sedikit Puas mendengar pernyataan Fajri. klien Fajri itu bernama Bernardus ayah dari Bertha. Fajri tidak mengetahui jika tuan Bernardus adalah ayah Bertha seorang wanita yang begitu terobsesi dengan Fajri. Entah apa alasan Bertha meninggalkan agamanya Fajri tidak tahu.
"Ha....ya tuan Fajri, aku memiliki seorang putri yang kini beda agama dengan saya. Entah apa yang menyebabkan anak saya keluar dari agamanya.
Fajri bisa menangkap apa maksud kliennya ini sampai membahas putrinya diakhir pertemuan mereka. Namun Fajri menghargai Kliennya itu dan tetap mendengarkan dengan baik.
"Agama merupakan suatu prinsip dan pedoman hidup yang dijalani oleh seseorang. Ini berarti setiap aktivitas atau rutinitas yang dilakukan seseorang tentu mengacu kepada ajaran agama yang dianutnya. Pasalnya, berbeda agama tentu akan berbeda pula ajaran yang dipercaya. Iya kan tuan Bernardus? tanya Fajri.
"Betul tuan Fajri. tuan Bernardus semakin salut dengan Fajri. Ternyata Fajri begitu menghargai orang berbeda agama dengannya. "lalu apa pendapat tuan Fajri
"Maaf sebelumnya. "Maka dari itu, saat Anda menjalin hubungan beda agama. " maaf tuan bernardus, maksud saya dengan putri anda, tidak menutup kemungkinan akan ada banyak perbedaan bagaimana tuan Bernardus dan putri anda menjalani aktivitas dan rutinitas sehari-hari. Agama bisa berbeda tuan tapi, dalam ajaran kami, sangat menjunjung tinggi berbuat baik dan melayani orang tua sebaik-baiknya, Memiliki orang tua yang berbeda agama, bukan berarti harus putus hubungan silaturahmi. ... wajib berbakti pada kedua orang tua. Fajri tersenyum ramah Pada tuan Bernardus.
"Terimakasih tuan Fajri. jika, seandainya tuan Fajri punya waktu boleh kita bertemu kembali, ya. .. setidaknya akan saya kenalkan dengan putri saya.
Ya.... siapa tidak tertarik dengan seorang pengusaha muda seperti Fajri. Hampir semua lawan bisnis Fajri banyak yang menawarkan putrinya. demi bisnis mereka.
"Ha.... terimakasih banyak tuan atas tawarannya, tapi maaf tuan saya harus kembali sekarang. Maaf sebelumnya. Saya permisi tuan Bernardus. Fajri pamit untuk menghindari Kliennya itu.
Fajri pun berjabat tangan dan meninggalkan tempat itu. tuan Bernardus yang merasa ditolak seakan tidak Terima.
***
Di sebuah Kafe Laila begitu bahagia berkumpul kembali dengan dua sahabatnya. mereka menikmati sore hari itu dengan sangat bahagia. Laila menceritakan bagaimana hubungannya sekarang dengan Fajri. Mala dan Rani ikut bahagia.
"Bukankah kamu Laila? Tanya Andre mantan Laila memastikan.
" Merasa seorang menyebut namanya, Laila berbalik melihat dan kaget, Laila berdiri dari tempat duduknya dan sedikit mundur mengambil jarak.
"Andre hermawan? Ka... u.....disini?
" Ya... Aku Andre Hermawan, kekasihmu." Aku tidak menyangka bisa bertemu dirimu kembali, Laila. Kau sangat berubah Laila.
"Maaf, Tadi anda bilang apa, kekasih? maaf tapi, mantan. camkan itu dan jangan berani menyentuhku! "kita tidak ada hubungan lagi, aku masa Lalu."
Mala dan Rani yang tidak menyangka pertemuan itu merasa tidak enak.
"Laila, aku bisa Jelaskan mengapa aku meninggalkanmu tanpa memberitahumu!maafkan aku Laila, aku ingin kita memulai hidup baru lagi." Andre memohon pada Laila
"Maaf, itu tidak akan pernah lagi terjadi. sudah tidak ada ruang untukmu. " Jadi pergi dari hadapanku sekarang! " geram Laila
"Laila aku mohon! " jangan berkata seperti itu, apa kamu tidak ingat masa saat kita bersama dulu?" Andre mencoba menarik kembali perhatian Laila
__ADS_1
"Itu masa lalu,Andre dan aku menyesal pernah mengenalmu. jadi, jangan ganggu hidupku lagi." Laila semakin geram.
Andre memegang lengan Laila, dan kebetulan Bertha ada di sana bersama dengan temannya. Tidak pikir panjang Bertha mengambil ponselnya dan mengambil gambar Laila, seakan gambar yang diambil Bertha itu hanya Laila dan andre yang sedang memegang tangan Laila.
"Send... Bertha mengirim gambar itu ke nomor Fajri. Bertha tersenyum puas.
Kembali pada Laila dan andre. karena kesal Mala pun maju angkat bicara.
" Lepaskan tanganmu. Jangan kurang ajar dengan sahabatku. Andre pun melepaskan tangannya dari lengan Laila. "Apa kamu tidak sadar kau menyakitinya. lihatlah perbuatan mu!" Mala mengangkat lengan Laila yang memerah.
"Kau Laki- laki yang tidak tahu batasan. dia sudah mengatakan untuk jangan menyentuh nya. Tapi, kau masih tetap kurang ajar dengannya, harusnya kamu sadar tidak perlu menampakkan lagi wajah mu! " Sahabatku sudah bahagia. Lanjut Mala begitu geram pada Andre
"Apa maksudnya, Laila? Andre tidak mengerti maksud Mala
" Aku sudah bersuami Andre. jadi, tolong lupakan aku. " Laila duduk ditempatnya sementara Andre, mendengar pengakuan Laila, seluruh tubuhnya seperti tidak bertulang.
"Aku seakan tidak percaya, Laila. "jawab lemah Andre.
"Hei...... harusnya kamu percaya! " apa yang dikatakannya itu benar. " jadi, jangan pernah lagi kau hadir dalam kehidupan sahabatku. geram Rani yang maju angkat bicara .
"Ayo kita pulang! " aku lelah. " Laila mengajak dua sahabatnya itu pulang.
Andre begitu kecewa mendengar kabar jika Laila sudah bersuami. Ada rasa penyesalan dalam dirinya.
*****
Sementara ditempat Lain Fajri yang sedang sibuknya dengan urusan kantornya tiba-tiba terlihat geram setelah melihat foto yang dikirim oleh nomor yang tidak dikenal.
*Kau laki bodoh jika, masih percaya dengan istrimu. Bertha
"sit....... kurang ajar! " Fajri begitu geram melihat foto istrinya dengan seorang laki-laki dan pesan dari bertha.
Rama yang sedang membantu Fajri ikut kaget, tiba-tiba Fajri terlihat begitu marah. Wajah sahabatnya itu tampak begitu merah.
" Bisanya dia membohongiku! "teriak frustasi Fajri. Ah....... Teriak Fajri dan mengepalkan tangannya.
" Hei bro! istighfar. ada apa ini? "
"Cari tahu siapa laki-laki ini!" kau mengerti? bisanya dia memegang tangan istriku. Aku tidak Terima, lanjutkan pekerjaan ku. Aku harus pulang sekarang." Fajri dengan segera mengambil kunci mobilnya dan meninggalkan ruangannya.
Rama Paham. Dari nada bicaranya Rama bisa menangkap jika, bosnya sekaligus sahabatnya itu benar-benar marah.
__ADS_1
"Gawat." gumam Rama melihat Fajri berlalu.