Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 43 Menjenguk ibu Rani


__ADS_3

Kini Laila dan Fajri menuju rumah sakit, dimana Ibu Rani dirawat. Saat ditempat parkiran Laila bertemu Mala.


"Laila? lho sama siapa? Mala berbalik dan melihat Fajri dari arah parkiran. " eh... pak bos." Mala menundukkan kepalanya sebagai rasa hormat kepada Fajri


"Ayo sayang! " Fajri menarik tangan istrinya dan tidak menghiraukan Mala ada di sana.


Mala hanya geleng kepala melihat dua insan di depannya begitu harmonis. Sampai di ruang tunggu Laila memeluk Rani yang terisak.


"Sabar Ya... Rani... gue yakin ibu lho akan baik-baik saja."


" Rani lho yang sabar ya....... "Mala ikut memeluk Rani.


Fajri melihat sekertaris haris dengan baju kantornya yang masih sama saat siang tadi.


"Tuan anda datang? administrasi sudah saya urus. lapor Sekertaris Haris pada Fahri.


" Terimakasih sekertaris Haris, anda begitu berjasa pada ibu sahabat istri saya.


"Sudah tugas saya tuan, dia bawahan saya.


Tidak lama kemudian, ibu Rani sudah keluar dari ruang operasi dan dipindahkan ke ruang Inap.


" Kami harap, biarkan pasien istirahat, untuk sementara belum ada yang bisa masuk, tunggu sampai pasien sadar dan cukup satu atau dua orang menjaganya. ucap suster itu dan kemudian berlaku dari tempat itu.


Rani menoleh ke arah sekertaris Haris, tampak wajah sekertaris Haris begitu lelah. Bagaimana tidak satu hari penuh sekertaris menemani Rani dan menyelesaikan segala hal yang dibutuhkan ibu Rani.


"Maaf, mungkin sekertaris haris cukup lelah, bapak boleh pulang istirahat dulu, ada Mala yang akan menemani saya. Sahut Rani yang melihat sekertaris haris terlihat begitu lelah. " Bukan maksud saya mengusir pak tapi anda begitu terlihat lelah, maaf. "


" Baiklah, ini makanan jangan lupa dimakan, saya pamit dulu...mari tuan Fajri , tuan putri." Pamit sekertaris haris.


Setelah sekertaris haris berlalu, Fajri duduk kembali ditempatnya dan melihat Istrinya sedang menghibur sahabatnya. satu jam kemudian Sekitar jam 20.32 ibu Rani sadar.


Alangkah bahagia hati Rani melihat ibunya kembali sadar setelah dioperasi. namun belum bisa berbicara. Hanya air mata yang menetes membasahi wajah ibu paruh baya itu dan menggenggam erat tangan ibunya.


"Ibu yang kuat ya.... kami selalu ada untuk ibu, tenang saja ibu, Rani sudah seperti saudara kami. Ucap Laila. "Ibu harus semangat untuk cepat sembuh. InsyaAllah kami akan sering datang kemari.


"Jangan sedih bu, aku akan menemanimu di sini hingga ibu sembuh nanti. Jangan memikirkan hal-hal aneh, pikirkan saja kesembuhan ibu. Maafkan aku jika selama ini jarang memperhatikanmu bu. Aku sangat sibuk dengan aktivitasku saat ini hingga jarang menanyakan bagaimana kabarmu. Setelah ini aku berjanji akan sering mengabari mu sesibuk apapun itu." Rani memeluk ibunya . Laila mengusap punggung sahabatnya itu.


ibu Rani melihat kearah Fajri, seakan dirinya bertanya siapa sosok laki- laku itu. Fajri pun mendekat dan meraih tangan ibu Rani.


"Kami doakan ibu cepat sembuh, saya Suami Laila." Fajri melihat istrinya. "Nama saya Fajri bu.

__ADS_1


" Dia juga atasan saya dan Mala, bu." sambung Rani.


Ibu Rani pun tersenyum. Sekilas air matanya jatuh menatap Fajri, seakan di bola mata itu mengucapkan terimakasih.


"Tenang saja bu, biaya ibu sudah lunas. Tidak usah khawatir. Lanjut Fajri.


" Pak bos, terimakasih. Laila Terimakasih." ucap Rani lagi.


"Sudah lah, Rani. Lho itu sahabat kita, suka duka kita lalui bersama. Itu kan yang kalian selalu ucapkan pada saya kala aku yang berduka." Laila memeluk Mala dan Rani kemudian Laila pamit karena sudah dapat kode dari suaminya.


" Laila, bos sepertinya bucin akut sama lho, gue gak nyangka." bisik Mala ketika Laila mengambil tasnya untuk pulang.


"Pasti nih...... harus siap ekstra, hehehe..... " tawa Mala lagi dan lagi. Laila langsung menyiku perut Mala.


Fajri yang masih melihat istrinya saling berbisik hanya bisa mengeluarkan suara dehem.


***


Sepanjang perjalanan Fajri terus menggandeng tangan istrinya. Laila pun menyematkan Jari-jari tangannya di sela-sela tangan suaminya. Sampai diparkiran, Fajri membukakan pintu mobil untuk istrinya dan Fajri pun menyusul.


"Sayang kamu tidak berencana berbulan madu? tanya Fajri ditengah sibuk mengemudi.


"Baiklah, kita luangkan waktu untuk bulan madu. InsyaAllah aku akan mengatur waktu.


Laila pun menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


" Terimakasih telah hadir dalam hidupku melengkapi segala kekuranganku, terimakasih telah menjadi iman untukku mengajarkan aku tentang arti hidup ini, terimakasih telah mengisi hatiku mengajarkan aku apa arti cinta yang sesungguhnya." Laila tersenyum merekah Fahri mencium pucuk kepala istrinya yang tertutup khimar


Percayalah, jika dia memang cinta sejati kau, mau menyakitkan apa pun, mau seberapa sulit liku yang harus dilalui apa pun, dia tetap akan bersama kau kelak, suatu saat nanti. Cinta sejati memandang kelemahan, lalu dijadikan kelebihan untuk selalu mencintai. Dengannya kau mungkin akan merasakan apa beda cinta ikhlas sejati dengan cinta nafsu yang hanya perlu pelampiasan.


Laila sudah terlelap, Fajri menoleh dan melihat istrinya sudah masuk dialam mimpi. Sampai di rumah Fajri mengangkat tubuh istrinya itu masuk kamar.


ibu Fatimah yang melihat adegan itu, hanya tersenyum simpul." Semoga Allah menurunkan Rahmatnya dan Rida H-nya untuk kalian berdua." gumam ibu Fatimah


Dengan pelan Fajri meletakkan tubuh istrinya itu di atas kasur sebelum dirinya masuk kamar mandi.


***


di tempat lain. Sekertaris Haris memikirkan keadaan Rani dan ibunya. melihat ponselnya dan mengetik sesuatu.


📱Sudah makan? send pesan dikirim via WA terlihat garis centang dua di sana.

__ADS_1


"Balas dong. kemana anak itu😌? gumam Sekertaris haris.


Ting.....


wajahnya sekertaris Haris begitu bahagia melihat balasan via chat dari Rani


📱Sudah. nih lagi makan dan ibu juga sudah sadar. Terimakasih, pak sekali lagi.


📱Jika diluar kantor panggil nama saja.


📱Aku tidak bisa memanggil nama, aku panggil kak haris saja, gimana?


Sekertaris Haris melihat balasan chat Rani, tersenyumlah wajahnya dan mulai mengetik sesuatu. Raut wajah sekertaris Haris sekarang merona hatinya dipenuhi bunga bermekaran, jantungnya berdenyut tiada henti seakan bantal yang dipeluk nya sambil mengetik pesan itu adalah Rani


📱Ok. istirahatlah, aku serius dengan ucapan ku tadi siang. Pikirkan, suatu hari aku menunggu jawaban itu.


***


di rumah sakit, Rani menyunggingkan sedikit senyum membaca pesan terakhir sekertaris haris. Mala heran


"Apaan sih. eh.... tunggu dulu, dari restoran pak haris sama lho kan? dan tadi aku perhatikan masih baju yang sana dia pakai, dari mana aja lho sama dia, hah?


Rani pun menceritakan perihal mulai dari restoran dan berakhir di rumah sakit. membuat Mala hanya membulatkan matanya.


"wah wah...... parah juga es balok. Diam-diam mengagumimu? gue gak nyangka, terus?


" Ya... gue gak tahu tapi, gue sangat berutang budi dengannya." ucap Rani dan melihat infus milik ibunya. "Aku mengatakan padanya bahwa aku tidak kenal pacaran dan kemudian dia mengatakan apakah aku mau bersanding dengannya." Rani menatap Mala.


" Gila,......itu artinya dia mengajakmu menuju halal. "terus kamu belum jawab?


Rani geleng kepala dan tampak seperti sedang berfikir.


" Dia menunggu jawaban itu." sahut Rani.


"shalat istikharah Rani. Semoga Allah memberikan petunjuknya untukmu dan sebelum lho menjawabnya lho kenal dulu lebih jauh. Tanyakan apa yang perlu lho tanyakanlah padanya dan tentu juga minta restu ama ibu lho." Mala mengingatkan sahabatnya.


***


arti cinta adalah limpahan kasih sayang Allah SWT kepada seluruh makhluknya. Sehingga, Allah menciptakan manusia dan isinya dengan segala kesempurnaan.


Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantara mu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (QS. Ar Rum ayat 21).

__ADS_1


__ADS_2