Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 50 Hasil USG Laila


__ADS_3

Hai.... author baru update nih.... beberapa hari author merevisi novel dan itupun belum selsai semua. dan sekarang ini author juga kembali kurang sehat......


karena boring terbaring nih...dan juga perasaan udah dikit membaik author berusaha untuk update lagi


🙏🙏🙏🙏 dioakan author cepat sehat ya.....


...----------------...


Kini Fajri dan Laila sudah menunggu antrian dan tidak lama kemudian nama Laila dipanggil. Masuk ruangan dokter dan disambut dengan ramah dan dipersilahkan duduk. Dokter itu menatap kedua pasangan itu dengan tersenyum bagaimana tidak Fajri begitu sangat tampak seakan istrinya takut kenapa-napa. Dokter itu kembali tersenyum.


"Dengan nyonya Adzkia Laila Tamin?


" Iya dokter saya sendiri dan di samping saya adalah suami saya sendiri.


"Suami ibu sepertinya sangat mencintai istrinya, bukan begitu pak? ucap dokter itu sambil membaca data Laila


" Sambil melihat istrinya Fajri tersenyum. "Iya, karena dia istriku, dia adalah masa kini ku, dan semua dari hari esokku." Fajri menggenggam tangan Laila.


"Apaan sih.....! " Laila melirik suaminya. "Malu dikit sama dokternya, sayang. " bisik Laila


"Kan dokternya bertanya, sayang. " bisik kembali Fajri pada Laila. Fajri sendiri begitu tidak menyangka bisa sangat bucin pada istrinya. judul film berkata dunia terbalik ya.....


Dokter kandungan itu pun meminta Laila untuk menceritakan keluhannya. dan meminta menceritakan kapan terakhir datang bulan. Hingga Laila diminta untuk berbaring. Dengan perasaan cemas Laila dan Fajri menunggu hasil USG, Laila dan Fajri melihat monitor di sana dokter itu tersenyum sambil terus memutar alat USG itu hingga terlihat jelas. Dokter berbalik dan melihat kembali pasangan suami istri itu.


"Selamat ibu......anda positif hamil." Dokter itu memperlihatkan dengan jelas janin yang mulai tumbuh di rahim Laila.


" Apa dokter? istri saya hamil? apakah itu benar?" Tanya Fajri dan melihat ke layar monitor


"iya Pak, dan silahkan lihat di layar terlihat sangat jelas ya...umur kehamilan ibu sudah masuk satu bulan dan sepertinya ini anak kembar. " Dokter kandungan itu pun memeriksa secara sedetail mungkin. "benar ibu sepertinya hamil kembar. Ulang dokter itu.


"Alhamdulilah... ucap Fajri sementara Laila hanya meneteskan air mata bahagia. Fajri tidak hentinya memberikan ciuman pada istrinya tidak peduli dokter ada di sana. Fajri sungguh tidak percaya akan menjadi seorang Ayah.

__ADS_1


Kisah cintanya dengan Laila jika mengingat kembali dia mengakui bahwa memang Allah pemilik rahasia tentang jodoh seorang hambanya. Allah selalu memberi yang terbaik bukan memberi apa yang kita inginkan.


dokter pun menyarankan agar setiap bulan rutin memeriksa kandungan dan banyak makan makanan bergizi.


Setelah selesai dari pemeriksaan, Laila meminta suaminya membawanya ke rumah ibu mertua karena rindu dengan masakan ibu Fatimah ibu dari Fajri. Fajri hanya bisa menuruti kemauan istrinya sambil terus menggenggam tangan istrinya.


"Sayang bolehkah kita berhenti sebentar di sana? Tunjuk Laila di sebuah pantai dimana dia dan Fajri saat itu pernah berkunjung di tempat itu saat keduanya belum saling mengenal.


Fajri melihat sebuah pantai yang ditunjuk istrinya, Fajri kembali teringat di mana tempat itu merupakan tempat awal Fajri marah pada Laila karena kecerobohannya dan Fajri pun melajukan mobilnya dengan pelan menuju tempat yang ditunjuk istrinya. Mobil diparkirkan, tampak di sana ada begitu banyak pengunjung. Belum sampat Laila membuka pintu mobil Fajri menahan tangan istrinya.


"Mau langsung main air lagi? Ucap Fajri karena melihat istrinya begitu semangat melihat air laut. Fajri teringat kembali di mana Laila dulu, begitu ceroboh dan Fajri mengira jika saat itu, Laila mau bunuh diri.


" Iya.... "Canda Laila mau melihat bagaimana reaksi suaminya.


" Tidak boleh sayang. Ingat disini ada anak kita dan kau tahu aku tidak mau jika kau juga sampai kenapa-napa."


"Apakah begitu pedulinya dirimu pada kami? Laila kembali bertanya dan melihat kedua manik mata suaminya dan begitupun Fajri


"Laila terdiam Fajri kembali menggenggam tangannya. " Kau mau ke sana? Ayo kita turun! Fajri pun membuka pintu mobil dan turun kemudian berjalan membukakan pintu mobil untuk istrinya.


mereka berjalan beriringan dan duduk pas dimana Laila lalu dan dua sahabatnya duduk bersantai. Laila tersenyum mengingat saat dulu dirinya ditolong oleh Fajri. Laila berdiri dan berjalan menuju bibir pantai, Fajri menyusul dan ikut melangkah.


"Sayang apa kau masih ingat kejadian saat itu? Laila melirik suaminya.


" Kenapa tidak. Saat itu aku mengira kau mau bunuh diri. "Ucap Fajri menggenggam tangan istrinya dengan lembut.


mereka berdiri di sana dan Fajri memegang kedua pinggang istrinya.


" Kenapa saat itu kau tidak mau melihatku dalam keadaan basah? kau menarik aku hingga tubuhmu ikut basah dan bahkan ini. Laila menunjuk bibir suaminya sambil tersenyum sementara Fajri terus menatap istrinya. "bibir mu ini hampir mencium ku ditempat ini. " belum selesai ucapan Laila Fajri sudah mendaratkan satu kecupan di bibir istrinya.


"Jadi kau senang jika saat itu aku mencium mu seperti ini? " ucap Fajri tersenyum

__ADS_1


"Entahlah karena saat itu tidak kejadian, aku hanya kaget saat itu. dan tiba-tiba ada laki-laki tampan yang datang menolongku entah orang itu dari mana. Laila terkekeh.


" Sayang kau tahu saat itu aku sedang menikmati pemandangan disini dari jarak jauh aku melihat seorang wanita berdiri dibibir pantai bersamaan ombak besar datang aku berlari menghampirimu karena aku mengira kau mau bunuh diri, spontan saja aku menarik mu dan untungnya aku masih bisa mengimbangi diriku hingga bibirku tidak menyentuh yang bukan hak ku saat itu. Apa kau mau ciuman pertamamu diambil oleh seseorang yang belum tahu apakah dia jodohmu atau bukan?


Laila menggeleng kepalanya. kemudian Fajri menarik tangan istrinya menjauh dari bibir pantai itu. Laila pun langsung mendahului suaminya saat dimana dulu dia mengerjai Fajri waktu masih gadis. Fajri geleng kepala melihat tingkah ke kanak-kanakan istrinya Fajri pun langsung menarik istrinya dalam pelukannya.


"Kau kembali mengingatkanku saat itu sayang." Ucap Fajri yang masih memeluk istrinya. Kau tahu lekuk tubuhmu saat itu sangat terlihat olehku dan bagaimana bisa kau melakukan hal itu hah? kau menggodaku di depanku apa saat itu kau tidak malu hah? Fajri menarik lembut hidung istrinya. jika saat itu aku pakai jaket aku ingin sekali menutup tubuh itu karena aku yang merasa malu.


"o.....ya...... tweetnya." Ucap Laila dan semakin mengeratkan pelukannya pada suaminya.


"Ayo kita pulang sayang kau akan kedinginan kalau disini. Fajri langsung menggendong istrinya menuju mobil mereka dan Laila tersenyum dan membenamkan kepalanya di bidan kekar suaminya sambil mengalungkan tangannya dileher suaminya


***


Kini Fajri sudah sampai di rumah kedua orangtuanya. Ibu Fatimah menyambut kedatangan anak dan mantunya itu.


karena rasa penasaran ibu lucia Fajri bagaimana hasilnya. mendengar jika putrinya hamil kembar kabar itu membuat ibu lucia berteriak hingga satu rumah kaget.


"Alhamdulillah ya... Allah....... akhirnya aku akan jadi oma dan ayah akan opa. dan tahu tidak insyaallah cucu kita akan langsung dua....


" Alhamdulillah.... kita harus adakan syukuran ma....


"Betul ayah......


Lucia akhirnya mengumpulkan semua asisten rumah tangga mereka dan memberi kabar bahagia itu. semua ikut berbahagia. bukan hanya itu David tamin juga menaikkan gaji mereka dua kali lipat.dan juga menelpon ke seluruh perusahaannya agar agar gaji karyawan mereka dinaikkan dua kali lipat.


Di kantor pusat terlihat para karyawan kaget dengan kabar gembira tentang gaji mereka naik dua kali lipat, bagi Rani dan Mala itu adalah rezeki tak terduga apalagi mereka akan menikah dalam waktu dekat tentu akan mengeluarkan dana yang cukup banyak.


Bukan hanya itu Mala dan Rani juga sayang bahagia mendengar kabar jika kenaikan gaji mereka karena ternyata sahabatnya putri pemilik perusahaan sedang hamil kembar.


"Alhamdulillah..... Laila.... ucapnya. Mala dan Rani saling berpelukan. membuat yang lainnya heran. " maaf ucap Mala dan Rani bersamaan sambil tertawa bahagia.

__ADS_1


__ADS_2