Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 74 Mendapat Restu


__ADS_3

Hai....!!! maaf author baru up lagi nih🙏🙏 terus berikan dukungan kalian. Jangan lupa berikan like-nya ya.... like kalian sangat berharga bagi author


Author selalu usahakan up tiap hari makan dari itu terus ikuti karya author


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏☺


Syakira termenung di kamarnya melihat sebuah boks besar yang diberikan oleh Rama hari itu. Syakira kembali teringat dengan ucapan Rama beberapa hari yang lalu.


"Ini masalah hati Syakira. kau tahu jika hati ini hanya memilihmu. Jika harus memilih, antara napas dan cinta. Maka aku memilih napas terakhir untuk mengatakan, Aku cinta padamu, Aku mencintaimu bukan karena siapa kamu, tetapi karena siapa aku ketika aku bersamamu."


Syakira melihat tanggal. itu artinya sisa besok waktu Rama untuknya. Syakira membuka boks yang diberikan Rama hari itu. Syakira kembali mengingat perkataan Rama.


"Pakai ini saat hari pertemuan kita. jika kau memakainya dan menemui-ku itu artinya kau menerima pinangan-ku."


Ibu Fatima melihat Syakira dari luar dan mencoba masuk untuk cari tau ada apa dengan putrinya.


"Sayang, kau baik-baik saja? gaun siapa ini? apakah ini milikmu?


Syakira tidak menjawab dan langsung memeluk ibunya.


" Syakira, kenapa nak? baru kali ini ibu melihatmu sesedih ini." ucap ibu Fatima.


Syakira melepaskan pelukannya dari sang ibu dan menghapus air matanya.


"Ketika seseorang mengungkapkan perasaannya dan mengajaknya ta'aruf apa yang harus Syakira lakukan ibu?


"Sayang saat seseorang mengajak kita ta'aruf berarti orang itu benar-benar mencintai kita. menuju sebuah janji suci itu janji antara sang Pencipta dan makhluknya. dimana laki-laki berjanji dengan tuhannya untuk bertanggung jawab memenuhi segala perintahNya.


"Sekarang ibu tanya. apa kamu mencintainya?


Syakira terdiam. dia tidak bisa menafsirkan perasaan yang dirasakannya sekarang.


"Ikuti kata hatimu nak. Ibu selalu mendukung semua keputusan yang kamu ambil."


"Sangat sulit bagiku ibu. ini terlalu cepat."


"Ketika Allah sudah menetapkan waktunya maka manusia hanya bisa menerimanya namun manusia diberikan pilihan. jadi tergantung dari kamu untuk memilihnya atau tidak, mencintai atau tidak, menerima atau tidak." kata ibu Fatima yang mengelus lembut kepala putrinya itu.


Ibu Fatima menatap Syakira. Syakira melihat jam dan pamit menuju kampus. ibu Fatima mengangguk. Setelah Syakira berlalu. Ibu Fatima memasukkan kembali Gaun itu di boksnya dan melihat nama seseorang di sana RAMA.


"Jadi nak Rama yang membuat hati putri ibu dilema? Ibu Fatima geleng kepala dan tersenyum.


***


Ketika Laila sibuk dengan Dafa dan Dafi menggantikan popok Fajri datang dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping istrinya.


"Sayang kapan kamu sibuk dengan aku. kenapa harus Dafa dan Dafi terus yang mendapatkan perhatianmu. aku kapan? Fahri berpura-pura cemberut.


Laila memperbaiki posisinya dan melihat suaminya belum memakai dasi. Laila membulatkan matanya ketika Fajri langsung menciumnya.

__ADS_1


"Sayang, apa kau tau aku cemburu denganmu. perhatian kekasihku teralihkan oleh kalian berdua. ucap Fajri pada dua anak kembarnya yang kini terlentang di atas kasur.


Laila hanya tertawa melihat tingkah suaminya. Fajri kembali mengeratkan pelukannya.


"Sayang kalau kau seperti ini terus, kapan aku selesai sama Dafa dan Dafi.


Fajri tidak menggubris perkataan Laila. Fajri semakin mengeratkan pelukannya, Laila melingkarkan tangannya dileher suaminya. ketika Fajri akan mencium bibir ranum itu Dafa terkekeh. Fajri dan Laila ikut tertawa mendengar Dafa terkekeh.


"Lihatlah mereka menertawakan kita. ucap Laila yang masih berada dalam pelukan suaminya."


Laila mengambil dasi suaminya yang sedari tadi Fajri pegang dan memakaikannya. Fajri menatap intens istrinya. Laila menghentikan aktifitasnya ketika menyadari jika Fajri sedari tadi menatapnya.


"Apakah kamu tidak bosan menatapku seperti ini?


"Aku tidak akan pernah bosan.


"Benarkah? tanya Laila memperbaiki leher baju suaminya.


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah bosan menatapmu."


"Gombal. lanjut Laila lalu memperbaiki kancing lengan baju Fajri.


"Kau tidak percaya?


"Entahlah? lanjut Laila memperbaiki lengan baju Fajri yang sebelah kiri.


Fajri kembali meraih pinggang Laila dan semakin merapatkan dengan tubuhnya.


"Tidak apa-apa klien menunggu sebentar. lanjut Fajri


"Ayo katakan apa yang harus aku lakukan agar kau melepaskan-ku .


"Berikan aku sepuluh ciuman."


"Sayang kenapa sih makin hari kamu mesum gini, hah?


"Siapa suruh makin hari kau membuatku jatuh cinta."


Laila terdiam mendengar ungkapan perasaan suaminya. kembali mengingatnya dimana saat itu Laila mengejar cinta Fajri.


"Terimakasih telah membalas cintaku. ucap Laila sambil memegang wajah Fajri dan mengecup bibir Suaminya itu.


Kembali keduanya saling menatap. dan teralihkan perhatiannya ketika Dafa dan Dafi terkekeh.


"Baiklah. Ayo kita turun sarapan.


Laila mengangguk. suara ketukan pintu terdengar Laila membuka pintu. baby sister Dafa dan Dafi datang. setelah Dafa dan Dafi di bawah keluar, Laila dan Fajri menyusul keluar dari dalam kamar.


Laila melingkarkan tangannya di lengan suaminya menuju meja makan untuk sarapan. setelah sarapan Fajri pamit kembali menuju kantor. Semua mata melihat keromantisan keduanya. bahkan sangat terlihat Fajri begitu posesif dengan istrinya.

__ADS_1


Setelah Fajri berlalu Syakira datang dan melihat mobil kakaknya baru berangkat kekantor.


"Syakira?


"Hai! kak gimana kabarnya? dimana Dafa dan Dafi aku merindukan mereka.


"Mereka ada di taman belakang bersama oma dam opanya. Ayo masuklah!"


Ketika sampai di taman belakang Syakira langsung mencium punggung tangan ibu Lucia dan Tuan David.


"Hai anak sholeh. apa kalian tau aunty merindukan kalian." Syakira mencium pipi gembul Dafa dan Dafi.


Puas bermain dengan Dafa Syakira pamit untuk ke kampus. Sampai di depan pintu utama Laila angkat bicara.


"Tidak ada yang mau di obrolan denganku? Laila memancing Syakira. yang tau jika adik ipar nya sedang memikirkan sesuatu.


"Sepertinya tidak ada kak.


" Kau yakin? apakah sahabat kakakmu tidak menganggu pikiranmu?


Syakira tersenyum. baru terpikir olehnya jika Rama adalah sahabat kakaknya sendiri.


"Baiklah. kalau kau tidak mau cerita. tapi, kakak harap kau selalu mengambil keputusan yang terbaik. aku bisa melihatnya bahwa sahabat kakakmu sepertinya sudah mulai merebut sebagian hatimu.


" Maksud kakak? tanya Syakira.


"Kau sudah nyaman dengannya namun, karena persoalan kamu masih kuliah itulah yang membuat pikiranmu bercabang. Iya kan?


"Kau tidak perlu menjelaskan pada kakak. kakak mendukung segala keputusanmu.


Syakira terdiam melihat Laila lalu pamit menuju kampus. sepanjang perjalanan Syakira kembali terpikir oleh perkataan Laila.


Di kantor Rama termenung di ruangannya sedang memikirkan perjodohan itu yang besok adalah keputusan terakhir. Rama menemui Fajri.


Tok.....


"Masuklah!


" Kau sibuk? tanya Rama


"Sepertinya tidak. duduklah. ada yang ingin kamu katakan? tanya Fajri sambil menandatangani Dokumen itu.


"Jika aku mencintai dan mengharapkan adikmu adalah pendamping hidupku apa kau merestuinya?


Fajri menghentikan aktivitasnya dan memandang Rama tidak biasanya.


"Bro jangan salah paham. aku benar-benar mencintai Syakira. Kau kenal aku seperti apa. aku serius dengan ucapan-ku.


Fajri berdiri dari tempatnya, begitu juga dengan Rama. Rama takut jika Fajri akan Marah padanya. Fajri menepuk bahu Rama.

__ADS_1


"Berjuanglah merebut hatinya jika kau serius dengannya. aku hanya bisa mendukungmu. tapi, jangan kau permainkan adikku.


" Kau serius?" tanya Rama tidak percaya."


__ADS_2