
Rama dan Ramli begitu heboh mendengar kabar pernikahan Fajri dan Laila akan berlangsung. Begitu juga Mala dan Rani yang mendapat kabar dari Laila. Juga sangat bahagia karena Laila membatalkan untuk lanjut keluar negri. Tak hanya itu bahkan pernikahan Fajri dan Laila tersebar keluar sampai ditelinga Rambo.
"Ah....semuanya gagal, itu karena kebodohanmu." Rambo memarahi putranya
" Ayah tidak berhak mengatur hidupku. Aku punya pilihan hidup sendiri. Ayah hanya mementingkan kepentingan ayah. Jangan membawa aku dalam masalahmu. Ingat ayah om David bukan lawan mu. Aku ingatkan ayah..... penyesalan selalu berakhir belakang dan keegoisan bisa menghancurkan.
"Diam kau! kau tidak tahu apa-apa jadi, diam lah!" geram Rambo pada putranya.
"Jangan mencoba untuk membawa aku dalam masalahmu karena aku tidak akan pernah sudi." putra Rambo meninggalkan ayahnya yang emosinya masih memuncak.
***
SAH....
Satu kali ucapan yang keluar dari bibir Fajri seketika Laila sudah sah menjadi istri dari Fajri. Derai air mata Laila mengingat perkataan ayahnya kembali pada Fajri seketika itu.
Setelah itu Fajri meraih tangan Laila untuk menyematkan cincin di jari manis Laila. Tentunya tangan Fajri maupun Laila begitu terasa dingin. Bagimana tidak keduanya berada dalam kecanggungan. apalagi Fajri ini pertama kalinya memegang tangan seorang wanita.
Syakira adik Fajri begitu bahagia melihat sang kakak yang tidak pernah dekat wanita tiba-tiba mendapat kabar akan menikah, tentu merupakan sebuah kebahagiaan baginya. Begitu juga dengan ayah dan ibunya.
Lanjut setelahnya Fajri menaruh telapak tangannya di kepala gadis itu yang sudah menjadi sah sebagai istrinya lalu membacakan doa. Laila begitu terharu dan menelan saliva nya, hati Laila tidak karuan namun dia kembali menepis jauh-jauh perasaan tersebut.
Laila tidak mau berharap banyak terhadap Fajri walau sekarang Fajri sudah menjadi suami sahnya, dia menganggap bahwa pernikahannya dengan Fajri karena terpaksa. Fajri hanya terpaksa menikahinya. Ya..... terpaksa. "
__ADS_1
"Oh Tuhan aku ridho apapun yang terjadi pada akhirnya." batin Laila
Tangan Fajri terlihat sedikit ragu saat akan meraih tangan Laila begitu juga dengan Laila. Ya... karena ini pertama kalinya dengan sengaja Fajri menyentuh tangan seorang wanita yang sekarang sudah menjadi muhrimnya, Hal itu membuat Laila tambah yakin jika memang Fajri tidak mencintainya, tidak memiliki perasan padanya.
Setelah Laila mencium punggung tangan Fajri, Fajri kembali mencium kening istrinya seketika Laila menutup matanya. "Ya Al Allah aku ikhlas. batin Laila. Tampak Fajri menatap Laila begitu lama, semakin Fajri menatap Laila denyut jantungnya semakin berdebar entah mengapa mata Laila bagi Fajri merupakan daya tarik sendiri baginya sejak pertama bertemu Laila Fajri seakan tersihir dengan mata indah itu.
Malam pun tiba kini acara resepsi pun berlangsung. Semua tamu undangan tampak sudah hadir. Acara pernikahan laila benar-benar David sengaja membuatnya meriah yang tak pernah terlupakan. David berharap pernikahan putrinya ini adalah yang pertama dan terakhir. Semua keluarga berkumpul tampak begitu bahagia.
"Saat ini yang ada dalam pikiran David putri semata wayangnya aman di samping Fajri dan dari lubuk hati paling dalam David berdoa "semoga Allah meridhoi pernikahan keduanya biarkan maut yang memisahkan.
Semakin larut tamu undangan semakin Ramai. Tak hentinya tamu undangan datang memberi doa restu. Walau dalam kondisi kurang sehat David Tamin berusaha untuk kuat di depan para tamu.
Melihat kedua sahabatnya mengenakan hijab, sontak Laila berujar "Subhanallah...... Fajri ikut menoleh mengikuti arah pandangan istrinya.
Secara bersamaan Rama dan Ramli juga naik keatas memberi ucapan selamat pada Fajri.
deg
Jantung Ramli berdenyut cepat saat melihat siapa wanita berhijab di dekatnya.... ternyata dia Mala seorang wanita Yang pernah singgah di hatinya. Begitupun Mala, tidak menyangka akan bertemu dengan sosok Laki-laki yang pernah mengisi ruang hatinya.
Selepas memberi doa restu Mala yang hendak akan pulang dihentikan oleh Ramli.
"Mala tunggu! " mengapa aku tidak bisa menghubungi kontak mu? apa sebegitu marah mu padaku?
__ADS_1
Rani yang paham akan situasi memberikan ruang keduanya dan memilih sedikit menjauh, namun dicegah oleh Mala. dengan terpaksa Rani memilih diam mendengar kedua insan itu menyelesaikan masalah keduanya.
"Aku hanya belajar menghindari zina. dosa sudah cukup menumpuk. maaf. tapi, aku harus pergi. jika jodoh kita akan bertemu. aku sudah memaafkan mu."
" Baiklah... tapi, kita masih bisa berteman kan?
"tentu, bukankah silaturahmi harus tetap dijaga?
" Sekali lagi maafkan aku." ujar Ramli.
Mala mengangguk dan berbalik meneteskan air mata. Jujur rasa itu masih ada untuk Ramli, namun dengan berat Mala belajar untuk ikhlas melepas semuanya demi tekad hijrahnya.
*****
iya Ramli author maafkan......
sabarlah Mala......
jika kau mengejar akhiratmu..... maka dunia pun akan ikut..... tapi jika kau mengejar duniamu.... maka jangan harap akhiratmu akan mengikuti.
hais..... Ramli lagi...
dukung terus author ya.........
__ADS_1