Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 39 Memadu kasih


__ADS_3

Ditempat Lain Laila begitu gelisah menunggu satu hari satu malam kabar dari suaminya. hingga nafsu makan pun tidak ada.


" Maafkan ayah nak, jika suamimu harus bekerja keras." Ucap David pada putrinya.


"Ayah harusnya aku minta maaf karena sudah membuat suamiku marah padaku. Batin Laila yang berusaha menyembunyikan masalah rumah tangganya. Laila terlihat begitu bahagia di depan semua orang.


Sebenarnya Fajri pernah meminta izin pada ayah mertua untuk membelikan Laila rumah dan akan ditinggali berdua namun, David tidak mengizinkan hal itu, justru David berencana akan pindah rumah. Ke rumah sederhana yang dia sudah persiapkan untuk bersama istrinya menua bersama di sana dan itu artinya saat waktu tiba Laila akan menjadi pewaris tunggal rumah bak istana itu namun hal itu Fajri tetap menolak.


Selepas shalat isya Laila membereskan alat shalatnya dan berjalan menuju meja riasnya dan melihat pantulan dirinya lewat cermin


"Ya Allah kembalikan suamiku padaku."


Terdengar suara mesin mobil di bawah, dengan segera Laila mengintip lewat jendela kamarnya. Alangkah bahagia dirinya melihat suaminya tiba. Dengan segera Laila mempercantik diri sebisa mungkin dan memakai wangian yang begitu harum.


Beberapa menit kemudian orang yang ditunggu tidak kunjung tiba. Laila merasa bosan menunggu dikamar.


"Ah..... mana sih, kok lama? laila terus berbicara dengan dirinya sendirian. Ah... lebih baik aku baca buku, la.... kok aku gak percaya diri begini ya... bahkan jantungku!" Laila memegang dadanya, aku kok berdebar begini sih.... " Laila pun berusaha merilekskan diri sebisa mungkin menyambut suaminya.


"Ah... Kenapa juga begini sih.... Laila terus berjalan mondar mandir didepan tempat tidurnya terlihat kedua tangannya saling digosokkan karena merasa gugup.


"Laila menarik napas. "Laila tenang ya..... tarik napas buang... ok." Laila berbicara pada dirinya sendiri. Laila melihat pintu yang sedikit terbuka. Jantungnya berdenyut cepat secara tiba-tiba. Karena bosan menunggu Laila memilih membaringkan tubuhnya di atas kasur.


Cek...lek.....suara pintu terdengar oleh telinga Laila.


Fajri memberi salam dan dijawab oleh Laila. Fajri mencari sumber suara istrinya. Fajri terpana begitu melihat istrinya. Laila mengenakan baju tidur yang cukup seksi yang berbaring di atas kasur membelakangi dirinya. ***a putih istrinya sangat terlihat olehnya.


"A... Kenapa juga aku bersuara harusnya aku pura-pura tidur saja. Laila ingin menutup tubuhnya dengan selimut namun sudah terlanjur . Laila pun bertahan dengan posisi membelakangi.


Dengan pelan Fajri melangkah kearah istrinya dan naik keatas kasur. Fajri kembali menatap tubuh istrinya. Fajri tersenyum mengingat tadi saat dirinya turun dari mobil, melihat istrinya sedang mengintip dirinya dari jendela kamar.

__ADS_1


"Wanita memang aneh dan sulit ditebak. Batin Fajri dan kembali menyunggingkan senyum .


"Maafkan aku... Bisik Fajri di telinga Laila. Aku tahu kau berpura-pura tidur dan apakah kau tahu penampilanmu malam ini menggoda imanku. Fajri memeluk istrinya dari belakang.


Dengan pelan Laila berbalik menatap suaminya. Fajri kembali menatap kedua bola mata istrinya itu


"Kau merindukanku? Aku juga merindukan dirimu, Sangat. "Fajri mendekatkan wajahnya dan mengecup ***r istrinya dan kemudian turun dari ranjang


Laila ikut berdiri dan memeluk suaminya dari belakang, begitu lama keduanya terdiam. Laila juga meminta maaf dan Fajri akhirnya membalikkan tubuhnya. Jantung Keduanya saling berdenyut seperti ada sebuah magnet tubuh keduanya seakan tidak mau saling melepaskan. Laila pun mengalungkan kedua tangannya dileher suaminya. Keduanya saling menatap begitu dalam dan cukup lama. Laila tersenyum membuat Fajri semakin menginginkan istrinya itu.


"Kau tidak marah?


Laila hanya menjawab geleng kepala.


" Maafkan aku telah menyakitimu, maafkan aku."


Fajri melepaskan pelukannya dan meminta izin ke kamar mandi. Tak berapa lama kemudian Fajri keluar dari kamar mandi dan kembali mendekati istrinya. Keadaan Fajri kini masih bertelanjang dada


Hembusan napas keduanya seakan terasa berat. Fajri menyerang ****r merah istrinya itu, ****t nya dengan lembut yang dipenuhi dengan ****h. Semakin dalam keduanya saling *****t dan bertukar ***va.


"Aku menginginkan dirimu. Apa kamu sudah siap? tanya Fajri yang memegang kedua wajah istrinya. Laila tersenyum


" Kita shalat dua rakaat dulu. Fajri pun bersiap dan begitu juga dengan Laila.


Kini Fajri menunggu istrinya di balkon kamar sambil menghirup udara dingin malam itu. Terdengar pijakan, Fajri berbalik.


Laila terlihat begitu ***si dengan lingerie pemberian suaminya berapa hari yang lalu, sangat jelas terekspos sempurna ***k tubuh istrinya. Penampilan Laila sungguh menggoda iman seakan rasa lelah Fajri hilang seketika.


"Fajri pun merangkul pinggang istrinya semakin mendekat. " jangan salahkan aku jika malam ini aku menghabisi mu. kau mulai liar." Fajri berbisik ditelinga istrinya

__ADS_1


Keduanya kembali saling bercumbu di balkon kamar dengan hembusan angin sepoi-sepoi ditambah pencahayaan sinar bulan malam itu. Kembali saling ***t bertukar s***va, Semakin lama semakin dalam semakin menumbuhkan untuk yang lebih.


"Sungguh kau sangat liar malam ini. Bisik Fajri begitu lembut di telinga Laila sambil tangannya terus merangkul dan mendekatkan tubuhnya dengan istrinya.


"Aku akan liar di hadapan suamiku. Apa itu salah? bisik Laila. Fajri pun mengangkat tubuh istrinya menuju kasur mereka dan membaringkan tubuh istrinya dengan pelan.


Sebelum melakukan malam pertama mereka, Fajri pun berdoa. Keduanya pun larut malam itu. Tidak ada suara diantara keduanya.


"Terimakasih telah menjaganya untukku. Fajri mengecup kening istrinya dan kembali berdoa. Ke duanya akhirnya membersihkan tubuh mereka.


Tidak lama kemudian seorang pelayanan mengetuk pintu membawa dua porsi makan malam untuk mereka.


" Sayang, kau yang memintanya? Tanya Laila.


"Iya. Tadi mereka bilang kau belum makan sayang, kita makan ya."


"Laila pun mengangguk. Selesai makan Laila bersuara. "Sekali lagi aku minta maaf telah membuatmu marah. Kejadian hari itu, tidak sengaja aku bertemu dengannya di kafe. Dia memang mantanku, selama kami pacaran dia tidak pernah menyentuhku. Aku tidak tahu perasaan ku pada nya saat itu, hatiku tidak pernah bergetar atau merindukannya saat aku jauh darinya.


Fajri mengeratkan pelukannya dan menggenggam tangan istrinya sambil mengelus lembut kepala istrinya itu.


"Tapi bersama denganmu aku seperti mau gila saat kau jauh dariku Aku merindukanmu. Tapi sebelum aku menikah denganmu, dimana saat dulu kau menolak ku, Rasa cinta itu memang telah aku kubur sedalam mungkin dan saat itu aku pun berniat untuk berhijrah ke jalan Allah namun seiring berjalannya waktu Allah mempertemukan kita dalam pernikahan keterpaksaan ini.


"Hus..... Aku tidak merasa dipaksa menikahi mu saat itu. Aku menikahi mu memang karena niat yang tulus untuk beribadah denganmu. Kalau itu Saat kau mengutarakan isi hatimu apakah aku pernah mengatakan ya atau tidak? Apakah kamu mau tahu kenapa aku tidak menjawab mu saat itu? Tanya Fajri


" Karena aku takut saat aku mengatakan aku mencintaimu, itu sama dengan aku sudah mengutarakan janji Pada Allah dan aku takut aku tidak bisa memenuhi janji itu untuk menghalalkan mu. Fajri mengecup kening istrinya.


Mereka pun mematikan lampu kamar dan hanya sisa cahaya lampu yang redup menemani tidur dua insan yang kini saling menyatu dan masuk dalam alam mimpi. Berharap rumah tangga mereka selalu dalam ridho Ilahi Rabbi.


Jika rumah tangga anda bangun karena Allah maka rahmat dalam rumah tangga itupun akan mengalir. Ujian dalam rumah tangga pasti ada, namun silsilah dengan bijak teruslah berjalan karena Allah , maka Allah pun akan selalu ada untukmu.

__ADS_1


Ada sebuah istilah kawin batin. Ya... Kawin batin yaitu menyatukan dua hati hingga bisa merasakan pahit dan manisnya bersama dalam menjalani bahtera rumah tangga hingga menjadikan sakina mawadah warahmah.


Jadikanlah Alquran sebagai pedoman hidup hidup agar rumah tangga terhindar dari sihir dalam rumah tangga. Sihir dalam rumah tangga sangat berbahaya untuk itu menjaganya dengan terus menerangi rumah tangga dengan Ayat-ayat nya. InsyaAllah akan menjadikan rumah tangga itu dekat dengan kata HARMONIS.


__ADS_2