
Ikhsan Ayah Fajri bersama Ibu Fatima tiba ditempat kejadian setelah mendapat kabar penculikan tentang anak menantunya dengan membawa pihak keamanan.
Ibu Fatima yang turun dari mobil menyusul suaminya melihat Laila dalam rangkulan Fajri dari ujung yang baru keluar dari rumah Rambo.
"Laila sayang kau tidak apa-apanya nak? mana penculiknya?" tanya ibu Fatimah dengan wajah khawatirnya.
Laila menunjuk Rambo yang kini masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian. Ibu Fatima berbalik dan melangkahkan kakinya mendekati Rambo. Rambo mengenalinya
" Fatima, kau kah ini?"
Semua orang di sana tercengang. Laila dan Fajri saling tukar pandangan. Andre yang baru datang ikut heran melihat Ayahnya di ujung sana sedang berbicara dengan seorang wanita.
"Siapa dia? apakah selingkuhan ayah lagi?" ucap Andre yang kini sudah berada di belakang Fajri.
Fajri berbalik pada Andre dengan wajah yang kesal mendengar ucapan itu.
" Dia ibuku? jaga ucapan mu!" ucapnya geram dan Laila ikut melototi Andre.
"Ibumu?"
"Iya. dia ibuku."
Mereka melihat ibu Fatima begitu garang pada Rambo
Plak........ satu tamparan pada Rambo
"Itu tamparan buat seorang manusia tidak punya hati sepertimu, Rambo!" Ibu Fatima begitu geram.
" Fatima walau kau seribu kali pun menamparku itu tidak berarti bagiku. Kau begitu berubah, Fatimah."
"Ya aku berubah karena aku memiliki suami yang kini menyayangiku dan tulus mencintaiku. tidak sama seperti dirimu dulu. Kau mencintai wanita karena materinya. Karena aku wanita tak punya kau mencampakkan aku dan diam-dian kau memacari sahabatku lalu persahabatan kami retak karena kau memfitnah aku didepan Alta jika aku wanita yang menggoda mu.
"Ci-h! aku muak jika mengingat hal itu. dan setelahnya itu, dengan kelicikan mu kau memperalat Alta dengan caramu sehingga Alta mau menikah denganmu. Setelah harta Alta habis kau kuras kau menyiksanya sampai sekarang aku tidak tahu dimana Alta kau sembunyikan.
plak.... satu tamparan berikutnya lolos lagi mengenai wajah Rambo
"Aku benci denganmu Rambo! aku pastikan kau akan membusuk dipenjara."
"Maafkan aku Fatima."
" Maaf?
Fatima hendak melayangkan lagi tamparan untuk Rambo namun di
cegah oleh ikhsan dan memeluk istrinya. Fajri mendekat
__ADS_1
"Aku bersyukur kau mencampakkan ibuku saat itu.
" Jadi, kau putra Fatima?
sementara Andre tampak begitu kecewa pada Rambo mendengar cerita ibu Fatima tidak menyangka jika ternyata ibu Fatima mantan kekasih ayahnya dan juga sekaligus sahabat ibunya yaitu Ibu Alta.
"Jadi anda sahabat ibu?
Fatima melepaskan pelukan suaminya dan berbalik siapa suara laki-laki dibelakangnya yang mengaku anak Alta.
" kau siapa, nak?
"Aku anak ibu Alta."
Mendengar itu, ibu Fatima memeluk anak sahabatnya itu dan menangis. Andre yang mendapat pelukan dari seorang Ibu hatinya terasa hangat.
"Aku janji padamu akan mempertemukan Anda dengan ibu."
Andre kembali melihat ayahnya dan mendekat
" Aku sangat kecewa denganmu tuan. ternyata kau benar-benar licik."
"Andre, maafkan ayahmu! teriak Rambo yang kini diseret masuk dalam mobil oleh pihak keamanan."
Andre tidak ingin melihat ayahnya lagi dan Rambo akhirnya naik ke mobil bersama seluruh anak buahnya. suara sirine begitu sangat jelas
semua orang meninggalkan tempat itu. David menghampiri Andre dan memeluknya.
" Sampai kapanpun kau tetap keluargaku anak dari sepupuku."
"Maafkan ayahku om dan aku juga minta maaf."
Andre benar-benar mendapat kabar tak disangka dari perihal kejadian itu.
Kini Andre sudah kembali ke Kantornya. Untuk urusan Rambo ayahnya, Andre menyerahkan sepenuhnya kepada hukum, biar hukum yang berbicara. Andre menghubungi seseorang untuk kabar terbaru Ibunya.
Duduk di kursi kebesarannya sambil melihat foto ibunya. Mengingat kembali kejadian beberapa jam yang lalu. Ada begitu banyak hal yang terjadi yang penuh kejutan. Mengusap gambar wajah ibunya
"Ah... kenapa aku bodoh seperti ini! Mengapa aku tidak memaksa ayah mengatakan dimana ibu." Pikirnya. Andre kembali meninggalkan tempat untuk menemui ayahnya.
***
Termenung di kamarnya setelah membersihkan diri. Kejadian penculikan itu masih terbayang dibenak Laila. Fajri masuk kamar melihat istrinya yang tampak masih syok.
"Sayang...... " Fajri membuyarkan lamunan istrinya sambil mengecupnya. "Jangan di ingat lagi. Ingat! disini ada buah hati kita. Aku membawakan makanan untukmu, setelah makan kamu istirahat.'
__ADS_1
Laila tersenyum dan menganggukkan kepala. Fajri hendak menyuapi Laila dan Laila dengan segera menghentikan suaminya. Fajri menatap kedua mata istrinya. Laila geleng kepala
"Aku masih bisa."
"Biarkan aku menyuapi mu dan anak kita. A....... Fajri meminta Laila buka mulut.
Laila akhirnya menurut saja. karena rasa lelah Laila tertidur setelah beberapa menit selesai makan.
" Sayang, aku begitu menghawatirkan dirimu. Kau tahu... seakan kau merebut semua hatiku. Aku begitu mencintaimu. semoga cinta kita abadi selamanya sampai jannah." Fajri mengecup kening istrinya.
ikut berbaring dan memeluk istrinya. Fajri berulang kali mengecup pucuk kepala istrinya sambil mengusap perut Laila dengan pelan. masih tidak percaya atas kecerobohan yang kurang ketat menyiapkan penjagaan untuk Laila.
****
Sementara Sekertaris haris dan Rani yang juga baru sampai setelah kejadian itu disambut hangat oleh ibu Alma ibu dari Rani.
Rani langsung menuju kamarnya sementara Sekertaris haris menceritakan semua kejadian yang menimpa putri dari tuan David. Ibu Alma tidak bergeming mendengar cerita menantunya.
Cek-lek.... suara pintu kamar terbuka. Rani yang masih malu-malu terperangkap mengenakan handuk sebatas atas lutut kembali masuk kamar mandi begitu melihat sekertaris haris masuk kamar.
"Kenapa mesti sembunyi. ayo keluar! bukannya semua sudah dalam potret ku, ha?
"Kak mau aku siapkan air hangat gak? Rani mengalihkan ke topik lain. Rani menunggu jawaban dan kembali menyahut. " Kak Haris? dengar aku gak? menunggu jawaban tidak ada Rani akhirnya menyerah dan mengintip keluar.
"Kemana tuh orang? dengan pelan Rani membuka pintu kamar sambil mengendap menuju lemari mengambil baju ganti.
Rani tidak menyadari jika dibelakangnya Suaminya memperhatikan dirinya hendak mengenakan pelindung dua bukit kembar itu. tidak sengaja mata Rani melihat suaminya di belakang.
A.......... Rani berteriak dan segera mungkin Sekertaris menutup bibir istrinya menggunakan bibi****ya. Rani kaget dengan apa yang dilakukan suaminya itu.
"Masih mau malu-malu? kenapa harus teriak jika aku melihatnya. ini dan itu sudah berkenalan bahkan sudah berulangkali.
" kak.... stop! bahasa apa itu berkenalan."
"Iya... bukannya malam itu harus berkenalan dulu? gak mungkinkan langsung tidak berkenalan dulu."
" Sudah deh masuk sana mandi! bau tahu." Rani mendorong tubuh suaminya sampai masuk ke kamar mandi dan menutup pintu itu.
Sementara yang di dalam kamar mandi tertawa sendiri mendengar kata BERKENALAN.
"Berkenalan? Haris mengulang kata BERKENALAN sampai berulang kali sambil mengguyur tubuhnya.
Rani dan mala saling balas chat lewat via WA. membahas kembali kejadian penculikan Laila sahabatnya. karena keasikan, Rani kembali tidak menyadari kehadiran suaminya di belakangnya.
" Darimana sih ini air menetes. bocor kali ya... atap rumah?" Rani melihat keatas
__ADS_1
A..... Rani kembali berteriak dan Sekertaris Haris kembali menutup bibi*** ranum milik istrinya. lama kelamaan ciu**** itu berubah menjadi sebuah malam yang penuh romantis.