
Hari terakhir bagi Rama mengambil keputusan tentang perjodohan itu. Rama duduk di sebuah tempat yang cukup romantis sedang menunggu seseorang. Seseorang yang sangat spesial baginya.
menunggu terus menunggu adalah hal yang sangat membosankan bukan? namun Rama tidak. setia selalu menunggu di sana.
melihat jam dipergelangan tangannya berdiri, duduk kemudian berdiri lagi, kembali melihat jam. memasukkan kedua tangannya disaku celana.
"Datanglah.... aku mengharapkan-mu.Lirih Rama bermonolog seorang diri.
kembali menenangkan dirinya sendiri sambil melihat jam kembali.
"Apakah memang kau bukan yang disiapkan untukku." kembali Rama bermonolog.
sebuah telpon masuk dan itu dari sang ibu.
Rama melihat kembali. tidak ada tanda seseorang akan datang. ponsel miliknya kembali berdering.
Sementara wanita yang ditunggunya masih dalam dilema dengan kotak besar masih tersimpan rapi di atas nakas.
"Jika kau mencintainya kenapa kau tidak menemuinya. bukankah hari ini hari terakhir untuknya berharap kepadamu?
Syakira berbalik melihat kakaknya.
" Kak Fajri?
"Kakak tahu semuanya tentang kalian. dia sahabatku dan aku mengenalnya dengan baik aku tidak mengatakan bahwa dia baik untukmu. semua pilihan ada padamu.
Syakira berdiri dan memeluk kakaknya.
"Apa kau juga mencintainya?
"Jika memang kau mencintainya kenapa kamu tidak menemuinya. jangan sampai suatu hari kau menyesalinya."
"Kakak, ayah dan ibu mendukung segala keputusanmu.
***
Kembali Rama melihat jam tangannya. Melihat keluar. Rasa putus asa sudah menyerah benteng pertahanannya.
"Jika hari ini kau tidak datang itu artinya besok adalah hari dimana aku harus melupakan dirimu." lirih Rama.
melihat cincin yang sudah disiapkannya. menatap begitu lama. tatapan kosong. hatinya mulai diselimuti dengan rasa kecewa. menyadari dan ikhlas jika memang dia bukan jodohnya.
Kini Syakira sudah dalam perjalanan menyusuri jalan sore itu meneteskan air mata. jalan yang ditempuh seakan begitu lama. Syakira melihat jam yang di mobilnya.
"Cepat dong." lirih Syakira melihat masih lampu merah.
hingga lampu hijau Syakira langsung menancap gas mobilnya. Syakira teringat pada perkataan Fajri.
"Sebelum magrib dia akan berangkat ke luar negri. perjodohan itu akan berlangsung di sana. Rama sudah menceritakan semua padaku siapa dirinya juga sudah mengundurkan diri dari perusahaan."
Sampai di sebuah restoran Syakira langsung turun dari mobilnya dan berlari masuk. melihat restoran itu sunyi tidak pengunjung satu pun di sana.
seorang pelayanan mengetahui jika pengunjung yang datang dengan gaun silver itu adalah Syakira dan langsung diantar masuk kebelakang yang menghadap dengan pantai. Syakira melihat suasana dekor begitu indah.
Sementara Rama masih setia melihat pemandangan di sana tidak menyadari jika Syakira sudah berdiri dibelakangnya.
"Kenapa kau tidak datang, Syakira. apakah memang kau bukan ditakdirkan untukku? lirih Rama.
dan begitu berbalik
"Aku ditakdirkan untukmu. ditakdirkan bersama dirimu. Aku tidak tau mengapa aku bisa disini.
"Syakira?"
Syakira tersenyum dan itu kali pertama Rama melihat senyum tulus itu.
Rama mendekat.
__ADS_1
"Kau datang?
Syakira mengangguk.
Rama langsung memeluk Syakira. walau Syakira berusaha untuk melepaskan diri rama tidak peduli lagi.
"Maafkan aku. aku terlalu bahagia. disaat akhir perjuanganku aku tidak yakin kau ada disini. Sungguh Syakira seakan duniaku berubah ketika kau hadir di hadapanku.
Lalu Rama berlutut dan mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah.
dan berkata
"Syakira maukah kau menikah denganku?
Syakira yang masih bimbang dengan perasaannya
bersuara.
"Aku akan menikah denganmu dengan Syarat.
" Syarat?
Bibir Syakira seakan berat mengatakannya juga malu.
Ya Rabb salahkah? batin syakira
"Katakanlah!" ucap lembut Rama
"Berdiri lah dahulu. Jangan seperti ini. Kau terlalu membuatku melayang.
Rama tersenyum pada gadis pujaannya juga merasa gemas ucapan yang keluar dari bibir Syakira.
Rama berdiri dan menatap wajah ayu itu yang terlihat malu-malu.
"Aku tidak memiliki mengatakan bahwa pernikahan ini pernikahan kontrak. Aku hanya ingin kau memenuhi permintaanku.
"Yaitu....
Rama begitu penasaran apa yang ingin dikatakan wanita yang ada didepannya sekarang.
"Ketika kita
"ketika kita..... " Ucap Rama.
"ketika kita sudah menikah kau tidak...
" Tidak. Apa?
Syakira begitu malu untuk mengatakannya.
Rama begitu penasaran ingin mendengarkannya.
Syakira memberanikan diri menatap kedua bola mata Rama yang begitu dekat dengan wajahnya.
"Bisakah kamu mundur sedikit. kau membuatku gugup.
"Astaga, Sayang." Rama tersenyum tidak sadar dengan ucapannya
"Apa?
" Lanjutkan apa Syaratnya!" Rama mengabaikan.
"Setelah menikah kau tidak boleh menyentuhku sedikitpun sebelum aku siap.
Rama tersenyum mendengar persyaratan Syakira yang baginya sangat konyol.
"Kau mencintaiku? Tanya Rama
__ADS_1
Syakira diam. merasa malu mengakui perasaannya.
"Baiklah. Aku akan sabar. dan aku akan selalu membuatmu semakin cinta padaku." kata Rama.
Rama meraih tangan Syakira
"Tapi tangan ini biarkan aku menyentuhnya."
Rama memasangkan cincin dijari manis Syakira dan mengajaknya duduk untuk menikmati makan malam romantis itu.
Jantung Syakira begitu berdebar ketika Rama membisikkan tiga kata
"I LOVE YOU.
Rama memposisikan duduk pas dihadapan Syakira.
Panggilan kembali masuk di ponsel milik Rama.
" Ibu memanggil. aku angkat dulu." Rama mengatakan itu takut Syakira salah paham.
["Iya. ibu."]
["waktumu sudah habis. pulanglah nenek sudah menunggumu."]
["Aku akan pulang dan membawakan menantu untuk nenek. Jadi katakan pada nenek malam ini datanglah melamar kan aku seorang wanita."]
["Dasar anak tak di untung. bisanya kamu mengatakan seperti itu."]
["Aku serius, ibu. wanita yang sama yang aku inginkan. Jadi perjanjian aku dan ibu dibatalkan. Aku menunggu ibu. aku tunggu ibu. alamatnya akan aku kirim."]
Rama tersenyum dan kembali memasukkan ponselnya di saku celana.
"Malam ini nenek dan ibu akan menemui kedua orang tuamu. setelah ini aku akan mengantar-mu pulang.
"Mobilmu akan aku suruh seseorang menjemputnya sekarang.
Syakira hanya diam karena berkata pun hanya percuma.
Rama terus menatap Syakira membuat Syakira semakin berdebar dibuatnya.
"Aku grogi jika kakak terus menatapku seperti itu."
Rama kembali merasa lucu dengan pengakuan Syakira.
Selesai makan mereka meninggalkan tempat. karena gaun yang dikenakan Syakira cukup panjang membuatnya sedikit sulit berjalan dan hampir saja jatuh
beruntung Rama dengan cepat menangkap tubuhnya
"Terimakasih." ucap Syakira yang masih berpegang di bahu Rama.
"Berhati-hatilah.
"Aku sudah cukup berhati-hati. namun bajunya yang sedikit kepanjangan.
Rama membantu Syakira memposisikan badannya. dengan pelan Syakira melepaskan tangannya.
keduanya kembali ke tempat parkir. Rama membukakan pintu mobil untuk Syakira bagian depan. Tidak menolak Syakira masuk tanpa protes lagi. Rama berlari kecil mengitari mobil dan menyusul masuk.
butuh beberapa menit sampailah Syakira dan Rama di rumah utama pak ikhsan. tampak rumah itu begitu ramai. kelurga Rama telah sampai di sana.
Maksud dan tujuan kelurga rama datang sudah selsai dibicarakan sisa menunggu persetujuan dari Syakira. ketika Syakira dan Rama datang keduanya dipersilahkan duduk.
"Nak Syakira. ini nak Rama melamar-mu. kami mempercayakan padamu nak. semua keputusan ada padamu. ucap Pak ikhsan.
Syakira diem sejenak melihat kakaknya Fajri kemudian tertuju pada kedua orang tuanya. Laila menggenggam tangan adik iparnya.
Rama dag dig dug. keduanya saling menatap. hingga akhirnya Syakira mengambil keputusan dengan mengangguk.
__ADS_1
"Alhamdulillah. ucap nenek Rama.
Malam itu adalah malam yang begitu membahagiakan dua keluarga itu. semua sudah diputuskan malam itu juga. tinggal menyiapkan persiapan untuk menuju hari H.