Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 28 Malam yang mendebarkan bagi Laila


__ADS_3

Penyambutan besar keduanya saat memasuki rumah besar David Tamin begitu meriah. Semua pegawai rumah bak istana itu ikut bahagia melihat tuan putri nya memiliki pendamping hidup.


Doa yang terlontar dari bibir mereka akhirnya terkabul. Dayan Siti sempat menitikkan air mata bahagia melihat Laila tuan putrinya sudah menjadi seorang istri dari tuan Fajri. Begitu yakin dalam diri Dayan Siti Fajri akan membawa pengaruh besar perubahan dalam rumah bak istana itu. Entah mengapa Dayan Siti melihat sisi dari Fajri, dia begitu yakin.


"Silahkan kalian istirahat, pasti kalian lelah." Ucap dayan Siti.


Laila pun dengan diantar oleh beberapa pekerja di rumahnya menuju kamarnya.


kini Laila sudah berada di kamarnya. Ya.... Laila memilih pulang ke rumah setelah acara resepsi. Akan lebih rileks istirahat di rumah sendiri dari pada harus buang uang bermalam di hotel seperti pengantin lainnya.


Laila masih tidak percaya jika dirinya sekarang sudah menjadi seorang istri. Membayangkan saja entah mengapa bulu kuduk Laila berdiri.


Semenjak Laila merasa bahwa Fajri tidak pernah mencintainya seakan dirinya baru mengenal Fajri saat ijab qabul.


"Selamat ya tuan putri kami turut bahagia, semoga tuan putri bahagia selamanya.

__ADS_1


"Laila tersenyum. Terimakasih jawab Laila." ya... semoga saja doa kalian terkabul. Andai kalian tahu jika Fajri menikahi ku hanya karena terpaksa, mungkin kalian akan tertawa." batin Laila ya.... untuk menyelamatkan aku dari bahaya. e.... tunggu dulu bukankah saat itu ayah mengatakan jika Fajri boleh menceraikan aku setelah aman dari bahaya? apa maksudnya? Laila berperang dengan pikirannya hingga tidak menyadari atau mendengar Fajri memasuki kamarnya.


Assalamualaikum.... Fajri masuk kamar Laila dan melihat Laila masih termenung di atas ranjang.


Laila berbalik dan kaget sejak kapan Fajri masuk dalam kamarnya. Awalnya Laila keberatan jika harus satu kamar dengan Fajri namun apa dikata Fajri memang sudah sah menjadi suaminya. Tiap melihat Fajri Laila berusaha menepis rasa itu, dirinya tidak mau kecewa kedua kalinya berharap banyak pada Fajri yang sampai sekarang Laila tidak mengerti dan tidak tahu perasaan Fajri padanya.


"Kenapa kamu terlihat kaget begitu. Apa kamu lupa jika aku adalah suamimu sekarang? Fajri berjalan menuju arah Laila membuat Laila tampak begitu ketakutan.


" Apa yang akan dia lakukan padaku, apa dia akan meminta haknya? tidak, dia tidak mencintai diriku. dia menikahi ku karena terpaksa. Laila berperan dengan dirinya sambil badannya mundur naik di atas kasur karena Fajri terus mendekatinya. " kamu mau apa?


"Apa kamu mau jatuh terus mundur seperti itu? lihatlah di belakangmu!" Laila berbalik dan melihat jika dirinya sudah ditepi ranjang, nafas Fajri begitu terasa di wajah Laila membuat Laila seakan ingin lenyap saat itu juga. "Apa kamu lupa, dulu pernah kau melakukan hal seperti ini padaku, kau tahu? saat itu, aku diam karena kau belum menjadi muhrim ku tapi sekarang, kau adalah istri sah ku, itu artinya aku berhak atas dirimu."


"Buka bajumu! " bisik Fajri yang masih posisi yang sama.


"Laila melihat dirinya. Saat ini Laila memang belum melepaskan baju pengantin nya masih lengkap dengan hijabnya." Tidak mungkin aku melepaskan bajuku di depanmu." Laila melihat Fajri bagaimana Fajri menatapnya seakan akan menerkam dirinya. Laila menahan tubuh Fajri

__ADS_1


"Fajri tersenyum dan melihat tangan Laila menahan dadanya. "Kamu tidak gerah? atau mau aku bantu membukanya? bisik Fajri lagi ditelinga Laila begitu lembut membuat bulu kuduk Laila berdiri. "Tenanglah aku tidak akan meminta hak ku sebelum kau mengizinkan." Fajri turun dari ranjang dan berdiri kemudian membuka jas penggantinya sambil tersenyum dan melirik Laila


"Dasar mesum." Lirih Laila membuat Fajri tersenyum dalam hati.


Laila memegang dadanya entah sudah berapa kali jantungnya hampir melompat keluar melihat dunia. Fajri melihat kelakuan istrinya tersenyum dan merasa lucu telah mengerjai istrinya. jika Fajri mengingat Laila yang agresif dulu membuatnya geleng kepala.


"Kenapa kau masih disitu? Apa kamu memang sudah siap melaksanakan kewajiban mu? goda Fajri yang kembali mendekati Laila.


" Apaan sih.... dasar mesum. " Laila begitu kesal.


"Kenapa kau melihatku seperti itu? sepertinya bibir ini manis? ucap Fajri memegang bibir Laila.


Laila menepis tangan suaminya cukup lembut. namun tangan Laila dipegang oleh Fajri.


" Kau masih marah padaku? Fajri menatap Laila bahkan Fahri kini memegang kedua wajah Laila dan hendaklah me***nya, namun Laila menghindar.

__ADS_1


"Aku belum siap, maaf. " Laila terlihat matanya memerah membuat Fajri menghentikan aksinya.


"Maafkan aku.


__ADS_2