Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 16 Laila dan dua sahabatnya weekend


__ADS_3

Di sebuah kafe Mala, Rani dan Laila sedang berkumpul menikmati hari minggu mereka. Ramli datang dan menghampiri Rani.


"Ramli?..... Mala kaget melihat ramli sudah disampingnya berdiri.


" Kalian? Tanya Laila dan Rani sedikit penasaran hubungan antara Mala dan Ramli.


"Sebentar aku jelaskan pada kalian ucap Mala menarik tangan Ramli menjauh dari Laila dan Rani


Laila dan Rani hanya saling bertanya lewat mata. Laila mengangkat bahunya tidak tahu.


" Kenapa kau ada disini? dan kenapa mendekatiku. Jadinya aku bingung kan harus bilang apa pada sahabatku." Mala tidak Terima Ramli tiba-tiba seperti mengumumkan kedekatannya.


"Bilang saja kau dan aku saling suka, beres kan."Ramli tersenyum.


" Dasar, Itu mau kamu." Mala cemberut dan mencubit pinggang ramli membuat Ramli sedikit geli.


"Sampai kapan kau menyembunyikan ini dari sahabatmu, hah? Kau tahu kan aku serius denganmu." Ramli meyakinkan pada Mala Sesekali Rani melihat kearah sahabatnya yang sedang menikmati hidangan yang tersaji di depan mereka.


" Lihatlah mereka tidak keberatan kau dan aku dekat dan apa salahnya aku mengenal mereka." Ramli berjalan kearah Laila dan Rani yang sedang duduk.


Mala mengikuti Ramli dan Laila serta mala menoleh mendengar suara ramli.

__ADS_1


"Boleh aku ikut gabung di sini?" Ramli duduk dan bergabung dengan mereka


"Sejak kapan kalian dekat? Tanya Rani penasaran. Laila memukul paha Rani karena pertanyaannya takutnya Ramli akan tersinggung.


" Sejak pulang dari pantai. Dia mengambil paksa nomor ponselku. Kalian pasti masih ingat kan saat dia membantu kita mengganti ban mobil?"


"Tapi, dia memberiku no yang salah, bisa dibilang sedang mengerjai aku.


"Itu memang pantas untukmu. siapa suruh tukang maksa." Mala tidak mau kalah "juga tukang godain orang."


" Kau tergoda?"ucap Ramli dan lagi-lagi Ramli dapat pukulan gratis dari Mala yang terlihat kesal hingga membuat Laila dan Mala tertawa melihat keduanya bagaikan Tomy dan Jerry.


Saat mereka sedang asyik berbincang seorang wanita mengenakan hijab pasmina datang menghampiri mereka.


"Marni?


" Aku tidak menyangka kau putuskan aku hanya wanita seperti dia?" Tunjuk Marni pada Mala membuat Mala naik pitam.


"Apa maksudmu? Mala mulai tidak terima.


" lihatlah dirimu." tunjuk marni pada Mala dari ujung kaki sampai kepala

__ADS_1


"Mala faham maksud Marni. ya... Marni menyinggung pakaian Mala "ada apa, ada yang salah? Mala masih menanggapinya dengan kepala dingin.


" Lihatlah dirimu! " Marni melontarkan maksudnya "Apa pantas wanita muslimah mengenakan pakaian seperti ini yang memperlihatkan auratnya?


"Apa? Apa maksud ucapan anda.


" cih.....kau ibarat seperti wanita penggoda. Marni tersenyum sinis. "Kamu pasti paham maksud saya. Aku tidak menyangka selera kak Ramli seperti ini."


"Mala berdiri dan menghadap kearah marni dan berucap "Kenapa kau yang panas. Apa kamu pikir dirimu sudah cukup sempurna? aku tidak menyalahkan hijab mu karena itu memang kewajiban sebagai wanita muslimah. Aku tahu itu, dan bersyukurlah Allah memberikanmu hidayah dan semoga suatu hari nanti hidayah itu datang padaku. Tapi, setidaknya mulut dan hatimu harus kamu tutup. Mala sedikit tersulut emosi.


"Apa kamu bilang? Marni yang ikut tersulut emosi hampir menampar Mala namun untungnya Laila berdiri dan menahan tangan Marni " Dosa dapat terhapus dengan kesungguhan taubat dan pahala dapat terhapus karena ujub dan riya." Marni bungkam, menurunkan tangannya dengan geram dan meninggalkan tempatnya. Ramli tercengang.


Sementara Fajri dan Rama yang baru datang menyusul Ramli, juga tercengang mendengar kata yang terlontar dari bibir Laila.


"Maaf." Ramli meminta maaf pada Mala. Mala mengangguk.


" Aku tidak enak badan, aku mau pulang." Ucap Mala dan mengajak Laila dan Rani kembali "Maaf aku harus pulang." Mala pamit pada Ramli yang menatapnya.


"Tunggu. Kau marah? Ramli berdiri menghentikan Mala.


" Tidak, Aku mau pulang saja."

__ADS_1


Ramli membiarkan Mala pergi bersama sahabatnya. Ramli paham dengan keadaan Mala sekarang.


Saat di pintu masuk Laila dan kedua sahabatnya bertemu dengan Fajri dan Rama. Laila hanya melewati Fajri dan tertunduk tidak ada kata sedikitpun keluar dari bibir Laila.


__ADS_2