
Malam semakin larut Fajri masih berdiri di balkon kamar entah dirinya menelpon siapa membuat Laila curiga.
Sayup-sayup terdengar suara Fajri dengan jelas di telinga laila sedang menolak seseorang.
"Maafkan aku bertha."
Ya.... Laila mendengar dengan jelas nama Bertha disebut oleh Fajri.
" Dasar laki-laki, sama saja! ". sudah menikah tapi masih saja menerima telpon yang bukan muhrimnya, malam lagi."
Fajri berbalik dan melihat Laila berdiri tidak jauh di belakangnya. Laila pun akhirnya meninggalkan tempatnya dan memilih pergi tidur.
cek....lek...
Fajri menutup pintu, berjalan menuju kasur dan ikut merebahkan tubuhnya di atas kasur, berbalik melihat Laila yang memunggunginya.
"Kamu tahu hukum seorang istri saat tidur memunggungi suaminya?
" Tolonglah jangan terus menganggu aku, aku mengantuk." Jawab Laila
"Baiklah. Tapi, kamu tahu kan hukumnya mem...... belum sempat Fajri mengulang perkataannya Laila pun menjawabnya
" Dasar, bisanya dia mengeluarkan kata itu, batin laila. "Iya aku tahu hukumnya. dosa kan? tapi maaf aku belum bisa......
"Kamu harus terbiasa." Fajri pun menyentuh pinggang laila dan memaksanya berbalik. Laila pun akhirnya mengalah.
"Kenapa matamu merah, kau habis menangis? Fajri terus menatap Laila dan segera menghapus sisa air matanya.
"Tidak, sudahlah aku capek aku mau tidur, selamat malam." Laila pun memejamkan matanya sambil menarik selimut menutupi dadanya.
Fajri terus menatap Laila dan terdengar suara kecil Laila jika dia memang sudah tidur. Fajri menarik tubuh istrinya masuk dalam pelukannya, tersenyum sambil mengecup kening istrinya itu dan ikut masuk ke alam dunia mimpi.
Waktu shalat subuh tiba saat Fajri membuka mata dia sudah tidak mendapati istrinya disampingnya. Fajri pun bangun dan tidak lupa memanjatkan doa.
cek....lek.
Pintu kamar mandi terdengar terbuka dan melihat bayangan istrinya masuk ke ruang ganti. Fajri menebak jika Laila habis mandi subuh sebelum shalat. Fajri semakin salut dengan istrinya itu. Awalnya Fajri menyangka jika Laila anak malas bangun subuh.
Laila keluar dari ruang ganti sudah lengkap dengan mukenanya dan hendak masuk keruang shalat, Fajri pun menghentikannya.
__ADS_1
"kita akan shalat jamaah, tunggu aku!"
Laila hanya mengangguk. Selang beberapa waktu Fajri sudah siap dan mereka pun sholat bersama. Selesai shalat, Laila meraih tangan Fajri dan mencium pungung tangan suaminya itu. Lanjut Laila hendak berdiri namun Fajri menahannya.
"Kenapa kamu menghindari aku. Maaf jika semalam membuatmu marah. keduanya saling menatap. Lagi-lagi Fajri mendekatkan bi****ke bi**** istrinya, namun ditahan oleh Laila
"Maaf aku belum bisa dan aku harus bersiap, hari ini aku wisuda."
" Kamu tidak mengajakku hadir mendampingi?
"Apa aku punya hak memintamu?
" Kenapa tidak, kau istriku dan aku sekarang suamimu.
Laila pun berdiri. Fajri terus melihat istrinya membereskan alat shalat mereka. setelahnya Laila mengambil sapu dan membersihkan kamarnya sebelum bersiap. Fajri terus mengikutinya.
"Apa kamu sering melakukan ini? Fajri penasaran karena dia tahu kehidupan Laila seperti di rumah bak istana itu.
" Ya... apa ada yang salah?
"kenapa bukan mereka mengerjakannya.
Fajri semakin kesini semakin menyimpan rasa pada istrinya itu, penuturan Laila membuatnya bangga atas sikap bijak istrinya itu. Lagi-lagi ymbul ide jahil Fajri saat Laila tunduk membersihkan tempat tidurnya Fajri memeluknya dari belakang.
"Mengapa aku merasa hatimu sekarang sulit aku jangkau, apakah rasa itu hanya tersisa sedikit?
"Laila mematung dalam pelukan Fajri. " aku sudah mengatakannya sebelumnya jika Cintaku pada Tuhanku melebihi cintaku pada makhluknya. karena aku yakin Cinta Tuhan ku tidak akan pernah mengecewakan.
"Laila pun hendak melepaskan pelukan Fajri, namun Fajri semakin mengeratkan pelukannya. " jika awalnya aku belum mencintaimu itu wajar kan? tapi sekarang aku....
"Belum sempat Fajri mengungkapkan perasaan yang dirasakan kini, Laila sudah memotongnya. " aku harus bersiap, aku akan terlambat .
"Fajri pun melepaskan pelukannya. "Aku pastikan suatu saat nanti akan menjangkau kembali hatimu." batin Fajri.
Laila akhirnya bersiap bahkan Laila menyiapkan baju lengkap Fajri dan Fajri terus memperhatikan setiap gerak dan gerik istrinya itu. Terlihat begitu lincah, Laila menyiapkan segalanya. Posisi Fajri sekarang duduk di atas kasur sambil memperhatikan istrinya. Laila yang merasa selalu di awasi merasa canggung.
"Apa kamu tidak bosan melihatku seperi itu?
" Siapa yang melihatmu. Fajri mendekat kearah Laila yang kini sedang memoles wajahnya untuk persiapan wisuda. "lihatlah bagian dada mu..... bisik Fajri.
__ADS_1
Begitu Laila tunduk melihat bagian itu Fajri kembali berbisik
" Aku hanya bercanda."bisik Fajri .Cup..... Seketika mata Laila membulat karena Fajri tiba-tiba memberikan Kiss di bagian Pipi Laila.
"Fajri........ dasar mesum! "
Namun Fajri segera berlari masuk ruang ganti sebelum alat make up yang pegang Laila melayang kearahnya.
Sementara si pembuat ulah sudah tertawa terbahak sambil mengganti bajunya diruang ganti.
Sementara Laila teringat kembali saat dirinya mengerjai Fajri kala itu. Laila tersenyum.
Tidak lama kemudian Fajri keluar dari ruang ganti dengan baju yang sudah lengkap dengan jadi yang disiapkan oleh Laila sebelumnya. Laila berbalik dan melihat Fajri
"Kenapa? ada yang salah? Fajri mengedipkan matanya. Fajri berjalan kearah Laila, belum sempat Laila menghindar Fajri sudah menangkapnya. " Mau kemana hah? biarkan aku memeluk seperti ini, sebentar saja. "
Keduanya saling terdiam, jantung keduanya berdenyut.
"Mengapa aku merasa kau selalu menjauhi aku, Laila Adzkia Tamin. Apa kau tahu, wanita pertama yang mengisi ruang hatiku adalah dirimu dan aku berharap kaulah yang pertama dan terakhir untukku."
keduanya kembali terdiam masih dalam posisi yang sama dimana Fajri masih memeluk Laila dari belakang. Dengan pelan Fajri menghadapkan tubuh Laila sejajar dengannya dan memegang kedua panggang Laila sambil rambut Laila yang terurai ia selipkan ditelinga Laila. Kemudian Fajri mengambil kedua tangan Laila dan meletakkan di bagian lehernya.
"Tatap aku jika memang kau tidak mencintaiku. Aku akan membuatmu jatuh cinta kembali padaku.
Dengan pelan Fajri mendekatkan kembali bi**** ." Jangan ada penolakan." bisik Fajri dan betul Fajri tidak mendapat penolakan dari Laila. Walaupun Laila tidak membalasnya namun Fajri cukup puas karena Laila tidak menolaknya. cukup Lama Fahri menikmati momen itu.
"Manis, seperti permen karet bubble. "
Tiba-tiba Laila memukul dengan pelan dada bidangnya membuat Fajri tertawa melihat istrinya kesal.
"Dasar mesum. " aku mau berangkat, bisa terlambat jika aku terus meladeni dirimu disini. Laila mengambil tasnya dan Fajri ikut mengekor dibelakangnya.
"Hari ini istriku terlihat cantik, ingin rasanya aku menerkam nya. "
"Diam lah! dadar gombal. "kesal Laila
" Sayang, aku mengatakan apa adanya." Ucap Fajri yang membuat Laila diam-dian merona namun dengan cepat Laila menepis rasa itu.
****
__ADS_1
ohooooooo...... disaat kita mengejar cinta dari Sang pemilik hati maka sang pemilik hati pula yang membalikkan hati makhluknya......