Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 12 Kebingungan Fajri menghadapi Laila


__ADS_3

Like dan komentar sangat membantu πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰membangkitkan semangat up author.


Melalui tulisan ini author berharap silaturahmi tetap terjaga. πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


lanjut kisah Laila dan Fajri.


...----------------...


Fajri tampak melamun disebuah kafe menuggu Rama dan Ramli tiba. Selang beberapa waktu Ramli dan Rama nongol juga.


Rama dan Ramli mengucap salam dan meminta maaf pada Fajri karena sudah membuatnya menunggu. Rama dan Ramli menjelaskan jika mereka terlambat karena harus ke kampus menyelesaikan urusan mereka. Fajri memaklumi sahabatnya itu dan meminta mereka untuk duduk. Mereka pun duduk dan menikmati kopi late panas disiang hari. tampak terlihat Fajri sedikit galau.


"Ada apa bro? tumben banyak diam. Ramli melihat Fajri . " jangan katakan kamu jatuh cinta padanya. Jaga pandangan bro hu...hahahaha... Ramli tertawa membuat pengunjung kafe sekitarnya melihat mereka.


Fajri menendang tulang kering Ramli membuat Ramli membulatkan matanya sedikit merintih, tawa Ramli tertahan seketika menahan sakit akibat ulah Fajri. Rama dan Fajri hanya cengengesan melihat raut wajah Ramli menurut mereka lucu.


"Wah parah bro,.......Ramli mengelus tulang keringnya yang masih sedikit sakit. E... tunggu dulu, apa benar kamu jatuh cinta dengannya? jangan katakan pacaran sudah masuk dalam daftar diary mu. Jangan-jangan kamu sudah tergoda oleh nya. Hahaha Ramli kembali menertawakan Fajri.


Seketika Fajri kembali menyuapkan Ramli roti yang ada di depannya membuat Rama sedikit tersedak dengan minumannya melihat Ramli kembali mendapat perlakuan aneh dari Fajri.


"Makan itu. ujar Fajri


Rama yang melihat tingkah kedua sahabatnya itu tidak mampu untuk tidak tertawa karena merasa lucu.


Rama dan Ramli tampak begitu menikmati minuman mereka. mereka sesekali tertawa entah apa yang ditertawakan. Rama tiba-tiba diam melihat Fajri yang terlihat gelisah.


Rama menepuk bahu Fajri dan kembali bertanya serius untuk meyakinkan perasaan Fajri. Fajri akhirnya buka suara dan menceritakan tiap kejadian yang dia hadapi saat bersama Laila.


Bukan tanpa alasan Fajri menghindari Laila. Fajri hanya berpegang pada prinsipnya untuk tidak pacaran sebelum menikah. ada rasa takut dalam diri Fajri mengingat bagaimana sikap agresif Laila.


"Aku yakin mungkin Laila hanya butuh perhatian bro. hingga sifatnya seperti itu.


" Mungkin saja. ujar Fajri

__ADS_1


Rama pun kembali bertanya apakah Fajri tidak mencintai Laila dan Fajri menjelaskannya jika saat ini belum memikirkan sampai ke sana.


Rama begitu paham bahwa temannya itu begitu terlalu sibuk bekerja walau Rama dan Ramli sebenarnya penasaran pekerjaan sesungguhnya sahabatnya itu karena Fajri juga tidak pernah bercerita padanya.


melihat dua sahabatnya diam, Ramli pun mengagetkan keduanya dan menunjukkan pada sahabatnya itu sosok wanita cantik dan begitu menarik perhatian.


Fajri kembali menutup wajah Ramli dengan buku menu yang ada di depannya.


" Makanya man.... kalau melihat sesuatu yang tidak sengaja kamu lihat jangan melihat kedua kalinya." Rama menepuk baju Ramli."karena menatap atau melihat yang kedua kalinya secara sengaja sudah mengundang......


"Dosa..... jawab serentak tiga sahabat itu dan tertawa.


semua pengunjung kafe di sana menoleh melihat tiga sahabat itu dan segera tiga sahabat itu terdiam ketika merasa kelakuan mereka diperhatikan banyak orang.


" Jadi bagaimana man kerja di sana? aku katakan man ujian mu berat. Allah benar-benar menguji iman mu." Rama bertanya serius pada Fajri.


"Dia mengungkapkan perasaannya." jawab Fajri.


" What? Ramli kembali melotot kearah Fajri. Apa? dia menembak mu? lalu? sudah aku duga dia jatuh cinta padamu bro dan kamu tidak percaya."


"Suatu hari nanti kau akan tahu, jalankan terus peranmu dengan skenario yang sudah tersusun rapi. Rama menepuk Fajri sementara Ramli asyik menikmati kopi panasnya.


Mereka pun terus melanjutkan obrolannya sampai waktunya mereka berdiri dan meninggalkan kafe. Fajri pamit untuk kembali ke kampus menjemput Laila .


"Hati-hati bro.... ...! "teriak Ramli melihat Fajri masuk dalam mobil milik anak majikannya itu.


setelah Fajri berlalu, Ramli pun mengatakan jika Fajri bingung dengan perasaannya dan Ramli sangat yakin jika sebenarnya Laila perempuan baik. Rama pun mengiyakan pendapat Ramli.


***


Di kampus Laila sudah berdiri menunggu Fajri belum datang. Ada perasaan kesal menunggu begitu lama. Laila terus menunggu dan sesekali Laila tampak melihat jam di ponselnya. Laila pun berfikir dan takutnya jika Fajri marah padanya.


" Laila kau mau menunggunya? atau ikut dengan kami?" tawar Mala melihat Laila dari tadi menunggu.

__ADS_1


"Sudahlah tuan putri. aku tahu kau menunggunya karena mau mendengar jawaban ungkapan perasaanmu kan? ya.... semoga saja kau tidak kecewa. Rani tersenyum.


" Baiklah aku ikut dengan kalian saja. Laila beranjak dari tempatnya.


Mereka kini sudah berada di tempat parkir. Saat laila hendak masuk ke dalam mobil Mala, terdengar suara klakson. Laila berbalik dan melihat mobil yang di kendarai oleh Fajri sudah di sampingnya. Senyum Laila mereka jika ternyata apa yang ada dalam pikirannya salah.


"sorry Yach.... aku cancel ikut dengan kalian. bay......... laila menutup kembali pintu mobil Mala.


Mala dan Rani hanya melihat laila begitu terpancar kebahagiaan di wajahnya namun disisi lain mereka tidak yakin jika kebahagiaan sahabatnya itu akan berakhir dengan kekecewaan.


" Semoga kamu menemukan jawabannya dan sesuai pengharapan......" Teriak Rani melihat Lila sudah masuk dalam mobilnya.


Fajri melihat Laila masuk mobil dengan diwajahnya penuh dengan senyuman. Laila pun berbalik ingin bertanya mengapa Fajri begitu lama datang menjemputnya. namun belum bertanya Fajri sudah menjelaskannya jika dirinya terlambat karena ada urusan.


Laila hanya bisa berkata O dan kembali diam. Laila yang sudah berbunga berharap Fajri akan segera memberikannya jawaban. Namun orang di sampingnya terlalu datar.


Laila bernyanyi dengan memasang headset di telinganya untuk menghibur dirinya sendiri dan Fajri hanya memilih diam. Laila memejamkan matanya.


"Fajri apa kamu pernah jatuh cinta?


" Kenapa kamu menanyakan itu padaku?


Laila membuka matanya sambil melepaskan handsetnya dan memperbaiki posisinya.


"Hei... aku menanyakan itu karena kamu cowok. apa sebegitu seriusnya hidupmu? O.... atau kamu sudah jatuh cinta padaku?


goda Laila lagi.


Hal inilah Fajri hindari sedari tadi. jika dirinya dihadapkan permasalahan itu Fajri rasa pusing memikirkannya. godaan itulah yang membuat hati Fajri ciut.


Laila menunggu apa jawaban laki-laki datar yang ada disampingnya itu. Laila terus memperhatikan Fajri yang begitu serius mengemudi. Ingin rasanya Laila memeluknya karena saking gemasnya melihat Fajri terdiam. karena tidak tahan melihat ketegangan Fajri Laila tertawa.


"Kenapa kamu tertawa, ada yang lucu?

__ADS_1


" Ya.... lucu lah, bagaimana tidak aku hanya bertanya seperti itu dan wajahmu terlihat begitu tegang. Apakah hidupmu begitu serius, Fajri?


Fajri hanya melirik Laila sekilas dan kembali melakukan mobilnya. melihat Tuan putrinya tertawa lepas Fajri sudah bersyukur. Fajri hanya berfikir apakah benar Laila bertingkah seperti itu karena mencari perhatian? Fajri menepis pikirannya dan kembali tidak mau tahu.


__ADS_2