
Tidak ada percakapan sepanjang perjalanan antara Fajri dan Laila hingga Sampai didepan kampus. Laila masih betah duduk di samping Fajri dan terus menatap Fajri.Fajri yang merasa jika Laila terus menatapnya akhirnya menegur Laila.
"Apa kamu tidak bosan terus menatapku seperti itu?" Fajri yang pandangannya melihat ke depan.
" Bagaimana bisa kau tahu Aku menatapmu? sementara kau tidak mau melihat kedua mataku. Aku tidak menatapmu. Aku hanya melihat kancing bajumu bagian dada terbuka. "bisik Laila ditelinga Fajri membuat fajri salah tingkah.
Laila sengaja mengerjai Fajri. Laila sangat suka saat Fajri bertingkah aneh. baginya itu hiburan. Saat fajri melihat kancing bajunya.
"Aku hanya berbohong." Bisik Laila
kembali dan fajri hanya menutup matanya sedikit kesal pada Laila yang dari tadi mengerjainya. " Siapa suruh kau tidak mau menatapku." Laila tertawa puas dan turun dari mobil meninggalkan fajri dalam keadaan kesal.
Fajri seakan ingin gila menghadapi kelakuan putri tuannya. Belum ada satu hari bekerja dan mejadi pengawalnya, Fajri seakan sudah seperti mau GILA.
Fajri mengacak rambutnya sambil beristigfar dan melihat buku Laila ketinggalan dan bergumam bagaimana bisa Laila melupakan bukunya dan Fajri kembali kesal dibuatnya.
Fajri kembali merenungi kata demi kata ayahnya sebelum dirinya mengambil keputusan untuk menggantikan ayahnya. "Jagalah kepercayaan David Tamin dia orang baik." Saat fajri akan turun dari mobil, Fajri kembali teringat kata-kata David Tamin memohon padanya agar mau membantu merubah anaknya. " Merubah dalam hal apa ini? Fajri turun dari mobil dan menyusul Laila. Saat hendak menyapa Laila, Fajri dikagetkan dengan kedatangan Rama dan Ramli.
" Baru satu hari tidak ketemu, lho sudah jadi Sultan bro." Ramli menepuk baju Fajri.
Fajri mengerutkan keningnya mendengar ocehan dua sahabatnya itu. Rama heran Kenapa Fajri membawa buku perempuan. Rama akhirnya menanyakan siapa buku yang dipegang Fajri dan Fajri hanya diam. Rama kembali tidak percaya jika seorang Fajri mendekati perempuan dan Rama kembali menepuk bahu sahabatnya dan meminta Fajri mengajak perempuan itu ta'aruf.
" Fajri geleng kepala dan memukul pelan bahu Rama dengan menggunakan buku yang dipegangnya. "Memang dengan semudah itu. Kau ajak anak orang ta'aruf , mau kasi makan apa jika belum ada pekerjaan. Mau kasi makan pasir." Fajri tertawa dan mereka pun ikut tertawa. Rama dan ramli kembali penasaran dengan mobil yang dibawah Fajri.
Ramli dan Rama tidak percaya dengan ucapan Fajri jika dia tidak mampu. melihat mobil yang ditumpangi sahabatnya begitu keren menurutnya dan mengatakan jika mobil Itu harganya tidak main-main. Ramli menunjuk kearah mobil mewah yang dikendarai Fajri tadi sambil menyenggol bahu Fajri.
__ADS_1
"Fajri geleng kepala dan tersenyum. Alhamdulillah. Mobil orang bro." Fajri melangkah berniat mencari Laila yang entah sudah dimana.
Rama dan ramli mengejar Fajri yang sudah jauh mereka masih Penasaran mobil siapa yang di pakai Fajri? Ditengah jalan, Fajri melihat bertha. tangannya sedang ditarik paksa oleh Antonius.
"Lepaskan aku! Kamu menyakitiku. Jika aku tidak mau jangan paksa aku!" Bertha berusaha melepaskan tangannya yang ditarik oleh antonius mantannya.
Fajri datang menghampiri keduanya. " Bro hargai perempuan. Jangan berlaku kasar seperti ini." Tegur fajri dengan lembut.
"Jangan ikut campur dengan urusanku. Jika kamu tidak tahu apa-apa, menjauh lah! "
" Dia temanku. Kau menyakitinya. Lihatlah tangannya sudah memerah. Tunjuk Fajri dan melihat bertha terus meronta. Akhirnya antonius melepaskan tangan bertha dengan cukup keras. Bertha memegang pergelangan tangannya yang kesakitan akibat ulah Antonius.
"Urusan kita belum end." antonius pergi dan bertha terus melihat antonius sambil memegang lengannya yang masih kesakitan.
Bertha berterimakasih karena Fajri mau membelanya dan Bertha semakin yakin jika dia bisa menaklukkan hati Fajri.
Laila yang datang dari kantin melihat Fajri, ada rasa cemburu dalam diri Laila saat Fajri membela Bertha. Fajri yang melihat Laila tidak jauh dari tempatnya segera melepas tangannya dari Bertha. Fajri mengejar Laila.
Fajri terus berlalu mengejar Laila dan diikuti oleh kedua sahabatnya yaitu Rama dan ramli. Bertha terus melihat Fajri dengan penuh rasa kagum.
Ramli heran kemana Fajri akan pergi terburu-buru sambil bertanya pada Rama dan terus mengikuti langkah fajri dan Rama hanya angkat bahu tanda tidak tahu. Melihat Laila hendak masuk kelasnya fajri menghentikan langkah laila. Sementara Rama dan ramli saling menatap.
Fajri memberikan buku Laila. dan menyampaikan agar Laila Lain kali tidak merepotkan dirinya hanya dengan hal kecil seperti itu. Dan meminta agar Laila menghubunginya jika sudah pulang. Laila mengambil bukunya dari tangan Fajri dengan sedikit kasar. Ramli memperhatikan tingkah Laila.
Laila berterimakasih dengan nada yang sedikit cuek dan mengatakan jika dirinya akan pulang dengan Mala dan Rani. dan meminta Fajri untuk tidak usah menunggu.
__ADS_1
Fajri menolak dan tetap kekeh akan tetap menunggu Laila karena itu merupakan tanggungjawab. dan Fajri tidak mau jika sampai ayah Laila beranggapan jika dirinya lalai dari tanggung jawab.
"Terserah!" Laila masuk kelas dengan perasaan kesal untuk mengikuti mata kuliahnya hari itu.
Rama dan Ramli meminta penjelasan hingga akhirnya Fajri menjelaskan pada kedua sahabatnya itu.
"Apa jadi ayah dari cewe itu adalah David Tamin? Terus om ikhsan sahabat sekaligus asisten pribadinya? Subhanallah......dan kau bekerja dengan beliau? Rama dan Ramli kaget tidak percaya. " Itu artinya bro kau sangat beruntung mendapatkan kepercayaan dari beliau. Dan juga beliau mempercayakan putri satu-satunya padamu. Gila........ gila...... Betul-betul gila. Ramli menepuk bahu fajri.
Ramli tidak menyangka jika Putri David Tamin terlihat begitu cantik dan meledek Fajri untuk jangan sampai tergoda. Ramli tertawa dan menanyakan pada Fajri bagaimana Fajri menghadapinya Laila dengan yang penampilannya di luar privasi Fajri. Ramli menepuk bahu Fajri. dan menyampaikan jika ujian Fajri kali ini begitu berat sambil terus tertawa hingga tidak tahan tawa Rama ikut pecah. Fajri geleng kepala.
"Jadi orang kaya pasti enak. Semua yang kita inginkan akan tercapai." Rama menghayal.
"Apa arti sebuah harta, tahta, kejayaan. Jika hati tidak merasakan ketenangan. Bahkan jika hati seakan kehilangan orang yang kita cintai dan kita sayangi. Harta tidak menjamin hidup seseorang bahagia. Tapi hati yang tenang dan damai serta selalu bersyukur akan membuat hidup lebih berarti." Fajri tersenyum mengingat cinta dan kasih kedua orang tuanya tidak pernah terlupakan.
Rama dan Ramli mengiyakan perkataan Fajri. mereka terus melanjutkan obrolannya dan duduk di kantin membahas masa depan mereka setelah selesai kuliah. Rama tidak percaya jika Fajri akan menunggu Laila sampai pulang.
Fajri hanya bisa memberi pengertian pada sahabatnya jika itu adalah pekerjaan dan merupakan tanggung jawab yang harus dipegang.
"Sepertinya dia cemburu padamu. Apa kau tidak melihat cara dia menatapmu? sepertinya putri tuan mu menaruh hati padamu. Ramli menggoda Fajri
Fajri tidak mau pusing dan berprinsip bahwa tidak ada urusan untuk itu. fajri juga menjelaskan jika dirinya hanya menjalankan sebuah amanah. keselamatannya adalah tanggung jawabnya karena itu adalah pekerjaannya untuk masalah hati itu bukan urusannya.
"Wow...... aku bingung dengan mu bro. hatimu terbuat dari apa sih? aku jadi penasaran, siapa gadis yang akan nantinya menaklukkan hatimu yang beku ini. Ramli tertawa.
mereka terus melanjutkan obrolan mereka hingga waktu yang mereka habiskan tidak terasa sudah waktunya Laila pulang.
__ADS_1
Fajri pamit pada dua sahabatnya. Rama dan Ramli hanya menganggukkan kepala sambil terus melihat Fajri berlalu.