Yang Membolak-balikkan Hati

Yang Membolak-balikkan Hati
Episode 53 Pernikahan Mala dan Ramli


__ADS_3

Tiga hari kemudian setelah menghadiri pernikahan Rani kini Laila kembali bergelut di sibukkan dengan gaun untuk persiapan pernikahan Mala. Laila tampak serius bermain dengan ponselnya di taman belakang dengan dimanjakan udara pagi yang begitu sejuk dengan bunga di taman yang bermekaran sambil menikmati sarapan paginya sebagai ibu hamil yang umur kehamilannya hampir memasuki dua bulan.


Ibu lucia tampak di sana menemani putrinya sambil berbincang dan sesekali Laila mendapat pelukan dari sang ibu. Fajri yang melihat istrinya dari jarak jauh tampak begitu bahagia. Tiba-tiba dari belakang David Tamin menepuk bajunya dan Fajri berbalik.


"Aku mengerti perasaanmu sekarang saat melihat istri mengandung buah hati kita, kita tidak bisa menggambarkan kebahagiaan itu namun juga terselip rasa kekhawatiran. Tapi ayah yakin kamu bisa menjaga istrimu dan membahagiakannya.


David Tamin pun pergi meninggalkan Fajri dan Fahri kembali tersenyum melihat istrinya tertawa lepas. Laila berbalik dan matanya bertemu dengan mata Fajri suaminya. Laila pun hendak bangkit dari tempat duduknya dan segera Fajri menghampirinya. Ibu lucia pun pamit untuk membiarkan suami istri itu leluasa menikmati hari libur mereka berdua.


Fajri pun meminta istrinya buka mulut dan membantu istirnya menghabiskan susunya. Awalnya Laila tidak mau karena bau susu itu namun karena Fajri meyakinkan akhirnya susu itu habis di teguk. Fajri mencium pucuk kepala istrinya dan beralih ke perut istrinya.


"Baby ayah, jangan nakal ya.... nurut sama Ibu." ucap Fajri sambil mengelus perut istrinya itu dan sesekali tangannya begitu nakal menjaga Laila berteriak dan Fajri menutup bibir istrinya dengan jarinya.


" Sayang, gel ih... gimana kalau dilihat dayan. malu ih..... . " Laila menepis tangan nakal suaminya.


Fajri mengambil tempat duduk di samping istrinya dan menyandarkan kepala istrinya di bahu kekarnya sambil mengelus lembut perut istrinya.


Fajri oun menanyakan mengapa Laila sedari tadi sibuk dengan ponsel miliknya dan Laila menjelaskan jika dirinya sedang mencari gaun cantik. Fajri pun menjelaskan jika masalah gaun Laila tidak perlu khawatir karena Fajri sudah menyiapkan untuknya. Laila tak bisa lagi membendung rasa bahagianya.


Fajri pun membalas pelukan istrinya dan meminta imbalannya pada istrinya kerena sudah menyuapkan gaun untuknya dan Laila memonyongkan bibirnya dan berpura-pura merajuk. melihat tingkah istrinya fajri semakin gemas.


kemesraan mereka terhenti ketika seorang sayang mendekati mereka dan menyampaikan jika di kuat ada sekretaris haris ingin menemui Fajri.


Laila dan Fajri pun keluar. Spontan Laila berlari ketika melihat Rani juga ada di sana. belum sempat Fajri menghentikan istrinya yang begitu tidak berhati-hati Laila sedikit terjatuh jika saja Rani tidak cepat menangkapnya.


Seketika Fajri begitu terlihat marah namun berusaha untuk tidak berkata apapun di depan semua orang. Laila tahu jika suaminya marah dan Rani segera mencairkan susana tegang itu.


"ayo bumil duduklah. Laila pun duduk sementara Fajri dan sekretaris harus masuk ruang kerja.


" Apa kamu tidak melihat raut wajah Fajri?


"Aku melihatnya. aku akui tadi aku ceroboh." sesal Laila


Rani pun memberikan pengertian agar Lain kali Laila harus ekstra berhati-hati demi buah hati mereka. mereka pun terus berbincang dan menanyakan kabar Mala.

__ADS_1


Rani dan Laila tampak tertawa entah apa uang merek bicarakan sampai Rani membulatkan Matanya karena Laila mulai memancingnya seputar malam pertama mereka. Namun Laila kembali tertawa jika Rani mengatakan jika gagal pada malam pertamanya karena sesuatu.


Rani pun menceritakan jika malam pertamanya gagal karena malam itu tamu bulannya tiba-tiba hadir merusak semuanya. Laila tertawa.


"Sayang? tegur Fajri


kini Fajri dan Sekertaris haris yang sudah selesai dengan urusannya.ternyata maksud dan tujuan Sekertaris Haris datang untuk pamit pergi berbulan madu esok lusa.


" Ya... aku harap bukan madu kalian tidak mengecewakan keke Laila dan Sekertaris haris pun menoleh dan menatap Rani.


Rani hanya Garut kepala yang tidak gatal sambil memperbaiki bentuk hijabnya untuk membuang rasa cemasnya. Rani pamit dan Laila mengantar sampai didepan.


Rani berlalu dan Fahri langsung mengangkat istrinya menuju kamarnya. Laila terus terus memberontak minta diturunkan namun Fajri tidak menghiraukan.


"Kau tahu apa kesalahanmu?


" Iya, aku minta maaf.


Keduanya kembali saling menatap. Fajri memegang kedua wajah istrinya. kemudian merebahkan tubuh istrinya dengan pelan.


sementara Mala kini sibuk mempersiapkan diri untuk hari ijab qabulnya. serta resepsinya sebentar malam. Sebuah cat wa masuk di ponselnya dan itu pesan dari Ramli.


Tampak Mala ingin rasa merobek mulut mesum calon suaminya itu. Mala terus menggerutu melihat isi pesan wa Ramli.


*Persiapkan dirimu. ya.... seperti itulah kira-kira isi pesan cat wa Ramli.


Para perias yang melihat Mala tampak ingin mencakar ponsel miliknya hanya geleng kepala. perias itu menggoda Mala dan menceritakan bagaimana mengerikannya malam pertama.


Mendengar perias itu membahas tentang malam pertama seketika bulu roma Mala berdiri mendadak ngeri.


"Apa iya.....?


Mala menatap dirinya di pantulan cermin dan terbayang di sana Ramli dengan bagaimana Ramli Memperlakukannya persis yang diceritakan para perias itu. Mala geleng kepala dan menutupi dadanya. Perias di sana tertawa melihat aksi konyol Mala

__ADS_1


" Biar ditutupi juga akan kelihatan nantinya, nona. goda kembali perias itu.


Denyut jantung Mala semakin cepat. suara pintu terdengar terbuka dan tampak Laila dan Rani di sana. Laila menyampaikan jumat Ramli dan keluarganya sudah tiba untuk ijab qabul.


"Kenapa secepat itu? gugup Mala


" Hei sadar lho... ini memang sudah waktunya bahkan sudah lewat setengah jam waktu yang disepakati ijab qabul dengan pak penghulunya, makanya cepat siapnya. ucap Rani.


setelah semua siap Mala begitu terlihat gugup. Mala keluar tampak begitu cantik dengan kebaya putihnya yang didampingi oleh dua sahabatnya. Ramli terhipnotis melihat Mala menuju tempat ijab qabul.


Mala di dudukan di sebuah tempat yang sudah di siapkan agak jauh dari Ramli. Rani membisikkan sesuatu pada Mala.


"bersiaplah nona lepas perdana...... Rani cengengesan.


Terdengar sangat jelas suara pak penghulu memulai ijab qabul itu dengan BISMILLAH. jantung Mala kembali berpacu begitu cepat.


Karena gugup Ramli mengulang ijab qabulnya sampai dua kali. Mala pun ikut gugup dibuatnya. Mala melihat Fajri tampak menghapus keringat akibat rasa gugup yang melandanya.


Kini Pak penghulu kembali mengulang acara ijab qabulnya yang ketiga kalinya. Dengan hembusan napas satu kali Ramli pun dengan lancar mengucapkan ijab qabul itu.


SAH...


SAH....


Mala tidak percaya jika dirinya sudah berubah status menjadi seorang istri dari Ramli. Mala pun diantar menuju tempat ijab qabul dimana Ramli di sana menyambutnya.


Tatapan Ramli pada Mala penuh dengan arti. Mala yang mendapat tatapan itu seketika ciut. berlanjut dengan malam resepsi yang digelar cukup ramai.


silih berganti tamu undangan berdatangan dan memberi doa restu. Mala dan Ramli tak hentinya berbicara di atas pelaminan. Malam itu semua hadir dengan pasangan masing-masing.


Rama hadir tanpa pasangan, Ramli kembali meledeknya saat Rama naik memberikan ucapan selamat. Mala hanya tersenyum melihat akai kocak dua sahabat itu.


"Terimakasih atas doa lho.. gue juga doakan semoga cepat dapat jodohnya man. Ramli menepuk bahu sahabatnya itu.

__ADS_1


Setelah itu Rani dan Laila bersamaan naik dengan pasangan Masing-masing memberi doa restu pada Mala. Fajri memeluk sahabatnya itu dan memberikan keduanya tiket bulanan madu.


__ADS_2