
Kini Fajri betul-betul tidak habis pikir apa maksud dan tujuan Rambo bermain api dengan perusahaan ayah mertuanya. Fajri bertambah frustasi apalagi mengingat kejadian kemarin sore yang berlanjut sampai tadi malam. Rasa penyesalan disertai rasa malu sebagai seorang suami harusnya bisa memberi contoh sikap yang bijak dalam menangani masalah di hadapan istrinya.
Pernikahannya yang terbilang masih baru
laksana pelaut di atas samudra penuh dengan gelombang. Menjalani pernikahan tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi juga tidak sesulit yang pujangga katakan. Pernikahan dianggap salah satu ibadah penting. Pasalnya, menikah menjadi ibadah yang dilakukan sepanjang hidup bersama pasangan.
Penting bagi setiap insan berpegang pada aturan agama dalam menjalankan kehidupan rumah tangganya. Agar, rumah tangga berjalan harmonis dan penuh berkah.
Lamunan Fajri buyar seketika saat sekertaris Haris masuk keruangan direktur.
"Permisi, tuan. Kami mendapat informasi jika, putra Rambo sudah kembali ke indonesia dan menurut info yang kami dapat putranya ada di kota ini.
" Putranya ada di kota Ini? ulang Fajri. "Cari tahu siapa sebenarnya putranya. Fajri yang terlihat begitu geram
"Tuan, satu informasi kami dapatkan jika, putra tuan Rambo ke kota ini adalah karena kepentingan pribadi. Lanjut sekertaris Haris.
" Apa? Tanya Fajri
"Iya tuan.
Fajri mendengar hal itu mencoba berfikir keras apa maksud dan tujuan Rambo.
" Cari sedetail mungkin info tentang tuan Rambo dan putranya dan pantau 24 jam sistem keamanan perusahaan!" mengerti?
" Baik tuan, permisi."
Sekarang Fajri sibuk mengurus urusan kantor milik ayah mertuanya dia pun mengadakan rapat mendadak, semua karyawan berkumpul.
Dari keputusan rapat sebagian karyawan yang dianggap mampu dimutasi ke kantor cabang karena dianggap mampu.
Sementara Sekretaris haris akan bekerjasama dengan Rani menggantikan posisi asisten sekretaris haris yang bernama maya karena dianggap memiliki kemampuan.
"Denger itu... lho kerjasama dengan Pak Haris. jadi siap-siap kerja lembur. bisik Mala pada Rani dan Rani pun mengiyakan.
"Sepertinya Perusahaan ini benar-benar dalam masa tenggang. Tapi, apa Laila tahu gak ya? lanjut Rani
"Tapi, jujur gue gak enak kejadian kemarin sore. coba deh perhatikan wajah suaminya. dia tahu gak ya kejadian kemarin gue takut. bisik Rani lagi pada Mala namun belum selesai berbicara terdengar suara dari depan hingga Mala dan Rani mengangkat kepalanya.
" Mala, Rani sebentar ikut keruangan direktur. Fajri melihat Mala dan Rani
Sementara Rudi yang sebagai manajer di sana juga dimutasi ke perusahaan cabang lainnya yang diikuti oleh maya yang mereka dianggap sudah sangat berpengalaman dan merupakan karyawan yang sangat jujur dan berhati-hati.
__ADS_1
"O.. o.... Pak rudi dengan mba Maya dimutasi tuh." bisik karyawan satunya.
Berbeda dengan yang bernama Utami karyawan dulu pernah hampir menampar Laila, Fajri menemukan bukti bahwa Utami adalah kunci yang selalu memberikan informasi pada tuan Rambo.
Semua karyawan diminta untuk lebih Berhati-hati dalam bekerja. dan Fajri mengeluarkan aturan baru bagi karyawan yang masih mau bekerja di perusahaan itu agar kiranya mengikuti aturan yang berlaku dan menjunjung tinggi nilai norma agama dan harus berakhlak terhadap sesama teman karyawan yang berbeda agama dan diutamakan saling menghargai dan menghormati.
Itulah Vidi misi baru perusahaan yang keluar setelah David Tamin memberikan tanggung jawab sepenuhnya pada Fajri. Sementara perusahaan milik Fajri sendiri dibantu oleh Rama sahabatnya.
Selesai Rapat Mala dan Rani masuk keruangan direktur. Fajri berdiri dari tempat duduknya.
Mala kamu kerja sama dengan Ramli ini berkasnya harus kamu pelajari. dan Rani kamu harus selalu siap siaga bersama sekertaris Haris saat saya membutuhkan kalian, dan saya minta jangan kalian ceritakan masalah kantor Pada Laila apapun yang kalian ketahui. paham." karena saya tidak mau istri saya terlibat dalam hal ini. kembalilah bekerja.
Keluar dari ruang direktur Mala dan Rani menghembuskan napas panjang.
"Aku pikir Fajri mau menanyakan perihal yang kemarin. ternyata tidak, Syukurlah.
waktu makan siang tiba. sebuah notifikasi chat Laila masuk di ponsel Mala
📱suami gue ada di kantor gak? Laila
📱Iya, ada. Mala
📱kamu tahu, suami gue tahu pertemuan gue dengan Andre kemarin. Laila
📱Seseorang mengambil gambar dan mengirim ke suami gue. gue tidak tahu siapa pelakunya. Tapi suami gue baik aja kan?
📱Iya, suami lho cukup sibuk sekarang. gue dan Rani sekarang lagi di kantin kantor nih. gue dan Rani minta maaf ya soal kemarin. ✌
📱Iya, bukan salah lho. itu kebetulan aja. uda dulu ya Assalamu'alaikum.
Mala dan Rani yang menyimak chat WA Laila tampak sedih. ada rasa bersalah.
Sementara diruang direktur Fajri mendapat kabar dari Rama jika Putra dari Rambo bernama Andre Hermawan lengkap dengan Fotonya.
Seketika mata Fajri membulat tidak percaya jika mantan Laila dulu adalah Andre Hermawan anak dari tuan Rambo.
"Ada waktu aku harus menanyakan ini pada Laila gumam Fajri.
tok... seorang mengetuk pintu
"Masuk!" perintah Fajri.
__ADS_1
"Tuan kami sudah dapat info tentang Rambo, nama lengkap beliau adalah Rambo Hermawan. dan Hubungan dengan anaknya kurang baik semenjak tuan Rambo meminta anaknya untuk mendekati tuan putri dan satu hal kepentingan pribadi putra tuan Rambo kemari karena akan menemui seorang wanita yang merupakan mantan pacarnya dulu. jelas sekertaris haris
"Stop! cukup. Fajri terlihat geram membuat sekertaris haris cukup kaget melihat reaksi Fajri.
" Pantau terus pergerakan mereka baik putranya maupun ayahnya." perintah Fajri.
"Baik tuan. sekertaris haris pun keluar.
" Sial! ha... apa reaksi Andre jika tahu jika ternyata anak David Tamin Adalah Laila. jika dia tahu, saat ayahnya memintanya mendekati putri tuan David, pasti dia tidak menolak. gumam Fajri. "Laila milikku takkan kubiarkan kau merebut dia dariku dan kau Rambo akan ku hentikan ambisi mu, lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan. Fajri begitu geram dan mengepalkan tangannya di atas meja
Fajri pun mengirim sebuah pesan pada Rama. agar mengatur pertemuannya dengan Tuan Rambo dalam waktu dekat. tujuan Fajri ingin memancing Tuan Rambo. untuk mengetahui dan membongkar kebusukannya di hadapan putranya sendiri.
Fajri juga Akhirnya meminta sekertaris haris memantau karyawannya yang bernama Utami. karyawan yang dianggap kerja sama dengan Tuan Rambo.
***
Ditempat Lain Bertha kembali bertemu andre di sebuah pusat perbelanjaan. Bertha terus mengikuti Andre dari belakang. merasa ada yang mengikuti Andre pun berbalik.
"Kau siapa? kenapa mengikuti aku? Andre yang terlihat sedikit dingin.
" Kenalkan aku Bertha, kau tidak perlu tahu kenapa aku mengikuti mu. satu hal yang kau tahu bahwa aku ingin mengajakmu kerja sama mendapatkan kembali wanita yang kau cintai." Bertha tersenyum merasa menang.
"Apa maksudmu?
" Bukankah kau sangat mencintai Laila, aku pun sama, dia merebut Fajri dariku.
"Fajri? jadi nama suami Laila namanya Fajri? gumam Andre. Aku seperti pernah mendengar nana itu." batinnya
" Bagaimana? "
"Andre tertawa. "Ternyata kau wanita yang tercampahkan, kasihan sekali atau jangan-jangan cintamu bertepuk sebelah tangan." tawa Andre
" Diam, jangan meledek ku seperti itu.
"Kenapa kau marah, kau yang menghinakan dirimu sendiri. Maaf tapi aku tidak berminat dengan tawaran mu, aku bukan laki-laki pengecut." Andre melipat kedua tangannya di dada.
" Sombong sekali dirimu, aku bisa melihat, bahwa kau begitu mencintai dia kan? Bertha yang masih belum menyerah
"Oh. kau meramal ku? Andre mendekatkan wajahnya dihadapan Bertha. Tapi, sorry aku tidak bisa menghancurkan kebahagian orang yang aku cintai sekalipun dia sudah menjadi milik orang lain, jika memang dia bahagia dengan nya, aku pun juga akan ikut bahagia, itu prinsip hidupku. Akan tetapi saat orang yang aku cintai tersakiti jangan sebut aku Andre Hermawan." Kau pasti paham maksudku kan?
"M.... kau terlalu bijak dalam menanggapi hidup ini." Kesal Bertha karena merasa gagal mempengaruhi Andre. Bukannya mendapatkan kerjasama, akan tetapi sepertinya Andre menghinanya.
__ADS_1
" Hei.. kenapa kau marah....." teriak Andre
Bertha berlalu tidak mempedulikan lagi Andre. Andre menelpon seseorang untuk mencari tahu siapa Bertha.