
Melihat Laila yang sudah tenang dengan wajahnya memelas Andre mencoba berbicara dengan Laila dari hati kehati. Andre menjelaskan jika Laila adalah keluarga. karena sebuah salah pahaman antara ayah Laila dan Ayahnya hingga Laila berakhir ditempat itu.
Laila tidak menyangka jika dirinya dan Andre ada hubungan keluarga. Ternyata kepergian Andre saat itu ada hubungannya dengan Rambo. Laila juga tidak habis pikir jika Rambo begitu gigihnya untuk menguasai apa yang menjadi milik ayahnya begitu besar ambisi Rambo sampai harus mengorbankan anaknya sendiri.
"Lalu aku harus bagaimana, Andre? ucap lemah Laila.
"Kita harus berpura-pura didepan ayah. jika kau mau menikah denganku." ucap Andre.
" Kamu gila Andre. Itu tidak mungkin. Aku mencintai suamiku asal kau tahu itu."
Andre terdiam. Laila benar berubah pikir Andre tampak di kedua mata Laila sudah tidak ada cinta untuknya. tatapan itu sudah tatapan penuh kerinduan dengan seseorang. Andre pun ingin lebih yakin apakah Laila benar-benar sudah melupakan dirinya.
"Apa kau sangat mencintainya?
Laila terdiam dan menatap Andre dari jauh. keduanya saling menatap. Laila menundukkan pandangannya melihat perutnya dan mengelusnya.
" Calon buah hati ini adalah saksi jika kami saling mencintai. Saat kau pergi meninggalkan aku tanpa pesan satu pun disitu aku sangat marah dan kecewa padamu. Padahal saat itu, kau tahu aku begitu mencintaimu bahkan aku dulu membayangkan jika kaulah yang pertama dan terakhir untukku. tapi, khayalan itu sirna saat aku mendengar kau pergi dariku. Satu bulan aku mencoba berdamai dengan hatiku dan mengubur dalam perasaan itu. Sangat menyakitkan, andre." Laila mengelus lembut perutnya dan membayangkan suaminya ada di sana memeluknya juga menceritakan bagaimana awal Laila bertemu dengan Fajri sampai menikah hingga keduanya bisa saling mencintai.
Mendengar pengakuan dan penjelasan Laila hanya kata MAAF yang terucap di bibir Andre. penyesalan tinggal penyesalan untuknya.
"Calon baby aku minta makan Andre." Ucapan Laila memecahkan keheningan
Andre tertawa seketika melihat wajah gemas Laila. ia teringat kembali wajah itu saat dulu masih bersama. Andre berdiri mendekat ke pintu.
"Ayah buka ayah.... aku mau bicara.
Andre dan Laila tampak berdiskusi begitu serius. Laila geleng kepala tidak setuju.
__ADS_1
" Tidak andre. kamu pikir pernikahan itu main-main, tidak akan."
Kemudian andre meminta no handphon suami Laila. Laila yang awalnya bertanya untuk apa Andre meminta nomor ponsel suaminya.
"bagaimana caranya kau menghubunginya? ucap Laila lagi.
Andre mengeluarkan ponsel miliknya dan mengatakan jika ayahnya lupa menyita ponsel itu. Dengan segera Andre menghubungi ponsel Fajri.
****
Sementara Fajri kini sudah berada kediaman David Tamin. David Tamin terlihat geram mendapat telpon dari Rambo. Fajri menghampiri ayah mertua yang terlihat memegang dadanya dan meminta David Tamin untuk tenang.
"aku sudah menemukan titik tempat mereka ayah. ucap Fajri.
David pun menjelaskan permintaan David dan Fahri terlihat geram.
Tiba-tiba sebuah nomor baru menghubungi Fajri. Fajri dengan segera mengangkat panggilan itu. Terdengar suara istrinya yang mengatakan Laila baik-baik saja. Laila menjelaskan seperti apa kondisinya. Fajri tampak cemburu mendengar jika Laila dan Andre disekap di sebuah kamar. Andre pun berbicara dengan Fajri dan memberikan alamat rumah itu andre juga mengirim lokasi.
setelah sambungan telpon selesai sebuah SMS dari Andre masuk meminta Fajri mengikuti permainannya. Fajri pun membalas IYA.
****
Rambo masuk kamar dimana Laila dan Andre disekap serta dua pengawalnya membawa makanan lengkap dengan baju ganti untuk Laila. Rambo meminta pengawal membawa Andre keluar kemudian menutup dan mengunci kamar itu. Kini tinggal Laila seorang diri dikamar itu. Karena perutnya dari tadi minta diisi Laila akhirnya melahap makanan itu tak lupa berdoa sebelum makan.
Sementara Andre menyetujui perintah Rambo untuk menikah dengan Laila. mendengar itu Rambo begitu bahagia. Rambo dengan segera menelpon seseorang.
***
__ADS_1
Rambo mempersiapkan segala hal dengan matang untuk pernikahan Andre dan Laila. Menjadi pengusaha besar sudah terbayangkan olehnya. Rambo tidak peduli, yang ada dalam pikirannya sekarang adalah bagaimana dia menggapai apa yang akan menjadi keinginannya.
Rambo seakan lupa diri siapa dirinya sebenarnya. Rambo tertawa lepas dan sangat puas dengan segalanya rencananya. sementara Laila yang mendengar kabar jika akan menikah dengan Andre sangat syok tidak percaya mengapa Andre menyetujui hal gila itu.
"Kau jahat Andre." Batinnya.
Laila terus menangis dan memanggil nama suaminya memanggil ayah dan ibunya.
"Mengapa kalian tidak datang menjemput ku... kalian jahat. "
Laila berbalik ketika pintu kamar seakan terbuka. Laila bangkit dari tempatnya dan terlihat Rambo dengan beberapa pengawal dan tampak dua wanita sedang menenteng alat make up. Ya... Laila melihat itu.
"Tuan aku mohon jangan paksa aku dalam hal ini. Apa salahku." jika tuan menginginkan semuanya aku akan meminta ayah memberikanmu tapi aku mohon jangan paksa aku dalam hal konyol seperti ini. Bagaimana bisa anda melakukan ini sementara aku dan suamiku masih sah dimata hukum dan agama." Laila memohon kepada Rambo.
Tampak wajah Rambo tersenyum sinis mendengar perkataan Laila.
"Sudah selesai apa yang kau ingin sampaikan? apa benar suamimu mencintaimu? hah? apa benar ayahmu, keluargamu menginginkan dirimu?
" Apa maksudmu tuan,? aku tidak mengerti."Laila menurunkan tangannya yang sedari tadi memohon kepada Rambo.
Rambo pun menjelaskan menurut kebenaran baginya jika dia dan ayah Laila benar adanya keluarga yaitu sepupu satu kali. kebencian terjadi pada ayah Laila karena menganggap ayah Laila merebut semua apa yang menjadi milik Rambo. Laila membantah dan menjelaskan jika Rambo salah paham.
"Justru tuan lah yang merebut semuanya dari ayah. Ayah dan kedua orang tuanya diusir dari keluarganya karena keserakahan ayah anda, tuan. anda tidak tahu betapa menderitanya ayah yang dicemooh oleh semua orang saat itu hingga kedua orang tuanya meninggal. Tapi karena kerja keras ayah hingga ayahku bisa sampai sekarang. Lalu, anda menganggap bahwa semua itu milik ayah anda? anda salah. Justru ayah andalah yang merebut semua itu. Hingga suatu hari, ayah merebut sebagiannya dan ayahku orang baik hingga membiarkan ayah anda menikmati sebagiannya yang mana sekarang anda kembangkan dengan menggunakan segala kelicikan dan kebusukan anda, tuan Rambo. Aku katakan bahwa anda bukan manusia tapi, manusia berwajah..... ib....... "
"Stop! " geram Rambo. kau masih membela ayahmu lalu apa ini, hah! " Rambo melemparkan surat cerai dari Fajri. Laila tidak percaya jika Fajri menceraikannya. Laila ingat bagaimana Andre berdiskusi dengan Fajri suaminya bukan apa yang dilihatnya sekarang.
Laila duduk di atas kasur dan menangis. menyesali keputusan suaminya dan begitu sangat membenci dua pria itu. Laila beranggapan jika Andre dan Fajri laki-laki yang sama saja. Rambo memerintahkan perias itu melakukan tugasnya.
__ADS_1