
Assalamualaikum..... sobat sabit...... 🙏🙏🙏🙏 dukungan kalian sangat membantu author terus berkarya......
jangan lupa beri like nya😘😘😘😘
lanjut........kisah Laila dan Fajri
dengan judul
Yang Membolak-balikkan Hati
____________************** ______________
Sejatinya Ketika Allah memberikan ujian kepada manusia untuk melihat seberapa besar kemampuan manusia dalam menjalani dan melewati permasalahan hidup tersebut. Ibarat sebuah ujian di sekolah, di mana guru memberikan lembar soal ujian yang bertujuan agar siswa mampu memecahkan permasalahan, kemudian hasilnya akan dinilai oleh guru hingga di akhir semester.
Sampai di kediaman David Fajri menghentikan mobilnya. keduanya saling terdiam. Fajri merasa begitu bersalah dan dirinya tidak tahu harus berbuat apa.
"Selamat beristirahat." Ucap Fajri dan turun dari mobil dan me. bukakan pintu mobil itu pada Laila.
Bukannya Laila turun dari mobil dia kembali terdiam cukup lama. Fajri membuahkan arah pandangannya melihat Satpam memperhatikan ke dua insan itu.
Karena mata elang Fajri melihatnya, satpam itu pun ciut dan memilih meninggalkan tempatnya dan mengambil air minum.
"Kalau mau menangis, tumpahkan didalam kamar. Aku harus pergi, aku masih memiliki banyak urusan."
Laila mengangkat kepalanya melihat Fajri yang masih setia berdiri membukakan pintu mobil untuknya. Laila pun keluar dan kembali sedikit membungkuk mengambil bukunya.
Laila berdiri sejajar Fajri dengan wajahnya penuh kekecewaan karena jawaban Fajri tidak mewakili atas kejujuran perasaannya. Tidak ada jawaban dari Fajri iya ayah tidak.
"Dadar manusia datar,aku membencimu?! kembali Laila memukul dada Fajri dengan kedua tangannya dengan cukup keras.
Seketika Fajri memegang kedua tangan Laila yang masih mengepal. Laila terdiam dan kembali ingin memukul dada bidang itu.
__ADS_1
" Sampai matipun kau memukul ku seperti ini tidak akan mampu menghilangkan rasa kecewamu karena letak ketenangan itu berawal dari hati. begitu pula dengan perasaan. Aku ulangi perkataan ku cintailah dan dekatkan dirimu kepada yang menciptakan dirimu sebelum hatimu merajut asa pada makhluknya.
Fajri pun melepaskan dan menurunkan tangan Laila dengan pelan dan meminta Laila masuk dalam rumah. Laila menatap manik kedua mata Fajri dengan tatapan yang Fajri kurang mengerti. seketika Fajri membuang pandangannya.
Entah mengapa kedua mata itu Fajri tidak sanggup untuk menatapnya. Fajri berusaha bersikap seperti biasanya. Fajri selalu berpegang pada prinsipnya untuk tidak jatuh cinta pada wanita yang bukan muhrimnya.
sebelum masuk Laila kembali memukul bahu Fajri dengan buku yang dipegangnya. dan pukulan itu Fajri hanya tersenyum.
Laila pun akhirnya masuk dalam rumahnya dan disambut oleh dayan Siti. Dayan Siti cukup heran melihat tuan putrinya kembali murung.
tidak sapaan dari Laila. Laila pun berlari dan menaiki tangga terus masuk dalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya cukup keras.
Ketika hati berkecamuk jiwa pun ikut sesak. Hal tersebutpun sama dengan ujian hidup, Allah SWT memberikan ujian kepada manusia untuk mengetahui setiap kemampuan hamba-hamba-Nya dalam memecahkan permasalahan hidup, baik masalah harta, anak, keluarga, tempat kerja , ataupun masalah-masalah lainnya.
Laila jengah menangis di kamarnya karena kembali merasakan sakit hati dan malu pada dirinya. kembali Laila teringat semua ucapan Fajri. Laila pun berdiri di jendela kamarnya dan tampak Fajri masih berdiri ditempatnya sedang menelpon seseorang begitu serius.
Tidak sengaja mata Fajri melihat ke arah atas tepat di jendela kamar Laila. Kembali mata keduanya bertemu. Laila menutup jendela kamarnya dan menuju tempat tidurnya sementara Fajri hanya menghembuskan napas panjangnya kemudian masuk dalam mobilnya dan berlalu. Sementara Laila kini duduk di atas kasur terdiam.
Dengan penuh pengharapan, dayan Siti berharap akan ada cahaya di dalam rumah ini suatu hari nanti.
Turun dari lantai atas, kembali dayan Siti melihat tuannya marah di balik telepon entah apa yang membuat tuanya marah.
"Oh Tuhan apa lagi ini. " dayan Siti bergumam melihat situasi di dalam rumah itu.
***
Sementara di kediaman pak ikhsan, Fajri tampak gelisah membuat syakira adiknya yang pulang dari pondok untuk berlibur mendapati kakaknya termenung, sedikit bingung.
"assalamualaikum kak, syakira mencium punggung tangan kakaknya dan sedikit tak biasa melihat kakaknya diam.
" Alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. "jawab fajri.
__ADS_1
"Syakira duduk di samping kakaknya. " Lagi galau ya? tanya syakira. "Hidup ini pilihan, apa pun yang membuatmu sedih, tinggalkan. Dan apa pun yang membuatmu tersenyum, jangan lepaskan. Syakira menatap lekat kakaknya.
"Fajri berbalik ke arah adiknya. " jangan terlalu menutupi dirimu kak. kakak berhak menentukan pilihan hidup kakak. Selagi hal itu tidak menimbulkan fitnah. Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksi mu adalah juga hakim mu."
"Terimakasih...! " Fajri menyapu lembut kepala adiknya yang tertutup hijab. Siapa yang jemput kamu dari pondok?
"Ibu dan ayah kak, emang kakak tidak tahu?
" Fajri geleng kepala."kakak baru datang dari kantor. kakak tidak tahu kalau ayah dan ibu tidak ada di rumah."jawab Fajri
"Kok bisa kak, kakak banyak pikiran ya?
" Entahlah. " Fajri terdiam
pak ikhsan dan ibu Fatimah masuk dan memberi salam, mendapati putra putrinya sedang berbincang serius. Fajri dan syakira menjawab salam mereka.
"Bagaimana Fajri pekerjaanmu hari ini? apakah keadaan kantor David baik-baik saja?
" Sejauh ini kurang baik ayah. seseorang menggelapkan dana perusahaan membuat perusahaan mengalami beberapa persen kerugian.
"Pasti David sekarang sangat frustasi.
"Tanpa izin dari Allah sungguh manusia adalah makhluk yang sangat lemah tak memiliki daya dan kekuatan, Ayah. Allah pasti punya rencana yang baik hingga menurunkan sebuah ujian.
"Pak ikhsan terdiam masih memikirkan sahabatnya David Thamin. lalu bagaimana kabar putrinya?
Fajri terdiam, mengingat tempo hari Laila mengungkapkan perasannya. Sejujurnya Fajri sendiri tidak tahu bagaimana kabar Laila sekarang. Secara tidak disadari ucapan Fajri membuat Laila patah hati.
pak ikhsan tidak bertanya lagi pada putranya atau menunggu jawaban dari Fajri. Pak ikhsan tidak mau terlalu banyak ikut campur urusan pribadi putranya itu. Pak ikhsan tak hentinya mengucap syukur atas nikmat yang Allah berikan. melihat keluarganya kembali berkumpul.
Pak ikhsan kembali menatap anaknya. Pak ikhsan sejatinya tahu jika putranya sedang dilanda rasa galau namun diurungkan niatnya untuk bertanya. Ibu Fatimah hanya mengangkat bahu pada suaminya dan memberi kode agar meninggalkan Fajri seorang diri.
__ADS_1