
Dua hari berlalu
******
" Hati-hati di jalan ya Mbak,Al doain semoga semuanya selamat sampai tujuan,diberikan kesehatan,sukses dunia akhirat ,mudah Rezeky dan diberikan Umur yang panjang serta di lancarkan segala urusannya,terimakasih udah datang kedesa kami dan memberikan bantuan yang sangat luar biasa,semoga Tuhan membalas semuanya,Al harab suatu saat kita akan dipertemukan lagi" Ucap Alina disertai beberapa doa melepas kepulangan para rombongan Raffa dan Cantika
" Amiiiin,Mbak harap semoga semua doa yang kamu ucapkan barusan akan terkabulkan,kami juga sangat berterimakasih atas keramahan dan kebaikan kalian menerima keberadaan kami disini,dan satu lagi kamu jangan lupa pesan Mbak ya,kemanapun nentinya kamu melanjutkan pendidikan mu tolong kabari Mbak ya,di jakarta ada Mbak dan di singapore ada Aunty Mbak yang baik banget,tapi kamu harus hati-hati takut nya dijodohin sama anaknya yang play boy..hahahahha,tapi dia sepupu kesayangan Mbak" jawab Cantika seraya bercanda
" Ia Mbak...Insya Allah Al akan kabari Mbak nanti,ini kenang-kenangan dari Al,maaf hanya sesuatu yang biasa aja,semoga berguna dan Mbak suka,satu lagi doa Al,semoga Mbak cepat dapet jodoh..." ucap Alina tulus seraya memberika. Sati set perlengkapan Shalat,.membuat Cantika sangant terharu
" Ya ampun by....apa ini? Mbak terharu banget tau ngak,makasih ya by..kamu kasi Mbak sesuatu yang sangat bermakna dan berharga banget,kamu tau by...? Ini adalah kado pertama mbak yang paling bermakna dan berharga,bahkan keluarga Mbak sendiri belum pernah kasi Mbak hadiah seistimewa ini,yang mereka tau hanya hadiah yang mewah-mewah saja" jawab Cantika haru seraya langsung menarik Alina kedalam pelukannya
" Tapi ini ga mahal loh Mbak,kebetulan beberapa hari lalu Al ke salah satu toko Souvenir dan Al lihat ini,dan entah mengapa Al sangat ingin membelinya untuk Mbak sebagai kenang-kenangan" jawab Alina sedikit sendu
" No by... yang dinilai dari sebuah hadiah bukan cuma dari harganya,tapi ketulusan dan tujuan hadiah itu diberikan,itu yang membuat hadiah sangat bermakna" jawab Cantika pasti
" Alhamdulillah kalau Mbak suka" jawab Alina bahagia
Alina masih berdiri melihat keberangkatan rombongan Cantika,kedua wanita beda usia itu masih terlihat saling melambaikan tangan tanda perpisahan,begitupun dengan yang lainnya termasuk Raffa,ingin rasanya ia turun dan mengatakan semua tentang perasaannya pada Alina seraya menarik remaja cantik itu dalam rengkuhannya,tapi sayang.... seorang Raffa tak seberani itu,terlebih Raffa tau seperti apa Alina yang sangat jarang terlihat terlibat pembicaraan dengan lawan jenis,bahkan selama lebih satu minggu Raffa berada di desa itu tidak sekalipun Alina menyapa dirinya apalagi berbicara
" Lo suka sama dia?" tanya Cantika tiba-tiba dan berhasil mengagetkan Raffa,membuat ia tersadar dari lamunan sesaatnya dan terlihat sedikit salah tingkah
" Hah...maksud lo..?" tanya Raffa bingung dengan wajah terkejutnya
" Lo beneran suka sama Alina..?" Ulang Cantika masih dengan pertanyaan yang sama
" Oh..dia..? Bohong Ka...kalau gue bilang gue ga suka sama cewek sesempurna dia,dimata gue dia ga cuma wajahnya aja yang cantik...Akhlak nya juga baik,dia juga pintar,walaupun mungkin itu hanya menurut gue" jawab Raffa jujur,tanpa ia sadari kejujurannya telah menghancurkan hati sang sahabat
" Lo bener Raff...dan gue sependapat sama lo,trus kalo lo suka kenapa ga coba lo dekati dia?" Tanya Cantika lagi,walaupun batinya seakan hancur tapi ia tetap berusaha setegar mungkin
__ADS_1
Sakit...? Tentu,hati Cantika sangat sakit,bahkan mungkin telah hancur,hati wanita mana yang tidak sakit saat mendengar langsung pria yang sangat ia cintai begitu mengagumi wanita lain
Marah...? Tidak,karena ia juga tidak tau harus marah pada siapa,jelas antara Raffa dan Alina tidak bersalah,Raffa tidak tau bahwa Cantika sangat mencintainya karena gadis cantik itu sangat pandai menutupi perasaannya pada sang sahabat,sedangkan Alina ...ia benar-benar tidak tau tentang perasaan Raffa dan Cantika,jadi pada siapa Cantika harus marah kecuali pada hatinya sendiri yang telah jatuh cinta pada seseorang yang hanya menganggapnya sahabat
" Gue belum punya keberanian segede itu ka..dan gue yakin kalau gue ga masuk dalam kriteria calon imam dia,ditolak sakit ka.." jawab Raffa setaya tersenyum kecut
" Hahahah...pengecut lo,.mana Raffa gue yang jenius dan tangguh?,tapi kekhawatiran lo ada benernya juga ya,cewek kayak dia pasti kriterianya kayak cowok-cowok yang kuliah di Mesir gitu atau paling tidak anak-anak Ustadz ataupun yang satu frekuensi dengan nya" Jawab Cantika masih santai walaupun hatinya bertambah sakit dengan ungkapan Raffa
Namun...sesakit apapun perasaan Cantika ia tidak pernah ingin Raffa tau,bahkan seandainya Raffa berani mengunggangkapkan isi hatinya pada Alina dan Alina menerimanya,mungkin Cantika akan mengiklaskan Raffa untuk Alina dan akan memberikan support untuk sang sahabat dalam memperjuangkan cintanya
Perjalanan mereka dari kota tempat Alina tinggal menuju bandara berjalan dengan sangat lancar seperti yang diharapkan,tinggal satu langkah lagi yaitu perjalanan menggunakan jalur udara untuk tiba di jakarta yang akan ditempuh dalam waktu sekitar satu jam
*******
Dibelahan dunia lain
Gabriel sedang sangat sibuk dengan tumpukan berkas di meja kerjanya,Bisnisnya yang berada di new york semakin berkembang pesat,ia juga harus mengawasi perusahaan sang papa dan beberapa hotel dan yayasan milik keluarganya yang berada di negara tersebut,Gabriel membangun perusahaan sendiri yang bergerak dibidang farmasi dan juga masih bekerja sama dengan perishaan sang papa dan keluarga Girald
Tok....tok...tok...
Terdengar suara ketukan dari pintu ruangan kerjanya,sehingga mengalihkan fokus Gabriel dari layar laptop dihadapannya
" Masuk..." satu kata dari suara bariton dan dinginnya ,pintu terbuka secara perlahan sehingga menampakkan sang sekretaris yang mulai melangkah dengan sangat sopan memasuki ruangan tersebut
" Tuan....di lobby ada nona Cindy ingin bertemu dengan anda" ucap keith dengan wajah menunduk hormat
" Saya sedang sibuk" jawab Gabriel singkat padat dan jelas
" Baik tuan" jawab keith yang sudah sangat paham tentang jawaban yang sang bos katakan dan apa yang harus ia lakukan
__ADS_1
" Kalau tidak ada lagi silahkan keluar" perintah Gabriel saat melirik bahwa seang sekretaris masih berada di ruangannya
" Ba- baik tuan" Jawab keith gugup karena ia sedang memperhatikan wajah tampan sang tuan,dengan perlahan keith langsung membalikkan badannya dan akan keluar dari ruangan yang mencekam itu
" Oh..ya katakan pada Niko segera siapkan keberangkatan saya ke indonesia" perintah El dingin membuat langkah keith terhenti dan kembali membalikkan badannya
" Baik tuan" jawab keith patuh dan langsung meninggalkan ruangan itu
Kathie adalah sekretaris Gabriel,ia adalah gadis yang sangat pintar cerdas,gadis yang dua tahun lebih tua dari Gabriel itu sangat mengagumi Gabriel,tapi ia tidak berani mendekati pria dingin dan arogan itu,kethi tau Gabriel bahkan akan langsung memecat karyawan yang berani menggodanya, karena itu sudah terjadi beberapa kali dan kathi juga mendengar rumor bahwa Gabriel sudah memecat beberapa orang sekretarisnya sebelum kethi
Kathi juga tau diluar orang-orang mengetahui Gabriel seorang playboy bahkan cassanova yang suka berganti wanita,karena memang Gabriel selalu menggandeng wanita yang berbeda saat menghadiri pesta koleganya atau saat berada di Club,tapi kathi tau dan percaya itu hanyalah sebuah skandal yang seakan sengaja Gabriel ciptakan untuk menghindari para pengusaha dan wanita yang mendekatinya
Tok...tok...tok
Lagi-lagi suara pintu ruangan nya diketok dan kembali menalihkan fokusnya
" Masuk" Jawab Gabriel tanpa mengalihkan tatapannya dari berkas yang tengah ia tandatangani dan juga matanya sesekali fokus pada layar laptop nya,ia sudah tau siapa yang datang
" Tuan ...maaf bisakah keberangkatan anda kita tuda dua atau tiga hari lagi? Besok akan ada rapat para pemegang saham dan lusa tuan mixe meminta untuk bertemu langsung karena ingin membahas tentang kerja sama produk herbal dari perusahaan mereka" jelas Niko panjang lebar
" Kanapa tiba-tiba? " tanya Gabriel sedikit mengerutkan keningnya
" Beberapa dari Para pemegang saham akan mengalihkan saham mereka pada anak merreka tuan dan untuk tuan mixe beliau tidak mengatakan alasannya" jawab Niko apa adanya
" Hmm" jawab Gabriel singkat
"Kalau sudah tidak ada lagi saya permisi akan ke ruangan saya tuan" ucap Niko meminta izin
" Hmm" lagi-lagi hanya sebuah deheman yang Gabriel keluarkan
__ADS_1
Niko meninggalkan ruangan sang CEO dan menuju ruangan miliknya yang berada tepat di samping ruangan sang bos,ia harus segera menyelesaikan pekerjaannya yang sangat menumpuk bahkan melebihi sang bos,bagaimana tidak,segala keperluan kantor Nikolah yang terlebih dahulu mendapatkan laporannya ,bukan hanya kantor itu saja,tapi seluruh perusahan milik Gabriel dan juga perusahaan keluarga Altop yang Gabriel pegang
Belum lagi saat Gabriel memberinya perintah untuk mengatasi beberapa masalah pribadinya,dan yang paling menguji kesabarannya adalah saat ia harus berurusan dengan para wanita koleksi sang bos dan juga saat ia yang harus menghalau para wanita yang mendekati Gabriel,sungguh ia sangat jengah dengan para wanita genit itu