Your Angle My Heart

Your Angle My Heart
43


__ADS_3

" Nona sudah bangun?" tanya Dinda pelan,ia sedikit canggung berada di kamar Alina,mengingat semalam sang tuan muda berada di kamar itu sampai pagi,Dinda dan para rekannya berfikir antara nona muda dan tuan mudanya pasti terjadi sesuatu,layak nya pasangan pengantin baru lainnya,terlebih mereka melihat Alina yang bangun kesiangan dan Gabriel yang tampak segar keluar dari kamar itu dengan menggunakan jubah mandi menuju kamarnya,hal itu membuat Dinda dan yang lainnya menelan saliva mereka melihat betapa menggodanya sang tuan muda


" Hem.." jawab Alina singkat,ia masih belum sadar sempurna


" Sudah jam berapa mbak?"tanya Alina pada Dinda,ia masih belum mengingat tentang kejadian subuh tadi yang membuat traumanya kembali muncul


" Sudah jam 6 pagi nona" jawab Dinda sedikit canggung,entah mengapa ia yang merasa sangat tak menentu saat membayangkan sesuatu yang terjadi antara tuan dan nona mudanya,baginya Alina masih sangat belia menyandang status istri terlebih tuan mudanya sangat dingin dan arogan


" Astaghfirullah...mbak kenapa ga bangunin saya dari tadi ...? Jadi telat kan Shalat subuh nya" tanya Alina lesu seraya mengeluh,membuat gadis cantik itu terlihat sangat manja dan lucu,bagi Dinda menghadapi Alina bagaikan ia menghadapi adik-adik nya di kediaman orang tuanya


" Ma-maaf nona....semalam tuan muda ..." ucapan Dinda langsung terhenti saat melihat Alina yang terlihat terkejut dengan wajah pucat


" Di- dimana dia mbak?" tanya Alina sedikit gugup,ia mengusap dadanya seraya menghembuskan nafas dalam setelah menyingkap selimut putih yang menutupi tubuh nya dan mendapati dirinya masih berpakaian lengkap seperti semalam,hanya hijab nya saja yang tampak terletak di atas nakas


" Tuan muda sedang berada di ruang kerjanya nona" jawab Dinda,ia masih sedikit heran sekaligus lucu melihat reaksi terkejut Alina saat tau sang suami berada di kamarnya semalam


Tak mengucapkan apapun lagi,gadis cantik itu bangkit dari tenpat tidurnya dan menuju kamar mandi,ia segera membersihkan tubuhnya dan berwudhu,walau sudah sangat terlambat tapi Alina tak mau meninggalkan kewajiban dua rakaat nya


Sedangkan Dinda ia dengan sigap merapikan ranjang sang nona muda,walaupun Alina sering melarang nya karena gadis itu merasa dilayani secara berlebihan,tapi Dinda selalu melakukan hal itu,karena itu juga salah satu dari tugasnya dijadiakan asisten pribadi sang nona muda


Alina keluar dengan menggunakan jubah mandinya,handuk kecil tampak membungkus rambut nya yang basah,memperlihatkan leher putih jenjang nya,Dinda yang wanita saja selalu mengagumi sang nona muda,lalu bagaimana dengan para lelaki..? Dan apa kabar sang tuan muda..? Tapi Dinda sudah mulai paham tentang hubungan sang tuan dan nona mudanya


Menjadi asisten Alina membuat Dinda mulai paham bahwa pernikahan pasangan muda itu terjadi bukan karena saling cinta,tapi karena sesuatu hal,terlebih Gabriel memerintahkan pada Dinda untuk merahasiakan pernikahan itu dari siapapun kecuali keluarga Alexander,tapi apapun itu Dinda berharap pernikahan pasangan muda itu akan langgeng dan berujung saling mencintai dan Dinda yakin itu,tampak dari sang tuan yang terlihat sangat posesif pada Alina,walau Dinda tau gadis cantik itu masih belum memiliki perasaan apapun pada sang tuan muda selain rasa takut dan marah


" Saya akan menunggu anda di luar nona" izin Dinda saat melihat Alina keluar dari walk in closet seraya memegang perlengkapan ibadah nya,gadis cantik itu tampak sudah menggunakan dress cantik,yang artinya sang nona muda akan ke kampus pagi ini


" Iya ...tapi mbak...bolehkah saya sarapan di kamar aja? " tanya Alina sedikit ragu


" Maaf nona..tapi tadi tuan muda berpesan agar nona segera turun untuk sarapan" jawab Dinda apa adanya


Alina tak menjawab lagi,ia hanya mengangguk lesu seraya menggelar sajadahnya dan memakai mukena lalu mulai melakukan ibadah dua rakaatnya dengan sangat khusyuk,Dinda langsung menuju pintu dan menunggu sang nona muda di luar kamar


Selesai Shalat Alina melanjutkan dengan sebuah doa singkat namun sangat menyentuh,hingga tanpa ia sadari seseorang begitu tersentuh saat mendengar setiap untaian kata yang keluar dari bibir mungil nya


" Ya Allah...inikah cara Mu menunjukkan betapa besarnya rasa sayang Mu kepada ku??..dengan memberiku begitu banyak ujian dan cobaan...

__ADS_1


Jujur aku sangaaat lelah ya Allah...tapi bila dengan cara ini Engkau mengangkat derajat ku ...


Berikanlah aku kesabaran dan kekuatan iman yang tiada batas ya Allah...agar aku sanggup dan bisa tetap tegar dan Ikhlas menjalani takdir yang Engkau tuliskan untuk ku saat ini...


Ampuni Hamba jika hamba terlalu banyak mengeluh


Ya Allah hamba mohon...lindungilah suami hamba dan keluarganya,mudahkanlah segala urusannya,limpahkanlah rizky nya, lembutkanlah lisan dan hatinya saat bersama hamba,jika tanpa hamba sadari hamba pernah melakukan kesalahan padanya atau keluarganya...mohon bukalah hatinya agar ikhlas memaafkan hamba..kurangi rasa takut hamba saat menghadapinya ya Allah..


Gabriel tertengun mendengar doa-doa yang Alina panjatkan,suara gadis itu sangat lembut saat mencurahkan isi hatinya pada Tuhannya,Gabriel tak pernah menyangka bahwa gadis yang ia sandra itu memdoakan kebaikan untuk nya,sebersih itukah hati wanita yang ia nikahi itu? Wajar jika Raffa sangat mengagumi gadis itu,tak hanya fisiknya yang cantik,namun hatinya tak kalah cantik,Akhlaknya sangat terjaga,sungguh wanita yang nyaris sempurna


Gabriel kembali menutup pintu kamar Alina,tak ingin mengganggu gadis itu yang sedang mengadu pada Tuhannya ,ia menuruni tangga menuju ruang makan,sedangkan Alina tak menyadari Gabriel sempat datang ke kamarnya,Alina merapikan perlengkapan ibadah nya,ia mengenakan hijab nya dan sedikit memoles wajah nya dengan bedak tabur dan mengaplikasikan pelambab di bibir pink nya


Merasa cukup,Alina meraih tas dan handphone nya,tak lupa ia meminum obatnya terlebih dahulu dan mengecek persediaan obatnya yang selalu ia bawa dalam tas nya,Alina keluar dari kamarnya yang langsung disambut oleh Dinda yang sejak tadi selalu siaga didepan pintu kamar sang nona muda


" Maaf ...mbak lama nunggu" pinta Alina sopan pada wanita yang selalu berada disisinya itu,hanya saat di kampus Dinda tak mendampingi Alina,ia hanya mengawasi sang nona muda dari kejauhan


" Anda akan ke kampus nona?" tanya Dinda,ia tak menjawab permintaan maaf Alina,karena baginya menunggu Alina selama apapun itu sudah menjadi tugas nya,mengingat Gabriel memberinya gaji yang cukup besar sebagai seorang pengawal lebih tepatnya


" Ia mbak" jawab Alina sopan,ia tak pernah menganggab Dinda sebagai bodyguard atau asistennya,ia memperlakukan para pekerja di unit apartemen itu layaknya keluarga atau teman



Dinda tersenyum sangat tipis saat memergoki sang tuan muda yang terlihat menatap kagum pada Alina namun sepertinya masih sangat gengsi untuk mengakui perasaan itu,sedangkan Alina masih belum menyadari keberadaan Gabriel di meja makan,gadis cantik itu masih fokus dengan handphone nya melihat beberapa chat masuk dari ketiga sahabatnya dan juga sang mama yang menanyakan kabarnya


Deg...


Jantung Alina serasa berhenti berdetak saat melihat keberadaan pria yang paling ingin ia hindari itu,spontan Alina menghentikan langkah nya, ia berusaha mengatur detak jantungnya dan menguatkan otot-otot nya yang mendadak terasa lemah,untung ia sudah meminum obat penenang nya


" Sampai kapan kamu akan berdiri disitu? Saya ada meeting penting pagi ini" ucap Gabriel dingin seraya melihat jam mewah yang melingkar gagah di pergelangan tangannya,pria itu tampak rapi dan tampan dengan setelan jas limited edition nya,sesaat membuat Alina juga tertengun dengan wajah tampan sang suami



Tak menjawab, Alina kembali melangkah perlahan mendekati meja makan dan duduk di kursi tempat biasa ia duduk,sekuat tenaga Alina menekan rasa takutnya,ia meraih roti panggang miliknya dengan tangan bergetar,semua itu tak luput dari perhatian Gabriel,ujung matanya terfokus pada sang istri


Sesekali mata Alina melirik Gabriel yang juga sedang memakan sandwich nya,pria muda nan tampan itu tampak sangat elegan menyantap menu break fast nya,Gabriel meminum orange jus nya setelah menghabiskan sandwich di piring nya,sedangkan Alina meraih susu rasa strawberry miliknya

__ADS_1


" Jangan lupa temui pengagummu itu dan jelaskan padanya tentang status mu,semakin cepat ia menikah maka kebebasanmu akan semakin cepat pula, kecuali kalau kamu memang sangat menikmati menjadi istri rahasia ku" perintah Gabriel yang di ucapkan dengan nada menohok,membuat hati Alina seakan hancur berkeping,walau ia belum memiliki rasa apapun pada sang suami...akan tetapi Alina sudah berniat akan mencoba menerima pernikahan itu,namun sayang sungguh sayang...ternyata justru Gabriel yang ingin mengakhiri pernikahan itu


Sekuat tenaga Alina menahan agar bulir bening tak mengalir dari mata lentik indah nya,ia hanya memgangguk patuh tanpa kata,karena jika ia bersuara maka ia yakin,tangis nya akan pecah dan ia tak ingin terlihat begitu lemah dihadapan pria yang telah mengacaukan hidup nya


" Bagus ....ternyata kamu cukup patuh,sepertinya tidak akan sulit jika aku menikah lagi" ucap Gabriel menggoda sang istri


Mendengar kata itu sontak membuat Alina mengangkat wajah nya dan menatap Gabriel,entah mengapa hatinya seperti tak menerima saat mendengar pria yang berstatus suaminya itu akan menikahi wanita lain lagi,saat status Gabriel masih sebagai suaminya,terlepas apaun alasan Gabriem menikahinya,ia tetap tak ingin di madu


" Siang ini saya akan bicara dengan Sir Raffa...agar secepatnya anda bisa menikah dengan kekasih anda" Jawab Alina dengan suara bergetar,wajah nya tertunduk dalam,tanpa bisa ia tahan air matanya mengalir membasahi pipinya,secepat kilat ia mengusap wajah nya agar Gabriel tak melihat air matanya,tapi terlambat ....pria muda itu sudah melihat semuanya


" Kenapa kamu menangis? " tanya Gabriel menaikkan sebelah alisnya,entah mengapa ia merasa bahagia saat melihat Alina yang seakan sedih jika ia menikah lagi


Alina tak menjawab,baginya pertanyaan Gabriel tak terlalu penting,ia bangkit dari kursinya hendak meninggalkan meja makan,namun dengan sangat cepat Gabriel meraih pergelangan tangan nya,membuat langkah Alina terpaksa terhenti


" Jawab...kenapa kamu menangis..?ulang Gabriel seraya menatap Alina yang kini berdiri tepat di samping nya


" Saya tau tuan menikahi saya secara siri dan hanya untuk sementara,tapi...apapun itu ...status anda saat ini adalah suami saya,tak ada istri yang mau di madu,saya memang tidak menentang poligami...tapi saya tidak mau munafik,saya adalah salah satu wanita yang tak ingin dipoligami..jika tuan ingin menikah lagi... Maka lepaskan saya terlebih dahulu" jawab Alina sendu,entah mengapa ada rasa sakit yang luar biasa di ulu hatinya


Gabriel terdiam mendengar jawaban Alina,dapat ia lihat tatapan terluka di mata gadis cantik itu,perlahan ia melepas genggaman tangannya,dan hal itu di gunakan Alina untuk segera menjauh dari Gabriel,ia meninggalkan Gabriel yang masih terdiam seraya menatap kepergian sang istri,tak ada yang tau apa yang kini ada dalam benak pria yang terkenal kejam dan arogan itu


Dinda dengan sigab mengikuti langkah sang nona muda keluar dari unit tersebut dan menuju lift khusus,tak ada sepatah katapun yang Alina ucapkan saat berada dalam lift,membuat Dinda sedikit canggung


Sampai di basement Alina langsung memasuki mobil yang sudah disiapkan oleh sang supir,diikuti Dinda yang masuk di kursi depan tepat di samping pengemudi


Hiks....


Tangis Alina pecah....saat gadis itu sudah berada di dalam mobil,hal itu membuat Dinda tertengun,sedangkan sang supir merasa heran sendiri


" Apakah nona jadi ke kampus?" tanya Dinda pelan,ia yakin nona mudanya sedang tidak baik-baik saja,Dinda memang mendengar semua percakapan sang majikan,hal itu membuat ia mulai paham pernikahan yang seperti apa yang sedang dijalani oleh pasangan muda itu


" Iya...langsung jalan aja pak,saya ada ulangan pagi ini" Alina menjawab pasti,perasaannya sedikit lega setelah menangis,ia mengusap cepat wajah nya saat sudah mendekati gerbang kampus,ia tak ingin ada jejak air mata diwajah nya sehingga akan menimbulkan kecurigaan ketiga sahabatnya


Sedangkan Gabriel juga meninggalkan apartemen itu,pagi ini ia akan melakukan meeting,sekaligus ia ingin melakukan pembahasan tentang rencana kepindahan kantor pusatnya ke jakarta,sesuai permintaan sang papa dan mama,ia ingin semuanya berjalan lancar tanpa hambatan yang rumit,entah mengapa kini ia lebih bersemangat menetap di indonesia


Dilain tempat nyonya Miranda tengah membujuk sang suami agar memata-matai Gabriel,naluri beliau mengatakan ada suatu rahasia besar yang sang putra sembunyikan,beliau yakin feeling beliau tak salah,terlebih dua bulan terakhir ini Alina tak pernah menghubungi beliau mengajak bertemu,karena biasanya gadis cantik itu akan mengajak beliau ketemuan setidaknya satu bulan sekali,sedangkan sang sahabat yaitu nyonya Suci tengah berada di luar kota,nyonya Suci dan sang suami harus mengikuti seminar ke beberapa daerah dan beliau yakin itu adalah rencana dari Gabriel

__ADS_1


__ADS_2