Your Angle My Heart

Your Angle My Heart
62


__ADS_3

Pagi begitu cerah,sembuat keemasan tampak mulai memasuki kamar dari cela-cela tirai yang menjuntai,cahaya yang dipancarkan oleh matahari itu mampu menghangatkan para penduduk bumi,kesibukan begitu tampak jelas di kediaman keluarga Altop,khususnya bagi para Art dan pekerja yang bertugas di beberapa bagian di mansion mewah itu


Tampak beberapa mobil bok memasuki gerbang megah itu,mobil berlambang salah satu resto,bakery dan food courn ternama di ibu kota,mereka di undang untuk menyajikan berbagai menu hidangan bagi para tamu,pernikahan putra tunggal keluarga Altop itu memang tertutup dan tak mengizinkan kehadiran wartawan,tapi tetap saja tak meninggalkan kesan mewah nya


Para bodyguard tampak puluhan bahkan mungkin ratisan tampak siap siaga mulai di depan gerbang hingga ke setiap sudut mansion,mereka tak mengizinkan satu pun dari tamu mengambil foto atau vidio saat acara berlangsung,dan itu permintaan mutlak dari sang mempelai,siapa lagi kalau bukan si dingin Gabriel Alvaro Altop


Nyonya Miranda dan kepala pelayan tampak sedikit sibuk,beliau mondar mandir memastikan apakah semuanya berjalan sesuai dengan yang beliau inginkan,walaupun tertutup namun keluarga besar mereka di pastikan akan hadir,di tambah para kolega bisnis dan beberapa sahabat beliau


Kanaya dan Cantika tampak cantik dan anggun menggunakan kebaya seragam sebagai tuan rumah,keduanya tampak sibuk mematut diri mereka di depan cermin,sedangkan Alina masih berada di dalam kamarnya,setelah subuh nyonya Miranda mendatanginya dan mengatakan bahwa ia tak ikut memakai seragam seperti keluarga yang lainnya,karena ia akan berperan sebagai pendamping mempelai wanita


Walau berat Alina mengiyakan,mengingat nyonya Miranda mengatakan bahwa sang mempelai adalah seorang anak tunggal dan tak memiliki saudara perempuan terdekat dengan nya,untuk Gabriel ia akan di dampingi oleh Niko asisten sang putra,itulah alasan yang di sampaikan oleh nyonya Miranda pada Alina,sehingga membuat gadis cantik itu harus rela sedikit di make up


" Boy...sudah siap? Sebentar lagi penghulunya datang" ucap tuan Alvaro pada sang putra


" Hem..." jawab Gabriel singkat,pemuda tampan yang duduk di sofa itu tampak sudah memakai kemeja putih dan celana bahan senads,ia sedang fokus pada layar handphone nya


" Masih sibuk dengan handphone kamu Boy...segera bersiaplah,papa tunggu di bawah" ucap tuan Alvaro santai namun tegas,beliau berbalik akan keluar dari kamar itu


" Pa...." ucapan Gabriel terpotong oleh sang papa yang tampak sudah mengangkat tangan,pertanda tak ingin membahas apapun


" Kamu ga bisa mundur lagi boy...persiapan sudah 100%,jangan mempermalukan papa dan mama jika kamu tak ingin melihat mama kaku murka atau malah kena serangan jantung" ucap sang papa dingin


" Tapi sejak awal aku udah nolak pa...dan aku udah punya pilihan sendiri" jawab Gabriel geram


Tanpa menjawab tuan Alvaro melanjutkan langkah nya keluar dari kamar itu,dalam hati beliau tertawa melihat kegundahan dan penolakan sang putra,andai Gabriel mau jujur tentang statusnya saat ini,maka beliau dan sang istri tak akan mungkin melakukan itu


Aaarrrgh


suara teriakan Gabriel menggema dalam kamar kedap suara nya,ia sampai membanting beberapa benda yang berada di dekatnya,termasuk handphone yang tadi ia pegang,hingga benda pipih itu hancur berhamburan di lantai


Kegaduhan yang ia ciptakan itu menghentikan langkag seseorang saat akan memasuki kamarnya,Cantika...ia terdiam beberapa saat di ambang pintu kamar milik sang adik sepupu,matanya melotot melihat kamar yang biasanya selalu rapi itu kini terlihat bak kapal pecah


" Apa yang terjadi El...? Ya Tuhan...lo bahkan belum siap? Orang-orang udah pada dibawah dan penghulunya juga udah datang ..sebenarnya ada apa sih El?" tanya Cantika heran seraya tangan nya menekan tombol yang biasa digunakan untuk memanggil pelayan agar datang ke kamar itu


" Gue ga bisa nikah sama tu perempuan mbak...gue punya pilihan sendiri" jawab Gabriel lirih


" Siapa? Alina..? Ga mungkin kan lo suka sama cewek yang lo bilang masih bocil dan bau minyak telon" ucap Cantika seraya bertanya namun dengan nada sedikit meledek

__ADS_1


Gabriel tak menjawab,ia masih menunduk seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya,rambutnya tampak berantakan


"Kenapa lo ga jawab...? semalam gue liat apa yang lo lakuin ke Alina di ruang makan..gue ga ingin tau alasan lo dan sejak kapan kalian kenal,karena semua udah terlanjur El,kasian aunty kalau lo batalin pernikahan ini,pasti aunty dan unle bakal malu banget" ucap Cantika menasehati


Gabriel mengangkat wajahnya saat mendengar ucapan Cantika,ia bimbang untuk menagtakan yang sejujurnya hubungan antar ia dan Alina


" Dia...dia istri gue mbak...kami udah nikah enam lebih"ucap Gabriel lirih dan mampu membuat Cantika tercengang


" What ..???? Lo ngomong apa barusan El? Lo serius? Atau telingan gue yang lagi salah dengar? Ini bukan waktunya becanda Gabriel Alvaro Altop"ucap Cantika dengan berbagai pertanyaan


" Gue serius mbak..Alina Haya binti H.Daud itu istri gue..papa sama mama aja ga sabar banget nunggu gue siap bawa dia kemansion ini" jawab Gabriel setengah frustasi


" Trus kenapa ga jujur dari awal Aunty mau jodohin lo? Lo gila El..trus kalau udah gini apa yang bisa lo lakuin Gabriel..? Alina itu cewek baik,cantik,soleha..tega lo naykiti hati dia dengan menikah lagi? " ucap Cantika sedikit marah


Gabriel diam tanpa kata,ia semakin menundukkan wajahnya,tangan nya meremas kuat rambut hitam kemerahan miliknya,ia memang memiliki beberapa bukti kecuangan dari calon mertuanya,tapi apakah itu akan bisa menghentikan pernikahan yang akan terjadi hanya dalam hitungan beberapa menit lagi


" Tapi tunggu...kenapa kalian bisa tiba-tiba nikah? Ga mungkin Alina langsung mau lo ajakin nikah kalau sebelumnya aja kalian belum pernah ketemu atau kenal,trus dari yang gue liat pas kalian ketemu dia malah kaya ga kenal lo" Tanya Cantika curiga


" Gue yang maksa dia..." Jawab Gabriel pelan


" Awalnya...." akhirnya Gabriel menceritakan semuanya kisah antara ia dan Alina dari hampir dua tahun yang lalu,Gabriel juga mengatakan seluruh isi hatinya dan apa keputusannya tentang pernikahan nya dengan Alina,membuat Cantika sangat terkejut dan shock


Ccantika mendudukkan dirinya di tepi ranjang milik Gabriel,keduanya kini terdiam tanpa kata,Ccantika sampai menitikkan air matanya,lidahnya terasa kelu hanya untuk mengicapkan satu kata,ia tak pernah menyangka kalau Gabriel sangat menyayanginya hingga mampu berbuat sejauh itu,dan ia juga tak sanggup membayangkan jika berada di posisi Alina yang notabene nya tak salah apapun


" Jawab jujur El..lo-lo beneran udah nodai dia? Pleasee jujur" tanya Cantika lirih


" Bahkan sampai hari ini mungkin dai masih Vi-r-gin mbak...gue belum pernah nyentuh dia lebih dari peluk dan kissing" jawab Gabriel jujur


" Apa maksud lo mungkin? Gue tau dan percaya dia belum pernah dekat dengan cowok waktu dia masih di daerahnya dulu,dan itu semua gue dapat dari orang-orang terdekat dia" protes Cantika


" Itu artinya kalau lo lepasin dia...berarti...dia janda perawan dong ya" tambah Cantika terdengar menjengkelkan di telinga Gabriel


" bahkan dalam mimpipun dia ga akan pernah lepas dari gue" jawab Gabriel yakin


" Lo yakin dia ga akan gugat cerai lo setelah pernikahan ini? Alina itu bukan perempuan bodoh Gabriel..dia wanita dengan segudang prestasi, ditambah dengan wajah yang pastinya bikin orang susah untuk nolak dia" jawab Cantika terkesan memanasi


" Gue juga bukan pria bodoh yang kalah gitu aja" jawab Gabriel sombong

__ADS_1


" Tapi ...lo yakin lo ga tertarik atau jatuh cinta ke dia?" tanya Cantika meledek


Gabriel tak menjawab,ia malah tampak sibuk menyalakan laptop dan melakukan panggilan pada sang asisten dan meminta agar segera datang seraya membawakannya handphone baru


Obrolan keduanya terhenti saat seorang Art datang lengkap dengan perlengkapan bebersih,sepuluh menit kemudian kamar yang tadinya berantakan tampak kembali rapi dan bersih sebagaimana awalnya


" Ya ampun...Gabriel...Cantika...kalian malah asyik ngobrol? Di tungguin juga di bawah,penghulunya loh udah dari 20 menit yang lalu" omel nyonya Miranda saat memasuki kamar Gabriel


" Aunty...ada yang harus Tika omongin ke Aunty.." ucap Cantika sedikit ragu


" Aduh sayang...nanti aja ya selesai ijab,ga enak sama penghulunya kelamaan nunggu, Mikayla dan keluarganya juga udah mau nyampe,Cika juga udah datang,keluarga om Alexander juga udah di bawah" jawab nyonya Miranda cepat


" Ta-tapi Aunty.." ucap Cantika sedikit memohon


" Sayang...pleasee..papi mami kamu juga udah hampir sampai,mereka terlambat karena cuaca buruk" potong lagi nyonya Miranda,beliau yakin Gabriel sudah membonbgkar rahasianya pada Cantika,mengingat kedekatan mereka


" Kamu lagi..belum juga di pakai Tukedo nya,mana rambut masih berantakan gini,ini momen penting Gabriel...ga akan terulang lagi,kecuali kamu berencana punya istri lebih dari satu" uacap nyonya Miranda cepat seraya meraih Tukedo berwarna putih milik Gabriel yang terletak di atas ranjang


Gabriel tak menjawab,ia mengikuti intruksi sang mama yang memintanya berdiri dan memakai Tukedo nya lengkap dengan dasi,tak lupa nyonya Miranda menata rambut sang putra dengan sangat rapi,menyemprotkan farfum dan menyerahkan salah satu jam tangan koleksi nya untuk ia pakai,Gabriel benar-benar seperti anak taman kanak-kanak yang sedang di pakaikan seragam sekolah oleh sang mama


Sedangkan Cantika terus manatap Gabriel dengan tatapan antara geram dan iba,geram karena Gabriel tak jujur lebih awal dan iba karena Gabriel berada di posisi yang serba sulit,antara istri yang ia rahasiakan dan kehormatan keluarganya


Dikamar yang berbeda,Alina tampak duduk di depan cermin,ia sudah tampil sangat cantik dengan gaun putih,menunggu gilirannya turun untuk menjadi pendamping wanita yang akan dinikahi suaminya,ia menggenggam erat saputangan putih digenggaman nya


" Sabar ya sayang...bukan kah kamu sangat ingin lepas dari dia? Mungkin dengan cara ini Tuhan mengabulkan keinginan kamu dan kamu bisa bebas dan kembali ke keluarga kita seperti biasanya" ucap nyonya Suci disertai senyuman lembut


" Ia ma...Aya juga berharapnya seperti itu ma..tapi Aya takut jika suatu saat mama Miranda tau " jawab Alina bimbang


" Kamu tenang aja..yang perlu kamu lakukan setelah ini adalah berusahalah lebih ikhlas agar kamu bisa benar-benar melupakan semuanya" bujuk nyonya Suci lembut


" Insya Allah Aya akan coba lebih keras lagi ma" jawab Alina yakin dan di angguki oleh sang mama


" Sesedih apapun kamu,sesakit apapun jiwamu,seberat apapun ujian mu,sedalam apapun luka dihatimu,dan selemah apapun ragamu dalam menjalani semua ini,percayalah sayang...itu semua akan berlalu....


Mustahil Allah mengujimu seberat dan sehebat ini tanpa adanya tujuan yang besar pula,mama percaya pada akhirnya kamu akan dapatkan kebahagiaan mu sayang..." ucap nyonya Suci bijak


" Amiiinnn....terimakasih ma atas support nya,Aya ga tau apa yang akan terjadi kalau Aya ga ketemu mama dan yang lainnya" Jawab Alina tulus

__ADS_1


__ADS_2